cover
Contact Name
Pindo Tutuko
Contact Email
pindotutuko@unmer.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pindotutuko@unmer.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal
ISSN : 20863764     EISSN : 26154951     DOI : -
Core Subject : Engineering,
LOCAL WISDOM is a scientific journal in the field of Architecture and the City as a "bridge" between the disciplines of architecture and urban planning and design studies.This scientific journal focusing on research relating to the study of local wisdom. Local knowledge is a potential local characteristic based on a local culture that has been a tradition in public life. A form of local wisdom studies varied widely, ranging from a cultural value system, social system to the physical manifestation of culture in the form of local knowledge, local technologies, as well as the physical form of the built environment. Studies of local wisdom is an effort in order to realize the harmony of the city environment, and sustainable through the use and development of local knowledge, contextual and a participatory approach.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018" : 5 Documents clear
Pengembangan Agrowisata Apel Berbasis Kearifan Lokal Di Poncokusumo Dian Kartika Santoso; Respati Wikantiyoso
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i1.2396

Abstract

Budaya merupakan akar dari sebuah bangsa. Wujud budaya dapat berupa aktivitas danmata pencaharian sehari-hari. Bertani adalah salah satu contoh aktivitas sekaligus matapencaharian dari masyarakat agraris Indonesia. Poncokusumo, merupakan salah satudaerah di Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari pertanian, khususnyakomoditas Apel. Sehingga, buah apel yang ada di Malang salah satunya dipasok dariPoncokusumo. Namun, penggunaan lahan dan mata pencaharian masyarakat berubahseiring dengan waktu. Apabila dibiarkan, Apel beserta budaya bertani yang telah adadapat tergerus. Oleh karena itu perlu upaya yang dapat mempertahankan Apel Malangbersamaan dengan budaya bertani masyarakat Poncokusumo. Hal ini tentu tidak dapatdilakukan tanpa acuan yang jelas. Sesuai dengan SDG’s poin ke delapan, upaya yangharus dilakukan harus memperhatikan komunitas berkelanjutan dan ekonomi yanglayak. Kabupaten Malang sendiri telah menunjuk Poncokusumo sebagai daerahAgropolitan. Namun, hal ini perlu dikaji kembali. Kajian ini menggunakan analisis SWOTuntuk mengevaluasi hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan mengenai pengelolaanlahan pertanian Apel di Poncokusumo. Sehingga, kajian ini dapat menghasilkan solusiberupa pengembangan agrowisata berbasis kearifan lokal yang diharapkan mampumenjadi pendorong kegiatan ekonomi yang lebih baik sekaligus melestarikan budayabertani di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i1.2396
Implementasi kearifan lokal dalam strategi Pengembangan Wisata Pantai Sendang Biru untuk Pelestarian Pulau Sempu Widiana, Fenny; Wikantiyoso, Respati
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Merdeka Malang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i1.2397

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki ribuan pulaudari Sabang sampai Merauke, dimana setiap pulaunya memiliki keunikan tersendiri.Salah satu pantai di kabupaten Malang adalah pantai Sendang Biru. Pantai SendangBiru memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar di jawa Timur. Daya tarikberupa tempat pelelangan ikan dan pulau Sempu yang berada di sebrang pantai yangditetapkan sebagai cagar alam melalui Surat Keputusan Gubernur Jenderal HindiaBelanda pada tahun 1928. Permasalahan pada pulau Sempu adalah adanya wisataillegal sehingga membuat sebagian wilayahnya menjadi rusak dan sebagian kawasan dipulau Sempu akan diubah menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Metode kajian inimenggunakan metode deskriptif untuk menidentifikasi kearifan lokal dan menganalisasehingga mendapatkan strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Sendang Biru.Ditemukan bahwa kearifan lokal dapat dijadikan dasar pengembangan wisata kulinerdan atraksi kehidupan nelayan pada Pantai Sendang biru. Dengan pengembangankualitas wisata di Pantai Sendang Biru diharapkan dapat melestarikan Pulau Sempu. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i1.2397
Punden Sebagai Pusat Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Desa Klepek Kabupaten Kediri Muhammad Andi Finaldi Nurtantyo
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i1.2398

Abstract

Desa Klepek memiliki kearifan lokal dalam aspek kehidupan sosial dan budaya. Aspeksosial budaya yang dimiliki sangat menarik untuk dibahas dalam penelitian ini. Aspeksosial budaya yang terdapat disana berhubungan dengan satu tempat sakral yangdijadikan pusat yaitu punden. Kepercayaan masyarakat desa Klepek menganggap pundensebagai titik pusat kehidupan sosial mereka. Hal ini terlihat adanya kegiatan tradisimasyarakat yang tidak terlepas dari keberadaan punden tersebut. Kegiatan tradisi yangterdapat disana yaitu nyadranan, barik’an dan tradisi sebelum hajatan. Fokus padapenelitian ini yaitu aspek kehidupan sosial dan budaya yang terdapat di desa Klepek.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didalamnya terdapat tentangdata deskriptif tertulis ataupun lisan dari sumber objek. Dengan hubungan antara aspekkehidupan sosial budaya dengan punden maka dapat menghasilkan data indentifikasiberupa keragaman aspek sosial budaya. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i1.2398
Makna Ruang Sebagai Aspek Pelestarian Situs Sumberawan Syamsun Ramli; Respati Wikantiyoso
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i1.2399

Abstract

Situs Sumberawan merupakan salah satu tempat wisata di kabupaten Malang. Situs initerletak di Desa Toyomerto, Kecamatan Singosari. Stupa Sumberawan berada di kakigunung Arjuno. Stupa Sumberawan dibangun pada akhir era Majapahit, yaitu sekitarabad ke-14 sampai 15. Di area stupa terdapat beberapa mata air. Mata air ini membentuktelaga mata air. Stupa Sumberawan dibangun untuk mentransformasi mata air menjaditirta amerta. Tirta amerta adalah air suci sebagai saripati kehidupan. Masyarakat masihmempercayai mitos dan larangan di telaga mata air ini. Situs Sumberawan sangat menarikuntuk diteliti dengan keberadaan telaga mata airnya. Stupa dan telaga mata air ini menjadiruang berbagai aktivitas. Warga sekitar memanfaatkannya untuk kebutuhan air bersih,mencuci, memancing, dan mengairi sawah. Umat Budha melakukan ritual pradaksinadi Stupa Sumberawan. Penganut kejawen melaksanakan ritual mandi suci pada malamjumat legi di telaga mata air. Wisatawan berkunjung dengan tujuan rekreasi. Penelitiingin mengetahui makna ruang Situs Sumberawan bagi masing-masing pengguna.Penelitian menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukan perbedaanpemaknaan dan penggunaan ruang di Situs Sumberawan. Perbedaan makna ruang inidapat menjadi landasan dalam upaya pelestarian Situs Sumberawan. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i1.2399
Architecture of Soko Wolu Traditional House in Dusun Cemorosewu - Magetan Johan Wahyudi; Respati Wikantiyoso; Junianto Junianto
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v10i1.2660

Abstract

Traditional houses in Indonesia have become silent witnesses of how life in the past wascarried out and its influence on the order of life of the people at that time. Likewise with thetraditional Javanese houses of the community of dusun Cemorosewu - Magetan, which havethe characteristics and functionally have specific aims and objectives that influence the processof establishing the building. This study is expected to provide a benefit in the form of thedevelopment of knowledge related to traditional houses in general which can be applied inbuilding architecture. The method used in this writing is descriptive method with non randomsampling technique, which is purposive sampling (purposive sampling technique).From the discussion, it can be seen that the traditional house in dusun Cemorosewu only hastwo clusters, namely griya wingking with dhapur limasan and griya pawon with dhapurkampong where griya pawon is always on the left either the wingking house faces north orsouth. The supporting structure of the roof of the house is supported by 8 (eight) poles so thatit is often referred to as omah soko wolu. Walls are made of split stone and zinc roofing andthere are still cooking stoves that use fuel from firewood along with complementary componentssuch as pogo and sigiran and roof openings in an effort to remove smoke. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v10i1.2660

Page 1 of 1 | Total Record : 5