cover
Contact Name
Rangga Saptya Mohamad Permana
Contact Email
rangga.saptya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprotvfunpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan FIlm
ISSN : 2548687X     EISSN : 25490087     DOI : -
ProTVF is published twice a year (March and September) published by the Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran. ProTVF provides open access to the public to read abstract and complete papers. ProTVF focuses on Television and Film studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020" : 7 Documents clear
Melacak keberadaan ideologi pada film Cahaya dari Timur: Beta Maluku Laksmi Rachmaria
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.26283

Abstract

Posisi Indonesia sebagai negara multikultur membuatnya rentan terhadap ancaman separatisme dan konflik komunal berbasis suku, agama, dan antargolongan. Maluku merupakan sebuah tempat di mana pernah terjadi tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia. Tak hanya merenggut korban dari kalangan laki-laki dewasa, konflik komunal ini juga merenggut masa depan anak-anak yang berada di tengah–tengah kelompok yang bertikai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana wacana resiliensi ditampilkan pada film Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough. Analisis wacana kritis merupakan salah satu cara untuk membongkar adanya sebuah ketidakberesan di masyarakat. Film ini merupakan sebuah film drama yang diangkat dari kisah nyata tentang bagaimana sepak bola dapat mengobati jiwa anak-anak yang terluka akibat konflik komunal yang terjadi di Maluku. Teks merupakan sebuah situs perjuangan sosial yang berusaha mencairkan dan melacak keberadaan ideologi. Menganalisis wacana secara kritis pada hakikatnya adalah menganalisis tiga dimensi wacana secara integral, yakni taks-teks bahasa, praksis kewacanaan, dan praksis sosiokultural. Hasil penelitian: pada level teks film Cahaya dari Timur: Beta Maluku menggambarkan bagaimana kondisi anak-anak korban konflik komunal Maluku untuk bangkit dari keterpurukan, berjuang mengobati luka batin akibat konflik komunal. Pada level praksis kewacanaan menekankan tentang kegagalan pemerintah dalam melakukan rehabilitasi sosial masyarakat. Level sosiokultural masyarakat sesungguhnya merupakan korban dari politisasi agama. Ideologi Pela-Gandong merupakan kultur khas Maluku sebagai sarana penyelesaian konflik komunal.
Pengaruh motif terhadap kepuasan pemilih pemula dalam menonton tayangan Debat Capres 2019 Iis Zilfah Adnan; Zikri Fachrul Nurhadi; Achmad Wildan Kurniawan; Ummu Salamah Musaddad
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.26134

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Pemilihan Presiden 2019, yang diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019. Dalam upaya memperkenalkan dua pasangan kandidat, Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilu mengadakan acara Debat Capres 2019 yang ditayangkan langsung di televisi secara nasional. Tayangan ini dapat memberikan informasi kepada calon pemilih, khususnya pemilih pemula yang baru mendapatkan hak pilihnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji seberapa besar tingkat motif dan tingkat kepuasan pemilih pemula siswa MAN 2 Garut dalam menonton tayangan Debat Capres 2019 di televisi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data yang telah terkumpul melalui pengumpulan data berupa kuesioner. Responden penelitian ini adalah pemilih pemula kelas XII MAN 2 Garut angkatan 2018-2019 yang berjumlah 97 orang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu sensus. Instrumen pernyataan yang digunakan sebanyak 40 pernyataan dari dua variabel, variabel motif dan variabel kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motif pemilih pemula dalam menonton tayangan Debat Capres 2019 adalah sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata skor 392,4 antusiasme terhadap motif informasi. Sedangkan tingkat kepuasan pemilih pemula dalam menonton tayangan Debat Capres 2019 memiliki kriteria sangat tinggi, artinya pemilih pemula MAN 2 Garut dapat mengetahui seni dalam berpolitik ataupun berdebat setelah menonton tayangan Debat Capres 2019 di televisi. Maka didapat skor mean variabel Motif (X) atau GS (Gratification Sought) atau kepuasan yang dicari yaitu 330,2 dan skor mean variabel Kepuasan (Y) atau GO (Gratification Obtained) atau kepuasan yang diperoleh yaitu 317,8.
Kreativitas musik film Sang Pencerah Ardy Aprilian Anwar; Arief Budiman; Zaini Ramdhan
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i1.25445

Abstract

Kualitas musik film layar lebar dan layar kaca di Indonesia telah memperdengarkan peningkatan baik walaupun masih banyak ditemukan penggunaan musik OST yang dominan sebagai musik filmnya. Dari fenomena tersebut, peneliti melakukan penelitian pada musik film Sang Pencerah yang digarap oleh Tya Subiakto pada tahun 2010 untuk melihat sudut pandang berpikir kreatifnya. Musik film ini juga mendapatkan penghargaan pada Festival Film Bandung 2011. Berangkat dari dorongan tersebut, kemudian peneliti merumuskan pertanyaan penelitian tentang bagaimana kreativitas musik film Sang Pencerah hingga bagaimana masa lalu Tya Subiakto (komposer) mempengaruhi kreativitas musik film Sang Pencerah. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian dengan metode kualitatif interpretatif, melihat unsur-unsur nilai budaya dalam wujud musikal untuk dijabarkan secara tekstual dan ditemukan makna-makna objektif berupa hubungan musik dengan konten cerita dalam adegan-adegan film Sang Pencerah. Metode tersebut dilakukan dengan pemetaan sktruktur hubungan antara musik film Sang Pencerah dengan jalan cerita lalu membedahnya dengan literatur atau teori komposisi musik dan teori afektif musik. Setelah itu, untuk memperkuat hasil penafsiran interpretatif maka dilakukan wawancara dengan Tya Subiakto sebagai komposer utama musik film Sang Pencerah serta narasumber primer terkait untuk diolah dan dijadikan landasan interpretasi atau data pendukung. Setelah menemukan struktur musik dari aspek komposisi dan unsur afektif dan diperkuat dengan data wawancara, maka peneliti merumuskan hasil penelitian berupa hubungan cerita dengan kreativitas musik film pada film Sang Pencerah. Untuk memperkuat jawaban penelitian, peneliti membuat analisis perbandingan pada karya lain yang dibuat Tya Subiakto, sehingga menemukan karakteristik dan dasar-dasar berpikir dari bentuk musik pada proses merancang musik film Sang Pencerah.
Historiografi drone: Dari militer hingga sinema Firdaus Noor
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.26722

Abstract

Saat ini drone berkembang menjadi lebih kecil dan lebih cepat, sama dengan kecepatan rana pada kamera. Di dalamnya ada teknologi untuk terbang, kendali nirkabel, kemampuan mengambil gambar, dan kecanggihan warna. Drone mampu terbang rendah tanpa ada gaya tarik ke bawah seperti yang terdapat pada helikopter, drone juga dapat terbang mengitari objek, memiliki kemampuan bermanuver serta dapat mengambil gambar lurus ke depan maupun lurus ke bawah. Pandangan yang dihasilkan drone awalnya merujuk pada pengintaian secara diam-diam yang dikonstruksi saat penggunaan drone dipakai oleh militer yakni untuk mengamati dari atas. Artikel ini berisi penjelajahan tentang perjalanan historis kendaraan udara nirawak yang bisa terbang secara otomatis dengan sistem pengendali di dalamnya, atau populer disebut drone. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui sejumlah peristiwa penting dalam evolusi kendaraan udara tanpa awak (drone) serta menjelaskan dan memetakan evolusi perkembangan drone dari waktu ke waktu. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan sinkronik dan diakronik model Saussure yakni melihat kejadian-kejadian masa lalu yang diurutkan secara kronologis. Dalam penelusuran terkait historiografi drone, penulis membuka peluang untuk melakukan diskusi lebih lanjut melalui simpulan bahwa drone mengajak kita berpikir lebih jauh dari hanya sekadar representasi tapi juga dapat memberikan gambar hidup tentang realitas yang tidak bisa dijangkau oleh pandangan manusia pada umumnya.
Proses corporate rebranding TVRI Jawa Barat menuju world class broadcaster Herke Regitadika; Hanny Hafiar; Anwar Sani
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.27631

Abstract

Rebranding merupakan hal yang tidak mudah karena melakukan perubahan posisi dan kesan masyarakat terhadap perusahaan memerlukan proses yang tepat. TVRI stasiun Jawa Barat memiliki strategi untuk menjadi world class broadcaster semenjak tahun 2017 namun belum tercapai. Strategi tersebut kembali diupayakan dengan melakukan berbagai cara agar membangun brand perusahaan salah satunya dengan melalui rebranding. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses corporate rebanding dalam ketujuh tahapan yaitu triggering, analyzing and decision making, planning, preparing, launching, evaluating dan contiuning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara mendalam dengan ketujuh informan, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa rebranding ini diawali dengan mengidentifikasi masalah pada corporate strategy, competitive position dan external environment. Kemudian, dilakukan analyzing and decision making seperti market analysis, competitive analysis, competitor analysis dan analisis internal dengan analisis SWOT. Setelah membuat keputusan, keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan planning seperti repositioning, renaming dan redesigning. Hasil perencanaan tersebut dilakukan persiapan dan pre-launching. Selanjutnya, launching dilakukan pada internal stakeholders dan external stakeholders. Setelah publikasi, hal yang dilakukan adalah mengevaluasi pelaksanaan pada awareness among stakeholders, customer surveys dan corporate image survey. Fase terakhir pada proses corporate rebranding ini yaitu mempertimbangkan keberlangsungan brand baru pada keseluruhan program dengan melihat pada for customers, for personnel dan management personnel. Simpulan dari penelitian ini adalah proses corporate rebranding yang dilaksanakan oleh TVRI stasiun Jawa Barat sudah baik, namun belum maksimal pada beberapa tahap seperti triggering, planning, preparing, evaluating dan continuing.
Representasi preman dalam sinetron Preman Pensiun Hanifa Yusliha Rohmah; Dian Wardiana Sjuchro; Aceng Abdullah
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.22880

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah, dalam sinetron Preman Pensiun makna preman dibangun secara berbeda. Preman dikenal sebagai sosok yang kriminal dan kejam, namun sinetron Preman Pensiun mengkonstruksikan preman dari sisi dan karakter yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana preman direpresentasikan dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika yang memusatkan pehatian terhadap tanda. Menurut Fiske, semiotika adalah studi tentang pertanda, yaitu bagaimana makna dibangun dalam “teks” media. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam level realitas penampilan, beberapa preman direpresentasikan dengan pakaian yang urakan, sedangkan Kang Bahar justru terlihat rapih dan casual. Sedangkan dari segi lingkungan dan cara berbicara, kalimat-kalimat ancaman dari seorang preman, digambarkan dalam sinetron ini. Namun, sosok aparat penegak hukum tidak muncul sama sekali di dalam sinetron Preman Pensiun. Lalu, sama seperti kelompok lainnya, ada suatu gesture yang disepakati oleh kelompok Preman dalam sinetron Preman Pensiun. Yang kedua dalam level representasi, alasan seorang preman yang ingin pensiun ditampilkan melalui dialog yang Bahar sampaikan kepada Muslihat. Dalam kode kamera, Pengambilan gambar sebatas sampai medium close up. Dilihat dari segi sound, ciri khas angklung dan suling dalam sinetron ini sangat memorable, dan juga cerita serta pengkarakteran setiap tokoh yang kuat dan bermakna. Sedangkan dalam level ideologi, ada dua ideologi yang diangkat dalam sinetron ini, yaitu ideologi premanisme dan ideologi feminisme.
Program live update pemberitaan risiko Covid-19 di televisi nasional Indonesia Evi Rosfiantika; Rangga Saptya Mohamad Permana; Jimi Narotama Mahameruaji
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i2.28758

Abstract

Penyebaran virus SARSCOV2 terjadi di seluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat. Banyak warga dunia merasa khawatir dan panik terinfeksi virus salah satunya diakibatkan pemberitaan yang salah. Warga membutuhkan informasi yang akurat dan terpercaya terutama yang dikeluarkan oleh pemerintah.  Setiap negara melakukan pengendalian informasi, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Gugus Tugas ini juga secara rutin menyajikan informasi dengan cara melakukan live update di stasiun televisi nasional setiap harinya. Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk mengetahui isi berita risiko penyebaran virus SARSCOV2 dalam upaya mengurangi risiko pandemi Covid-19 pada live update Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di televisi nasional dalam konteks komunikasi risiko. Penulis memakai metode studi kasus dengan teknik analisis teks guna menganalisis data-data yang telah dihimpun melalui observasi siaran televisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi berita terkait update Covid-19 adalah yang paling banyak disampaikan (11 kali). Mayoritas makna isi berita yang dari siaran program live update televisi tersebut bersifat “menginformasikan” dan “mengingatkan”, yang berarti dalam tahap-tahap komunikasi risiko O’Neill, informasi dan pesan-pesan yang diberikan dalam siaran program televisi live update Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini sudah melewati tahapan sebelum bencana dan tahapan peringatan, serta berada dalam bilik non-partisipasi, manipulasi/terapi, dan informasi dalam konsep “Tangga Arnstein”.

Page 1 of 1 | Total Record : 7