cover
Contact Name
Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si
Contact Email
ade_gaffar@upi.edu
Phone
+6281394554252
Journal Mail Official
ade_gaffar@upi.edu
Editorial Address
FPTK Building 5th Floor Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setabudhi No.207 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
INVOTEC
INVOTEC Merupakan jurnal bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan yang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus. INVOTEC memuat hasil penelitian bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan dengan kontributor dari Dosen, Guru, Mahasiswa dan Praktisi yang relevan. INVOTEC merupakan sarana bagi para penggiat pendidikan teknologi dan kejuruan untuk mempublikasikan karyanya yang mencakup kebijakan, filosofi, manajemen, proses belajar mengajar, media, bahan ajar, model dan metode mengajar dan evaluasi. INVOTEC diterbitkan atas kerjasama dengan APTEKINDO
Articles 174 Documents
The Role of Vocational Education in Logistics and Supply Chain Development Juliadi, Aldi Adista; Oktirellia, Alya Sophia; Maulana, Yusuf; Sasmita, Asep Hadian; Dwiyanti, Vina
INVOTEC Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v%vi%i.32216

Abstract

Technical and Vocational Education Training (TVET) is one of the institutions that focuses on ready-to-work graduates. This study aims to identify vocational education in logistics and supply chain in producing a workforce that meets logistics industry standards. The research method used is Systematic Literature Review (SLR) using sources from scientific articles published in the last 10 years around 2011 to 2021. The results of the study found that in the development of the logistics program there was a lack of student awareness of the potential and discipline as a career field. The capabilities that must be possessed include logistics curriculum, TVET curriculum, TVET learning, TVET skills, soft skills, technical skills, administrative skills, managerial skills, professional skills, communication skills, technology skills, worker skills, logistics performance. TVET has a central working pattern, collaborates with other institutions, develops a training curve according to field needs, with innovative and sustainable technology and information.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FPOK UPI MENGENAI PENDIDIKAN GIZI UNTUK MENCEGAH KECENDERUNGAN EATING DISORDER PADA ATLET Yulia, Cica; Pitriani, Pipit; Patriasih, Rita
INVOTEC Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i1.5087

Abstract

Kondisi fisik seorang Atlet sangat mempengaruhi stamina ketika mereka bertanding. Indikator kondisi fisik yang prima dari seorang Atlet adalah status gizi dan status kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang sering di hadapi oleh para Atlet adalah Eating Disorder atau penyimpangan perilaku makan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjaring persepsi mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI yang berprofesi sebagai atlet mengenai pendidikan gizi untuk mencegah kecenderungan eating disorder. Metode Deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan cross-sectional desain, Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mempunyai persepsi kuat bahwa pendidikan gizi sangat penting dalam mencegah kecenderungan Eating Disorder pada atlet. Sebagian besar responden setuju bahwa tempat yang paling tepat untuk menyampaikan pendidikan gizi bagi para atlet adalah di kampus dan klub olahraga. Setengah dari responden memberikan persepsi bahwa bentuk kegiatan yang paling tepat dalam menyampaikan pendidikan gizi bagi atlet adalah penyuluhan secara berkala, dengan menggunakan metode gabungan dari diskusi, demontrasi dan simulasi, dan durasi yang dianggap tepat selama 60 menit, serta media yg tepat adalah audio visual.
EVALUASI MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI PADA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI DESAIN BUSANA Kusantati, Herni; Marlina, Marlina; Wiana, Winwin
INVOTEC Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i1.5090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis animasi untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran Teknologi Desain Busana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan, sedangkan perangkat lunak yang digunakan adalah Adobe Flash. Penelitian ini menyimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif yang dirancang secara menarik akan membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar siswa, membantu siswa meningkatkan pemahaman materi pembelajaran serta menumbuhkan kreativitas belajar sehingga akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.  
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PRINSIP KERJA PNEUMATIK BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK MULTIMEDIA INTERAKTIF Hidayah, Nurul; Hasbullah, Hasbullah
INVOTEC Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i1.5091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran prinsip kerja komponen pneumatik berbantuan multimedia interaktif. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dan evaluatif dengan pendekatan research and development. Tahapan penelitian sampai pada uji coba terbatas. Subyek penelitian merupakan kelas XI  Kompetensi Keahlian Mekatronika di SMK Negeri 2 Cimahi dengan jumlah sampel 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket, observasi dan tes berupa pretest dan posttest.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbantuan multimedia interaktif efektif digunakan pada materi prinsip kerja komponen pneumatik. Berdasarkan hasil angket, terdapat pengaruh yang positif pada peningkatan minat siswa terhadap pembelajaran sistem pneumatik. Media pembelajaran berbantuan multimedia interaktif ini memiliki pengaruh yang positif pada peningkatan minat siswa terhadap pembelajaran sistem Pneumatik. Berdasarkan hasil pretest dan posttest media pembelajaran berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap prinsip kerja komponen pneumatik. Kata kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, pneumatik
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY 6 LANGKAH (TF-6M) DAN PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT WIRAUSAHA Kurniawan, Rahmat
INVOTEC Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i1.5092

Abstract

Model Pembelajaran Teaching Factory 6M merupakan model pembelajaran terpadu. Pendidikan kewirausahaan merupakan proses pembelajaran penanaman tata nilai kewirausahaan melalui pembiasaan dan pemeliharaan perilaku dan sikap. Melalui Model Pembelajaran Teaching Factory yang ditunjang dengan pembelajaran Kewirausahaan, diharapkan siswa mempunyai minat untuk berwirausaha. Penerapan Model Pembelajaran Teaching Factory bertujuan untuk membentuk kompetensi siswa melalui satuan kesatuan lingkungan sekolah dengan berbasis pada industri dan ditunjang dengan pelaksanaan pembelajaran Kewirausahaan dalam pembentukan mental kewirausahaan. Artikel ini menelaah pengaruh penerapan Model Pembelajaran Teaching Factory 6M dan prestasi belajar kewirausahaan terhadap minat wirausaha pada siswa Patiseri kelas XII SMKN 9 Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIDANG KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK DI SMK Saripudin, Saripudin
INVOTEC Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i1.5093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kompetensi profesional guru bidang kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik di SMK. Metode penelitan yang digunakan adalah metode survei, dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 SMK Kelompok Program Studi Keahlian Teknik Ketenagalistrikan yang tersebar di Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Kab. Sumedang, sedangkan sampel penelitian adalah 2 SMKN yang memiliki Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, dengan jumlah anggota sampel berjumlah 30 orang guru. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner dan tes. Dianalisis menggunakan analisis deskriptif, korelasi dan regresi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kompetensi profesional guru sebesar 48%, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan sikap guru tentang profesinya terhadap kompetensi profesional guru sebesar 50%, (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap kompetensi profesional guru sebesar 53%; dan (4) hasil analisis regresi ganda mengungkapkan adanya sumbangan yang positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah, sikap guru terhadap profesinya, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kompetensi profesional guru sebesar 70%.
PERENCANAAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN BENANG PADA GARMEN T-SHIRT UNTUK GRAMASI KAIN YANG BERBEDA Martina, Tina; Tresnawardhani, Annisa; Supandi, Supandi
INVOTEC Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i1.5094

Abstract

Perhitungan perencanaan kebutuhan benang jahit  yang tepat, pada industri garmen akan memberikan gambaran kebutuhan benang sesuai dengan jumlah garmen yang dipesan. Jumlah kebutuhan benang jahit akan dipengaruhi oleh jenis serta gramasi kain yang berbeda. Penghematan benang pada proses penjahitan dapat dicapai dengan perhitungan kebutuhan benang pada perencanaan produksi yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah  membuat  perencanaan perhitungan kebutuhan benang untuk  garmen  t-shirt pada setiap mesin yang digunakan, dengan gramasi kain yang berbeda yaitu : 115 g/m2 dan 145 g/m2. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur panjang jahitan pada setiap proses yang ada hubungannya dengan penggunaan benang, kemudian hasil dari beberapa percobaan dirata-ratakan, dan dihitung sesuai perhitungan cara Coats. Kebutuhan benang pada produk T-shirt untuk gramasi kain 115 gram/m2 dibutuhkan benang 121 cone untuk spunpoly dan 138 cone untuk polyna. Pada gramasi kain 145 gram/m2 dibutuhkan 133 cone spunpoly dan 147 polyna
MODEL PROGRAM PENDIDIKAN GURU VOKASIONAL BERBASIS KEDAERAHAN DAN INTEGRATIF Kilis, Billy M.H.
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4851

Abstract

Perubahan orientasi dan paradigma pendidikan yang memberi ruang dan kesempatan pada pendidikan vokasi berkembang di Indonesia, memunculkan masalah yang serius pada penyediaan guru, relevansi dan kualitas pendidikan. Penyediaan guru yang relevan tidak serta merta dapat disiapkan LPTK yang ada di daerah dimaksud. Otonomi daerah mendorong pula pembangunan berbagai SMK baru yang berdasarkan kebutuhan dan kearifan local yang pada akhirnya memunculkan masalah kekurangan guru yang relevan. Disisi lain implementasi pendidikan vokasi masih belum terencana dengan baik dan masih cenderung parsial sehingga perlunya kesamaan persepsi dalam pengembangan pendidikan guru vokasional. Sekolah-sekolah yang dikembangkan di beberapa kabupaten kota di Sulawesi Utara memiliki jenis vokasi yang sangat variatif dan tidak dimiliki oleh Fatek, bahkan Unima sebagai LPTK yang diberi wewenang dalam pendidikan guru vokasi. Pada kasus dalam amatan penulis ada sebuah SMK di daerah Bolaang Mongondow, yang membuka kejuruan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), akuntansi, pertanian dan keperawatan. Untuk itu dibutuhkan suatu model program pendidikan guru vokasional berbasis kedaerahan, sesuai kebutuhan dan diselenggarakan secara integratif.
INOVASI PEMBELAJARAN PROYEK BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN TATA GRAHA Sri Adnyawati, Ni Desak Made
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4852

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di jurusan PKK, FTK Undiksha tahun 2013 yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal dalam pembelajaran tata graha, (2) peningkatan kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran tata graha melalui pembelajaran proyek berbasis budaya lokal, dan (3) respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal. Penelitian ini melibatkan 24 orang mahasiswa dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan angket. Observasi digunakan untuk mengamati kreativitas mahasiswa, dan angket digunakan untuk mengumpulkan data respon mahasiswa. Pengamatan kreativitas mahasiswa dilakukan pada proses perancangan desain rangkaian bunga lokal, desain rangkaian bunga dipadukan dengan janur, proses merangkai bunga dengan janur, dan hasil rangkaian bunga dengan janur. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal dalam pembelajaran tata graha dilakukan melalui 5 langkah yaitu (a)penentuan tema rangkaian bunga lokal dipadukan dengan janur, (b)penetapan konteks belajar dengan pemanfaatan bunga lokal dipadukan dengan janur, (c)merencanakan aktivitas melalui persiapan, pemilihan, dan pemakaian bunga lokal dipadukan dengan janur, (d)memproses aktivitas penggunaan bunga lokal dipadukan dengan janur, dan (e)penerapan aktivitas penyelesaian proyek berupa rangkaian bunga lokal dipadukan dengan janur. Terdapat peningkatan kreativitas pembelajaran graha melalui pembelajaran proyek berbasis budaya lokal sebesar 4,6 yaitu dari skor rata-rata sebesar 83,7 menjadi 88.3. Artinya peningkatan tersebut dari kategori baik menjadi sangat baik. Respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran proyek berbasis budaya lokal terkategori sangat baik.
KINERJA TENAGA LABORAN DAN TEKNISI LABORATORIUM REKAYASA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DAN FAKTOR- FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHINYA Sunardiyo, Said
INVOTEC Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v10i2.4853

Abstract

Keberadaan laboran dan teknisi di suatu laboratorium sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan akademik dosen dan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah memotret kinerja tenaga laboran dan teknisi serta ingin mengungkap faktor penunjang dan kendala kinerjanya. Manfaat penelitian ialah bagi pengelola Fakultas dan Jurusan sebagai masukan informasi dalam mengambil kebijakan dalam peningkatan kerja SDM laboran dan teknisi laboratorium. Penelitian ini dilakukan di FT Unnes, variabel yang diamati ialah kinerja laboran dan teknisi dalam menjalankan tugas di laboratorium rekayasa di FT Unnes Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa (1) Laboran dan teknisi laboratorium rekayasa Fakultas Teknik Unnes memiliki kinerja yang baik pada pelaksanaan dimensi kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional (2) Kinerja tenaga laboran dan teknisi laboratorium dipengaruhi oleh adanya faktor penunjang yaitu faktor internal (pribadi) : kemampuan profesi latar belakang pendidikan dan pengalaman. Untuk faktor eksternal (lingkungan) : pemimpin yang baik (kepala laboratorium) dalam hal ini koordinasi tugas bagi tenaga laboran/teknisi. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya pelatihan-pelatihan profesi bagi tenaga laboran. Saran yang direkomendasikan ialah : (1) Guna peningkatan kinerja laboran dan teknisi laboratorium rekayasa Fakultas Teknik Unnes perlu adanya koordinasi pengelolaan manajemen laboratorium berbasis ISO oleh pimpinan Fakultas bersama Jurusan/Prodi.(2) Perlu adanya penyegaran keilmuan dan ketrampilan bagi laboran dan teknisi melalui pelatihan-pelatihan teknis laboratorium baik internal maupun di luar kampus.

Page 1 of 18 | Total Record : 174