cover
Contact Name
Pindo Tutuko
Contact Email
pindotutuko@unmer.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pindotutuko@unmer.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal
ISSN : 20863764     EISSN : 26154951     DOI : -
Core Subject : Engineering,
LOCAL WISDOM is a scientific journal in the field of Architecture and the City as a "bridge" between the disciplines of architecture and urban planning and design studies.This scientific journal focusing on research relating to the study of local wisdom. Local knowledge is a potential local characteristic based on a local culture that has been a tradition in public life. A form of local wisdom studies varied widely, ranging from a cultural value system, social system to the physical manifestation of culture in the form of local knowledge, local technologies, as well as the physical form of the built environment. Studies of local wisdom is an effort in order to realize the harmony of the city environment, and sustainable through the use and development of local knowledge, contextual and a participatory approach.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2011): July 2011" : 2 Documents clear
APLIKASI LANGGAM ARSITEKTUR MELAYU SEBAGAI IDENTITAS KAWASAN MENUJU KOTA BERKELANJUTAN Wahyu Hidayat
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 2 (2011): July 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i2.1390

Abstract

Perkembangan kota yang berkelanjutan (sustainable city) merupakan suatu proses kompleks yang melibatkan serangkaian interaksi berbagai aspek seperti ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya dalam kehidupan komunitas kota. Aristektur merupakan salah satu bagian yang paling dominan dalam membentuk wajah dan identitas kota serta mempengaruhi kualitas hidup masyarakan kota. Dalam konteks arsitektur dan desain perkotaan, arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) dapat dicapai jika aspek budaya dan ekologi disinergikan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan langgam arsitektur melayu dalamdesain bangunan kontemporer di kota Pekanbaru. Identifikasi didasarkan pada dua variable yaitu, aspek budaya yang menjelaskan penggunaan langgam arsitektur melayu sebagai identitas kota dan kawasan dan aspek ekologi yang merefleksikan penggunaan elemen arsitektur melayu dalam merespon kondisi lingkungan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yang menggambarkan penggunaan langgam arsitektur melayu di kota Pekanbaru. Dari penelitian ini diketahui bahwamayoritas desain bangunan kontemporermenggunakan langgam arsitektur melayu secara tidak tepat menurut filosofinya dan lebih memprioritaskan aspek identitas daripada aspek ekologi dalam merespon kondisi lingkungan. Hasil studi juga mengidentifikasi perberbedaan antara bangunan milik pemerintah daerah dan bangunanmilik swasta dalampenggunaan langgamarsitektur melayu.
Faktor-Faktor Pembentuk Identitas Suatu Tempat Jenny Ernawati
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 3, No 2 (2011): July 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v3i2.1391

Abstract

Dalam dua puluh lima tahun belakangan ini identitas suatu tempat (place identity) telah menjadi issue yang penting dalam perencanaan dan perancangan kota (Wikipedia, 2009). Sejalan dengan gerakan global untuk melindungi tempat-tempat yang memiliki warisan budaya yang signifikan, maka keprihatinan terhadap hilangnya individualitas dan distinctiveness antara satu tempat dengan tempat yang lain sebagai dampak dari globalisasi budayapun meningkat. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyajikan hasil penelitian yang dimaksudkan untuk menggali dimensi yang mendasarievaluasimasyarakat terhadap identitas suatu tempat (place identity). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode survei, dan Kota Malang sebagai lokus penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah self administered questionnaire denganmenggunakan skala Likert. Responden sejumlah 240 orang dipilih secara random dari daftar nama pada buku telepon terbaru. Konsep place identity dievaluasi berdasarkan 5 aspek: continuity, familiarity, attachment, commitment, dan external evaluation. Selanjutnya faktor-faktor pembentuk identitas suatu tempat (place identity) berdasarkan evaluasi masyarakat terhadap identitas kota tempat tinggalnya diungkap melalui analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dimensi yang mendasarievaluasimasyarakat terhadap place identity, yaitu Faktor Hubungan Personal, Faktor Lingkungan Fisik dan Faktor Komitmen.

Page 1 of 1 | Total Record : 2