cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
NOZZLE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
PERFORMA MESIN PENGOLAH SAMPAH TPA MENJADI BAHAN BAKAR REFUSE DERIVED FUELS DENGAN METODE SIX SIGMA DMAIC Farid - Mujayyin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2400

Abstract

Teknologi pengolah sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuels) merupakan teknologi eksplorasi potensial material baru, alat tersebut diciptakan untuk memilah, memproses, dan mencacah tumpukan sampah TPA sampai menjadi alternatif bahan bakar. Terdapat mesin shredder pada bagian pengolah RDF yang sering mengalami kerusakan akibat sampah basah yang masuk pada mesin shredder sehingga proses produksi menurun.   Sehingga dibutuhkan peningkatan kinerja mesin shredder untuk meningkatkan laju produksi bahan bakar RDF dengan menerapkan maintenance pada metode Six Sigma DMAIC yang meliputi define menentukan problem yang ada di pengolahan sampah, measure mengukur performa mesin melalui pengecekan standart operation, getaran, suara, kelurusan komponen dan menghitung nilai OEE (overall Effectiveness Equipment) rata-rata efektifitas mesin. Analyze menentukan penyebab utama kerusakan pada mesin pengolah sampah dengan diagram fishbone yaitu pemilahan dan kondisi shredder, Improve menentukan perbaikan-perbaikan dan meningkatan laju produksi RDF. Control memonitor proses manufaktur material sampah masuk ke mesin pengolah sampai pada finishing produk RDF berdiameter 25 mm. Peningkatkan performa pada laju proses produksi RDF dapat ditingkatkan nilai OEE pasca dilakukan perbaikan  sebesar 77,34% sehingga ada kenaikan sebesar 62,34% dari nilai OEE sebelumnya.
ANALISIS PENGARUH HOLDING TIME TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA ST 41 PADA PROSES CARBURIZING UNTUK PEMBUATAN CHUCK MESIN CNC LATHE Nur Aidi Ariyanto; Reza Arfi Faisal; Ahmad Faoji
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2411

Abstract

Di dunia industri pada komponen chuck mesin CNC sangat rentan mengalami kerusakan disebabkan terjadinya salah pemrograman yang bisa menyebabkan terjadi benturan antara tool dengan chuck mesin. Biaya produksi pembuatan chuck original relatif mahal dan di pasaranpun komponen ini relatif sulit di dapatkan. Hal ini tentu menghambat proses produksi. Chuck mesin CNC di buat dari material khusus yang kuat dan ulet, ketika terjadi benturan maka chuk tidak langsung patah, hanya terjadi perubahan bentuk dan ukuran. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pengujian Carburizing material baja ST 41 dengan variasi parameter waktu penahanan (Holding Time) 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Setelah pengujian spesimen carburizing dilakukan uji kekerasan. Hasil dari penelitian ini didapat parameter pengujian kekerasan tertinggi pada spesimen dengan variasi waktu penahanan 60 menit dengan nilai kekerasan sebesar 167 HB. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pengerasan material terpengaruh oleh parameter waktu penahanan (Holding Time) dengan suhu pemanasan tetap.
DESAIN MESIN CNC ROUTER 3 AXIS BERBANTU PERANGKAT LUNAK AUTODESK INVENTOR Andre Budhi Hendrawan; M. Taufik Qurohman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2412

Abstract

Seiring dengan berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya pengrajin ukiran di berbagai daerah di Indonesia, dalam produksinya masih ada beberapa kendala, membutuhkan waktu yang lama untuk membuat kerajinan tangan secara manual. Penggunaan teknologi di masyarakat memiliki dampak yang sangat luas dan juga mempengaruhi industri kecil dan menengah, terutama yang masih menggunakan peralatan konvensional atau bahkan masih menggunakan peralatan tradisional dan manual. Hasil dari kombinasi teknologi komputer dan teknologi mekanik ini kemudian disebut CNC (Computer Numerically Controlled). Router CNC memiliki fungsi untuk memotong, mengukir dan menandai. Dan untuk merancang perancangan mesin router CNC menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor, dalam merancang ada empat tahap yang harus dilalui dalam desain proses gambar 2D pertama, yang kedua adalah penggambaran 3D, yang ketiga merakit bagian yang selesai dan terakhir adalah proses pembuatan gambar menjadi gambar animasi yang bisa bergerak.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN TERHADAP PENGGILINGAN BONGGOL JAGUNG DAN HASIL PENGOLAHAN Drajat Samyono; Syaefani Arif Romadhon
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2413

Abstract

Dengan kemajuan teknologi industri rumah tangga sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya petani dalam pengolahan hasil pertanian contohnya jagung, selain itu sebagai salah satu makanan pokok juga dapat di manfaatkan sebagai salah satu bahan baku industri pangan seperti diolah menjadi minyak nabati, margarin, maizena, kue dan jagung juga sebagai makanan produksi jagung harus ditingkatkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan usaha ternak dan industri. Tujuan untuk menentukan Rpm mana yang lebih baik antara tiga kombinasi pulley untuk digunakan pada mesin penggiling bonggol jagung. Metode pengujian menggunakan metode eksperimen yaitu dengan cara merubah variasi pulley pada mesin penggerak dengan diameter 152 mm, 178 mm, 203 mm dan ukuran diameter pulley pada mesin yang digerakkan 58 mm dan masing-masing selama 10 menit, kemudian catat hasil konsumsi bahan bakar dan hasil pengilingan yang paling efisien. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa hasil penggilingan dengan menggunakan variasi pulley mesin penggerak diameter 152 mm selama 10 menit dengan kecepatan mesin 2000 Rpm dengan hasil konsumsi bahan bakar 100 ml dan hasil penggilingan 3 ons sedangkan hasil penggilingan dengan menggunakan variasi pulley mesin penggerak diameter 178 mm selama 10 menit dengan kecepatan mesin 2000 Rpm konsumsi bahan bakar 110 ml dan hasil penggilingan 4 ons. Untuk pulley berdiameter 203 mm selama 10 menit dengan kecepatan mesin 2000 Rpm konsumsi bahan bakar 90 ml dan  didapatkan hasil penggilingan 9 ons.
PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP WAKTU PENGEBORAN DENGAN MATERIAL ALUMINIUM AL 6063 PADA MESIN BOR DUDUK Amin Nur Akhmadi; Ratih Wulandari
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2414

Abstract

Proses drill dimaksudkan sebagai proses pembuatan lubang bulat dengan menggunakan mata bor (twist drill). Mesin bor merupakan mesin yang digunakan untuk membuat lubang pada suatu benda kerja. Pada umumnya mesin bor ini terdiri dari beberapa bagian diantaranya, mata bor, dudukan, tiang, meja, drill feed handle, spindel dan motor penggerak. Pada proses pengeboran mutlak harus memperhatikan bahan yag akan dibor, jenis mata potong, dan kecepatan yang digunakan. Tuntutan penyelesaian pekerjaan dalam dunia konstruksi semakin lama semakin singkat, terutama dalam pembuatan alat bantu untuk mempercepat pembuatan lubang pada baja konstruksi. Ketika tuntutan jumlah pembuatan lubang pada baja konstruksi yang sangat banyak dan harus diselesaikan dalam waktu yang cepat, maka muncul ide bagaimana agar suatu lubang dapat dibuat dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi rpm terhadap waktu pengeboran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan mesin bor tipe Orange Heavy Duty MD – 16, jenis mata bor HSS diameter 10 mm dan benda kerja plat Aluminium Al 6063. Benda kerja yang digunakan adalah golongan Aluminium tempa. Penelitian ini menggunakan variasi rpm pengeboran. Hasil pengujian pada 432 rpm menghasilkan waktu  126 detik, pada 497 rpm menghasilkan waktu 93 detik, pada 1250 rpm menghasilkan waktu 33 detik, pada 1398 rpm menghasilkan waktu 34 detik dan pada 1484 rpm menghasilkan waktu 25 detik.
PROSES PEMBUATAN MATA PISAU SHREDDER BERBAHAN STAINLESS STEEL 304 PADA MESIN PENCACAH SAMPAH (CRUSHER PLASTIK) Mukhamad Khumaidi Usman; M. Taufik Qurohman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2418

Abstract

Proses pembuatan mata pisau shredder berbahan stainless steel 304 pada mesin pencacah sampah (crusher plastik) merupakan proses yang sangat penting, karena pada mesin pencacah sampah ini mata pisau adalah salah satu komponen yang berfungsi sangat penting, yaitu untuk mencacah plastik-plastik. Untuk menghasilkan mata pisau yang kuat untuk mencacah juga membutuhkan bahan yang kuat dan anti karat yaitu dengan berbahan stainless steel 304. Proses pembuatan mata pisau ini membutuhkan dua langkah karena mata pisau ini harus benar-benar presisi karena berhubungan dengan komponen yang lain untuk di assembly. Langkah yang pertama yaitu membuat desain mata pisau dengan berbantuan aplikasi atutodesk inventor (engineering design and drawing). Langkah yang kedua proses pemesinan menggunakan mesin EDM Wire Cut, karena pada mesin ini sangatlah presisi untuk pengerjaan dan hasilnya. Hasil pembuatan mata pisau ini di peroleh pengukuran kepresisian dari desain mata pisau dan dari hasil mata pisau yang sudah jadi dari proses pemesinan menggunakan mesin EDM Wire Cut, dengan mengukur 3 sisi dari 3 model mata pisau yang di buat. Dan hasil pengukuranya dari sisi ke sisi untuk 3 mata pisau dengan menggunakan jangka sorong digital adalah 27,06 sangat berbeda tipis dengan desainya yaitu berukuran 27,00. Dengan hasil ini mata pisau ini sangat presisi dan bisa digunakan sangat baik.
RANCANG BANGUN HORIZONTAL GAS CUTTING MACHINE UNTUK PEMOTONGAN PIPA Rizal Justian Setiawan; Hari Hidayat; Prabasta Berlian Putra; Hadi Krida Laksana; Putu Iswara Putra
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 2 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i2.2572

Abstract

In the fabrication construction course held at the Fabrication Lab, Mechanical Engineering, Yogyakarta State University, it is necessary to provide workpieces in the form of metal pipe with sizes Ø 4“ to Ø 10". In cutting activity, metal pipe can shift or rotate, so that it is very dangerous for operator who conduct the cutting activity, especially if the pipe cutting activity is conducted using a grinding machine. Due to the condition of a round grinding stone and a cylindrical iron pipe, the case will run the risk of making the grinding machine or iron pipe slip. The use of saw is also less effective and less efficient due to it requires a lot of effort and time [1]. Based on the problems, researchers created the Horizontal Gas Cutting Machine as a tool for cutting iron pipe. The research method in the manufacture of machine used Research and Development (R&D) method. The machine project is conducted in five steps, such as needs analysis step, design, implementation, testing and maintenance. Working drawings on the machine design using Autodesk Inventor application. Production process on the machine includes making frames, casing, pipe support, assembling and painting. The result achieved is the creation of a horizontal gas cutting machine for cutting metal pipes that is able to cut pipes quickly, produces even pipe pieces, has brander features and is easy to operate
ANALISIS DIAGRAM WIND ROSE DI BARON TECHNO PARK Ridwan Budi Prasetyo
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 2 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i2.2683

Abstract

This paper presents the analysis of wind data at KST Baron Techno Park in the form of a wind rose diagram. Wind data analyzed in the 2019 period. The wind data is very important for evaluating wind potential, namely, the production of electricity from wind sources. This is because, KST Baron Techno Park is still experiencing difficulties in obtaining long-term anemometric data and short-term data related to wind speed and wind direction. Even though this is very important for the optimization of the operation and maintenance of the Wind Power Plant (PLTB) which is part of the hybrid electricity system. This is to examine the characteristics of the wind that several times caused damage to the blade until it broke. Making wind rose diagrams using Microsoft Excel. From the analysis, it is known that the wind direction is dominated by the southeast (SE) with a wind speed of 1-4 m/s.
ANALISIS TROUBLESHOOTING ENGINE SEPEDA MOTOR YAMAHA VIXION Rinasa Agistya Anugrah
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 2 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i2.2756

Abstract

Motorcycle engine performance must always be maintained in the best condition. To maintain engine performance can be done with regular maintenance. The troubleshooting step is a reference in performing engine maintenance and repair. This study aims to perform troubleshooting analysis on the Yamaha Vixion engine. The method in this study is the removal, inspection, and reassembly of existing components based on the Yamaha Vixion manual or service manual. The results of the inspection and measurement are compared with the standards in the Yamaha Vixion manual or service manual. This method is used to determine the troubleshooting analysis on the Yamaha Vixion engine. In the component inspection step, the component measurement results are compared with the standard. The result of measuring components that exceed their standard limits or intervals means that the component has been damaged, worn, and or is not suitable for use. Therefore, components that are outside the limits or standard intervals must be repaired or if they cannot be repaired then replaced with new components. Based on the results of existing research, it can be concluded that troubleshooting is a series of systematic activities that include observing symptoms, diagnosing damage, conducting inspections and measurements on systems and components, identifying damage based on the results of inspections and measurements, and determining corrective steps if repairs must be made.
ANALISIS EFISIENSI BAHAN BAKAR TERHADAP MOTOR BENSIN PADA MESIN PENGGILING PADI TYPE CMH 350 Syarifudin Syarif
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 2 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i2.2819

Abstract

The combustion mechanism is strongly influenced by the state of the overall combustion process where the atoms of the components can react with oxygen and form products in the form of gases. If oxygen and hydrocarbon do not mix well, there will be a cracking process in which smoke will appear on the flame. The purpose of this study was to calculate the efficiency of the rice milling machine and determine the quality of the rice produced from the rice milling machine. So that the engine settings are obtained, especially on the appropriate fuel for optimal results. This study uses an experimental method, by doing a comparison of 3 different fuels and 3 different engine speeds. The results of fuel consumption at 2500, 3000, and 3500 rpm using pertalite, Pertamax, and Pertamax turbo fuels, showed that the quality of fuel testing was more efficient on Pertamax turbo fuel because Pertamax turbo fuel consumed 7.33 ml at 2500 rpm, 9.67 ml at 3000 rpm, and 11.67 ml at 3500 rpm. While pertalite fuel consumed 10.67 at ml 2500 rpm, 14.67 at ml 3000 rpm, and 16.33 at 3500 rpm, Pertamax consumed 8.67 ml at 2500 rpm, 11.67 ml at 3000 rpm, 13.67 at 3500 rpm, and 13.67 at 3500 rpm. For the category of the cheapest price on pertalite fuel at IDR 7,650 because Pertamax fuel is IDR 9,850 and Pertamax turbo is IDR 11,200. The results of the fuel test show that of the three fuels that are efficient on Pertamax fuel with 3000 rpm because it affects the milling results. Factors include: The fuel used affects fuel consumption in the form of different octane values and it takes a shorter time to carry out the milling process so that the resulting milling capacity is better.

Page 1 of 12 | Total Record : 119