cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2, 2018" : 14 Documents clear
Perceived Social Support And Psychological Well-Being Among Interstate Students At Malikussaleh University Adyani, Liza; Suzanna, Ella; Safuwan, Safuwan; Muryali, Muryali
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6591

Abstract

This study aims to examine the relationship between perceived social support and psychological well-being among interstate students at Malikussaleh University, Lhokseumawe. It is hypothesized that there will be positive relationship between perceived social support and psychological well-being. As the second largest state university in Aceh, students at Malikussaleh University come from different parts of Aceh and Indonesia. Thus, it is important to understand their psychological well-being as it will help them to be more satisfied and happy while being a way home. A number of 105 interstate students were participated in this study by answering a set of questionnaire. The questionnaire was provided online by using google docs platform. To obtain deeper meaning of their experiences, 10 students were selected to join focus group discussion (FGD). The collected data were analyzed by using correlation Pearson product moment. The result showed that there wasa positive correlation between  perceived social support  and  psychological well-being with  r  =  0.40  and  p  =  0.000  (p  <0.05). Additional findings from FGD are also included in discussion section.
Perbedaan Depresi Antara Wanita Menopause Yang Masih Bersuami Dan Janda Di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta Setyowati, Rini; Soenarto, Tara Kartika; Karini, Suci Murti
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6584

Abstract

Menopause merupakan fase krisis bagi wanita. Di fase ini, gangguan depresi bisa menyerang wanita menopause.  Perbedaan status perkawinan menjadi salah satu faktor penting dalam menyikapi depresi tersebut. Tujuan penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui apakah terdapat perbedaan depresi  antara wanita menopause yang bersuami dan janda di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta.Populasi penelitian ini adalah wanita yang mengalami menopause alami minimal 1 tahun, tinggal di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta dan berusia 50-65 tahun baik yang masih bersuami maupun yang janda. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 wanita menopause yang bersuami dan 30 wanita menopause yang janda. Pengumpulan data menggunakan skala  adaptasi  BDI-II  (r =0,874), dan data diri responden.Hasil analisis data menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan depresi yang signifikan antara wanita menopause yang bersuami dan janda (thitung =  0,388 < ttabel = 2,002 , p > 0,05). Hasil yang tidak signifikan ini diakibatkan adanya kovariat lain yang memengaruhi variabel depresi, seperti : pendidikan, dan jumlah tanggungan anak.Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan depresi yang signifikan antara wanita menopause yang masih bersuami dan janda di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta.Kata kunci:  Depresi, Menopause, Janda, Bersuami
Cognitive Behavior Therapy untuk Mengubah Pikiran Negatif dan Kecemasan pada Remaja Wahidah, Fatin Rohmah; Adam, Patricia
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6826

Abstract

Orang tua berperan sebagai significant others dalam keluarga bagi anak. Cara orang tua memperlakukan anak dapat mempengaruhi self-esteem anak. Orang tua yang membandingkan anak dengan saudaranya dan terus menerus menyoroti kekurangan anak, akan dapat menurunkan self-esteem anak. Menginjak remaja, anak akan bertemu dengan lingkungan sosial lain selain keluarga dan mendapat banyak pengalaman yang juga mempengaruhi self-esteem anak. Remaja dengan self-esteem yang rendah akan memandang dirinya secara negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas CBT dalam membantu subject mengubah pikiran, keyakinan, dan emosi negatifnya. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis proses intervensi pada subjek. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang mahasiswa, berusia 19 tahun. Meski memiliki IQ superior, fisik yang sehat, keluarga yang berkecukupan, dan nilai IPK yang tergolong baik, rendahnya self-esteem yang dimiliki membuat subjek merasa tidak berharga dan memiliki pandangan negatif tentang dirinya. Cognitive behavior therapy(CBT) dinilai menjadi pendekatan yang tepat untuk digunakan dalam rangka meningkatkan self-esteemnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CBT efektif mengubah pikiran, keyakinan, dan emosi negatif pada subjek. Temuan ini membuktikan efektivitas CBT dalam mengubah pikiran dan keyakinan seseorang. Teknik yang digunakan dalam CBT ini juga terbukti dapat digunakan untuk remaja dengan self-esteem rendah.
Dinamika Psikologis Near-Death Experience Muttaqin, Immamul; Moordiningsih, Moordiningsih
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.5655

Abstract

Sebagian orang pernah mengalami pengalaman dekat dengan kematian atau Near-Death Experience. Pengalaman semacam ini sering kali disebabkan oleh penyakit yang parah, kerusakan organ vital karena kecelakaan, atau keadaan seperti tidak dapat menghidari kematian. Tujuan dari penelitian adalah untuk memahami dinamika psikologis pada orang-orang yang pernah mengalami pengalaman dekat dengan kematian (NDE). Informan pada penelitian ini dipilih secara purposive sampling dengan jumlah informan 6 orang yang memenuhi kriteria penelitian yaitu pernah selamat dalam melawan penyakit yang berisiko kematian atau pernah mengalami kecelakaan parah dan divonis tidak selamat namun bisa  selamat, berusia 17 tahun keatas dan bersedia menjadi informan penelitian. Analisis Dalam penelitian menggunakan matriks, analisis deskriptif berbentuk narasi untuk menjelaskan hasil dari analisis data. Pengalaman dekat dengan kematian menyertakan perubahan secara sikap, aktivitas, dan pemikiran. Peneliti menyimpulkan bahwa pengalaman NDE diawali dengan elemen kognisi sebagai kejadian sesaat sebelum NDE seperti sering melamun, teringat pada orang tua, kemudian terdapat elemen transendental yaitu kejadian yang terjadi pada saat informan mengalami pengalaman NDE seperti bertemu dengan sesosok berjubah putih, melihat cahaya, melihat dirinya sendiri, bertemu kerabat yang telah meninggal lalu diikuti oleh elemen emosi berupa perasaan senang, bahagia, serta memiliki efek sesudah (aftereffect) ikhlas menjalani kehidupan, mampu menerima, dan berkurangnya rasa takut terhadap kematian.
Studi Kualitatif Fenomenologis: Motivasi Memakai Hijab Modis pada Mahasiswa Atmawati, Fitri Dwi; Permadi, Aad Satria
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.4973

Abstract

Hijab merupakan pakaian yang wajib dipakai oleh wanita muslimah.Seiring perkembangannya, hijab tidak lagi dipandang pakaian serba tertutup yang menggambarkan kesan tradisional, monoton dan kuno. Hijab hadir dengan bermacam-macam bahan, warna dan aksesoris sehingga penggunaan hijab tidak  hanya  sebatas  perintah  agama  untuk  menutup  aurat,  namun  juga sebagai simbol wanita muslimah yang mengikuti trend. Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki peraturan yang ditujukan kepada mahasiswa untuk memakai pakaian yang sesuai dengan norma kesopanan, kesusilaan, dan ajaran agama Islam, akan tetapi, banyak mahasiswa yang memakai pakaian yang ketat maupun terawang sehingga menggambarkan bentuk tubuh.Penelitian kualitatif ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan motivasi yang dimiliki oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam memakai hijab modis. Informan penelitian sebanyak 6 orang yang dipilih secara purposive sampling yaitu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang  memakai  hijab  modis  dengan  rentang  usia  19 - 25  tahun.  Teknik analisis data terdapat beberapa tahap yaitu:  a) pengumpulan data, b) tahap reduksi data, c) tahap display data, d) tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian  menunjukan  bahwa  motivasi  dipengaruhi  oleh faktor intrinsik yaitu kurangnya pemahaman terhadap aturan memakai hijab, ketidaksiapan memakai pakaian syar’i, dan rasa nyaman, serta faktor ekstrinsik yaitu konformitas, kebebasan dari orang tua, model pakaian yang bervariasi dan reinforcement berupa pujian.
Pengetahuan Promosi Kesehatan Mental Guru dan Status Kesehatan Mental Siswa di SD Gereja Masehi Injili di Halmahera Pitu-Tobelo, Halmahera Utara Desi, Desi; Anu, Boy Christianto; Ranimpi, Yulius Yusak
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6469

Abstract

memasuki sekolah setiap hari berjuang melawan masalah-masalah emosional, perilaku, dan keluarga yang dapat mempengaruhi belajar mereka dan juga belajar orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan status kesehatan mental siswa SD GMIH Pitu melalui observasi perilaku (social, akademik dan emosional) yang beresiko dan pengetahuan guru terhadap program promosi kesehatan mental di sekolah. Penelitian ini mengunakan tipe penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Pengambilan partisipan dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah 11 guru dan 59 siswa gabungan kelas 4, 5 dan 6. Data observasi perilaku menggunakan kuesioner baku yang berjudul “Social, Academic, and Emotional Behavior Risk Screener (SAEBRS)” yang kemudian diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 25 (42%) siswa terindikasi beresiko mengalami gangguan perilaku sosial, 18 (30%) siswa beresiko mengalami gangguan perilaku akademik dan 49 (83%) siswa beresiko mengalami gangguan emosional dan secara keseluruhan siswa beresiko mengalami gangguan perilaku sebanyak 22 (45%). Untuk data tentang program promosi kesehatan mental diperoleh menggunakan kuesioner “Mental Health Promotion in School: Schoolchildren’s and Families’ Viewpoint”. Hasil yang didapatkan, tidak ditemukannya program promosi kesehatan mental yang diterapkan di sekolah sesuai dengan apa yang menjadi himbauan Menteri kesehatan bersama Menteri Pendidikan RI terkait program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Hal ini dapat disebabkan karena sebanyak 6 (55%) guru termasuk dalam kurang pengetahuan guru mengenai program promosi kesehatan mental anak di sekolah.Dalam konteks pendidikan, orang yang bahagia cenderung mampu mencapai prestasi akademis dan performa yang lebih. Namum demikian, banyak anak-anak 
Bullying Behavior Among Elementary School Students In East Bandung Region Chodijah, Medina
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6057

Abstract

Bullying behavior among school students known as school bullying is rapidly increasing.  Generally, children who are victims of bullying will feel unhappiness, especially when they are in an environment where they are being bullied. This study aims to obtain factual data about the bullying behavior at elementary school children located in East Bandung area. This is a descriptive research with quantitative approach. The number of sample used in this study was 494 children aged between 10-12 years who attend elementary school in East Bandung area. The instruments used in this study are a modified questionnaire from The Children's Happiness Scale and the Illinois Bully Scale. The data obtained then presented in the form of tables and graphs. The results showed that students had been victims of bullying and/or had done bullying in various types and levels. In general, verbal psychological bullying forms are ranked top for both boys and girls, followed by non-verbal psychological bullying and the last is physical bullying.
Perceived Social Support And Psychological Well-Being Among Interstate Students At Malikussaleh University Liza Adyani; Ella Suzanna; Safuwan Safuwan; Muryali Muryali
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6591

Abstract

This study aims to examine the relationship between perceived social support and psychological well-being among interstate students at Malikussaleh University, Lhokseumawe. It is hypothesized that there will be positive relationship between perceived social support and psychological well-being. As the second largest state university in Aceh, students at Malikussaleh University come from different parts of Aceh and Indonesia. Thus, it is important to understand their psychological well-being as it will help them to be more satisfied and happy while being a way home. A number of 105 interstate students were participated in this study by answering a set of questionnaire. The questionnaire was provided online by using google docs platform. To obtain deeper meaning of their experiences, 10 students were selected to join focus group discussion (FGD). The collected data were analyzed by using correlation Pearson product moment. The result showed that there wasa positive correlation between  perceived social support  and  psychological well-being with  r  =  0.40  and  p  =  0.000  (p  0.05). Additional findings from FGD are also included in discussion section.
Perbedaan Depresi Antara Wanita Menopause Yang Masih Bersuami Dan Janda Di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta Rini Setyowati; Tara Kartika Soenarto; Suci Murti Karini
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6584

Abstract

Menopause merupakan fase krisis bagi wanita. Di fase ini, gangguan depresi bisa menyerang wanita menopause.  Perbedaan status perkawinan menjadi salah satu faktor penting dalam menyikapi depresi tersebut. Tujuan penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui apakah terdapat perbedaan depresi  antara wanita menopause yang bersuami dan janda di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta.Populasi penelitian ini adalah wanita yang mengalami menopause alami minimal 1 tahun, tinggal di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta dan berusia 50-65 tahun baik yang masih bersuami maupun yang janda. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 wanita menopause yang bersuami dan 30 wanita menopause yang janda. Pengumpulan data menggunakan skala  adaptasi  BDI-II  (r =0,874), dan data diri responden.Hasil analisis data menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan depresi yang signifikan antara wanita menopause yang bersuami dan janda (thitung =  0,388 ttabel = 2,002 , p 0,05). Hasil yang tidak signifikan ini diakibatkan adanya kovariat lain yang memengaruhi variabel depresi, seperti : pendidikan, dan jumlah tanggungan anak.Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan depresi yang signifikan antara wanita menopause yang masih bersuami dan janda di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta.Kata kunci:  Depresi, Menopause, Janda, Bersuami
Cognitive Behavior Therapy untuk Mengubah Pikiran Negatif dan Kecemasan pada Remaja Fatin Rohmah Wahidah; Patricia Adam
Indigenous Vol. 3 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i2.6826

Abstract

Orang tua berperan sebagai significant others dalam keluarga bagi anak. Cara orang tua memperlakukan anak dapat mempengaruhi self-esteem anak. Orang tua yang membandingkan anak dengan saudaranya dan terus menerus menyoroti kekurangan anak, akan dapat menurunkan self-esteem anak. Menginjak remaja, anak akan bertemu dengan lingkungan sosial lain selain keluarga dan mendapat banyak pengalaman yang juga mempengaruhi self-esteem anak. Remaja dengan self-esteem yang rendah akan memandang dirinya secara negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas CBT dalam membantu subject mengubah pikiran, keyakinan, dan emosi negatifnya. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis proses intervensi pada subjek. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang mahasiswa, berusia 19 tahun. Meski memiliki IQ superior, fisik yang sehat, keluarga yang berkecukupan, dan nilai IPK yang tergolong baik, rendahnya self-esteem yang dimiliki membuat subjek merasa tidak berharga dan memiliki pandangan negatif tentang dirinya. Cognitive behavior therapy(CBT) dinilai menjadi pendekatan yang tepat untuk digunakan dalam rangka meningkatkan self-esteemnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CBT efektif mengubah pikiran, keyakinan, dan emosi negatif pada subjek. Temuan ini membuktikan efektivitas CBT dalam mengubah pikiran dan keyakinan seseorang. Teknik yang digunakan dalam CBT ini juga terbukti dapat digunakan untuk remaja dengan self-esteem rendah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022) Vol. 6 No. 3, 2021 Vol. 6 No. 2, 2021 Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol. 3 No. 1, 2018 Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue