cover
Contact Name
Rangga Saptya Mohamad Permana
Contact Email
rangga.saptya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprotvfunpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan FIlm
ISSN : 2548687X     EISSN : 25490087     DOI : -
ProTVF is published twice a year (March and September) published by the Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran. ProTVF provides open access to the public to read abstract and complete papers. ProTVF focuses on Television and Film studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020" : 7 Documents clear
Membaca unsur-unsur sinema neorealisme pada film Siti karya Edy Cahyono Philipus Nugroho Hari Wibowo
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.28064

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji unsur-unsur neorealisme pada Film Siti karya Edi Cahyono. Kajian ini dilakukan karena film neorealisme masih banyak dibincangkan dan terbukti banyak menginspirasi sineas-sineas dunia dalam berkarya termasuk sineas–sineas Indonesia. Salah satunya adalah Edy Cahyono dengan film Siti karyanya. Film Siti sudah mendapatkan berbagai penghargaan di banyak Festival Film baik dalam dan luar negri. Film Siti di asumsikan memiliki kecenderungan atau terinspirasi dari gerakan Neorealisme Italia, meskipun tidak dipungkiri bahwa era Neorealisme Italia berpaut jauh dengan waktu pembuatan film Siti jika dilihat dari kesejarahan film Indonesia dan kesejarahan film Italia. Metode Penelitian yang digunakan oleh penulis untuk mengkaji unsur-unsur neorealisme pada Film Siti karya Edi Cahyono adalah Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Dengan melakukan kajian struktur naratif film yang berupa tema, alur, setting dan penokohan dan struktur sinematik pada Film Siti, akan didapatkan hasil analisis berupa unsur-unsur sinema neorealisme pada film Siti, sehingga akan dapat dibuktikan bahwa Film Siti Karya Edy Cahyono terinspirasi dari neorealisme Italia. Unsur- unsur neorealisme Italia terdiri dari cerita yang sederhana dan menghadirkan realitas sosial yang terjadi (tema sosial), pemain yang terlibat bukan merupakan aktor profesional (bintang), setting menggunakan lokasi yang sesungguhnya, menggunakan teknik dubbing dan kamera direction menggunakan konsep long take.
Resepsi khalayak pada program acara televisi di Trans 7 sebagai media edukasi Rizkia Nidha Amalia; Sri Seti Indriani; Jimi Narotama Mahameruaji
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.36061

Abstract

Peminatan masyarakat pada program edukasi dalam televisi mengalami kemunduran, ini disebabkan karena jadwal tayang yang tidak sesuai dengan sasaran, pembukaan program dan beberapa diantaranya kurang menarik perhatian masyarakat. Meskipun demikian adapun salah satu acara televisi “Tau Gak Sih” yang mencoba mengambil kembali perhatian masyarakat dengan tema edukasinya. Komunitas Peduli Akademik dan Kemasyarakatan merupakan salah satu komunitas pemerhati masalah edukasi dalam masyarakat memiliki kesadaran akan adanya acara televisi “Tau Gak Sih”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembentukan kode teks atau enkoding nilai edukasi pada program acara televisi “Tau Gak Sih?” di Trans 7 dan untuk mengetahui posisi pembacaan anggota dalam Komunitas Peduli Akademik dan Kemasyarakatan (KOMPAK) terhadap nilai edukasi program acara televisi “Tau Gak Sih?” di Trans 7. Informan penelitian ini adalah guru-guru relawan yang berada di Komunitas Peduli Akademik dan Kemasyarakatan (KOMPAK). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi Stuart Hall dan teori enkoding – dekoding Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga indikator nilai edukasi yang membuat program acara televisi “Tau Gak Sih?” sebagai media edukasi yaitu memberikan wawasan, didukung oleh sumber terpercaya, dan pesan sampai kepada khalayak dan mudah dipahami. Posisi pembacaan Komunitas Peduli Akademik dan Kemasyarakatan untuk tiga indikator nilai edukasi, mayoritas berada pada posisi Hegemoni – Dominan. Maka dapat disimpulkan bahwa program acara televisi “Tau Gak Sih?” menjadi media edukasi untuk komunitas tersebut.
Ketimpangan representasi hantu perempuan pada film horor Indonesia periode 1970-2019 Larasati Winda Annissa; Justito Adiprasetio
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.36296

Abstract

Sejak Lisa (1971) mengisi bentangan layar sinema Indonesia sebagai film horor pertama yang tayang pada periode Indonesia modern, hantu perempuan secara dominan muncul dalam film horor Indonesia pada setiap periode. Hantu perempuan mengalahkan representasi hantu laki-laki dalam hal jumlah, dan secara timpang menempatkan perempuan seolah-olah sebagai entitas yang lebih menakutkan dan layak menghantui dibandingkan laki-laki. Studi ini dengan memeriksa korpus film horor Indonesia terlengkap yang tersedia yaitu: Katalog Film Indonesia 1926-2007 (2007), situs Film Indonesia (filmindonesia.or.id), dan laman Wikipedia “Kategori: Film Indonesia”, mencoba menunjukkan bagaimana ketimpangan representasi hantu perempuan dan laki-laki terdapat dalam historiografi film horor Indonesia pada periode 1970 hingga 2019. Studi ini terlebih dahulu memetakan secara keseluruhan film horor Indonesia dilanjutkan dengan mengurai tiga kriteria yaitu gender tokoh protagonis utama, gender hantu utama, dan gender sutradara dalam film horor. Selain itu studi ini juga memeriksa bagaimana konfigurasi genre dalam ketimpangan representasi hantu perempuan dan laki-laki pada periode 1970 hingga 2019. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa perempuan hampir selalu menjadi tokoh sentral dalam film horor yang direpresentasikan sebagai hantu atau monster. Film-film horor Indonesia dengan representasi hantu perempuan didominasi oleh genre horor paranormal. Serta, sekalipun jumlah sutradara perempuan yang menyutradarai film horor meningkat pada periode pasca 2010, di mana tercatat 34 film disutradarai perempuan, namun tidak semua sutradara perempuan benar-benar dapat lepas dari visi misoginisme.
Strategi SCTV memikat pemirsa dan pengiklan pada tayangan sinetron prime time Rubiyanto Rubiyanto
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.36931

Abstract

Banyak strategi yang dilakukan oleh stasiun televisi untuk memikat pemirsa dan pengiklan lewat tayangan program. Misalnya, strategi SCTV menayangkan sinetron Buku Harian Seorang Istri dan dilanjutkan dengan Love Story The Series pada saat prime time, sejak 12 Januari 2021. Menariknya sebagai sinetron baru kedua program ini berhasil masuk dalam sepuluh besar program televisi di Indonesia pada Januari 2021 dengan meraih rating dan share yang baik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemrograman dan alur cerita di kedua sinetron, hingga disukai pemirsa dan pengiklan. Metode yang digunakan adalah analisis isi untuk mengidentifikasi hal-hal spesifik terkait pemrograman dan alur cerita pada masing-masing sinetron sebanyak dua puluh episode. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemrogram berhasil mempertahankan sebagian besar pemirsa untuk tetap menyaksikan Love Story The Series setelah melihat tayangan Buku Harian Seorang Istri. Hal spesifik yang dapat mengikat pemirsa untuk terus menyaksikan adalah tema pada alur cerita yang akrab dengan kehidupan mereka, tentang dendam kesumat dan percintaan. Juga didukung dengan promosi program sinetron tersebut. Ditemukan beberapa kemiripan pada dua sinetron tersebut, yaitu: (1) Pada saat awal alur cerita salah satu tokoh dipenjara karena kasus pembunuhan, (2) konflik pada alur cerita saling terkait di antara para tokoh seperti jaring laba-laba yang membentuk sebuah sirkuit cerita, dan (3) pengiklan dapat memasukkan pesan iklan produk mereka dalam alur cerita. 
Metode penyutradaraan Senoaji Julius dalam produksi film pendek anak Lukas Deni Setiawan; Emmanuel Kurniawan
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.33902

Abstract

Penelitian ini membahas metode penyutradaraan film pendek anak. Film pendek anak menjadi salah satu alternatif tontonan anak di tengah masih langkanya film anak di bioskop. Sebagai alternatif, film pendek anak ini pun masih belum banyak dilirik untuk diproduksi oleh para sutradara film. Di ranah lokal, salah satu sutradara film, yaitu Senoaji Julius, yang secara konsisten telah melahirkan lima (5) film pendek anak selama kurun waktu 9 tahun terakhir patut untuk dikaji lebih jauh. Dinamika perbincangan mengenai film anak, film pendek dan rentang perhatian anak, serta peran sutradara dalam produksi film menjadi referensi utama pembahasannya. Metode penyutradaraan Senoaji Julius merupakan kasus yang didekati secara kualitatif untuk menghasilkan data mendalam dan memunculkan temuan yang khas. Sedangkan mengenai teknik pengumpulan data, penelitian ini menggunakan focus group discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi. Sementara itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan metode yang digunakan Senoaji Julius dalam memproduksi lima film pendek anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sutradara sentral dalam setiap tahap produksi film pendek anak. Peran sentral dari seorang sutradara yang memiliki orientasi pada kebutuhan anak mampu mengeksplorasi potensi anak, menjaga proses produksi film ramah anak, dan membangun kolaborasi suportif berbagai pihak yang terlibat dalam produksi film. Namun demikian, kekhasan tersebut mendapat tantangan apabila bertemu dengan pihak-pihak yang memiliki orientasi berbeda. Sedangkan fokus pada produsen film menuntut penilaian khas yang mempertimbangkan penguatan agensi yang terlibat dalam proses produksinya.
Analisis isi sexual script pada film A Copy Of My Mind Aaliyah Aulia Rivai; S. Kunto Adi Wibowo; Ikhsan Fuady
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.33855

Abstract

Film adalah kombinasi dari fotografi dan rekaman, seni rupa dan sastra, drama, arsitektur, dan musik. Di era digital 4.0 ini, film sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan masuknya era generasi alpha yang merupakan generasi paling dekat dengan teknologi serta media massa, menjadikan film sebagai sebuah alat komunikasi massa yang diminati oleh banyak kalangan karna memiliki fungsi menghibur. Namun seiring dengan perkembangan zaman, banyak film mengandung perilaku seksual untuk kepentingan komersil. Padahal perilaku seksual masih dianggap tabu di Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis  genre film drama  dengan judul A Copy Of My Mind yang diproduksi pada tahun 2015 dan disutradarai oleh Joko Anwar. Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan analisis perilaku seksual yang ada di dalam film, dengan mengacu pada 7 jenis perilaku seksual menggunakan Sexual script theory. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis Sexual script yang paling sering ditampilkan di film A Copy Of My Mind. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi dan teknik perhitungan sistematis menggunakan table distribusi frekuensi agar mengetahui frekuensi perilaku seksual yang muncul dalam film ‘A Copy Of My Mind’. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat Sexual script dan perbedaan frekuensi jumlah jenis Sexual script yang siginifikan dalam film A Copy Of My Mind (2015) antara berpegangan atau menggandeng tangan, berpelukan atau merangkul, mencium atau dicium pipi, ciuman bibir, meraba daerah tubuh dan hubungan seks. terdapat 50.6% unsur Sexual script yang ada di dalam film A Copy Of My Mind (2015). Kemudian jenis Sexual script yang paling sering ditunjukkan adalah SPB1 (berpegangan atau menggandeng tangan) dengan persentase sebesar 18.50%.
Representasi nilai entrepreneurship dalam film Terbang Menembus Langit Tituk Utari
ProTVF Vol 6, No 1 (2022): Accredited by Kemenristek/BRIN RI SK No. B/ 1225/E5/E5.2.1/2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i1.31348

Abstract

Indonesia mempunyai misi untuk menjadi negara maju pada tahun 2025. Meningkatkan jumlah entrepreneur di Indonesia adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan misi tersebut. Pendidikan entrepreneurship di Indonesia masih kurang dan jauh tertinggal dari negara-negara lain, sehingga diperlukan pengenalan tentang pendidikan kewirausahaan dengan cara yang menyenangkan agar tercipta pola pikir generasi muda di Indonesia untuk berwirausaha. Film terutama yang diambil dari kisah nyata seperti film Terbang Menembus Langit dapat menumbuhkan sikap kewirausahaan yang positif dan memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk berwirausaha. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana representasi pesan inspiratif pada film Terbang Menembus Langit dalam menumbuhkan nilai entrepreneurship. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui representasi pesan inspiratif film Terbang Menembus Langit dalam menumbuhkan  nilai entrepreneurship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang dengan cara memilih tanda, adegan dan dialog pada film yang sesuai dengan kategori yang sudah ditentukan. Hasil analisis pada penelitian diperoleh bahwa representasi pesan inspiratif bagi generasi muda di Indonesia dari makna denotatif dalam film Terbang Menembus Langit adalah nilai entrepreneurship berupa nilai (1) percaya diri, (2) kreatif dan inovatif, (3) ketahanan fisik dan mental, (4) berani mengambil resiko, (5) kepemimpinan, (6) orisinalitas dan (7) orientasi tugas dan hasil.

Page 1 of 1 | Total Record : 7