cover
Contact Name
Pindo Tutuko
Contact Email
pindotutuko@unmer.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pindotutuko@unmer.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal
ISSN : 20863764     EISSN : 26154951     DOI : -
Core Subject : Engineering,
LOCAL WISDOM is a scientific journal in the field of Architecture and the City as a "bridge" between the disciplines of architecture and urban planning and design studies.This scientific journal focusing on research relating to the study of local wisdom. Local knowledge is a potential local characteristic based on a local culture that has been a tradition in public life. A form of local wisdom studies varied widely, ranging from a cultural value system, social system to the physical manifestation of culture in the form of local knowledge, local technologies, as well as the physical form of the built environment. Studies of local wisdom is an effort in order to realize the harmony of the city environment, and sustainable through the use and development of local knowledge, contextual and a participatory approach.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2010): September 2010" : 6 Documents clear
PROSES PERUBAHAN RUANG SPASIAL DI PERMUKIMAN DUSUN BARAN KIDAL MALANG Lisa Dwi Wulandari; Ayu Indeswari
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 3 (2010): September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v2i3.1375

Abstract

Desa Baran Kidal merupakan pemukiman etnis Madura di Kota Malang yang pola pemukiman tradisionalnya memiliki karakter khusus. Untuk menggali kearifan local dan potensi alam dalam membentuk karakter fisik lingkungan permukiman di desa Baran Kidal ini, diamati faktor-faktor utama yang berperan penting dalam proses pembentukan dan perubahan ruangnya dalam pendekatan tipologi-morfologi ruang arsitektur. Untuk itu dilakukan analisis sinkronik-diakronik dalam konteks studi historis, dengan pendekatan metode survey. Tahapan riset ini untuk menggali perubahan ruang permukiman tersebut dalam periode waktu yang berbeda. Produk dari riset ini diketahui bahwa faktor utama pemicu perubahan pola spasial permukiman ini antara lain adalah sistem kekerabatan, adanya pengembangan aksesibilitas lingkungan (sirkulasi dan jalan), serta pengaruh modernisasi dalam konteks globalisasi lokal.
PENGEMBANGAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI SEBAGAI KAWASAN BUSINESS BARU KOTA PEKANBARU Yohannes Firzal
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 3 (2010): September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v2i3.1376

Abstract

Perjalanan waktu menunjukan pertumbuhan penduduk kota yang pesat, perkembangan kegiatan ekonomi dengan kekuatan lokal yang besar, telah memaksa setiap wilayah untuk dapat bertahan dan mengikuti arus perkembangan dengan tetap mengantisipasi dengan segala kemungkinan terjadi. Kajian dilatarbelakangi untuk melihat potensi kawasan tepian Sungai Siak Pekanbaru yang akan dipersiapkan sebagai pengembangan kawasan business baru kota, melalui kaidah-kaidah perancangan yang berkonsepkan waterfront city. Sebagai pusat pertumbuhan perekonomian baru maka kawasan waterfront city direncanakan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi kota dengan melestarikan budaya dan kekuatan lokal. Kawasan kajian berada di Kota Pekanbaru yang dilalui Sungai Siak, membentang dari tengah Pulau Sumatera menuju Selat Malaka. Pengembangan kawasan tepian sungai merupakan upaya penataan dan perbaikan kualitas lingkungan yang menekankan arti penting perairan sebagai kawasan berpotensi untuk meningkatkan perekonomian kota. Kawasan waterfront city merupakan alternatif pengembangan yang menyediakan ruang tumbuh kembang kota sekaligus sebagai penyokong kegiatan perekonomian melalui kegiatan investasi, menumbuhkembangkan kegiatan baru dengan tetap menghargai kegiatan yang telah ada sebelumnya. Kajian pada akhirnya menetapkan usulan rancangan satu blok kawasan di tengah Kota Pekanbaru untuk dikembangkan menjadi kawasan business baru berupa suatu rancangan kawasan berkonsepkan waterfront city yang terencana dan terintegrasi dengan penataan kota secara keseluruhan.
ESTETIKA SIMBOLIS SENSORI PADA RUANG PUBLIK DI ALUNALUN MALANG Winansih, Erna
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 3 (2010): September 2010
Publisher : Merdeka Malang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v2i3.1377

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk lebih dalam mengkaji estetika dari sudut pandang estetika simbolis-sensori. Estetika simbolis (Esim) bersifat subyektif artinya, pelaku atau penggunalah yang menentukan sesuatu itu indah/estetis dengan memaknainya melalui aktivitas-perilakunya, dari sudut estetika sensori (Esen); bagaimanakah ruang publik memberikan peluang pengalaman estetis dengan berfungsinya indera-inderanya. Alunalun di jalan Merdeka kota Malang ini, merupakan tempat publik yang populer dan bervariasi penggunanya mulai pengelola, penjual, pengunjung sampai pada pelaku yang hanya sekedar lewat saja. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi-partisipan, yaitu di samping mengamati obyek penelitiannya peneliti juga sebagai pelaku di setting ini. Untuk dapat mengkaji Esim-Esen, peneliti menentukan unit behavior setting untuk diobservasi. Hasil penelitian menunjukkan dari Esim, pengguna-pengelola memaknai alun-alun ini sebagai tempat bekerja (posko penjagaan, pos polisi, dsj), sehingga aktivitas-perilakunya lebih didasari atas kewajiban (sense of obligatory) dan rasa tanggung-jawab untuk memelihara-menjaganya. Pada pihak pengguna-penjual, dari sisi Esim, setting ini menjadi indah saat mereka dapat memanfaatkannya untuk tempat berjualan (nafkah). Pengguna-pengunjung memaknainya sebagai tempat rekreasi yang cukup nyaman. Dari sisi Esen cukup banyak yang dialami pengunjung baik secara visual, audio, perabaan, pengecapan, kinetik, namun yang belum optimal adalah dari penciuman. Bagian dari alun-alun ini yang tidak optimal adalah kolam, karena jarang sekali airnya mancur, mengingat obyek ini sangat berpeluang untuk terjadinya Esen.
EKSPLORASI KARAKTER SPASIAL KAWASAN ALUN-ALUN KOTA MALANG Junianto Junianto
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 3 (2010): September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v2i3.1378

Abstract

Kawasan Alun-alun kota Malang sebagai pusat kota, akan berkembang dan tumbuh, seiring dengan perkembangan waktu, serta perubahan elemen-elemen kota dalam interrelasinya. Studi eksploratif bertujuan untuk menggambarkan suatu gejala, secara lebih terinci dari karakter spasial kawasan Alun-alun. Kawasan Alun-alun kota Malang, ditinjau dalam keterkaitan dengan fungsi bangunan-bangunan sekitarnya, serta dalam perannya sebagai ruang publik kota. Pendekatan sejarah lebih ditekankan kepada perkembangan fisik kawasan Alun-alun kota Malang, yang signifikan berpengaruh kepada pembentukan karakter spasial. Pendekatan ini, bertujuan untuk memahami proses pembentuk karakter spasial kawasan Alun-alun kota Malang yang ada sekarang. Pendekatan lapangan (eksplorasi lapangan) dalam penelitian ini, merupakan hal yang utama, untuk melihat dan memahami kondisi aktual karakter spasial kawasan. Perubahan karakter spasial Alunalun, terjadi cukup signifikan setelah kawasan tersebut menjadi CBD (Central Bisnis Distrik). Alun-alun bergeser peran, menjadi penyangga kegiatan komersial, kawasan sekitarnya. Alun-alun menjadi tempat parkir, menjadi tempat berjualan para PKL, selain untuk rekreasi masyarakat kota.
EKSPRESI KERUANGAN BUDAYA LOKAL: Tinjauan Diakronik Spasial Permukiman Desa Adat Kesiman, Denpasar Bali I Komang Gede Santhyasa
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 3 (2010): September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v2i3.1379

Abstract

Perencanaan ruang pada lingkungan masyarakat tradisional lebih didasarkan pada sistem pengetahuan lokal tentang perencanaan yang terdiri atas sistem nilai dan konsep lokal, serta kepercayaan dan pengetahuan budaya setempat. Banyak sistem pengetahuan lokal tentang perencanaan tata ruang yang memiliki peranan dalam usaha menjaga kontinuitas dimensi kultural yang seringkali diabaikan oleh perencanaan. Khususnya dalam kasus Bali, secara etnis-kultural yang cenderung homogen, usaha untuk menjaga kelestarian budaya inti tersebut merupakan konsepsi yang mendasar bagi masyarakat Bali dan merupakan landasan dasar sebagai sistem perencanaan ruang. Permukiman Desa Adat Kesiman sebagai studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi perkembangan pola spasialnya ditinjau dari perspektif diakronik spasial. Tulisan ini menggambarkan secara ringkas bahwa perkembangan pola spasial ini ditujukan untuk lebih memahami landasan yang dijadikan dasar dalam usaha-usaha penciptaan ekspresi keruangan budaya lokal dan dijadikan referensi dalam perencanaan ruang pada lingkungan tradisional yang dibangkitkan oleh konteks budayanya.
KONSEP TAMAN KOTA PADA MASYARAKAT JAWA MASA KINI Hariyono, Paulus
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 2, No 3 (2010): September 2010
Publisher : Merdeka Malang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v2i3.1380

Abstract

Tulisan ini berangkat dari persoalan semakin menyusutnya taman kota dari waktu ke waktu; bahkan terjadi rebutan lahan taman kota oleh berbagai pihak untuk kepentingan masing-masing pihak, seperti sektor privat dan sektor publik, masyarakat strata atas, menengah dan bawah, kelompok kepentingan ekonomi dan pengambil kebijakan publik. Persoalan perebutan lahan taman kota disebabkan secara tradisional pada masyarakat Jawa tidak terdapat konsep tentang taman kota secara Barat sebagai fungsi estetika kota. Akibatnya, masing-masing pihak merasa lahan taman kota dapat diubah fungsi menurut kepentingannya. Penelitian ini mengambil kasus masyarakat kota Semarang yang mewakili masyarakat Jawa Tengah bagian Utara; dan masyarakat Yogyakarta yang mewakili masyarakat Jawa Tengah bagian Selatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6