cover
Contact Name
Kuston Sultoni
Contact Email
Kuston Sultoni
Phone
-
Journal Mail Official
jtikor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
ISSN : 25496360     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan" : 10 Documents clear
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Keterampilan Sosial Sudrazat, Adang; Rustiawan, Hendra
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.23498

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan keterampilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Patisipan yang digunakan adalah 36 siswa putra dan putri SMP Negeri 1 Cisaga Kabupaten Ciamis. Instrumen penelitian adalah tes pernyataan dan pertanyaan tentang aktivitas fisik untuk tingkat remaja (PAQ-A) untuk siswa menengah pertama dan tes keterampilan sosial. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tes normaliats lebih besar dari 0.05, tes homogenitas lebih besar dari 0.05, uji linieritas garis regresi 0.525 lebih besar dari 0.05, uji non parametrik yaitu uji correlations menggunakan uji spearman dan kendall’s, tau_be yaitu 0.083 artinya menunjukan lemahnya korelasi, dan tes signifikan angka korelasi yaitu 0.519 lebih besar dari 0.05 artinya hipotesis diterima. Hasil penelitian menyatakan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan keterampilan sosial, kalaupun ada hubungan namun tidak signifikan. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan keterampilan sosial di luar jam pelajaran sekolah.Knowing the relationship between physical activity outside school hours and social skills was the purpose of this study. Correlational was the research method used. The population used was SMP Negeri 1 Cisaga, Ciamis, Indonesia. The research sample used was 36 male and female students of class VIII. Processing statistical analysis started from data description: normal average processing results, normality test: processing results above or 0.05 were normal, homogeneity: processing results above or 0.05 were homogeneous, regression linearity: processing results above or 0.05 wasn,t linear, meaning that the parametric test cannot be continued, Hypothesis: the hypothesis test uses nonparametric test that was the spearman test and control-b because the parametric test cannot be continued because the results obtained are 0.519 0.05 which means the hypothesis is accepted. The point is that there is no relationship between physical activity and social skills, even if there were a relationship but it was not significant.
Implementasi Kebijakan Olahraga Pendidikan sebagai Upaya Pembangunan Melalui Olahraga Berdasarkan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Ramadhan, Muhammad Gilang; Ma'mun, Amung; Mahendra, Agus
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.23824

Abstract

Undang-undang sistem keolahragaan nasional merupakan kunci dari sebuah perkembangan olahraga khususnya olahraga pendidikan. Undang-undang ini menempatkan olahraga sebagai suatu instrumen yang sangat penting bagi pembangunan nasional. Namun, saat ini masih memposisikan olahraga hanya sebagai pengembangan olahraga itu sendiri. Jadi tidak sesuai dengan apa yang tercantum pada undang-undang sistem keolahragaan nasional. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dari kebijakan olahraga khususnya pada olahraga Pendidikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemudian dengan melakukan observasi, studi dokumentasi, serta wawancara sebagai alat untuk pengumpulan data serta untuk menganalisis data tersebut. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa implementasi kebijakan pada olahraga Pendidikan sudah sesuai dengan Undang-undang sistem keolahragaan nasional. Namun masih terdapat kekurangan serta ketidakmerataan pada beberapa aspek. Penelitian ini merupakan kebaruan dalam studi analisis kebijakan olahraga di Indonesia khususnya di Kota Bandung. Implikasi dari hasil penelitian ini juga akan dibahas.The rules of the national sports system are the key to the development of sports, especially education sports. This rule places sport as an instrument which is very important for national development. However, at this time still positioning the sport only as of the development of the sport itself. So, it is not in accordance with what is stated in the rules of the national sports system. Therefore, the purpose of this research is to find out the implementation of sports policy, especially in education sports. The method used in this research is to use a descriptive qualitative approach. Then by making observations, documentation studies, and interviews as a tool for data collection and analyzing the data. The results of this study found that the implementation of policies in education sports is in accordance with the rules of the national sports system. But there are still shortcomings and inequalities in several aspects. This research is a novelty in the study of sports policy analysis in Indonesia, especially in West Java. The implications of the results of this study will also be discussed.
Pengaruh Kinematics Feedback dan Slow Motion Feedback Terhadap Penguasaan Teknik Dasar Bola Basket Dihubungkan dengan Tingkat Kecerdasan Nur Laila, Putri Kamila; Rusdiana, Agus; Hendrayana, Yudy
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24168

Abstract

Perencanaan dalam pendidikan jasmani adalah kompetensi penting bagi guru pra-jabatan yang sedang berkembang di seluruh program universitas. Dapat diketahui bahwa umpan balik membantu guru untuk menyadari tindakan mereka dalam mengajar. Efektivitas dalam kelas pendidikan jasmani lebih baik dapat dicapai dengan peningkatan penggunaan waktu dan orientasi intruksi yang benar oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umpan balik melalui aplikasi android dengan media pembelajaran video kinematic dan video slow motion, dan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat kecerdasan dengan penguasaan teknik dasar bola basket. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada siswa SMP Nasional Bandung sebanyak 72 orang. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atas pemberian umpan balik yang diberikan dengan masing-masing kelompok melalui media pembelajaran video kinematic sebesar 35% dan video slow motion sebesar 31%. Hasil penelitian dari korelasi antara tingkat kecerdasan dengan keterampilan siswa dengan hasil 0,154 yang dimana nilai sig.0,05 diperoleh informasi bahwa tidak terdapat hubungan.Planning in physical education is an important competency for pre-service teachers who are developing throughout the university program. It can be seen that feedback helps teachers realize their actions in teaching. Effectiveness in physical education classes can be better achieved by increasing the use of time and correct instructional orientation by teachers. This study aims to determine the effect of feedback through the android application with kinematic video learning media and slow-motion video and to determine whether there is a relationship between the level of intelligence with the mastery of basic basketball techniques. Sampling used a purposive sampling technique for 72 Bandung National Junior High School students. Based on the results of data analysis shows that there is a significant influence on giving feedback given by each group through the learning media kinematic video by 35% and slow-motion video by 31%. The results of the study of the correlation between the level of intelligence with student skills with a result of 0.154 where the value of sig. 0.05 obtained information that there is no relationship. 
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Vo2Max Pada Atlet Softball Putra Hariyanti, Mila Ayu; Rahayu, Nur Indri; Pitriani, Pipit
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara kadar Hemoglobin dan Vo2max pada Atlet Softball Putra Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan analisis correlational. Subjek dalam penelitian adalah Atlet Softball Putra Banten yang berjumlah 17 orang. Untuk mengukur kadar hemoglobin menggunakan Family Dr yaitu alat cek Hb digital sedangkan untuk pengukuran nilai VO2max menggunakan metode Bleep-test. Data kemudian diolah menggunakan uji korelasi pearson. Terdapat hubungan yang berarti antara kadar hemoglobin dengan vo2max dengan koefisien korelasi sebesar 0,489 menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin maka semakin tinggi tingkat vo2max Atlet Softball Putra Banten.This study aims to see the relationship between hemoglobin levels and vo2max in Banten Softball Men. The method used in this research is descriptive research method with correlational research analysis. Subjects in the study are the Banten Softball Men Banten, amounting to 17 people. The characteristic data taken is gender. To measure hemoglobin levels using the Family Dr. is a digital Hb check tool while for the measurement of VO2max values using the Bleep-test method. The data is then processed using the Pearson correlation test. There is a significant relationship between hemoglobin levels with vo2max with a correlation coefficient of 0.489 indicating that the higher the hemoglobin level, the higher the vo2max level of softball athletes Banten.
Pengaruh Olahraga Jalan Kaki Terhadap Antisipasi Reaksi Pada Lansia Wicaksono, Lungit; Safei, Imam
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24381

Abstract

Abstrak_________________________________________________________ Mengingat pentingnya konektivitas kondisi istirahat sebagai parameter fungsi otak. sejauh ini belum ada ulasan yang mencoba mengukur manfaat kesehatan yang lebih luas dari kelompok berjalan dibandingkan dengan kelompok yang tidak aktif terhadap antisipasi reaksi. Oleh karena itu, ulasan ini dilakukan untuk memahami apakah ada bukti bahwa kelompok berjalan memiliki manfaat yang lebih besar bagi kelompok lansia. Desain dalam penitian ini menggunakan ekperiment dengan pendekatan ex post pacto. Subjek berjumlah 33 lansia dengan usia rata-rata (62.1 ± 2.1 tahun), tinggi (152 ± 2.1 cm), berat badan (53.4 ± 5.7 kg), BMI (23.1 ± 2.5 %). Hasil penelitian menunjukan bahwa olahraga jalan kaki memiliki skor antisipasi reaksi yang lebih tinggi (101.4 ± 12.9) dibandingkan dengan yang tidak aktif melakukan aktivitas fisik (84.7 ± 16.3). usia lansia diharapkan selalu meningkatkan latihan fisik (aktivitas fisik), seperti jalan kaki, sehingga kemampuan antisipasi reaksi dapat dihambat penurunannya. Abstract_________________________________________________________ Considering the importance of connectivity resting conditions as parameters of brain function. so far there have been no reviews that try to measure the broader health benefits of the walking group compared to those who are not active in anticipating reactions. Therefore, this review is carried out to understand whether there is evidence that the walking group has greater benefits for the elderly group. The design in this research used an experiment with an ex post pacto approach. There were 33 subjects with an average age (62.1 ± 2.1 years), height (152 ± 2.1 cm), weight (53.4 ± 5.7 kg), BMI (23.1 ± 2.5%). The results showed that walking had a higher anticipation reaction score (101.4 ± 12.9) compared to those who were not actively doing physical activity (84.7 ± 16.3). Elderly age is expected to always increase physical exercise (physical activity), such as walking, so that the ability to anticipate reactions can be inhibited.
Bagaimana Motivasi Olahraga Mahasiswa di Papua? Putra, Miftah Fariz Prima
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24415

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkap bagaimana motivasi olahraga mahasiswa yang ada di Papua. Jenis penelitian yang digunakan adalah survai dengan partisipan mahasiswa sebesar 88 orang (41 laki-laki dan 47 perempuan) dan rata-rata umur responden adalah 20,65 (SD: 2,4). The Sport Motivation Scale digunakan untuk mengambil data penelitian. Analisis deskriptif seperti nilai rata-rata, nilai terendah dan tertinggi, serta standar deviasi akan digunakan dalam studi ini. Hasil penelitian menemukan dimensi motivasi olahraga mahasiswa di Papua yang paling tinggi adalah intrinsic motivation-to experience stimulation (22,99), sedangkan yang paling rendah adalah amotivation (13,70). Motivasi olahraga internal lebih mendominasi dalam diri mahasiswa di Papua dibanding dengan eksternal dan dismotivasi.The purpose of this study was to reveal the sport motivation on the student sports in Papua. The survey research will be used in this study by involving 88 student as the sample (41 male and 47 female) and the average age of the respondents was 20,65 (SD: 2.4).  Data was collected using The Sport Motivation Scale. Descriptive analysis such as mean value, lowest and highest value, and standard deviation will be used in this study. The results found the highest dimension of student sports motivation in Papua was intrinsic motivation-to experience stimulation (22.99), while the lowest was amotivation (13.70). Internal sports motivation is more dominant in students in Papua compared to external and motivated.
Hubungan Tingkat Intelligence Qoutient (IQ) dan Bakat dengan Hasil Kejuaraan Senam POPDA DIY Widanita, Neva; Sukamti, Endang Rini; Festiawan, Rifqi
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24463

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat IQ dan bakat dengan hasil kejuaraan POPDA senam di DIY. Metode yang digunakan adalah survei, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senam artistik dan ritmik yang mengikuti kejuaraan POPDA senam di Yogyakarta. Sampel yang diambil dari hasil purposive sampling, berjumlah 16 atlet. Analisis data menggunakan uji regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada hubungan antara tingkat Intelligence quotient dengan hasil kejuaraan senam POPDA DIY,  dengan nilai r hitung sebesar 0.187 0.400 r tabel dengan n = 16 pada signifikansi 5%, (2) Ada hubungan antara bakat dengan hasil kejuaran senam POPDA DIY, dengan nilai r hitung sebesar 0.956 0.400 r tabel dengan n = 16 pada signifikansi 5%, (3) Ada hubungan antara tingkat Intelligence quotient dan bakat terhadap hasil kejuaran senam POPDA DIY, dengan F hitung (113.316) (3.806)  F tabel pada α = 5%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat Intelligence quotient dan bakat terhadap hasil kejuaran senam POPDA DIY sehingga hasil ini bisa menjadi salah satu acuan dalam meningkatkan prestasi khususnya di cabang olahraga senam. Abstract This study aims to determine the relationship of IQ and talent levels with the POPDA gymnastics championship results in DIY. The method used is a survey, with data collection techniques using tests and measurements. The population in this study were all artistic and rhythmic gymnastics athletes who participated in the POPDA gymnastics championship in Yogyakarta. Samples taken from the results of purposive sampling, amounting to 16 athletes. Data analysis using correlation regression test. The results showed that (1) there was no relationship between the intelligence quotient level with the results of the DIY POPDA gymnastics championship, with a calculated r value of 0.187 0.400 r table with n = 16 at a significance of 5%, (2) There was a relationship between talent and the outcome of the championship POPDA DIY gymnastics, with a calculated r value of 0.956 0.400 r table with n = 16 at a significance of 5%, (3) There is a relationship between the level of Intelligence quotient and talent on the results of POPDA DIY gymnastics, with an F count (113.316) (3.806) ) F table at α = 5%. From the results of this study it can be concluded that there is a relationship between the level of Intelligence quotient and talent on the results of the DIY POPDA gymnastics championship so that these results can be one of the references in improving achievement, especially in gymnastics.
Perbedaan Jenis Kelamin, Usia, dan Body Mass Index (BMI) Hubungannya dengan Kebugaran Jasmani Lanjut Usia Oktriani, Seni; Kusmaedi, Nurlan; Daniel Ray, Hamidie Ronald; Setiawan, Anang
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24895

Abstract

Permasalahan kebugaran jasmani pada lanjut usia akan berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan oleh lanjut usia tersebut termasuk dampak dari aktivitas jasmani atau olahraga yang dilakukan secara rutin (teratur dan terukur). Terdapat banyak aspek yang dapat mempengaruhi atau memiliki hubungan dengan kebugaran jasmani lanjut usia seperti jenis kelamin, usia, dan body mass index (BMI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, dan body mass index (BMI) dengan kebugaran jasmani lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel adalah 37 orang lanjut usia yang memenuhi kriteria penelitian dengan usia 60 tahun ke atas. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,012 yang artinya bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, dan body mass index (BMI) dengan kebugaran jasmani lanjut usia. Kesimpulannya bahwa beberapa faktor seperti jenis kelamin, rentang usia, dan body mass index (BMI) pada masing-masing lansia akan berhubungan dengan tingkat kebugaran jasmaninya. Sehingga, hal ini dapat dijadikan sebagai rujukan bagi para lansia untuk selalu menjaga kebugaran jasmani dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut.The problem of physical fitness in the elderly will be related to the activities carried out by the elderly, including the impact of physical activities or sports carried out regularly (regularly and measured). There are many aspects that can affect or have a relationship with elderly physical fitness such as gender, age, and body mass index (BMI). The purpose of this study was to determine the relationship between sex, age, and body mass index (BMI) with physical fitness of the elderly. The research method used is quantitative research with a correlational design. The sampling technique in this study is purposive sampling with the number of samples is 37 elderly people who meet the research criteria with the age of 60 years and over. The results of this study indicate the probability value of 0.012 which means that there is a relationship between sex, age, and body mass index (BMI) with physical fitness of the elderly. The conclusion is that several factors such as gender, age range, and body mass index (BMI) in each elderly will be related to the level of physical fitness. So, this can be used as a reference for the elderly to always maintain physical fitness by taking into account these factors
Hubungan Kecepatan Reaksi Tangan dan Koordinasi Mata Tangan Pada Servis Tenis Lapangan Mahasiswa Universitas Cenderawasih Kurdi, Kurdi; Qomarrullah, Rif'iy
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.25060

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji hubungan kecepatan reaksi pada teknik servis dalam permainan tenis lapangan dan koordinasi mata tangan pada teknik servis dalam permainan tenis lapangan. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa S1 IKOR FIK Uncen angkatan 2018 yang berjumlah 49 orang. Instrumen penelitian menggunakan ruler drop test, tes koordinasi mata tangan, dan tes ketepatan pukulan servis. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menyatakan hubungan kecepatan reaksi tangan pada ketepatan servis menunjukkan korelasi yang sangat kuat dan hubungan koordinasi mata tangan pada ketepatan servis menunjukkan korelasi yang rendah. Perlu penyelidikan lebih lanjut terkait dengan perbedaan temuan penelitian dengan peneltian terdaulu.This study aims to examine the relationship between reaction speed in service techniques in playing tennis and eye hand coordination in service techniques in playing tennis. The study uses descriptive quantitative research. Participants in the study were all students of IKOR FIK Uncen 2018 class of 49 people. The research instrument uses the ruler drop test, hand eye coordination test, and service puncture accuracy test. The data analysis technique uses correlation test. The results of the study stated that the correlation between hand reaction speed and service accuracy showed a very strong correlation and the correlation of hand eye coordination on service accuracy showed a low correlation. Need further investigation related to differences in research findings with earlier research
Nutrisi Bagi Atlet Remaja Zahra, Syarifah; Muhlisin, Muhlisin
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.25097

Abstract

Atlet membutuhkan nutrisi yang lebih dibandingkan orang biasa. Kebutuhan Nutrisi bagi atlet remaja penting sebagai suplemen untuk menghasilkan energi, pertumbuhan, performa maupun proses dalam pemulihan (recovery). Artikel ini bertujuan menjelaskan aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam memenuhi nutrisi bagi atlet remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitan kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi (literasi). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis anotasi bibliografi (annotated bibliography). Beberapa aspek penting dalam pemenuhan nutrisi atlet remaja antara lain:  Aspek kebutuhan kalori (calorie needs), makro nutrient (macro nutrient), hidrasi (hydration), waktu (timing), dan suplemen (supplementation). Semua aspek pemenuhan nutrisi bagi atlet remaja adalah sama pentingnya untuk menunjang performa khususnya pada atlet remaja.Athletes need more nutrition than ordinary people. Nutrition needs for adolescent athletes are important as a supplement to produce energy, growth, performance and recovery processes. This article aims to explain what aspects must be considered in meeting nutrition for adolescent athletes. This type of research is library research. The data collection method uses the documentation (literacy) method. Analysis of the data used in this study is the analysis of bibliographic annotations (annotated bibliography). Some important aspects in fulfilling the nutrition of adolescent athletes include: Calorie needs, macronutrients, hydration, timing, and supplementation. All aspects of fulfilling nutrition for adolescent athletes are equally important to support performance, especially in adolescent athletes.

Page 1 of 1 | Total Record : 10