cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol. 7, No. 1, Mei 2005" : 6 Documents clear
MEMORI IMPLISIT DAN MEMORI EKSPLISIT LANJUT USIA DITINJAU DARI AKTIVITAS DAN TINGKAT PENDIDIKAN Hakim, Siti Nurina; Nuryoto, Sartini
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4641

Abstract

Istilah memori implisit dan eksplisit merupakan konsep-konsep deskriptif yang berkaitan dengan pengalaman psikologis seseorang pada saat mengambil informasi dari memori. Untuk mengukur kedua bentuk ingatan tersebut, dipergunakan suatu bentuk instruksi yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi memori implisit dan memori eksplisit pada usia lanjut ditinjau dari aktivitas dan tingkat pendidikan, apakah kondisi kedua bentuk memori tersebut tetap sama atau terdapat perbedaan dengan aktivitas dan tingkat pendidikan yang berbeda. Subjek penelitian adalah 144 orang lanjut usia. Penentuannya dilakukan dengan cara purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes memori implisit (metode tes word-stem completion dan fragment completion) dan tes memori eksplitsit (metode tes recognition dan free-recall). Analisis data dilakukan dengan Analisis Variansi Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang sangat signifikan dalam memori implisit dengan metode word-stem completion maupun dengan metode fragment completion antara subjek yang beraktivitas rendah, sedang dan tinggi, juga antara subjek yang mempunyai tingkat pendidikan rendah, sedang dan tinggi, (2) ada perbedaan yang sangat signifikan dalam memori eksplisit dengan metode recognition maupun dengan metode free-recall antara subjek yang beraktivitas rendah, sedang dan tinggi, juga antara subjek yang mempunyai tingkat pendidikan rendah, sedang dan tinggi. (3) Tidak ada interaksi antara aktivitas dengan tingkat pendidikan terhadap memori implisit dengan metode word-stem completion maupun dengan metode fragment completion. Ada interaksi antara aktivitas dengan tingkat pendidikan terhadap memori eksplisit dengan metode recognition dan juga dengan metode free-recall. Kesimpulannya adalah bahwa memori implisit dan memori eksplisit lanjut usia performansinya sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan tingkat pendidikannya.
Out Ward Bound Games, Salah Satu Metode Dinamika Kelompok dalam Pengembangan Sumberdaya Manusia Ismara, KI
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4635

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan organisasi sangat ditentukan oleh kohesivitas, kreatifitas, dan asertivitas kerja suatu tim. Tim kerja yang robust and smart tersebut dapat dikembangkan melalui sutau pelatihan yang mengakomodasi berbagai perilaku anggota dalam dinamika kelompok. Salah satu metode pelatihan dinamika kelompok tersebut adalah melalui kegiatan out ward bound games. Tujuan out ward bound games adalah mengembangkan potensi diri agar dapat bekerja secara kelompok dengan dinamis dan berkontribusi positif. Seperti halnya pengembangan kecerdasan emosi, spiritual, adversitas, dan penerapan intelektual diri secara kelompok (ESAI-Q). Spesifikasinya adalah dapat terbangkitnya kemampuan untuk saling pengertian, saling pemahaman dan kerjasama yang sinergis dalam menyelesaikan suatu masalah secara tim dengan kreatif, proaktif, dan asertif. Tujuan tersebut diatas dapat tercapai melalui simulasi dinamika kelompok baik secara afektif, kognitif maupun psikomotorik.berdasarkan hasil meta analisis secara kualitatif terhadap pelaksanaan dinamika kelompok melalui pendekatan out ward bound games pada beberapa organisasi profit dan non profit, ternyata dapat menimbulkan output dan outcomes yang positif. Output yang dihasilkan antara lain adalah dapat mereduksi konflik pribadi, trait dan habit yang dapat berpotensi sebagai hambatan dalam pengembangan produktivitas kerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja secara tim. Outcomes- nya berupa kesedian dan kesadaran terhadap petingnya untuk berubah, serta mau merobah lingkungan kerja melalui penanaman cooperative value yang baru.
Kekerasan dalam Budaya: Pelajaran dari Madura Taufik, taufik
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4642

Abstract

Pengertian kekerasan selalu berbeda bila dihadapkan pada kelompok mana yang dinilai. Perbedaan pengertian kekerasan tersebut sangat terkait dengan budaya yang berlaku. Seperti halnya pada etnis Madura yang dikenal sebagai etnis yang dekat dengan  kekerasan. Berbagai bentuk kekerasan seperti kerusuhan antar etnis banyak didalamnya terkait denga etnis Madura, sehingga kekerasan seakan begitu melekat pada etnis Madura dan menjadi budaya tersendiri. Tulisan ini mencoba menguraikan tentang fenomena kekerasan dalam budaya etnis Madura, yang akan dikupas dalam pendekatan teori belajar sosial.
Identifikasi Faktor – Faktor Test 16 PF yang Mendasari Sifat – Sifat Kepribadian Karyawan Pemkot Surakarta Partini, Partini
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4637

Abstract

Identifikasi faktor – faktor kepribadian dari test 16 PF perlu dilakukan dengat teknik analisis faktor dan sebelum analisis faktor dilakukan, maka test 16 PF harus teruji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor test 16 PF yang mendasari sifat – sifat kepribadian karyawan Pemerintah Kota Surakarta yang mengikuti program “Human Flow Resource” pertama tahun 2000. Sebanyak 268 lembar jawaban subyek, digunakan untuk analisis faktor, sedangkan sebanyak 153 lembar jawaban subyek digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis butir menunjukkan bahwa dari 16 faktor primer, tiga faktor primer diantaranya: Faktor G, Faktor M, dan Faktor Q4, masing – masing terdapat satu butir yang gugur. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa, identifikasi terhadap faktor – faktor menghasilkan 6 faktor baru dengan presentase varians yang dapat dijelaskan 52,347%. Pemberian nama terhadap faktor – faktor baru berdasarkan faktor – faktor yang mendukungnya. Nama – nama faktor baru tersebut sebagai berikut: faktor I adalah progresif; faktor II adalah sosial unadaptive; faktor III adalah wawasan kreatif; faktor IV adalah labilitas emosi; faktor V adalah keyakinan diri; faktor VI adalah kewaspadaan.
Efektivitas Pelatihan untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Anak Sekolah Dasar Kelas 5 Utami, Retno Ritiasih; Nuryoto, Sartini
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan sosial pada anak Sekolah Dasar kelas 5. Sepuluh orang anak yang terseleksi melalui Nominasi Teman Sebaya sebagai anak yang mempunyai keterampilan sosial rendah diikutsertakan dalam pelatihan. Ketrampilan sosial rendah ditandai dengan tingginya tingkat perilaku negatif. Pelatihan meliputi 5 sessi yang dilaksanakan dalam 4 hari: Pencairan, Pengenalan diri dan pemahaman terhadap orang lain. Keterampilan komunikasi verbal, ketrampilan komunikasi non verbal serta keterampilan kerjasama. Metode yang digunakan adalah permainan dana diskusi. Hasil analisis dengan teknik statistik t-test diperoleh nilai t sebesar 8.536 dan p = 0.000 (p≤0.05) menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Ketrampilan sosial efektif untuk meningkatkan ketrampilan sosial anak. 
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAR RUHANIAH DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANJUT USIA Nugraheni, Septiyani Dwi
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4639

Abstract

Kecemasan yang timbul dalam menghadapi kematian muncul karena belum adanya alasan logis dan rasional mengenai bayangan kematian. Kehidupan seorang lanjut usia penuh dengan berbagai perubahan yang sering dipandang sebagai suatu penurunan yang berkonotasi negative, yang membutuhkan suatu kemampuan dalam menghadapi, memahami dan memaknai secara tepat. Kemampuan tersebut biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan ruhaniah, yang bertumpu pada rasa cinta pada Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang negative antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Penelitian dilakukan terhadap lanjut usia yang berada di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Teknik yang digunakan adalah purposive quota sample dan metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan ruhaniah dengan skala kecemasan menghadapi kematian. Hasil analisa data dengan menggunakan korelasi product moment menunjukkan nilai r = -0.400 dengan p = 0.01 yang menunjukkan ada hubungan negative yang sangat signifikan antara kecerdasan ruhaniah dengan kecemasan menghadapi kematian dan mempunyai sumbangan efektif sebesar 16%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan ruhaniah memberikan kontribusi sebesar 16% terhadap pengurangan kecemasan menghadapi kematian. Dengan kata lain, semakin tinggi kecerdasan ruhaniah yang dimiliki, maka semakin rendah kecemasan menghadapi kematian. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022) Vol. 6 No. 3, 2021 Vol. 6 No. 2, 2021 Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol. 3 No. 1, 2018 Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue