cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Agama Islam: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam dan Isu-isu Pendidikan Islam (p-ISSN: 2089-1946 & e-ISSN: 2527-4511) Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan Nopember. Jurnal Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya dan berisi tulisan ilmiah tentang kajian Pendidikan Agama Islam dan kajian yang terkait. Di dalamnya di muat berbagai pemikiran dalam berbagai bentuk; hasil penelitian, gagasan konseptual, dan pengalaman empiris. Dalam perkembangannya, JPAI merintis penerbitan secara online dan memperluas cakupan kontributor dari seluruh nusantara. Kedepannya, JPAI akan memperluas cakupan kontributor dari beberapa negara Islam dan negara lain yang memiliki perhatian terhadap kajian pendidikan Islam nusantara maupun internasional. E-journal ini merupakan versi daring JPAI yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, FTK UIN Sunan Ampel Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Kepemimpinan Modern Berbasis Karakter Pesantren Masdar Hilmy
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jpai.2019.7.2.89-109

Abstract

This article discusses the relevance and reevaluation of pesantren character education to the needs of character values ​​in modern society. This article uses a descriptive qualitative analysis of the object of discussion by utilizing reference sources on related themes. This article argues that the values on pesantren education is a prototype of character education that is still relevant to the needs of the community and, hence, can be adopted for the national leadership regeneration. The survival and the existence of salaf and khalaf pesantren that are still needed by the community indicates the relevance of pesantren-style character education. However, this article also gives a thick note that pesantren character education does not guarantee the objectivation process and the implementation of character values ​​by its alumni in real life in society. This simply because the relationship between character education in pesantren and the objectivation and implementation of character values ​​by pesantren alumni in the community is not a linear, verbatim and axiomatic relationship. Therefore, this article also offers a solution so that the education of character values ​​in pesantren must proceed side by side with the capacitation process of internal defense mechanisms and external supervision among santri.
Strategi Pemasaran Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Bali Bina Insani di Daerah Minoritas-Muslim Tabanan Bali Syaifuddin Syaifuddin; Muhammad Fahmi; Hanik Alfiyah; Ilun Mualifah; M. Havera
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jpai.2019.7.2.107-124

Abstract

This article reflects the study of marketing of education at Madrasah Tsanawiyah Bali Bina Insani (BBI). Located in a Muslim minority area, this institution implements marketing strategy that has implications in people's acceptance towards the Islamic educational institution. This study explores the MTs BBI strategy in marketing its institution through smooth but structured promotion. The success of the BBI institution is marked by the attitude of community acceptance that supports the existence of BBI through collective actions. As a managerial action in managing religious differences within surrounding community, the BBI academic community is required to be open and accommodating towards differences. This basic culture together with professional and transparent management becomes the main value in the marketing of institutions through digital media.
Program Penalaran Islam Indonesia dan Gerakan Kontra-Radikalisme Ali Mas'ud; Saiful Jazil; Taufik Subty; Muhammad Fahmi
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.649 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.2.175-202

Abstract

This article dscribes the importance of Indonesian Islam Reasoning Program (PPII) as the supplement of Islamic Education (PAI) materials bringing peace for the universe and counter radicalism movement in UIN Sunan Ampel Surabaya. Data was collected through observation, intervoews, and documentation. Findings shows that PPII established Islamic foundation based upon contextual Islamic theology, Sufism expression, contextual Islamic law, and genealogy of Islamic civilization in Indonesia. Therefore, peace Islamic attitudes, highest endeavor, and Islamic reasoning can be internalized into disciplines that students take. Observing more visible radical Islamic movement in public sphere, PPII takes important position in countering radicalism. Materials in PPII are synergic to Islamic Education materials with rational-empirical reasoning, which is epistemologically aligned with Burhani approach.
PANDANGAN AL-GHAZALI MENGENAI PENDIDIKAN AKLIAH (Tinjauan Teoretis dan Filosofis) Naufal Ahmad Rijalul Alam
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.286 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.2.346-367

Abstract

Bahasa Indonesia:Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Al-Ghazali mengenai pendidikan akliah dalam Islam. Dalam pandangannya, Islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap akal. Banyak dari ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang menganjurkan dan mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya dan banyak berpikir guna mengembangkan intelektualnya. Merujuk kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat berbagai kata seperti dabbara, naz{ara, faqiha, tafakkara, ‘aqala, Al-Ghazali mengkaitkan kegunaan akal dengan kekuatan daya pikirnya. Pendekatan yang digunakan berbasis teoritis dan filosofis, dengan merujuk kepada ayat Qur’an yang berkaitan dengan keunggulan akal dalam skala makro berpikir manusia, serta pendapat para tokoh. Hasil dari pembahasan didapatkan, bahwa akallah yang menemukan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan yang dalam tahap selanjutnya dapat memperkokoh keimanan, keyakinan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Akal adalah sumber ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan yang dipergunakan untuk menciptakan alat-alat yang berguna dan menghadapi problem-problem manusia. Al-Ghazali menghendaki perkembangan akal, disamping ingin menjauhkan manusia dari manusia yang individualis, materialis dan pragmatis. Beliau menghendaki adanya keseimbangan antara kemajuan akal dan penghayatan spiritual, keseimbangan antara kegunaan dan kebenaran, sehingga pendidikan yang dicapai tidak hanya memiliki, tetapi juga memuat azas tanggung jawab kepada Tuhan, pencipta akal.English:This article aims to describe the view of Al-Ghazali on the nonsensical education in Islam. Al-Ghazali argues that Islam gives high appreciation of reason. Many of the verse of the Qur'an and the Hadith of the Prophet who was advocate and encourage people to use their minds and a lot of thinking to develop intellectually. Referring to the verses of the Qur'an in which there are various words such as dabbara, naz{ara, faqiha, tafakkara, ‘aqala, Al-Ghazali linking usability sense with the power of thought. The approach based on the theoretical and philosophic, with reference to the Qur'anic verses related to the sense of excellence in the macro-scale human thought, and scholars opinion. The conclution of this article, intellect which find cues science in the later stage can strengthen faith, belief and devotion to God Almighty. Intellect is the source of science, technology and culture which are used to create tools that are useful and faced with the problems of man. Al-Ghazali requires the development of reason, in addition to want to keep people from the man individualist, materialist and pragmatic. He calls for a balance between progress and appreciation of spiritual sense, a balance between usability and truth, then education is achieved not only have, but also includes the principle of responsibility to God, the creator of sense. 
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI Fauti Subhan
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.937 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.2.353-373

Abstract

Tulisan ini membahas tentang keterkaitan antara pendidikan Islam dengan berbagai elemen kehidupan. Keterkaitan antara sisi teoritis pendidikan Islam dengan sisi praktis pendidikan Islam juga disampaikan di sini. Secara kajian, dimensi teoritis dengan aplikatif pendidikan Islam dapat dibahas sendiri-sendiri, tetapi secara praktis, kedua dimensi tersebut tidak bisa lepas satu sama lain. Pada prinsipnya, persoalan pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari beragam persoalan lainnya. Pendidikan Islam selalu terkait dengan berbagai elemen kehidupan, terutama manusia. Melalui pendidikan Islam manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, manusia (Muslim) juga menjadi aktor dari maju atau mundurnya pendidikan Islam. Antara umat Islam dan pendidikan Islam merupakan dua hal yang dapat diibaratkan seperti sekeping uang, yakni terdiri dari dua sisi yang berbeda tetapi tidak terpisah antara satu dengan lainnya.
DESAIN MATERI PENDIDIKAN KOSMOLOGI (KAWNIYYAH) PERSPEKTIF AL-QURAN Ah. Zakki Fuad
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.972 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.1.137-156

Abstract

Bahasa Indonesia:Eksploitasi dan pemanfaatan sumber kekayaan alam yang berlebihan dan tidak terkendali di Indonesia telah mengakibatkan banyak  bencana alam yang menelan  korban jiwa dan harta. Bencana alam ini tidak akan terjadi apabila manusia mempunyai hubungan dan pengetahuan yang baik tentang alam semesta. Hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan generasi masa depan dengan bekal ilmu yang cukup tentang kosmos/alam semesta/kawniyyah melalui lembaga-lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai desainer harus menyiapkan materi pendidikan kosmologi bagi peserta didik yang baik dan aplikatif. Materi pendidikan kosmologi banyak ditemukan dalam ayat-ayat kawniyyah  dalam al-Quran, tetapi ayat-ayat tersebut masih belum didesain sebagi sebuah teori yang aplikatif bagi lembaga pendidikan. Dengan pendekatan tematik (mawdhu’i)  ayat-ayat al-Quran yang masih sangat luas bisa dibuat menjadi desain materi pendidikan kosmologi bagi lembaga pendidikan. Materi pendidikan kosmologi dalam al-Quran dibagi menjadi tiga jenis; 1) Kosmologi daratan yang meliputi bumi, tanah, tumbuh-tumbuhan dan hewan. 2) Kosmologi lautan yang meliputi air dan perikanan. 3) Kosmologi angkasa yang meliputi matahari, bulan, bintang, awan, hujan dan angin. Pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang kosmologi akan menghindarkan manusia dari musibah dan bencana alam.  English:Uncontrolled exploitation and utilization of natural resources in Indonesia has caused several natural disasters with victims and financial-material loss. The disasters would not happen if human beings has better understanding about the universe. Therefore, the next generations must be prepared with cosmology/kawniyyah in educational institutions. A more applicative cosmology in school is urgently needed. In a framework of thematic approach, Quranic verses is widely opened for the instructional material in educational institutions. Cosmological mystery in the Quran is defined into the following three categories: (1) land cosmology involving the earth, soil, plants, and animals; (2) sea cosmology including water and fishes; and (3) space cosmology mentioning the sun, the moon, clouds, rains, and winds. Better understanding of cosmology prevents human beings from natural disaster.
URGENSI MADRASAH DI ERA KONTEMPORER Anwar Rasjid
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.558 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.1.180-200

Abstract

BAHASA INDONESIA:Tulisan ini bermaksud megulas eksitensi madrasah di era kontemporer. Sebagai lembaga pendidikan yang sudah lama berkembang di Indonesia, madrasah selain telah berhasil membina dan mengembangkan kehidupan moral dan beragama di Indonesia, juga ikut serta berperan dalam menanamkan rasa kebangsaan ke dalam jiwa rakyat Indonesia, di samping itu Madrasah juga berperan  dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski demikian performa madrasah saat ini masih dirasakan berkualitas kurang dan sangat perlu untuk ditumbuh-kembangkan pada masa yang akan datang. Masyarakat di era sekarang (kontemporer) semakin menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unik. Di saat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, di saat filsafat hidup manusia modern mengalami krisis moral dan keagamaan, dan di saat perdagangan bebas dunia makin mendekati pintu gerbangnya, keberadaan madrasah tampak makin dibutuhkan orang. Hal ini menunjukkan urgensi dan signifikansi eksistensi madrasah di era kontemporer. ENGLISH:This article aims to explain the existence of Islamic school in contemporary era. As educational institution that has been developing for long in Indonesia. Islamic school not only success in building and developing the moral and religion in Indonesia but also participates in engaging the nationality to the soul of Indonesia society. Furthermore, Islamic School has role in educating the national life. In the other hand, the nowadays Islamic school performance is less satisfied and need to improve in the future. Today society (contemporary) made the Islamic school more unique. When the science and technology develop rapidly, the philosophy of modern life is seemingly lack of moral and religious crisis, and  world free trade comes closer, the existence of Islamic school is urgently needed. It shows that the urgency and significant of the Islamic school existence.
URGENSI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL M. Nadlir
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.93 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.299-330

Abstract

Tulisan ini mengurai pentingnya pembelajaran berbasis kearifan lokal di dalam dunia pendidikan. Pembelajaran di lembaga pendidikan terdiri atas berbagai materi ajar (subject matter), dimana setiap materi tersebut sudah ditentukan target-target pembelajarannya. Tanpa mengganggu sama sekali setiap materi ajar tersebut, bahkan memperkuatnya, muatan kearifan lokal perlu dimasukkan. Apapun yang diterima peserta didik merupakan sebuah materi ajar, baik berupa teori, praktik, contoh-contoh soal maupun sikap pendidik itu sendiri. Menggambarkan secara jelas kekhasan materi ajar, ruang kelas, lingkungan pendidikan maupun buku-buku/ media pendidikan menjadi sebuah kebutuhan lembaga pendidikan agar dapat diterima efektif oleh peserta didik. Pengintegrasian akan efektif jika muatan kearifan lokal dapat masuk menjadi materi ajar pokok yang tidak sekedar asal dapat ditempelkan. Dalam Pendidikan Agama, misalnya, perlu dapat menjelaskan hukumnya berwirausaha, berbisnis, belajar, bercocok tanam, memanfaatkan lahan kosong di bawah tegakan tanaman, mengolah makanan secara alami tanpa pewarna maupun pengawet buatan, mensyukuri kekayaan hayati, dan lain-lain. Di dalam PKn perlu untuk menjelaskan posisi negara yang penuh hutang, perlunya membangun kemandirian ekonomi, perlunya mencintai hasil produksi dalam negeri maupun praduk lokal dan lain-lain. Materi ajar Bahasa Indonesia dapat mengarahkan kesadaran anak tentang kearifan lokal melalui pelajaran mengarang, membuat puisi ataupun membuat peribahasa dengan tema-tema lokal. Demikian pula pada IPA, IPS, Seni Budaya dan Ketrampilan, Pendidikan kesehatan, berbagai materi ajar dasar maupun pengembangan diri.
INTEGRATED TWIN TOWERS DAN ISLAMISASI ILMU Syaifuddin Syaifuddin
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.057 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.1.1-20

Abstract

BAHASA INDONESIA:Tulisan ini menunjukkan beberapa pemikiran sebagai berikut: Pertama, desain integrated twin towers dilakukan dalam rangka menyongsong perubahan IAIN menjadi UIN Sunan Ampel. Dalam desain integrated twin towers posisi keilmuan agama dan umum tidak dicampur menjadi satu, tetapi dibiarkan berjalan sendiri-sendiri, dan pada saat tertentu dipertemukan untuk saling berdialog. Dalam desain integrated twin towers keilmuan agama tidak bermaksud mengintervensi keilmuan umum, karena keilmuan umum dianggap sudah mapan, jadi biarkan berjalan secara wajar pada posisinya; yang penting di antara kedua keilmuan itu bisa saling berkomunikasi. Kedua, desain Islamisasi ilmu dilakukan dalam rangka mengkritisi keilmuan umum yang notabene banyak bersumber dari Barat dan bersifat sekuleristik, materialistik, dan individualistik. Dalam proses Islamisasi ilmu, keilmuan Islam berupaya mengintervensi keilmuan umum dalam rangka memfilterisasinya sehingga keilmuan tersebut menjadi Islami. Jadi Islamisasi ilmu berarti memberikan wawasan (world view) keislaman kedalam keilmuan umum. Ketiga, meskipun ada perbedaan di antara desain integrasi keimuan berbasis Islamisasi ilmu dengan integrated twin towers, namun juga ada persamaannya. Perbedaannya terletak pada proses (epistemologi)-nya. Dalam prosesnya, desain Islamisasi ilmu berusaha mengintervensi kajian keilmuan umum dengan pendekatan kajian keagamaan; sedangkan dalam desain integrated twin towers keilmuan agama tidak bermaksud mengintervensi kajian keilmuan umum. Persamaannya terletak pada kurikulum (ontologi) dan tujuan (aksiologi). Dalam hal kurikulum, keilmuan yang dikaji adalah bidang kajian keilmuan agama dan umum. Sementara dalam hal tujuan, Islamisasi ilmu dan integrated twin towers sama-sama bertujuan untuk mengintegrasikan keilmuan agama dan umum, mendialogkan, mengkomunikasikan, dan mensinergiskannya; sehingga menjadi keilmuan yang utuh-integral-integratif. ENGLISH:This paper shows some idea as follows: First, integrated design of the Twin Towers as the changing action from IAIN to UIN Sunan Ampel. The religion and general knowledge’s position of Twin Towers’ integrated design is not mixed into one, but it works individually, and at the certain time are united in mutual dialogue. Second, Islamize design is done in order to criticize the general knowledge which has western sources and are secular, materialistic, and individualistic. In the process to Islamize the knowledge, Islamic knowledge tries to intervene the general knowledge in order to filter it so the knowledge will be Islamized. Consequently, to Islamize knowledge is to give an Islamic concept into general knowledge. Third, there are the similarities and differences between integrated design knowledge based on Islamic knowledge and integrated Twin Towers. The difference is in its epistemology process. The similarity is in the curriculum (ontology) and objective (axiology). In the curriculum, the examined knowledge is religion and general knowledge. While the objective, Islamize knowledge and integrated Twin Towers aims to integrate religion and general knowledge, to dialogue, to communicate, and to synergy, so it can be a knowledge which is intact-integral-integrative. 
ACADEMIC DISHONESTY ‘VERSUS’ PAKTA INTEGRITAS DAN PRESTISE SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Ahmad Zaini
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.994 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.1.88-106

Abstract

This article tries to elaborate the academic dishonesty vis a vis integrity pact and school prestise during the implementation of Ujian Nasional (National Examination). It has been known that National Examination is still debatable. Many disagree to do it because the final evaluation must be returned to the teachers. Whereas, government agrees to do so in order to standardize the result of teaching learning process. To guarantee fair play in the exam, all headmasters sign integrity pact. Therefore, students are motivated to study hard to pass the exam. Unfortunately, many students even their teachers and headmasters cheat in many ways to achieve high results. The background can be traced into many factors: internal and external of the students and the prestige of the schools which “must be maintained” by national and private schools.

Page 1 of 13 | Total Record : 126