cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol. 2 No. 1, Mei 2017" : 10 Documents clear
Kematangan Beragama Remaja Akhir Sebagai Pelaku Seksual Pranikah Yudhaprawira, Muhammad Rezha; Uyun, Zahrotul
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4982

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan perilaku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis yang dilakukan tanpa melalui sebuah proses pernikahan secara resmi menurut agama maupun menurut hukum. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku seksual pranikah salah satunya yaitu kematangan beragama yang rendah. Kematangan beragama merupakan suatu keyakinan, kesadaran seseorang untuk menjalani nilainilai moral, agama, yang menjadi dasar dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengetahui dan mendeskripsikan Perilaku seksual pranikah dan kematangan beragama pada remaja akhir. Subjek penelitian ini memiliki karakteristik yaitu a) remaja berusia 18 sampai 21 tahun, b) Mahasiswa, c) sedang berpacaran dan sudah pernah berpacaran. Dalam penelitian ini menggunakan dua metode penelitian, yaitu metode kuesioner terbuka dan wawancara. Dari hasil screening kuesioner terbuka terdapat 107 informan. Selanjutnya dipilih 6 orang untuk menjadi informan dalam metode wawancara. Hasil penelitian ini adalah perilaku berpacaran pada informan yang sedang dan pernah berpacaran yaitu berpegangan tangan, berpelukan, dan berciuman. Dorongan untuk melakukan perilaku seksual pranikah yaitu rasa senang, nyaman, rasa ingin tahu dan adanya kesempatan untuk melakukkan perilaku tersebut. Dari aspek religiusitas atau kematangan beragama yang sudah dilakukan yaitu melaksanakan ibadah wajib serta ibadah sunnah seperti sholat dhuha, sholat tahajud, membaca Al-Quran dan sedekah. Selain itu informan juga sering mengikuti kajian-kajian agama.Kata Kunci : kematangan beragama, perilaku seksual pranikah, remaja
Coping Stres pada Caregiver Pasien Stroke Fajriyati, Yasrin Nur; Asyanti, Setia
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.5460

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Setiap tahunnya, hampir 6 juta orang dari seluruh dunia meninggal akibat stroke. Diperkirakan 25–74% penderita stroke di seluruh dunia membutuhkan bantuan seseorang untuk menjalankan kegiatannya, seseorang yang menyediakan bantuan bagi penderita penyakit kronis seperti stroke disebut caregiver. Dalam merawat pasien stroke muncul berbagai masalah yang harus dihadapi oleh caregiver dan mengakibatkan stres, untuk mengurangi atau menghilangkan stres, caregiver perlu melakukan coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi stres caregiver dan bagaimana bentuk coping caregiver. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan 4 informan utama dan 4 informan pendukung. Informan utama adalah keluarga inti ebagai caregiver utama pasien stroke, sedangkan informan pendukung adalah orang yang dekat dengan caregiver yang mengetahui kegiatan caregiver dalam merawat pasien stroke. Peneliti menggunakan metode wawancara sebagai alat pengumpul data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para caregiver mengalami stres berupa kelelahan fisik, kelelahan psikis, adanya tuntutan dari keluarga serta masalah finansial. Para caregiver menghadapi masalah yang muncul dengan berbagai cara. Terdapat tiga bentuk coping yang berhasil terungkap pada penelitian ini, antara lain coping religius, coping berdasarkan emosi dan coping berdasarkan masalah. Coping yang dipilih dipengaruhi oleh umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, suku & kebudayaan, status ekonomi serta dukungan sosial.Kata kunci : caregiver, stroke, coping stres
Kecenderungan Pembelian Impulsif Online Ditinjau dari Penjelajahan Website yang Bersifat Hedonis dan Jenis Kelamin pada Generasi Y Renanita, Theda
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4457

Abstract

Generasi Y merupakan generasi yang rentan terpapar oleh kemajuan teknologi informasi. Dalam proses transaksi jual beli, generasi Y begitu mudah mengakses informasi. Kondisi ini tentu dapat memberi dampak terhadap pola pembelian yang dilakukan remaja salah satunya adalah pembelian impulsive yang dilakukan secara online. Penelitian ini menguji dua hal yakni apakah pembelian impulsive pada remaja pria dan wanita berbeda. Tujuan kedua adalah menguji korelasi antara penjelajahan website yang bersifat hedonis dengan pembelian impulsive pada generasi Y. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala pembelian impulsif online dan skala penjelajahan website secara hedonis. Subjek yang terlibat berjumlah 84 orang. Analisis menggunakan analisis korelasional untuk menguji hubungan antara penjelajahan website hedonis dengan pembelian impulsive. Uji beda digunakan untuk menguji  perbedaan pembelian impulsif antara pria dan wanita. Dari hasil analisis menunjukkan jika kedua hipotesis diterima. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam pengembangan psikologi konsumen serta dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi pembelian impulsive online melalui penjelajahan website hedonis remaja.Kata kunci : hedonis, generasi y, online, pembelian impulsif 
Peran Daya Juang dengan Prestasi Tahfidzul Quran Murti, Dian Citra; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4983

Abstract

Pencapaian santri dalam prestasi Tahfidzul Qur’an tidaklah mudah. Santri diharapkan mempunyai daya juang yang tinggi agar dapat bertahan dengan kesulitan yang harus dihadapi dalam menghafal Al Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya juang dengan prestasi Tahfidzul Qur’an. Penelitian ini dilakukan di sebuah pondok pesantren yang mengkhususkan pada tahfidzul Qur’an di wilayah Klaten. Subyek penelitian pada penelitian ini berjumlah 60 santri kelas XI yang diambil dengan dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan skala daya juang dan prestasi Tahfidzul Qur’an dengan menggunakan dokumentasi nilai Hifdzul Qur’an. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik Nonparametric Spearman’s rho. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,066 (p) = 0,307 (p>0,05). Yang artinya tidak ada hubungan antara daya juang dengan prestasi Tahfidzul Qur’an. Kata kunci : daya juang, prestasi, tahfidzul Qur’an
Pengaruh Trust Terhadap Berbagi Pengetahuan Melalui Mediasi Komitmen Organisasi pada Dosen Perguruan Tinggi Badar, Ery Faisal; Seniati, Ali Nina Liche
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4459

Abstract

Berbagi pengetahuan merupakan hal dasar dalam sebuah organisasi baik orgnasasi bisnis maupun pendidikan seperti pada Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi adalah organisasi pendidikan dimana knowledge (pengetahuan) banyak diciptakan dan digunakan secara terus menerus dan berkesinambungan. Berbagi pengetahuan tidak hanya dosen kepada mahasiswa tetapi juga kepada sesama kolega. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dosen dalam berbagi pengetahuan. Dosen sebagai salah satu sumber daya Perguruan Tinggi, memilik dua jenis pengetahuan yaitu explicit knowledge (data maupun dokumen) dan juga tacit knowledge (pengetahuan yang bersifat subjektif serta berbasis pengalaman). Dua jenis pengetahuan ini merupakan aset penting dalam organisasi yang harus dikomunikasikan antar individu ataupun organisasi. Hal ini dimaksud agar proses berbagi pengetahuan (knowledge sharing) berjalan baik untuk mendukung berbagai keputusan.  Penciptaan knowledge dalam sebuah organisasi tercapai melalui pemahaman terhadap hubungan proses mengubah tacit knowledge yang ada menjadi pengetahuan yang mudah dikomunikasikan dan mudah didokumentasikan, serta melalui desain proses sosial dengan mengalihkan tacit knowledge ke dalam explicit knowledge untuk menciptakan sebuah knowledge baru.Kegiatan berbagi pengetahuan di dalam sebuah organisasi pendidikan seperti Perguruan Tinggi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti trust dan komitmen organisasi. Trust dan komitmen organisasi mempengaruhi sejauh mana dosen akan berbagi pengetahuan sesama koleganya. Semakin tinggi trust antara dosen danrekan kerja serta komitmen organisasi dalam sebuah organisasi pendidikan, maka akan terdapat kecenderungan yangsangat besar bagi mereka untuk melakukan berbagi pengetahuan. Penelitian ini didasari oleh teori Hoff dan Weenan (2004) untuk berbagi pengetahuan, McAllister (1995) untuk trust, dan Meyer dan Allen (1997) untuk komitmen organisasi.Kata kunci : berbagi pengetahuan, komitmen organisasi, trust
Peran Self Compassion Terhadap Kecerdasan Emosi pada Remaja Tunadaksa Septiyani, Dyah Aprillia; Novitasari, Resnia
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan kecerdasan emosi pada remaja tuna daksa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebagai pengambilan sample subjek, remaja tunadaksa, baik yang memiliki disabilitas dari faktor bawaan maupun karena sebab lainnya (sakit, bencana, kecelakaan)baik laki-laki maupun perempuan dengan kriteria rentang usia 14-20 tahun, melibatkan 40 responden sebagai subjek. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan emosi yaitu Mayer Salovey Caruso Emotional Intelligence Test dan skala self compassion. Skala ini diadministrasikan kepada responden untuk mengungkap variable self compassion dan kecerdasan emosi. Hasil analisis menunjukan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara self compassion dan kecerdasan emosi.Kata kunci : kecerdasan emosi, remaja tunadaksa, self compassion
Teknologi dalam Pendidikan : Literasi Digital dan Self-Directed Learning pada Mahasiswa Skripsi Akbar, Muhammad Firman; Anggaraeni, Filla Dina
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.4458

Abstract

Skripsi merupakan salah satu tanggung jawab dan tugas akhir mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Untuk menyelesaikan tugas tersebut, dibutuhkan kemampuan untuk berinisiatif dalam mengarahkan diri sendiri yang dikenal sebagai Self-directed learning. Salah satu hal yang turut berkontribusi untuk memaksimalkan proses penyelesaian skripsi adalah kompetensi Literasi Digital, yaitu kemampuan untuk memahami serta mengoperasikan teknologi digital secara optimal. Fakultas Psikologi USU, merupakan institusi pendidikan yang juga memberi tuntutan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana. Sejak tahun 2009, Fakultas ini telah aktif menerapkan perangkat digital dalam berbagai proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional dan bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan self-directed learning pada mahasiswa skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan skala literasi digital berdasarkan aspek-aspek literasi digital (Hague&Payton, 2010) dan skala self-directed learning berdasarkan aspek-aspek self-directed learning (Gibbons, 2002). Hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi digital dengan self-directed learning pada mahasiswa skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.Kata kunci : literasi digital, mahasiswa skripsi, self-directed learning
Resiliensi pada Penderita Kanker Serviks Stadium Lanjut Shally, Rayi Dwi Vica; Prasetyaningrum, Juliani
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.3058

Abstract

Kanker serviks pada stadium lanjut merupakan penyakit yang seringkali tidak bisa disembuhkan dan mempunyai perjalanan penyakit kronik yang akhirnya mematikan. Penyakit kanker serviks yang mengakibatkan penderita tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara normal juga menimbulkan perasaan menjadi beban bagi orang lain. Penderita kanker serviks stadium lanjut diharapkan memiliki kemampuan untuk bangkit dan pulih sehingga dapat menjadi motivasi untuk sembuh dan menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mendalami dan mendeskripsikan dinamika resiliensi pada penderita kanker serviks stadium lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data berupa interview, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini diambil informan utama sebanyak 3 orang dengan karakteristik sebagai berikut: 1) Informan usia minimal 40 tahun, 2) Informan didiagnosa menderita kanker serviks stadium lanjut (stadium III-IV), 3) Informan sudah memiliki keturunan. Adapun informan pendukung dalam penelitian ini yaitu keluarga informan utama. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa informan memiliki resiliensi yang baik , informan yakin dapat sembuh dan berusaha agar dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Dinamika pembentukan resiliensi yang dialami masing-masing informan berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan informan untuk bangkit dan bertahan dalam menjalani penyakit yang dideritanya. Informan mengalami sejumlah reaksi seperti shock, encounter, dan retreat. Informan juga merasakan ketakutan akan kematian serta kecemasan akan kondisinya di masa yang akan datang. Faktor-faktor yang turut mendukung pembentukan resiliensi pada informan yaitu keyakinan dan optimisme akan kesembuhan, spiritualitas dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar. Kata kunci : resiliensi, penderita kanker serviks, stadium lanjut
Kapasitas Pengasuhan Orangtua dan Faktor-Faktor Pemungkinnya pada Keluarga Miskin Perkotaan Indira, Pinkan Margaretha
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4433

Abstract

Abstraksi. Anak keluarga miskin perkotaan terlanggar pemenuhan haknya karena cenderung putus sekolah, terlibat kriminalitas, bermasa depan suram, mengulang siklus kemiskinan orangtua (Suyanto, 2013a). Peningkatan kapasitas pengasuhan orangtua mengurangi dampak negatif kemiskinan pada anak. Penelitian bertujuan memotret kapasitas orangtua dan faktor-faktor pemungkinnya. Digunakan pendekatan kualitatif (wawancara, pengamatan dan time-use diary). Partisipan diperoleh melalui case specific sampling. Data diolah dengan initial dan pattern coding. Kredibilitas data menggunakan method triangulation. Ditemukan partisipan masih memiliki sumber daya dan kesempatan untuk menjalankan fungsi pengasuhan bagi anak pada taraf minimal, tetapi penggunaannya belum optimal. Kecukupan gizi anak belum menjadi prioritas. Potensi bahaya fisik dan sosial disadari, tetapi baru dilakukan antisipasi untuk bahaya fisik. Kedekatan emosional pada anak cenderung memanjakan, belum diimbangi dengan disiplin konsisten, pendidikan akhlak diserahkan pada institusi agama. Sekolah adalah hal penting, tetapi orangtua terkendala mendampingi anak belajar. Ada dukungan sosial keluarga besar dan tetangga dalam membesarkan anak. Dibahas juga saran meningkatkan kapasitas pengasuhan orangtua.Kata kunci: faktor-faktor pemungkin, kapasitas pengasuhan orangtua, keluarga miskin perkotaan
Strategi Coping pada Jamaah Haji Tunanetra Hamidah, Hamidah; Anganthi, Nisa Rachmah Nur
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.5438

Abstract

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi setiap umat Islam yang mampu. Sekian banyak muslim dari semua negara akan mendatangi Baitullah pada waktu musim haji. Jamaah haji dengan berbagai macam latar belakang dan kemampuan akan hadir untuk menunaikan ibadah haji ada diantara jamaah haji yang  tunanetra. Banyaknya kegiatan yang harus dilalui oleh jamaah tunanetra di tempat yang baru akan menimbulkan beberapa kesulitan, sehingga dibutuhkan strategi coping yang tepat untuk menanggulangi setiap permasalahan yang datang agar ibadah haji berjalan sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika strategi coping pada jamaah haji tunanetra melalui pendekatan studi kasus. Informan penelitian adalah seorang laki-laki tunanetra berusia 65 tahun yang pernah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian dianalisa dengan bentuk naratif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa  Faktor strategi coping pada jamaah haji tunanetra yaitu psikologis, dan spiritual. Aspek strategi coping pada jamaah haji tunanetra antara lain ihktiar (upaya), kontrol diri, dan dukungan sosial. Bentuk strategi coping yang dominan dilakukan jamaah haji tunanetra adalah mekanisme sabar dan syukur.Kata kunci: haji, strategi coping, tunanetra

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022) Vol. 6 No. 3, 2021 Vol. 6 No. 2, 2021 Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol. 3 No. 1, 2018 Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue