cover
Contact Name
Pindo Tutuko
Contact Email
pindotutuko@unmer.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pindotutuko@unmer.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal
ISSN : 20863764     EISSN : 26154951     DOI : -
Core Subject : Engineering,
LOCAL WISDOM is a scientific journal in the field of Architecture and the City as a "bridge" between the disciplines of architecture and urban planning and design studies.This scientific journal focusing on research relating to the study of local wisdom. Local knowledge is a potential local characteristic based on a local culture that has been a tradition in public life. A form of local wisdom studies varied widely, ranging from a cultural value system, social system to the physical manifestation of culture in the form of local knowledge, local technologies, as well as the physical form of the built environment. Studies of local wisdom is an effort in order to realize the harmony of the city environment, and sustainable through the use and development of local knowledge, contextual and a participatory approach.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017" : 5 Documents clear
Filosofi Hidup sebagai Wujud Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi Sari Mawaddahni
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v9i2.1976

Abstract

Kasepuhan Sinar Resmi merupakan masyarakat adat yang tinggal di kawasan TamanNasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), di wilayah kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Aturan adat leluhur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan keseharianmasyarakat kasepuhan. Sebagai masyarakat peladang, masyarakat kasepuhan taatterhadap aturan leluhur dengan menjalankan berbagai ritual tradisi yang menyangkutkegiatan pertanian. Filosofi hidup yang sederhana, menghargai serta menyatu denganalam merupakan wujud kearifan lokal yang dipegang teguh oleh masyarakat kasepuhan.Derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi dikhawatirkan akan memberikandampak negatif pada keberlanjutan nilai-nilai tradisi pada kehidupan masyarakatkasepuhan. Kajian terhadap objek studi dilakukan untuk mengidentifikasi potensi-potensinilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat kasepuhan Sinar Resmi. Untuk mengkajinilai-nilai kearifan lokal pada kasepuhan Sinar Resmi, digunakan metode deskriptifkualitatifdengan menganalisa dan mengumpulkan literasi data sekunder. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v9i2.1976
“RUMAH LANTING” Arsitektur Vernakular Suku Banjar Yang Mulai Punah Afdholy, Amar Rizqi
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Merdeka Malang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v9i2.1977

Abstract

Rumah lanting adalah rumah venakular dari masyarakat suku Banjar yang berada di kotaBanjarmasin, Kalimantan Selatan. Menurut Mentayani (2010) bentuk rumah lanting yangselaras dengan kondisi lingkungan berupa sungai dan penggunaan material, konstruksi,hingga perilaku penghuni dalam menjalani kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwarumah lanting adalah arsitektur vernakular daerah Kalimantan Selatan. Dilihat dari awalterbentuknya rumah lanting, menurut Alfisyah (2014) rumah lanting muncul dikarenakanadanya kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang perahu yang hidupnomaden diatas sungai martapura. Kebutuhan akan hunian yang dapat menunjangaktifitas mereka sebagai pedagang inilah yang kemudian memunculkan rumah lantingyang terletak di tepian-tepian sungai kota Banjarmasin. Permasalahan yang diangkat dalamkajian ini tentang kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tipe rumah vernakularsuku Banjar yaitu rumah lanting dan semakin berkurangnya jumlah rumah lanting yangada di kota Banjarmasin. Tujuan dari kajian ini menjelaskan tentang karakteristik rumahvernakular suku Banjar yaitu rumah lanting dan faktor penyebab berkurangnya rumahlanting di kota Banjarmasin. Metode yang dipakai pada kajian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif, data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi langsung kelapangan. Dari hasil penelitian, faktor utama penyebab semakin berkurangnya rumahlanting di kota Banjarmasin adalah perubahan aktifitas masyarakat yang dulunyabergantung pada sungai sekarang sudah beralih ke daratan. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v9i2.1977
Pengaruh Kearifan Budaya Lokal Terhadap Hunian Masyarakat Pengrajin Tempe di Kampung Sanan Malang Rahadian Nugroho
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v9i2.1978

Abstract

Hunian masyarakat pengrajin tempe di Kampung Sanan Malang merupakan hunian yangterbentuk dari penyesuaian kearifan lokal yang lama tehadap globalisasi yang salah satunyaberdampak ke ekonomi. Pada awalnya, hunian di kampung ini hanya digunakan untuk tempattinggal, namun kemudian penduduk mulai menggunakan hunian mereka untuk memproduksiserta menjual tempe dan keripik tempe, dan saat ini Kampung Sanan telah menjadi sentraindustri tempe. Kegiatan memproduksi tempe bagi masyarakat Kampung Sanan merupakanKearifan Budaya Lokal turun-temurun yang memungkinkan terjadinya perubahan danpengurangan pada ruang untuk tempat tinggal serta mempengaruhi kualitas fasad hunian.Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kearifan lokal dalam pola hunianmasyarakat kampung Sanan Malang yang berpengaruh pada perubahan-perubahannya.Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif, analitis dan interpretatif berdasarpada bukti empiris, strukturalisme, tipolmorfo dan relasi fungsi, bentuk dan makna yangdigunakan untuk mengungkap konsep kearifan lokal dalam hunian masyarakat kampungSanan Malang. Pengumpulan datanya dilakukan dengan pengambilan foto, video, wawancaramendalam dan observasi kemudian dianalisis untuk mendapatkan gambaran dan kesimpulanyang dapat menjawab permasalahan dan mencapai tujuan studi. Hasil dari studi inimenyebutkan bahwa kearifan budaya lokal Kampung Sanan secara langsung dan tak langsungmemunculkan identitas dan tradisi baru yang berjalan beriringan dengan tradisi yang lama.Terbentuknya kearifan budaya lokal yang baru dari dampak globalisasi yaitu Home Industrykarena untuk menaikkan taraf hidup warga Kampung Sanan Malang. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v9i1.1867
Kearifan Lokal Masyarakat Permukiman Sawojajar Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Aninditatama, Bhaga
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Merdeka Malang University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v9i2.2702

Abstract

Sawojajar merupakan permukiman warga yang luas, permukiman ini terletak di kotamalang, tepatnya di kecamatan kedungkandang bersebelahan dengan kecamatan kelojendan di batasi oleh kabupaten malang. Permukiman yang berada di sebelah timur kotamalang merupakan pernukiman padat penduduk yang paling besar dii malang,mengakibatkan beberapa aspek-aspek sosial-ekonomi yang berdampak pada lingkungansekitar permukiman, hal ini terjadi di karenakan semakin banyaknya kebutuhan manusiayang setiap tahunnya selalu bertambah dan bervariatif, karena pertumbuhan pendudukinilah sawojajar pada tahun 2010 beralihfungsi lahan menjadi kawasan pertokoan, halinilah yang menjadi daya tarik kuat mengapa permukiman ini sangat menarik untukdikaji kearifan lokalnya, metode yang digunakan adalah pengamatan lebh lanjut di areatersebut dan mencari keunikan kawasan ini digali dari aspek fisik dan non-fisiknyaserja mengagaskan perubahan tersebut dan memperoleh kearifan lokal yang terdapat dipermukiman sawojajar. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v9i2.2702
Pemanfaatan Pagar Jembatan Sebagai Vertical Garden: Studi Kasus Di Jembatan Gandong 1 - Magetan Johan Wahyudi
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v9i2.2703

Abstract

Pembuatan vertical garden pada jembatan Gandong 1 – Magetan ini awalnya adalahsebagai upaya pemanfaatan pagar jembatan yang ditinggikan akibat seringnya digunakanuntuk bunuh diri dengan cara meloncat dari atas jembatan. Dengan ketinggian yangmencapai lebih dari 25 meter, tempat ini sangat diminati oleh warga yang berpikiran“cekak” untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengelompokkan tipe-tipe jembatan yang ada di Magetan Kota dikaitkandengan upaya mencegah pemanfaatan jembatan untuk kegiatan-kegiatan negatif danmerubah wajah jembatan agar lebih berestetika. Yang menjadi pertanyaan awal adalahseberapa penting peninggian pagar jembatan dan pembuatan vertical garden terhadapupaya pengurangan percobaan bunuh diri di Magetan. Metode yang digunakan adalahkualitatif dimana jembatan yang berada di Magetan Kota adalah sebagai sampelpenelitian. Hasil dari penelitian menyatakan, keberadaan vertical garden di jembatanGandong 1 selain dapat mencegah upaya bunuh diri dari atas jembatan juga memberikannilai estetika terhadap kawasan kota dan secara tidak langsung telah mendukung tujuanSDGs yaitu “tujuan ke 11.7, yaitu menyediakan akses universal ke ruang aman, inklusifdan dapat diakses, hijau dan masyarakat, khususnya untuk perempuan dan anak-anak,orang tua dan penyandang cacat.”, sehingga sedapat mungkin segera dilakukan dijembatan-jembatan lain dengan ketinggian di atas 25 meter dengan prioritas jembatanGandong 2 dan jembatan Gandong 1. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v9i2.2703

Page 1 of 1 | Total Record : 5