cover
Contact Name
Rangga Saptya Mohamad Permana
Contact Email
rangga.saptya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprotvfunpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan FIlm
ISSN : 2548687X     EISSN : 25490087     DOI : -
ProTVF is published twice a year (March and September) published by the Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran. ProTVF provides open access to the public to read abstract and complete papers. ProTVF focuses on Television and Film studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020" : 7 Documents clear
Proses review film-film Indonesia oleh komunitas film Cine Crib Sandi Jaya Saputra
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.34687

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai proses Cine Crib dalam me-review film-film Indonesia. Cine Crib adalah komunitas film dengan jumlah subscribers YouTube tertinggi (216.000), yang digawangi Aria Gardhadipura, atau yang biasa dipanggil Aria. Kepopuleran Cine Crib saat ini tidak berbanding lurus dengan pemahaman khalayak terkait apa itu review, essay dan kritik film. Melalui penelitian ini, khalayak diharapkan mampu mendapatkan sebuah rujukan yang komprehensif dalam konteks review film. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan empat aspek proses review film-film Indonesia oleh Cine Crib, yaitu: (1) Bagaimana proses Cine Crib sebagai komunitas menentukan film yang akan di-review; (2) Bagaimana menentukan reviewer film; (3) Kaidah apa yang dipakai dalam me-review; dan (4) Bagaimana proses kurasi material video review yang memenuhi standar Cine Crib. Metode deskriptif kualitatif menjadi dipilih untuk memberikan pondasi dari semua tahapan yang dirancang berurut mengenai apa itu review film. Secara teoretis, penulis menggunakan pendekatan Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC) yang dicangkokkan dalam penelitian ini untuk melihat apakah Cine Crib bekerja secara terstruktur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kajian dokumen, wawancara dan observasi. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain: (1) Tidak ada tema khusus dalam me-review film, karena reviewer film diberikan kebebasan sesuai dengan ketertarikan masing-masing; (2) Aria selaku editor dan bisa dikatakan “kurator” tidak menentukan reviewer film; (3) Cine Crib memodifikasi teori umum dalam mengkaji atau mengkritik film sesuai kebutuhan dan kenyamanan reviewer film; dan (4) Aria menentukan proses editing dan kurasi material video review.
Memetakan tautan budaya Lasem melalui dokumenter Net. biro Jawa Tengah dan MetroTVNews Harry Harry; Rustono Farady Marta; Rizki Briandana
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.33411

Abstract

Penanaman akulturasi budaya di Pulau Jawa telah terjalin sejak 600 tahun silam dan tertuangkan dalam video dokumenter. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan persatuan budaya di Kota Lasem, Jawa Tengah, melalui dua video dokumenter dari akun Net. Biro Jawa Tengah dan MetroTVNews menggunakan Analisis diskursus multimodalitas. Penelitian ini menggunakan teori Performa Kultural yang menjelaskan cara sebuah budaya merepresentasikan realita sosial, dan konsep Kishore yang menuturkan performa kultural dari video dokumenter digunakan sebagai media observasi realita sosial dalam penggunaan model visual, dan teori Metafora Visual yang membahas cara visual merajut makna atau ideologi kepada khalayak. Adapun metodologi yang digunakan adalah analisis teks dengan metode Multimodality Discourse Analysis. Objek penelitian ini mencakup dua video dokumenter Kota Lasem yang dipublikasi oleh dua akun yang berbeda, berupa Net. Biro Jawa Tengah dan MetroTVNews. Penelitian dilakukan dari bulan Januari hingga Mei 2021 dan dilakukan secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua akun memiliki kesamaan ideologi dari pelestarian budaya Lasem berdasarkan jejak sejarah melalui karya seni. Ideologi ini juga mencerminkan perbedaan sudut pandang sineas pelaku komunikator pesan, dimana terdapat penciri khas dari karya seni yang ditayangkan. Net. Biro Jawa Tengah menampilkan Batik Tulis Lasem sebagai media konservasi budaya, sementara MetroTVNews menggunakan Tarian Tiga Warna sebagai model pelestarian budaya Lasem.
Understanding the intention of generation Z on Netflix and Viu streaming services Restu Ayu Mumpuni; Anita Amaliyah; Fasyiah Noor; Indah Laksmiwati; Lukki Lukkitawati
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.25995

Abstract

Information and Technological sophistication makes consumer preferences’ change. In the past, TV became the only option if you wanted to watch entertainment. Now, various gadgets was available, offering internet-based entertainments. It is a huge market for wide range of products that enable multiple media consumption through combination on both traditional tech forms of media which allows individuals to retain a high level of control in their media use through on-demand media services like Netflix or Viu.This study aims to examine the affect of generation Z attitude and subjective norm to their intention in using streaming services with perspective explained in Theory of Reasoned Action. Generation Z is the generation who is born in the period of 1995 to 2010. The young people of Z generation very familiar with updated technology since their childhood. They used to modern and sophisticated gadgets intensively. Purposive random sampling was applied to collect the data from Diponegoro University’s student (N= 100). Further, quantitative and qualitative methods were invoked to analyze the data. The records of indepth-interview were transcribed and processed using Atlas TI. The results showed that respondents were likely less an intention nor subjectove norm in using streaming service. Thereafter, this study suggests that the content matters play an important role for generation Z in using streaming service, such as Netflix and Viu.
Representasi pesan lingkungan dalam Sexy Killers Muhammad Ariq Anhasdio Faiz; Aceng Abdullah; Rangga Saptya Mohamad Permana
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.30681

Abstract

Sexy Killers merupakan sebuah film dokumenter mengenai dampak dari penggunaan PLTU dan permasalahan lingkungannya. Penelitian pada artikel ini bertujuan untuk mengetahui representasi pesan lingkungannya melalui analisis dampak, sisi pesan dampak, tendensi pesan, fungsi komunikasi lingkungan yang digunakan, dan penggunaan critical rhetoric. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode penelitian deskriptif dengan menganalisis isi. Hasil penelitian menunjukkan dampak biologis pada unit sosial individu paling banyak dimunculkan sebanyak 40,54 persen adegan, sedangkan pada unit sosial masyarakat yang paling banyak adalah dampak lingkungan hidup yakni sebanyak 70,27 persen adegan. Sisi pesan paling banyak dimunculkan berupa satu sisi pesan sebanyak 91,89 persen adegan. Tendensi pesan paling banyak memiliki tendensi pesan negatif dengan porsi 91,89 persen adegan. Sexy Killers memiliki kedua fungsi komunikasi lingkungan yakni pragmatic dan constitutive yang ada dalam 95 persen adegan. Selain itu, Sexy Killers merupakan film dokumenter yang memuat critical rhetoric karena terdapat tindakan mengkritisi kebijakan penggunaan batu bara sebagai sumber energi pembangkit listrik dan penggunaan PLTU dalam 94,59 persen adegan. Hadirnya Sexy Killers membuktikan usaha pelestarian lingkungan. Hal ini tidak terbatas pada film yang mengandung critical rhetoric saja, namun dengan adanya film tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu untuk menyadarkan khalayak dalam melestarikan alam di sekitar kita dengan turut berkontribusi untuk mengurangi penggunaan sumber energi batu bara dan kemudian mulai mengganti dengan energi surya yang lebih ramah lingkungan.
Pemetaan riset terkait tayangan sinetron televisi di Indonesia dalam perspektif akademik Puji Lestari; Hanny Hafiar; Kholidil Amin
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.35254

Abstract

Tayangan drama atau sinetron populer di televisi dengan rating tinggi telah menarik perhatian sejumlah peneliti untuk mengkajinya dari berbagai aspek. Terdapat beberapa judul sinetron popular di Indonesia yang telah dikaji dalam berbagai bentuk penelitian. Tingginya jumlah kajian, menunjukkan semakin tingginya kesadaran peneliti untuk mengkaji realitas yang aktual, namun sekaligus menimbulkan kekhawatiran terjadinya pengulangan tema riset. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan hasil penelitian terkait sinetron popular di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Bibliometrik. Hasil riset yang berlandaskan berpikir reflektif menunjukkan bahwa sinetron “Anak Jalanan” menjadi sinetron yang paling banyak diteliti. Tingginya jumlah riset tentang judul sinetron ini berkaitan dengan rating and share sinetron tersebut. Tren penelitian terkait sinetron populer juga cenderung meningkat setelah tahun kedua atau ketiga penayangan, dan trennya menurun setelahnya. Penelitian ini juga menemukan bahwa berakhirnya sinetron tidak langsung menghentikan keberlangsungan riset tentang sinetron tersebut. Temuan lainnya adalah terdapat enam klaster topik. Masing-masing klaster yang tercermin dalam kata kunci memiliki karakteristik khusus terkait topik riset-riset terdahulu tentang tayangan sinetron di Indonesia. Adapun implikasi dari temuan ini adalah adanya peningkatan jumlah kajian yang berkaitan dengan masa tayang dikhawatirkan mengarah kepada tren yang bersifat temporer. Terdapatnya similiaritas topik yang tercermin pada kata kunci menunjukkan adanya kesamaan minat, ide, dan penggunaan metode yang harus diantisipasi agar tidak terjadi pengurangan nilai originalitas dan aksiologi dari sebuah karya ilmiah.
Hibridisasi budaya: studi kasus dua drama korea tahun 2018-2020 Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.31687

Abstract

Kajian tentang hibridisasi budaya Korea dalam konten drama masih diperdebatkan hingga sekarang oleh beberapa peneliti terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk hibridisasi budaya Korea melalui drama The World of the Married dan Touch Your Heart dengan pendekatan teori visual lavish production. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teori lavish production untuk menemukan kesan mewah pada visual drama Korea. Karakteristik lavish production pada visual drama juga dianalisis melalui mise-en-scene untuk mengidentifikasi hibridisasi budaya Korea. Hibridisasi budaya dan kesan lavish production di dalam drama Korea tercermin melalui mise-en-ecene. Hibridisasi juga merupakan dampak dari diadaptasinya slogan Learning from Hollywood oleh sineas Korea. Adapun konsep drama trendy Korea merupakan adaptasi strategi dari Jepang untuk memunculkan kesan Asian taste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lavish production mengacu pada classy mise-en-scene dimana setting, properti, narasi dan gesture karakter sangat merepresentasikan perubahan teknis standar industri drama Korea menjadi cinematic orientation; (2) hibridisasi tampak pada kostum, gesture, dan beauty standart ala Western style yang didukung dengan narasi adaptasi trendy drama dari Jepang. Romantisme, non-sex dominant dan eye-contact merepresentasikan Asian sentiment karena cenderung menggunakan pendekatan estetika olah rasa; dan (3) konsep hibridisasi akan mengalami perkembangan bukan hanya di ranah budaya saja, namun juga pada produk budaya itu sendiri karena adanya persaingan global dan eksistensi Western media mainstream di Asia.
Representasi hubungan keluarga dalam teks film indie "We Need to Talk about Mom" Riksa Belasunda; Mohamad Tohir; Teddy Hendiawan
ProTVF Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i2.26833

Abstract

Komunitas film indie di Bandung berkembang di berbagai lingkungan dan kalangan termasuk dari lingkungan sekolah-sekolah dan kampus-kampus, serta umum. Terdapat beberapa masalah di seputar komunitas film indie dan karya film indie di Bandung, pertama; masalah bagaimana gagasan dan pesan disampaikan dalam karya film indie, kedua; diperlukan upaya lebih jauh untuk dapat memahami, memaknai, dan mengapresiasi teks film indie. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai keluarga direpresentasikan dalam film “We Need to Talk about Mom” melalui kajian akademis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hermeneutika Paul Ricoeur dengan teknik deskriptif interpretatif berdasarkan tahapan pemahaman; semantik, reflektif, dan eksistensial. Data penelitian berasal dari peserta Bandung & Santos Film Festival 2017. Jenis film yang diteliti terdiri dari film dokumenter, fiksi, dan eksperimental dengan genre; drama, fantasi, horror, komedi, dan pertualangan. Film indie “We Need to Talk about Mom” yang menjadi sampel objek penelitian dari dua puluh sembilan film indie lainnya, bergenre film fiksi drama. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pertama; Film indie “We Need to Talk about Mom” membangun kesadaran mengenai nilai-nilai “kebersamaan” dalam sebuah keluarga melalui dialog, akomodasi, negosiasi, dan perlawanan. Kedua; Makna eksplisit digambarkan lebih pada penyelesaian masalah antara anak dan ayah dengan berbagai perbedaan pandangan (world view), pola gaya hidup, dan nilai-nilai. Ketiga; Makna implisit merupakan relasionalitas sebagai bentuk aktualisasi dan eksistensi dari kedua tokoh, sedangkan makna reflektif merupakan simbolisasi gaya ungkap kreator, yang merepresentasikan persoalan cinta, gender, dominasi, dan maskulinitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7