cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol. 3, No. 1, Mei 1999" : 6 Documents clear
PEREMPUAN KARIER DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN PERSPEKTIF TEOLOGI Purwandari, Eny
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4549

Abstract

Dewasa ini pembicaraan tentang perempuan semakin marak. Beberapa perempuan menjadi menteri dalam  Kabinet Indonesia Baru, menjadi anggota DPR/MPR RI, direkris, pegawai negeri, dan lain sebagainya. Posisi perempuan karier yang banyak disandang saat ini memang ada yang pro dan kontra. Perempuan karier ditinjau dari perspektif psikologi merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri dan secara psikis kedudukan ganda perempuan saat ini membawa konsekuensi yang tidak ringan. Dalam tinjauan aspek teologi perempuan karier dari sejarah, ijtihat ulama sampai Al Quran memberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki, walaupun keduanya secara spesifik mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda.
DILEMA IBU BEKERJA Yunita, Rosana Dewi
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i2.4292

Abstract

Saat ini banyak perempuan yang berperan ganda, dimana selain melakukan perkerjaan-pekerjaan rumah tangga juga bekerja diluar rumah untuk berbagai tujuan. Pada dasarnya ibu yang bekerja di luar rumah memiliki banyak manfaat selain pada dirinya sendiri, juga terhadap keluarganya. Namun seringkali masih timbul dilema ataupun konflik diantara mereka. Di satu sisi ada keinginan untuk lebih mengaktualisasikan potensinya, tetapi disisi lain keluarga juga seringkali membutuhkan kehadirannya. Meskipun sering kali keluarga memberi dukungan penuh, tetapi perasaan bersalah seringkali masih muncul. Hal itu antara lain disebabkan karena masih kuatnya pandangan bahwa seorang ibu seharusnya mempunyai waktu lebih banyak untuk keluarganya. 
PEREMPUAN KARIER DAN PERMASALAHANNYA Prasetyaningrum, Juliani
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4550

Abstract

Meskipun secara kuantitas jumlah perempuan yang saat ini bekerja semakin meningkat, namun hal ini tidak diikuti dengan peningkatan peran bidang. Perempuan masih cenderung memilih bidang-bidang kerja yang merupakan kepanjangan tangan dari peran domestiknya seperti: bidan, juru rawat, guru, sekretaris, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih membutuhkan keahlian manual. Ini terjadi karena dibidang tersebut mereka merasa "aman" karena tidak begitu banyak menimbulkan konflik peran. Selain itu motivasi kerja perempuan masih banyak diwarnai oleh faktor sosial budaya yang cenderung patriarkis, sehingga diantara mereka ada yang mengalami takut sukses dan cenderung menghindari sukses agar tidak mendapatkan tekanan sosial.
EQUAL EMPLOYMENT OPPORTUNITY DAN UPAYA PENYETARAAN PERLAKUAN PEKERJA PEREMPUAN Sudinadji, Mhd Bagus
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4546

Abstract

Perusahaan di masa depan tidak dapat menghindari kecenderungan pluralitas dan keberagaman angkatan kerja, khususnya tenaa kerja perempuan. Pekerja perempuan adalah bagian SDM yang pada saat ini penting untuk ditelaah oleh pihak manajemen karena perannya di masa depan akan memberikan kontribusi yang berarti. Data-data laju partisipasi angkatan kerja menurut jenis kelamin menunjukkan porsi pekerja perempuan tumbuh progresif dibandingkan pekerja laki-laki, sementara kebijakan/perlakuan atas peluang peran perempuan masih terdistorsi. Maka sebagai upaya membangun keterlibatan yang tinggi antar tenaga kerja, integrasi penuh serta tercapainya penghormatan-penghargaan yang sama, juga sikap saling belajar di antara pekerja (laki-laki - perempuan), pihak manajemen perlu memulai membangun visi melalui equal empolyment oportunity (EEO).
MENYEIMBANGKAN PERAN PUBLIK DAN PERAN DOMESTIK (Suatu Konsekuensi atas Peran Ganda yang Dipilih oleh Perempuan) Purtojo, Lisnawati R
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4547

Abstract

Fenomena perempuan yang berperan ganda saat ini sudah lumrah terjadi, sehingga terkesan tidak menarik perhatian orang untuk menghayati kesibukannya. Padahal dibalik itu peran ganda membutuhkan kesiapan untuk menjalakannya. Peran ganda menuntut perempuan untuk dapat menyeimbangkannya dengan baik. Walaupun berat menjalankan peran ganda namun tidak berarti perempuan tidak dapat memilih peran ganda tersebut, yang penting adalah melakukan upaya-upaya agar kedua peran tersebut dapat berjalan secara harmonis.
PEREMPUAN DAN HAK REPRODUKSI Patnani, Miwa
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4548

Abstract

Fungsi reproduksi merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki kaum perempuan. Reproduksi merupakan proses yang sangat penting dalam kelangsungan regenerasi umat manusia. Oleh karena perempuan sebagai pengemban utama fungsi reproduksi, maka sudah seharusnya penghargaan yang tinggi diberikan pada kaum perempuan. Pada kenyataannya, perempuan merupakan pihak yang paling rentan terhadap tindak kesewenang-wenangan. Selama ini hak-hak perempuan yang berkaitan dengan fungsi reproduksi belum mendapatkan perhatian yang semestinya. Nasib perempuan yang selalu dipinggirkan tidak bisa dilepaskan dari dominasi kaum laki-laki yang merupakan imbas dari budaya patriakal yang selama ini dianut. Oleh karena itu untuk mengatasi ketimpangan tersebut, pembongkaran budaya merupakan solusi yang paling mungkin untuk dilakukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022) Vol. 6 No. 3, 2021 Vol. 6 No. 2, 2021 Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol. 3 No. 1, 2018 Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue