cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
ANALISIS PRESUPOSISI DALAM NOVEL KOALA KUMAL KARYA RADITYA DIKA Jumadiana, .; Harun, Muhammad; Taib, Rostina
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian Yang berjudul "Analisis Presuposisi hearts Novel Koala Kumal Karya Raditya Dika" bertujuan mendeskripsikan Unsur presuposisi eksistensial, presuposisi faktif, presuposisi leksikal, presuposisi nonfaktif, presuposisi konterfaktual, Dan presposisi Struktural hearts Novel Koala Kumal karya Raditya Dika. Data hearts Penelitian Penyanyi dikumpulkan DENGAN Cara membaca Dan mencatat HAL-HAL Yang Berhubungan DENGAN Kelima Unsur presuposisi tersebut hearts Novel Koala Kumal , kemudian diklasifikasikan hearts Bentuk tabel. Data dianalisis DENGAN Langkah-Langkah sebagai berikut. (1) mengidentifikasi data yang Ke hearts Bentuk tabel / data yang korpus, (2) mengklasifikasi data yang hearts Bentuk Klasifikasi Jenis-Beroperasi presuposisi, Dan (3) mendeskripsikan Jenis-Beroperasi presuposisi Yang Terdapat hearts Novel Koala Kumal karya Raditya Dika. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hearts Novel Koala Kumal karya Raditya Dika Hanya Terdapat lima Beroperasi presuposisi, Yaitu presuposisi eksistensial, presuposisi faktif, presuposisi leksikal, presuposisi nonfaktif, presuposisi konterfaktual, sedangkan presuposisi Struktural tidak ditemukan.Kata kunci: analisis, Wacana, pragmatik, presuposisi, novel ABSTRAK             Penelitian yang berjudul "Analisis pengandaian di Novel Koala Kumal oleh Raditya Dika" bertujuan untuk mendeskripsikan unsur keberadaan, faktif, leksikal, faktif, non faktif, kontrafaktual, dan struktur pengandaian di Koala Kumal Novel oleh Raditya Dika. Data dikumpulkan dengan membaca dan mengambil catatan terkait dengan lima unsur pengandaian dalam novel. Kemudian, unsur-unsur ini diklasifikasikan ke dalam tabel. Data dianalisis dengan beberapa langkah. Pertama, data yang diidentifikasi dalam tabel. Kedua, itu diklasifikasikan ke dalam jenis presuposisi. Ketiga, hal itu dijelaskan dalam jenis pengandaian yang ada di Koala Kumal Novel oleh Raditya Dika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis pengandaian di Koala Kumal Novel oleh Raditya Dika. Elemen-elemen yang ada, faktif, leksikal, non faktif, dan presuposisi kontrafakta. Sementara itu, pengandaian struktural tidak ditemukan.Kata kunci: analisis, wacana, pragmatik, anggapan, novel
TINDAK PERLOKUSI DALAM TUTURAN SISWA PESANTREN DAR MARYAM SAMAHANI ACEH BESAR Husna, _; Armia, -; Iqbal, Muhammad
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Tindak Perlokusi dalam Tuturan Siswa Pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perlokusi dalam tuturan siswa pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar, bagaimana bentuk tuturan yang disampaikan oleh siswa pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimanakah perlokusi dalam tuturan siswa pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar dan menganalisis bagaimanakah bentuk tuturan yang disampaikan oleh siswa Pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tuturan lisan siswa pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar dalam bertutur. Teknik pengumpulan data adalah teknik pengamatan, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah (1) menyeleksi data rekaman, (2) menganalisis data dengan mendeskripsikan tindak perlokusi dan bentuk tuturan yang digunakan siswa pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan perlokusi dengan verba mendorong, membujuk, menakut-nakuti. Efek perlokusi yaitu rasa senang, rasa kesal, rasa kecewa, rasa kasihan, rasa takut, rasa sedih, rasa cemburu, dan rasa jera. Bentuk penyampaian tuturan berupa kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.Kata Kunci    : Tindak tutur, tindak tutur perlokusi, tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung.ABSTRACTThis study, entitled "Perlokusi in a speech Students Pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar". The research problems are how perlokusi in the speech of students of Dar Maryam Samahani Aceh Besar, how the shape of the speech delivered by the students of Dar Maryam Samahani Aceh Besar. The purpose of this study was to describe how perlokusi in the speech of students of Dar Maryam Samahani Aceh Besar and analyze how the form of the speech delivered by students Pesantren Dar Maryam Samahani Aceh Besar. This study used descriptive qualitative method. The data source of this research is an oral speech of students of Dar Maryam Samahani Aceh Besar in speaking. Data collection techniques are observation techniques, recording techniques, and technical notes. Data analysis was carried out by the steps (1) selecting the data records, (2) analyzing the data by describing perlokusi acts and forms of speech used by students of Dar Maryam Samahani Aceh Besar. The results showed perlokusi verb encourage, coax, scare. Perlokusi effect is joy, resentment, feelings of despair, self-pity, fear, sadness, jealousy, and taste deterrent. Form of delivery of speech in the form of direct speech and indirect sentence.Keywords: Acts of speech, perlokusi speech act, speech act direct and indirect speech acts.
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BIOGRAFI MERRY RIANA KARYA ALBERTHINE ENDAH Komah, Astri; Bahri, Rajab; Wildan, _
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Pendidikan Karakter dalam Biografi Merry Riana Karya Alberthine Endah”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter dalam biografi Merry Riana dan mengetahui tanggapan komunitas pembaca mengenai Pendidikan karakter yang terdapat dalam biografi Merry Riana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis isi dan untuk tanggapan komunitas pembaca menggunakan teknik wawancara. Sumber data penelitian ini adalah biografi Merry Riana karya Alberthine Endah dan hasil wawancara yang dilakukan pada lima pembaca. Teknik penganalisisan data menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan mendeskripsikan fakta-fakta dan menganalisisnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dalam Biografi Merry Riana karya Alberthine Endah adalah (1) religius, (2) tanggung jawab, disiplin, dan mandiri, (3) amanah, (4) hormat dan santun, (5) kasih sayang, peduli, dan kerja sama, (6) percaya, kreatif, dan pantang menyerah, (7) adil dan berjiwa kepemimpinan, (8) rendah hati, dan (9) toleransi. Hasil akhir tanggapan komunitas pembaca adalah  pendidikan karakter yang terdapat dalam biografi Merry Riana mengandung nilai pendidikan karakter yang sangat menginspirasi dan patut untuk diteladani.Kata kunci: Pendidikan Karakter, tanggapan pembaca, Biografi Merry Riana ABSTRACTKeywords: Character education, reader responses, the biography of Merry RianaThe title of this research is “The analysis of character education in the biography Merry Riana created by Alberthine Endah”. The aim of this research is to describe the character education in the biography Merry Riana and also to know the responses from the reader community about character education that found in the biography Merry Riana. This research applied descriptive qualitative method. The data were collected by using content analysis technique and for reader community responses through interview technique. The source of data in this research is biography Merry Riana created by Alberthine Endah and the results of interview conducted in five readers. The technique of analysis data using descriptive method that doing by describing the facts and analyze it. The results of this research prove that the character education in biography Merry Riana created by Alberthine Endah are (1) religious, (2) responsibility, discipline, and independent, (3) trustworthy, (4) respectful and polite, (5) affectionate, caring and cooperation, (6) believes, creative and unyielding, (7) fair and spirited leadership, (8) humility, and (9) tolerance. The end result of reader cummunity responses is character education that found in biography Merry Riana contains the value of character education which very inspiring and deserve to be imitated.Keywords: Character education, reader responses, the biography of Merry Riana
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH MENGIDENTIFIKASI VERBA DALAM TEKS CERITA FABEL Rahayu, Tari; Yusuf, Yusri; Iskandar, Deni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 103 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 29 siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Tes yang digunakan adalah mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel adalah 44, atau masih dalam kategori kurang. Secara khusus nilai rata-rata berdasarkan bentuk verba yaitu verba asal adalah 46, verba turunan yang terbagi dalam verba prefiks adalah 57 dan konfiks adalah 28. Berdasarkan  klasifikasi penilaian hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel berada dalam kategori kurang dan masih memerlukan peningkatan.Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh sudah mampu mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel, namun perlu ditingkatkan kembali kemampuan siswa memahami verba dalam teks cerita fabel.Kata kunci: verba, mengidentifikasi, kemampuan siswa, teks cerita fabelABSTRACT This study entitled “The ability to Grade VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable”. This study aimed to describe the ability of class VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable. The study population was a class VIII student of SMP Negeri 16 Banda Aceh the school year 2015/2016, amounting to 103 people. The research sample 29 eighth grade students of SMP Negeri 16 Banda Aceh. The method used in this research is descriptive quantitative. Data co;;etion techniques used in this study is the testing techniques. The test is used to indentify the verb in the text fable. Processing techniques and data analysis quantitatively. The results showed that the average value of the ability of class VIII Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable is 44, or still in the poor category. In particular, the average value based on origin verb from that is 46, derived verb prefixes are divided into 57 and konfiks is 28. Based on the classification of this assessment shows that the ability of class VIII students of SMP Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable in in the category of less and still need improvement.Thus, it can be said that the eighth grade students of SMP Negeri 16 Banda Aceh have been able to identify the verb in the text fable, but it needs to be scaled back the ability of students to understand the verbas in the text fable.Keywords: verb, identify, the ability of students, text fable.
ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI DALAM PROPOSAL MAHASISWA PBSI TANGGAL 23 DESEMBER 2014 Nurfitriani, _; Bahri, Rajab; Azwardi, _
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Kohesi dan Koherensi dalam Proposal Mahasiswa PBSI Tanggal 23 Desember 2014.”Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah kohesi dan koherensi dalam proposal mahasiswa PBSI tanggal 23 Desember 2014?Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kohesi dan koherensi dalam proposal mahasiswa PBSI tanggal 23 Desember 2014.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Sumber data penelitian ini terdiri dari 4 dokumen proposal yang telah diseminarkan pada tanggal 23 Desember 2014 di PBSI, FKIP, Unsyiah.Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik telaah dokumen.Metode yang dipergunakan penganalisisan data atau pengelolaan data penelitian ini menggunakan teknik kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proposal mahasiswa PBSI tanggal 23 Desember 2014 menggunakan kohesi dan koherensi. Kohesi yang gunakan meliputi kohesi gramatikal (1) konjungsi dan ungkapan transisi, (2) referensi, (3) substitusi, dan  (4) elipsis dan kohesi leksikal meliputi (1) antonim, (2) sinonim, dan (3) repetisi. Di samping itu, koherensi yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi (1) koherensi argumentatif, (2) koherensi amplikatif, (3) koherensi aditif, (4) koherensi  parafrastis (5) koherensi generik-spesifik, dan (6) koherensi hubungan syarat hasil. Kata Kunci: Wacana, Kohesi, Koherensi ABSTRACT This study entitled "Analysis of Cohesion and Coherence in PBSI Student Proposal December 23, 2014." The research problems are how cohesion and coherence in student proposal PBSI dated December 23, 2014? The purpose of this study was to describe the cohesion and coherence in student proposal PBSI dated December 23, 2014. The method used is qualitative method with descriptive approach. The data source of this research consisted of four documents proposals seminar on December 23, 2014 at PBSI, FKIP, Unsyiah. This research data collection techniques using the technique of study documents. The method used analyzing data or research data management using qualitative techniques. The results of this study indicate that the student proposal PBSI dated December 23, 2014 using the cohesion and coherence. Cohesion who use includes grammatical cohesion (1) conjunctions and transition expression, (2) references, (3) substitution, and (4) ellipsis and lexical cohesion covers (1) antonyms, (2) synonyms, and (3) reps. In addition, the coherence that is found in this study include (1) coherence argumentative, (2) coherence amplikatif, (3) coherence additives, (4) coherence parafrastis (5) coherence generic-specific, and (6) coherence relations terms results.Keyword: discourse, cohesion, coherence
PENCAPAIAN KEBUTUHAN BERTINGKAT TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA Umami, Municha; Wildan, .; Arianto, Budi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan penelitian ini adalah pencapaian kebutuhan bertingkat tokoh utama dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik kajian pustaka, yaitu dengan cara membaca novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, menandai dan mencatat bagian-bagian yang terdapat unsur pencapaian kebutuhan bertingkat pada tokoh utama dalam novel tersebut. Selanjutnya, teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengklasifikasi data sesuai dengan hierarki kebutuhan bertingkat, (2) mendeskripsikan pencapaian kebutuhan bertingkat tokoh utama, dan (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa tokoh utama, yaitu Hanum dan Rangga, memiliki banyak rintangan dalam memenuhi setiap kebutuhan mereka. Akan tetapi, mereka selalu termotivasi dan terus berusaha untuk memenuhi setiap kebutuhan yang muncul. Oleh karena itu, mereka mampu memenuhi atau mencapai setiap kebutuhan mereka, baik kebutuhan tingkat tinggi maupun kebutuhan tingkat rendah.Kata kunci: pencapaian kebutuhan bertingkat, tokoh utama, novelABSTRACT The research problem is meeting the need for multilevel main character in the novel Bulan Terbelah di Langit Amerika by Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. This research uses a psychological approach to literature and using descriptive qualitative method. The data source of this research is the novel Bulan Terbelah di Langit Amerika by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. Data is collected using library research techniques , that is reading the novel Bulan Terbelah di Langit Amerika by Salsabiela Rais and Rangga Almahendra, marking and record parts that there are elements of achieving the needs storied main character in the novel. Furthermore , data analysis techniques performed by the following steps: (1) classify data according to the multilevel hierarchy of needs, (2) describe the achievement storey main character needs, and (3) draw conclusions. The research proves that the main character, namely Hanum and Rangga, have many hurdles in fulfilling their every need. However, they are always motivated and continue to strive to meet any needs that arise. Therefore, they are able to meet or achieve any of their needs, both high-level needs and the needs of the low level. Keywords: meeting the need for multilevel, the main character, novel
PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS CERPEN PADA KELAS VII SMP NEGERI 17 BANDA ACEH Baidah, Cut Zahratul; Iskandar, Deni; Subhayni, _
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Menyusun Teks Cerpen pada Kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menyusun teks cerpen pada kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik dokumentasi, observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru yang mengajar pada kelas VII-2 berjumlah satu orang dan siswa yang mengikuti pembelajaran pada kelas VII-2 berjumlah 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah membuat RPP untuk materi pembelajaran menyusun teks cerpen. RPP yang dirumuskan guru pada penelitian ini terdiri atas dua KD (Kompetensi Dasar). Guru mengaplikasikan pembelajaran menyusun teks cerpen dalam 4 x 40 menit. RPP yang di rancang guru bidang studi bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh sudah lengkap dan sesuai dengan komponen pengembangan RPP. Namun, ada satu komponen yang masih belum sempurna, yaitu komponen penilaian. Guru tidak memaparkan penilaiaan kognitif dan psikomotorik untuk KD menyusun teks cerpen. Pelaksanaan pembelajaran menyusun teks cerpen sudah berjalan sesuai dengan kurikulum 2013 dan guru terlihat baik dalam mengaplikasikan ketiga kegiatan tersebut. Guru menggunakan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran inkuiri, dan discovery learning. Sedangkan metode/strategi pembelajaran yang digunakan adalah, demontrasi, diskusi, dan penugasan. Media yang digunakan adalah video “Bawang Putih dan Bawang Merah”, alat yang digunakan yaitu kertas plano warna, laptop, dan projektor. Evaluasi pertemuan pertama adalah evaluasi proses pembelajaran, sedangkan pada pertemuan kedua guru mengandalkan evaluasi pada hasil pembelajaran siswa. Kata Kunci : Pembelajaran, Menyusun, Teks Cerita Pendek ABSTRACT This study entitled "Learning Develop Text Short Story in Class VII SMP Negeri 17 Banda Aceh". This study aimed to describe the planning, implementation, and evaluation of learning compose the text stories in class VII SMP Negeri 17 Banda Aceh. Data collection techniques used in the form of technical documentation, observations, questionnaires and interviews. Data analysis technique used is descriptive qualitative. The data source of this research is the teachers who teach the class VII-2 is one person, and students who take the learning in class VII-2 totaling 29 people. The results showed that the teacher had made lesson plans for learning materials compose the text of stories. RPP formulated teachers in this study consists of two KD (Basic Competence). Teachers applying lessons compose text stories in the 4 x 40 minutes. RPP is designed Indonesian studies teachers in class VII SMP Negeri 17 Banda Aceh is complete and in accordance with the RPP development component. However, there is one component that is still not perfect, the components of the assessment. Teachers do not expose penilaiaan cognitive and psychomotor to KD compose the text of stories. Text compose short stories implementation of learning is going according to the curriculum in 2013 and the teacher looks good in applying the three of these activities. Teachers use a scientific approach to inquiry learning model, and discovery learning. While the methods / learning strategies used are, demonstrations, discussions and assignments. The medium used is the video "Garlic and Shallot", the tools used are color display paper, laptops, and projectors. Evaluation of the first meeting is the evaluation of the learning process, while at the second meeting of teachers rely on the evaluation of student learning outcomes.Keywords: Teaching, Composing, Text Short Story
DEIKSIS DALAM ANTOLOGI CERPEN PEMBUNUH KETUJUH KARYA HERMAN RN Sri Raihanny; Wildan wildan; Yusri Yusuf
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2017): Jurnal PBSI Oktober 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.359 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Deiksis dalam antologi cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu apa saja yang terdapat dalam antologi cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN? (2) Bagaimana deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu yang terdapat dalam antologi cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN?Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu yang terdapat dalam antologi cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN. (2) Mendeskripsikan deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu yang terdapat dalam antologi cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi literatur. Analisis data dilakukan dengan empat proses yaitu reduksi data, penyajian data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu dalam antologi cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN dan juga menunjukkan bahwa bentuk-bentuk deiksis persona, deksis tempat dan deksis waktu yang ditemukan sangat beragam. Deiksis persona terdiri dari persona pertama, kedua, dan ketiga, baik tunggal maupun jamak. Deiksis tempat terdiri dari deiksis tempat yang proksimal (dekat), semi-proksimal (agak jauh), maupun distal (jauh), deiksis tempat bentuk verba, dan deiksis tempat pronomina demonstratif. Deiksis waktu terdiri dari deiksis waktu yang menyatakan waktu lampau, waktu kini, waktu yang akan datang, dan waktu frekuensitatif.Kata kunci: deiksis, antologi cerpen ABSTRACT This study entitled "Deiksis in the anthology of the short story of the Seventh Killer of Herman RN". The formulation of the problem in this research is (1) Deiksis persona, place deixis, and deiksis what time is contained in anthology of short story of Herman RN's Seventh Killer? (2) How to deixis persona, place deixis, and deixis time contained in the anthology of short story of Herman RN's Seventh Assassin The purpose of this research is (1) Identify the deixis persona, place deixis, and deixis time contained in the anthology of short story The Seventh Killer works Herman RN. (2) Describe the deixis persona, place deixis, and deixis time contained in the anthology of the short story of the Herman RN Seventh Assassin. This research uses qualitative approach and descriptive research type. Data collection was done by literature study technique. Data analysis is done by four process that is data reduction, data presentation, data analysis, and conclusion. The results of this study describe the deixis persona, place deixis, and deixis time in the anthology of the short stories of the Herman RN Seventh Assassin and also show that the dexterical forms of persona, the deksis of time and the time deksis found are very diverse. Deiksis persona consists of the first person, second, and third, both singular and plural. Deiksis place consists of the proximal (near), semi-proximal (distant), distal (distant) deixis, the deixis where the verb forms, and the dextis of the demonstrative pronomina. Deiksis time consists of the deixis of time that states the past, the present, the time to come, and the time frequency.Keywords: deiksis, short story anthology
PENGGUNAAN METODE PRACTICE-REHEARSAL-PAIRS DALAM MENYUSUN PETUNJUK MELAKUKAN SESUATU OLEH SISWA KELAS VIII SMPN 1 UNGGUL SUKAMAKMUR Ekawati Ekawati; Saifuddin Mahmud; Muhammad Iqbal
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal PBSI Januari 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.006 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Penggunaan Metode Practice-Rehearsal-Pairs dalam Menyusun Petunjuk Melakukan Sesuatu oleh Siswa Kelas VIII SMPN 1 Unggul Sukamakmur”. Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode PRP dalam menyusun petunjuk melakukan sesuatu oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Unggul Sukamakmur (2) Bagaimanakah proses pembelajaran dengan menggunakan metode PRP dalam menyusun petunjuk melakukan sesuatu oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Unggul Sukamakmur (3) Bagaimanakah hasil pembelajaran dengan menggunakan metode PRP dalam menyusun petunjuk melakukan sesuatu oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Unggul Sukamakmur. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Teknik analisis data penelitian ini (1) Guru menyusun RPP sesuai dengan metode PRP (2) Menganalisis proses belajar-mengajar, langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan pelaksanaan langkah-langkah yang dilalui pada RPP. Tahap proses pembelajaran diamati melalui lembar pengamatan (3) Hasil pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru menyusun RPP sesuai dengan langkah-langkah metode PRP. Pelaksanaan proses pembelajaran dengan metode PRP berjalan dengan terorganisasi dan telah sesuai dengan RPP yang telah dibuat guru serta dapat membuat siswa menjadi aktif dan antusias dalam proses pembelajaran menyusun petunjuk melakukan sesuatu.  Hasil pembelajaran yang dilakukan guru dalam pembelajaran menyusun petunjuk melakukan sesuatu dengan menggunakan metode PRP memenuhi nilai KKM, yaitu 70.Kata kunci: Metode Practice-Rehearsal-Pairs, menyusun petunjuk melakukan sesuatu     ABSTRACT This study, entitled "Method of Use Practice-Rehearsal-Pairs in Developing Guidelines Do Something by Grade SMPN 1 Superior Sukamakmur". The formulation of the problem is (1) How the lesson plan by using PRP in preparing instructions to do something by the students of class VIII SMPN 1 Superior Sukamakmur (2) What is the process of learning by using PRP in preparing instructions to do something by the students of class VIII SMPN 1 Superior Sukamakmur (3) How can learning outcomes by using PRP in preparing instructions to do something by class VIII SMPN 1 Superior Sukamakmur. Data collection techniques used in this study is observation. This research data analysis techniques (1) Teachers prepare lesson plans in accordance with the method of PRP (2) to analyze the teaching and learning process, learning steps in accordance with the implementation of the measures passed in the RPP. Stage of the learning process is observed through the observation sheet (3) Results of learning. These results indicate that teachers write lesson plans in accordance with the steps PRP method. The process of learning to walk with the PRP method and has been organized in accordance with the RPP have been made and the teachers can make students become active and enthusiastic in the learning process constitutes evidence do something. Learning outcomes conducted teacher in preparing the instructions to do something using PRP meet the KKM, which is 70Keywords: methods Practice-Rehearsal-Pairs, prepared a manual for doing something
ANALISIS IMPLIKATUR DALAM SERIAL FILM EUMPANG BREUH Osyanda Rahayu; Ramli Ramli; Rajab Bahry
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Jurnal PBSI Oktober 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.642 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Implikatur dalam Serial Film Eumpang Breuh”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan makna implikatur berbahasa Aceh dalam serial film Eumpang Breuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, teknik dokumentasi dan teknik catat. Sumber data penelitian ini adalah film Eumpang Breuh serial 1,5,9, dan 13. Teknik penganalisisan data menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan mendeskripsikan fakta-fakta dan menganalisisnya dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa makna implikatur percakapan dalam serial film Eumpang Breuh yang terealisasi dengan memerhatikan konteks yang melingkupi tuturan adalah (1) bermakna menyampaikan informasi, (2) bermakna meremehkan, (3) bermakna sindiran, (4) bermakna memerintah, (5) bermakna memprotes, (6) bermakna memengaruhi, (7) bermakna meminta, (8) bermakna mengancam, (9) bermakna menyatakan kekaguman, (10) bermakna menyatakan keprihatinan, (11) bermakna menyatakan rasa sedih dan kecewa, dan (12) bermakna menyatakan kekesalan..Kata kunci: Implikatur, makna kontekstual, film eumpang breuh ABSTRACT This study entitled "Implicature Analysis of   Eumpang Breuh Movie ". This study aims to discover and describe the implicatures meaning of language in Empang Breuh  Movie.. This study used descriptive qualitative method. Data collected by the technique seeing, documenting  andnote taking. The data source of this research is Eumpang Breuh movie serial 1, 5,9, and 13. The technique of analyzing data using descriptive method which is done by describing  and analyzing the facts that were conducted by  content analysis techniques. The results of this study prove that the meaning of conversational implicature in the  Empang Breuh  serial movie  realized by considering the conctent which embrace the speech,  namely (1) convey meaningful information , (2)underestimating (3)  allusioning, (4) reigning  (5) fulminating, (6) influencing, (7) requesting, (8) s threatening, (9) admiring, (10) concerning, (11) expressing sadnees and dissapoinment (12) and frustatingKeywords: Implicature, contextual meaning,  Eumpang Breuh movie

Page 1 of 15 | Total Record : 149