cover
Contact Name
Pindo Tutuko
Contact Email
pindotutuko@unmer.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pindotutuko@unmer.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal
ISSN : 20863764     EISSN : 26154951     DOI : -
Core Subject : Engineering,
LOCAL WISDOM is a scientific journal in the field of Architecture and the City as a "bridge" between the disciplines of architecture and urban planning and design studies.This scientific journal focusing on research relating to the study of local wisdom. Local knowledge is a potential local characteristic based on a local culture that has been a tradition in public life. A form of local wisdom studies varied widely, ranging from a cultural value system, social system to the physical manifestation of culture in the form of local knowledge, local technologies, as well as the physical form of the built environment. Studies of local wisdom is an effort in order to realize the harmony of the city environment, and sustainable through the use and development of local knowledge, contextual and a participatory approach.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2011): February 2011" : 4 Documents clear
PENDAMPINGAN DALAM PROSES PERENCANAAN PARTISIPATIF PROGRAM PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK) Hery Budiyanto
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2011): February 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i1.1386

Abstract

Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) adalah program tatanan kehidupan dan hunian yang tertata selaras, sehat, produktif, berjatidiri dan berkelanjutan yang direncanakan, dipasarkan dan dibangun sepenuhnya oleh partisipasi masyarakat Desa. Dalam program ini terdapat peran pendamping yaitu Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif (TAPP) yang fungsinya bukan untuk mengambil alih pengambilan keputusan melainkan untuk menunjukkan konsekuensi dari tiap keputusan yang diambil masyarakat, dengan kata lain menjadi "fasilitator" dalam proses pengambilan keputusan sehingga keputusan yang diambil akan rasional, sesuai dengan potensi, masalah dan keinginan masyarakat. Pendekatan partisipatif merupakan salah satu model pendekatan untuk mengakomodasikan pengetahuan lokal, kebiasaan lokal dan budaya lokal masyarakat. Kearifan budaya lokal dalam pembangunan permukiman di pedesaan menjadi penting sebagai upaya untukmengeliminir kesenjangan budaya dalamproses membangun. Penataan lingkungan permukiman berbasis komunitas di desa gudang merupakan contoh kasus pentingnya pemahaman kearifan lokal dalam proses membangunkomunitas.
Fleksibilitas Ruang dalam Tradisi Sinoman dan Biyodo sebagai Wujud Kearifan Lokal di Dusun Karang Ampel Dau Malang Putri, Putri
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2011): February 2011
Publisher : Merdeka Malang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i1.1387

Abstract

Dusun Karang Ampel merupakan salah satu dusun yang masih mempertahankan ruang kebersamaan dalam kehidupannya, sehingga dalam pelaksanaan kehidupannya perubahan zonasi publik-privat berjalan dengan fleksibel, terlebih pada saat hajat-hajat tertentu. Tradisi sinoman dan biyodo merupakan salah satu tradisi di Dusun Karang Ampel yang pada umumnya memiliki fleksibilitas ruang yang cukup tinggi. Perubahan zonasi ruang berlangsung setiap harinya, dan bahkan teritori pun melebar hingga teritori tetangga sekitar. Oleh karena itu, tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi fleksibilitas ruang yang terjadi pada saat tradisi sinoman dan biyodo, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan ruang yang sangat fleksibel ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif evaluatif. Dari data yang didapatkan dari observasi dan wawancara ini ditemukan bahwa fleksibilitas ruang pada saat tradisi sinoman dan biyodo menghasilkan perubahan zonasi publik-privat dan menggeser teritori sampai ke zona semi privat tetangga kanan kiri. Fleksibilitas ruang tersebut terjadi karena adanya faktor kebutuhan ruang, dan faktor penghargaan terhadap nilai-nilai kepercayaan dan kebersamaan
MALAY HOUSE, AN UNIQUENESS OF ARCHITETURAL DESIGN FORM Yohannes Firzal
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2011): February 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i1.1388

Abstract

Malay houses almost always identifying through building raise on the pile, saddle roof and repeated gable-finials decorative that make them as a local distinct uniqueness. This uniqueness, which could be the strongest features, have brought significant cultural value and influencies to the development of building architecture. Gable horn, part of gable-finials, known as traditional roof decorative element has architectural similarities in the broad area coverage. Not only in traditional building of the archipelago, but also found strong evidence has similarities with decorative elements used on gable-finials in the region surrounding Astronesia such as; South East Asia, Malanesia, Micronesia, Polynesia and Madagascar. This has made identifying characteristic strong decorative elements.Gable horn become one hallmark of traditional architecture Astronesia region. Values contained not only from an architectural point of view, but can develop in accordance with their respective regional culture. The study was based on literature review and field surveyed to observed the presence of gable horn of Malay architecture traditional building. How variant element that can be encountered and became the origin to architectural presedent. Indeed, eventhough there are some varieties and forms of architectural elements throughout the archipelago, three major elements of raise on the pile, saddle roof and gable finial are become the most important characteristic of Malay house.
PENENTUAN ARAH DAN LETAK PERMUKIMAN DAN RUMAH TINGGAL KAITANNYA DENGAN KOSMOLOGI (STUDI KASUS, KAMPUNG KANAREA, KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN) Idawari Idawari
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2011): February 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i1.1389

Abstract

Permukiman dan rumah tradisional tidaklah lahir begitu saja, namun syarat dengan philosophi- philosophi antara lain, konsistensi hidup mereka terhadap nilai-nilai tradisi, dan bersyandar kepada kepercayaan yang dianut. Pemilihan arah dan letak permukiman dan rumah terkait dengan faktor keberuntungan, keselamatan, tingkat sosial penghuni rumah dalam kelompoknya. Tujuan penelitian, untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dalam penentuan arah dan letak. permukiman dan rumah pada masyarakat yang berdiam di kampung Kanarea, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Manfaat Penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain mengenai faktor yang berpengaruh dalam penentuan arah dan letak permukiman dan rumah. Metode penelitian adalah kualitatif. Dasar teoritis penelitian bertumbu pada interaksi simbolik. Luarannya penemuan arah dan letak permukiman serta rumah sangatlah penting, terkait dengan kelangsungan hidup keluarga yang menghuni rumaht, dengan mengikuti aturan adat yang berlaku maka dipercaya akan mendatangkan kebaikan dan rejeki yang melimbah bagi penghuni rumah, sebaliknya jika meninggalkan aturan maka akan mendatangkan kesengsaraan bagi penghuni rumah, baik menyangkut rejeki, kesehatan, jodoh, usia, juga penghargaan dan penghormatan masyarakat terhadap penghuni rumah.

Page 1 of 1 | Total Record : 4