cover
Contact Name
Kuston Sultoni
Contact Email
Kuston Sultoni
Phone
-
Journal Mail Official
jtikor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
ISSN : 25496360     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan" : 10 Documents clear
Pengaruh Motor Cognitive Coordination Training Terhadap Motor Coordination dan Working Memory Pada Atlet Junior Sentani, Muchamad Rizki; Muhtar, Tatang; Mahendra, Agus
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.18711

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari programpermainan motor cognitive coordination training terhadap motor coordination danworking memory. Metode penelitian ekperimen dengan desain pretest-posttest controlgroup design digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwaprogram latihan motor cognitive coordination training memiliki pengaruh yangsignifikan terhadap motor coordination dan working memory pada atlet junior.Selanjutnya pelatih menggunakan program latihan motor cognitive coordinationtraining untuk meningkatkan performa motor skill dan cognitive skill pada atlet junior.The purpose of this study is to find out whether there is an influence of the motor cognitive coordination training program on coordination motors and working memory. The experimental research method with the design of the pretest-posttest control group design was used in this study. The results showed that the coordination training cognitive-motor training program had a significant effect on coordination motors and working memory in junior athletes. Furthermore, the trainers used the cognitive training coordination training program to improve the performance of motor skills and cognitive skills in junior athletes.  
Perbedaan Physical Self-Concept dan Aktivitas Fisik Usia Remaja: Apakah Ada Hubungannya? Kurniawan, Roni; Jajat, Jajat; Sutisna, Nana
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.18873

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji keterkaitan antara physical self-concept dengan aktivitas fisik pada usia remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah asosiasonal korelasi dan kausal komparatif. Partisipan dalam penelitian adalah 50 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di pedesaan Jawa Barat. Instrument Personal Self-Description Questionnaire (PSDQ) digunakan untuk mengukur physical self-concept, sedangkan Accelerometer (ActivPAL) digunakan untuk mengukur aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara physical self-concept dengan aktivitas fisik pada usia remaja SMA p 0.05. Temuan ini berbeda dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya dan perlu dikaji lebih jauh lagi.
Model Latihan Keterampilan Groundstroke Pada Cabang Olahraga Tenis Lapangan Amni, Hazrina; Sulaiman, Iman; Hernawan, Hernawan
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.18968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model-model latihan groundstroke pada cabang olahraga tenis lapangan dengan menguji efektifitas terhadap latihan groundstroke pada cabang olahraga tenis lapangan dengan fokus usia atlet 14-16 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall dengan menggunakan 10 tahapan. Subjek dalam penelitian ini melibatkan atlet usia 14-16 tahun. Rancangan item model divalidasi oleh 3 ahli pakar tenis lapangan yang terdiri dari 1 dosen tenis lapangan UNJ, 1 dosen biomekanika olahraga UNJ dan 1 pelatih tenis cibinong prestasi. Peningkatan latihan keterampilan groundstroke pada cabang olahraga tenis lapangan pada saat pre-test menunjukan signifikansi pada t-hitung= -8,718, df=19 dan p-value=0,00 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada model latihan keterampilan groundstroke sebelum dan sesudah diberikan perlakuan model latihan. Dapat disimpulkan bahwa model latihan keterampilan groundstroke yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan latihan groundstroke untuk atlet atlet usia 14-16 tahun
Model Latihan Counter Attack Atlet Kumite Cabang Olahraga Karate Yonita, Delvira; Sulaiman, Iman; Wijaya, Yasep Setiakarna
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.18971

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan counter attack atlet  kumite cabang olahraga karate. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang: pengembangan dan penerapan model latihan counter attack atlet  kumite cabang olahraga karate dan mengetahui efektivitas, efisiensi dan peningkatan keterampilan latihan atlet terhadap model yang dibuat. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Penelitian  pengembangan Research Development (RD) dari Borg and Gall. Subyek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah atlet kumite cabang olahraga karate DKI Jakarta sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah angket, kuisioner, serta instrumen tes “counter attack” yang digunakan untuk mengumpulkan data tingkat counter attack atlet kumite cabang karaete. Teknik analisis data menggunakan  “uji wilcoxon” terdapat  perbedaan yang bermakna dari hasil pretest dan posttest model latihan counter attack atlet kumite cabang olahraga karate, diperoleh hasil sig (2-tailed) 0,05 (sig=0,000) pada taraf signifikansi 0,05 maka hipotesis nol ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest hasil latihan counter attack atlet kumite cabang olahraga karate, Dari data penelitian, diperoleh hasil rata-rata pretest dengan mean = 36.90, lebih kecil dari pada rata-rata posttest mean = 56.52, Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, model latihan counter attack atlet kumite cabang olahraga karate, efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan counter attack atlet kumite cabang olahraga karate. AbstractThe purpose of this research and development is to produce a counter attack training model for the kumite athletes in karate. In addition, this research and development was carried out to obtain in-depth information about: the development and application of the counter attack training model of kumite athletes in karate and to find out the effectiveness, efficiency and improvement of the training skills of athletes on the models created. This research and development uses the Research Development (RD) development method of Borg and Gall. The subjects in this research and development were 40 DKI Jakarta kumite karate athletes. The instruments used in this research and development are questionnaires, questionnaires, and "counter attack" test instruments which are used to collect data on the counter attack level of the kumite athlete of the karaete branch. Data analysis techniques using the "Wilcoxon test" there were significant differences from the results of the pretest and posttest models of counter attack training exercises for athletes in the karate sport branch, obtained sig (2-tailed) results 0.05 (sig = 0,000) at a significance level of 0.05 then the null hypothesis is rejected. So it can be concluded that, there is a significant difference between the pretest and posttest results of counter attack training in the karate athletes, from the research data, the average results of the pretest with a mean = 36.90, smaller than the average posttest mean = 56.52, Thus it can be stated that, the Kumite athlete branch karate sport counter attack exercise model, is effectively used to improve the skills of the counter attack skills of the Kumite athlete karate sport branch. 
Pengaruh Metode PETTLEP dan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Jurus Tunggal Baku Pencak Silat Ajid, Oktoviana Nur; Komarudin, Komarudin; Mulyana, Mulyana
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.18989

Abstract

Abstract Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh metode PETTLEP dan media audio visual terhadap pembelajaran jurus tunggal baku pencak silat. Sampel dalam penelitian ini adalah tiga puluh pesilat pemula yaitu mahasiswa program studi ilmu keolahragaan FPOK UPI dengan pengalaman latihan 2 bulan. Metode yang digunakan eksperimen dengan desain the randomized pretest posttest control grup. Analisis data menggunakan SPSS versi 23 dengan pengujian hipotesis melalui independent sample t test dan one way anova. Hasil analisis dan perhitungan data mengungkapkan bahwa 1) Terdapat pengaruh metode PETTLEP terhadap hasil belajar keterampilan jurus tunggal baku pencak silat 2) Terdapat pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar keterampilan jurus tunggal baku pencak silat 3) Terdapat pengaruh metode demonstrasi terhadap hasil belajar keterampilan jurus tunggal baku pencak silat 4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara metode PETTLEP, media audio visual, dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar keterampilan jurus tunggal baku pencak silat.. Abstract The purpose of this study was to see the effect of the PETTLEP method and audio-visual media on learning of the jurus tunggal baku of Pencak Silat. The sample in this study was thirty beginner martial artists which are the students of FPOK UPI Sports Science Study Program with 2 months training experience. Experiment method was conducted with the randomized pretest posttest control group design. The data was analyzed using SPSS version 23 by testing hypotheses through independent sample t test and one-way ANOVA. The results of the analysis and calculation of the data revealed that 1) There is an effect of the PETTLEP method on the learning outcomes of the jurus tunggal baku of pencak silat 2) There is an effect of the audiovisual media on the results of the learning skills of the jurus tunggal baku of Pencak Silat 3) There is an effect of the demonstration method on the learning outcome of the jurus tunggal baku of Pencak Silat 4) There is a significant difference between the PETTLEP method, audio visual media, and the demonstration method towards the results of learning the skills of a jurus tunggal baku of Pencak Silat. 
Pengaruh Keseimbangan, Kekuatan Otot Tungkai, dan Koordinasi terhadap Ketepatan Shooting Futsal Rosita, Tita; Hernawan, Hernawan; Fachrezzy, Fahmy
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.18991

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan, kekuatan otot tungkai, dan koordinasi terhadap ketepatan shooting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  survei dengan teknik analisis jalur. Pengujian analisis dilakukan dengan perhitungan persyaratan data yaitu uji normalitas, uji signifikansi dan linieritas regresi. (1) Keseimbangan berpengaruh terhadap ketepatan shooting  dengan persamaan garis regresi linier Y = 8,904 + 0,474 X1, koefisien korelasi (rX1Y) = 0,349 dan koefisien determinasi (r2X1Y) =0,122 dan ρYX1 = 0,349, yang berarti variabel keseimbangan memberikan pengaruh langsung terhadap ketepatan shooting sebesar 12,22%. (2) Kekuatan otot tungkai berpengaruh terhadap ketepatan shooting  dengan persamaan garis regresi linier Y = 4,312 + 0,073 X2, koefisien korelasi (rX2Y) = 0,453 dan koefisien determinasi (r2X2Y) = 0,205 dan ρYX2 = 0,453, yang berarti variabel kekuatan otot tungkai memberikan pengaruh  langsung terhadap ketepatan shooting sebesar 20,5%. (3) Koordinasi berpengaruh terhadap ketepatan shooting dengan persamaan garis regresi linier Y = 10,073 + 0,412 X3, koefisien korelasi (rX3Y) = 0,294 dan koefisien determinasi (r2X3Y) = 0,086 dan ρYX3 = 0,294,  yang berarti variabel kekuatan otot tungkai memberikan pengaruh langsung terhadap ketepatan shooting. (4) Tidak ada pengaruh keseimbangan melalui koordinasi terhadap ketepatan shooting dengan nilai beta yaitu  0,251 (0,251 0,349). (5) Tidak ada pengaruh kekuatan otot tungkai melalui koordinasi terhadap ketepatan shooting dengan nilai beta yaitu 0,084 (0,084 0,453). AbstractThis study aims to determine the effect of balance, leg muscle strength, and coordination on the accuracy of shooting. The research method used in this study is a survey with path analysis techniques. Analysis testing is performed by calculating the data requirements namely normality test, significance test and linearity regression. (1) Balance affects the accuracy of shooting with the linear regression equation Y = 8.904 + 0.474 X1, the correlation coefficient (rX1Y) = 0.349 and the coefficient of determination (r2X1Y) = 0.122 and ρYX1 = 0.349, which means the balance variable gives a direct influence on the accuracy of shooting at 12.22%. (2) Leg muscle strength influences shooting accuracy with linear regression equation Y = 4.312 + 0.073 X2, the correlation coefficient (rX2Y) = 0.453 and the coefficient of determination (r2X2Y) = 0.205 and ρYX2 = 0.453, which means that the leg muscle strength variable gives an influence. directly to the shooting accuracy of 20.5%. (3) Coordination affects the accuracy of shooting with linear regression equation Y = 10.073 + 0.412 X3, the correlation coefficient (rX3Y) = 0.294 and the coefficient of determination (r2X3Y) = 0.086 and ρYX3 = 0.294, which means the leg muscle strength variable gives a direct influence on shooting accuracy. (4) There is no effect of balance through coordination on the accuracy of shooting with a beta value of 0.251 (0.251 0.349). (5) There is no effect of leg muscle strength through coordination on shooting accuracy with a beta value of 0.084 (0.084 0.453).
Physical Self-Concept dan Body Mass Index: Hubungan dan Perbedaan berdasarkan Gender Ermawan, Iman; Jajat, Jajat; Sutisna, Nana
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.19016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Physical Self-Concept (PSC)dengan Body Mass Index (BMI)serta perbedaan PSC dan BMI berdasarkan gender. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah assosiasonal (correlational dan kausal-komparatif). Sample berjumlah 59 orang siswa remaja SMA di Kabupaten Ciamis. Instrument yang digunakan untuk mengukur PSC adalah Physical Self Description Questionnaire (PSDQ). Untuk menguji hubungan antara PSC dan BMI digunakan koefisien korelasi, dan untuk uji beda digunakan independent sample t-test. Hasil pengolahan dan analisis menunjukan bahwa, (1) tidak ada hubungan yang signifikan antara PSC dan BMI (p 0.05); (2) tidak terdapat perbedaan BMI yang signifikan antara laki-laki dan perempuan (p 0.05); (3) terdapat perbedaan PSC yang signifikan  antara laki-laki dan perempuan (p 0.05).This study aims to examine the relationship between Physical Self-Concept (PSC) and Body Mass Index (BMI) and differences in PSC and BMI based on gender. The method used in this study is associational (correlational and causal-comparative). Sample amounted to 59 high school teenagers in Ciamis Regency. The instrument used to measure PSC is Physical Self Description Questionnaire (PSDQ). To test the relationship between PSC and BMI used the correlation coefficient, and for the different tests used independent sample t-test. The results of processing and analysis show that, (1) there is no significant relationship between PSC and BMI (p 0.05); (2) there was no significant difference in BMI between men and women (p 0.05); (3) there are significant differences in PSC between men and women (p 0.05).
Retraksi - Model Latihan Heading Sepakbola Berbasis Sirkuit pada Sekolah Sepakbola Usia 14-17 Tahun Setiawan, Romli Riski
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.19034

Abstract

Sekaitan dengan hasil kajian dan penelusuran yang dilakukan secara hati-hati serta pertimbangan terhadap artikel yang diterbitkan pada jurnal JTIKOR yang berjudul “Model Latihan Heading Sepakbola Berbasis Sirkuit pada Sekolah Sepakbola Usia 14-17 Tahun” Vol 4 No.2 (133-136), Oktober 2019 DOI: https://doi.org/10.17509/jtikor.v4i2.19034Editor menyelidiki dan menemukan bahwa artikel tersebut telah diterbitkan pada jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Volume 9. Nomor 1. Edisi Juli 2019 pp 10 – 12.Dokumen dan kontennya telah dihapus dari jurnal JTIKOR dan upaya yang wajar harus dilakukan untuk menghapus semua referensi ke artikel ini.
Hubungan Waktu Reaksi Kognitif dengan Prestasi Pencak Silat Atlet PELATDA Jawa Barat Irawan, Irawan -; Mahendra, Agus; Mulyana, Mulyana
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.19124

Abstract

Abstrak_________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara waktu reaksi kognitif, dengan prestasi pencak silat atlet PELATDA Jawa Barat 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik korelasional. Populasi dan sampel yaitu atlet PELATDA pencak silat sebanyak 17 atlet dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes waktu reaksi kognitif dan skor hasil penelusuran prestasi atlet. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara waktu reaksi kognitif dengan prestasi pencak silat atlet PELATDA Jawa Barat 2019. Khususnya terdapat hubungan yang signifikan bagi atlet yang mempunyai prestasi yang tinggi terhadap waktu reaksi kognitif.. Abstract_________________________________________________________ This study aims to determine whether there is a significant relationship between cognitive reaction time, with the achievement of martial arts athletes PELATDA West Java 2019. The research method used is descriptive method with correlational techniques. Population and sample were 17 PELAT silat martial arts athletes using total sampling techniques. The instruments used were cognitive reaction time tests and athletes' achievement tracking results. The results showed that there was a significant relationship between cognitive reaction time with martial arts achievements of PELATDA West Java athletes in 2019. In particular there was a significant relationship for athletes who had high achievement on cognitive reaction time..
Pengaruh Informasi Umpan Balik Knowledge Of Results (KR) dan Motor Ability terhadap Tingkat Penguasaan Groundstroke Forehand Tenis Cahyadi, Rizky Indra; Saputra, Yudha Munajat; Mahendra, Agus
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i2.21617

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari pemberian Umpan balik Knowledge of Results dan Motor Ability terhadap tingkat penguasaan keterampilan Groundstroke Forehand tenis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian Factorial Design. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian umpan balik Knowledge of Results 33% dan 100% memiliki perbedaan yang signifikan pada pengaruhnya terhadap tingkat penguasaan keterampilan Groundstroke Forehand tenis, umpan balik Knowledge of Results 33% dan 100% tidak mempunyai interaksi dengan Motor Ability dalam penguasaan keterampilan Groundstroke Forehand tenis, pemberian umpan balik Knowledge of Results 33% dan 100% memiliki perbedaan yang signifikan pada pengaruhnya terhadap tingkat penguasaan keterampilan Groundstroke Forehand tenis dengan Motor Ability tinggi, pemberian umpan balik Knowledge of Results 33% dan 100% memiliki perbedaan yang signifikan pada pengaruhnya terhadap tingkat penguasaan keterampilan Groundstroke Forehand tenis dengan Motor Ability rendah. Sehingga dalam penguasaan keterampilan gerak khususnya Groundstroke Forehand tenis umpan balik Knowledge of Results 33% dan 100% dapat diberikan pada pembelajar dengan Motor Ability tinggi dan rendah.Abstract The purposes of this studied was to investigate the effect of knowledge of resultsfeedback and motor ability on groundstroke forehand tennis skill mastery level.The method of this research was an experimental method with factorial design. Theresults of this studied showed that the effect of knowledge of results feedback 33%and 100% significantly different one another on groundstroke forehand tennisskill mastery level, the knowledge of results feedback 33% and 100% didn’t haveany interaction with the motor ability on groundstroke forehand tennis skill masterylevel, the effect of knowledge of results feedback 33% and 100% significantlydifferent one another on groundstroke forehand tennis skill mastery level withhigh motor ability, the effect of knowledge of results feedback 33% and 100%significantly different one another on groundstroke forehand tennis skill masterylevel with low motor ability. With the result that motor skills especiallygroundstroke forehand tennis skill mastery level could be given by the knowledge ofresults feedback 33% and 100% with high and low motor ability.

Page 1 of 1 | Total Record : 10