cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1, 2019" : 14 Documents clear
INTENSITAS PENGGUNAAN KOMUNIKASI BERMEDIA DAN KEHANGATAN DALAM PERTEMANAN PADA SISWA SMA DI SURAKARTA Abdillah, Hasan; Andayani, Tri Rejeki; Scarvanovi, Berliana Widi
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7098

Abstract

Kehangatan menjadi salah satu hal yang penting dalam suatu hubungan pertemanan, dengan adanya kehangatan dalam pertemanan seseorang akan lebih mudah dalam bersosialisasi dan menyesuaikan diri. Salah satu hal yang dapat meningkatkan kehangatan dalam pertemanan adalah dengan komunikasi. Komunikasi di era yang modern ini lebih banyak dilakukan melalui smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Sampling yang digunakan dihitung menggunakan formula Isaac dan Michael dan dilakukan dengan multistage cluster random sampling, didapatkan sample 254 siswa dari populasi yang berjumlah 16.692 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Kehangatan dalam Pertemanan (reliabilitas Alpha cronbach=0,836) dan Skala Intensitas Penggunaan Komunikasi Bermedia (reliabilitas Alpha cronbach=0,863). Hasil uji hipotesis dengan analisis regresi linier sederhana didapatkan nilai korelasi (R) sebesar 0,458 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap varibel tergantung sebesar 21%. Sumbangan pengaruh tiap aspek dari varibel bebas terhadap variabel tergantung antara lain durasi berkomunikasi 9,3%, kedalaman pesan saat berkomunikasi 6,4%, keluasan pesan saat berkomunikasi 3,4% dan frekuensi berkomunikasi 1,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Penggunaan komunikasi bermedia dapat membuat pertemanan menjadi lebih hangat ketika komunikasi yang dilakukan berlangsung dalam waktu yang lama dan bersifat mendalam.Kata kunci: intensitas penggunaan komunikasi bermedia, kehangatan dalam pertemanan Warmth is one of important thing in friendship. Warmth will be easier for someone to socialize and adapt with other. Warmth in friendship can be improved by communication. In this modern era, people often use smartphone to communicate with other. This research aims to find out the relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. Sampling technique use Isaac and Michael?s formulas with multistage cluster random sampling obtained 254 students from 16.692 students of population. Instrument used in this research was Warmth in Friendship Scale (Alpha Cronbach?s reliability=0,836) and Intensity of Using Mediated Communication Scale (Alpha Cronbach?s reliability=0,863). Based on hypothesis test result with simple linear regression showed that value of correlation (R) was 0,458 with signification value was 0,000 (p<0,05) and the contribution of the intensity of using mediated communication to warmth in friendship was 21%. Contribution percentage each aspect of independent variable to dependent variable are duration of communication 9,3%, message depth when communicating 6,4%, message extent when communicating 3,4%, and frequency of communication 1,9%. Based on the result of this research, it can be concluded that there is positive relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. The use of mediated communication will improve warmth in friendship when the communication is deeper and the duration is longer. Keyword: intensity of using mediated communication, warmth in friendship
Best Practices in Building Child-Friendly Education: Applying Appropriate Strategy in Teaching English For Young Learners Dewi, Isnain Evilina; Indarsih, Widayati
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.6055

Abstract

Kesiapan Birokrasi Dalam Menerapkan Kebijakan Sistem Kredit Karakter Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta Hidayatulloh, Paksi; Khisbiyah, Yayah
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.5956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan dinamika birokrasi dalam perspektif psikologi sosial/politik/organisasi pada pimpinan universitas dan pimpinan fakultas dalam menerapkan kebijakan sistem kredit karakter mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta.  Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan narasumber pimpinan rektorat yaitu wakil rektor 1 dan kabagmawa, pimpinan fakultas psikologi yaitu dekan dan wakil dekan 3 serta fakultas ilmu kesehatan yaitu wakil dekan 3, katua program studi  keperawatan dan kesejahteraan masyarakat. Pengambilan sampel fakultas diawali dengan komunikasi dengan organisasi mahasiswa di sejumlah fakultas Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam pengambilan keputusan secara institusi, elemen kebijakan mempunyai  peran yang signifikan dalam merancang bangun kurikulum pendidikan. Sinergisitas pemegang kebijakan, lingkungan kebijakan dan sistem kebijakan merupakan unsur yang menguatkan dan dikuatkan. Kebijakan sistem kredit karakter mahasiswa menjadi alternatif kebijakan dalam meningkatkan kemampuan soft skills peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa fragmentasi antar pengambil kebijakan menjadi dinamika organisasi yang harus segera diselesaikan dan adanya korelasi positif dalam aktifitas kemahasiswaan ketika sistem kredit karakter mahasiswa diimplementasikan.
Profil Kepribadian Santri Tahfidzul Qur’an Utami, Dara Aini; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.3053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kepribadian pada santri Tahfidzul Qur?an melalui inventory 16 PF. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 santri yang berusia minimal 16 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode testing dengan alat inventory 16 PF. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Data penelitian dikelompokkan menjadi dua yaitu, profil kepribadian santri laki-laki dan profil kepribadian santri perempuan. Karakteristik kepribadian yang dimiliki oleh para santri secara keseluruhan hampir sama, namun pada santri laki-laki dan perempuan terdapat beberapa factor yang unik. Karakteristik kepribadian yang unik dari santri laki-laki adalah mereka mempunyai factor I (Sensitive) dan factor E (Dominance) yang rendah. Sementara karakteristik kepribadian yang berbeda untuk santri perempuan menunjukkan factor M (Imagination) dan factor Q4 (Tension) yang tinggi. Kata Kunci : Kepribadian, Santri, Tahfidzul Qur?an, 16 PF
Keputusan Menjadi Muslimah Amatullah, Muna Faiza; Rachmah, Nisa; Ariyanto, M. Darojat
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.5654

Abstract

Islam adalah agama terbesar kedua dunia setelah Kristen. Namun pada beberapa tahun terahir populasi muslim mengalami peningkatan yang cukup signifikan.Peningkatan ini tidak hanya disebabkan pertumbuhan penduduk namun juga perpindahan agama atau konversi agama.  Perpindahan tersebut membutuhkan proses pengambilan keputusan yang kompleks.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami proses pengambilan keputusan pada individu yang melakukan konversi agama atau disebut sebagai muallaf. Penelitian ini difokuskan pada muallaf perempuan usia dewasa awal.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan terdiri dari 4 muallaf dengan kriteria 1) perempuan berusia 20-40 tahun; 2) mengikrarkan syahadat tidak lebih dari 3 tahun lalu; 3) keputusan pribadi. Metode pengumpulan data adalah wawancara mendalam. Sedangkan metode analisis data menggunakan metode fenomenlogi Moustakes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pengambilan keputusan menggunakan pendekatan intuitif, karena cenderung cepat dan tidak melewati tahap pemilihan alternatif sedangkan faktor yang mendukung pengambilan keputusan yaitu a) kebermanfaatan untuk diri sendiri; b) keyakinan; (c) kesadaran. 3) Tipe konversi dikelompokkan menjadi 2 yaitu mendadak dan bertahap sedangkan motif konversi dikelompokkan menjadi 3 yaitu motif intelektual, afeksional dan spiritual.
“Saya bersyukur setiap saat” : Bagaimana Kebersyukuran Berhubungan dengan Aktualisasi Diri Nugroho, Indra Prapto; Fatiyyah, Titi
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7077

Abstract

Kondisi lingkungan yang bersifat heterogen terkadang memperhambat mahasiswa perantauan untuk melakukan aktualisasi diri. Pencapaian aktualisasi diri diduga memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri guna mencapai kesehatan psikologis. Salah satu indikator dalam proses aktualisasi diri ialah memberikan apresiasi dan pemaknaan arti hidup yang dapat diprediksikan oleh rasa bersyukur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada atau tidaknya hubungan rasa bersyukur dengan kemampuan mahasiswa perantuan melakukan proses aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi adalah mahasiswa perantauan yang berada disalah satu Universitas di Kota Palembang. Instrumen penelitian menggunakan Self-Actualization Activity Inventory (SAAI) dan The Inventory Of Undergraduates Gratitude (IUG). Hasil pengujian data menunjukan bahwa ada hubungan antara kebersyukuran dengan kemampuan aktualisasi diri pada mahasiswa perantauan (r = 0,460; p = 0,000). Kata Kunci : Aktualisasi Diri, Kebersyukuran, Mahasiswa Perantauan
Apa Harapan Terbesar dalam Hidupmu? Studi Pada Mahasiswa Bugis Makassar Pratama, Bambang; Fitroh, Nurul; Azizah, Andi; Hamka, Ahyar; Kurniawan, Wawan
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.6931

Abstract

Harapan merupakan salah satu emosi positif yang ada pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui makna harapan pada mahasiswa, 2) untuk mengetahui harapan mahasiswa yang belum tercapai, 3) untuk menegetahui harapan terbesar mahasiswa di masa depan. 4) untuk mengetahui langkah yang akan ditempuh untuk mencapai harapan mahasiswa. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 256 mahasiswa (laki-laki=41, perempuan=216), seluruhnya adalah mahasiswa Bugis Makassar dengan melengkapi sebuah kuisioner pertanyaan terbuka. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan open-ended response, melalui kategorisasi open-coded, axial-coded, dan selanjutnya cross-tabulated. Hasil penelitian pun menunjukkan beberapa hal. Pertama,  harapan dimaknai sebagai keinginan yang hendak dicapai. Kedua, harapan mahasiswa yang telah tercapai cenderung mengarah ke bidang pendidikan. Ketiga, harapan terbesar di masa mendatang pada mahasiswa sukses pada jenjang karir. Keempat, mahasiswa akan melangambil langkah untuk belajar demi mencapai harapan-harapan tersebut. Peran harapan menjadi sangat penting bagi mahasiswa Bugis Makassar.   Kata kunci: Harapan, Mahasiswa, Bugis, Makassar
Profil Kepribadian Santri Tahfidzul Qur’an Dara Aini Utami; Wisnu Sri Hertinjung
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.3053

Abstract

Saat ini banyak bermunculan lembaga pendidikan yang menawarkan program khusus menghafal Qur’an yang dikenal dengan istilah Tahfidzul Qur’an. Salah satunya adalah pondok pesantren. Selain menghafal Al-Qur’an, para santri Tahfidzul Qur’an memiliki tanggung jawab moral yang lebih sebagai orang yang dianggap baik akhlak maupun lisannya dalam kehidupan seharihari. Hal ini dikarenakan Al-Qur’an dapat dijadikan pengontrol tingkah laku seseorang, bagaimana seseorang bersikap, bertutur kata serta berkepribadian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor kepribadian pada santri Tahfidzul Qur’an yang diperoleh melalui inventory kepribadian Sixteen Personality Factor (16 PF), yang disusun oleh Raymond B Cattel. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang santri yang berusia minimal 16 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode testing dengan alat inventory 16 PF. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Karakteristik kepribadian yang dimiliki oleh para santri secara keseluruhan hampir sama, namun pada santri laki-laki dan perempuan terdapat beberapa faktor yang unik. Karakteristik kepribadian yang unik dari santri laki-laki adalah mereka mempunyai factor I (Sensitive) dan factor E (Dominance) yang rendah. Sementara karakteristik kepribadian yang berbeda untuk santri perempuan menunjukkan factor M (Imagination) dan factor Q4 (Tension) yang tinggi.Katakunci: kepribadian; santri; tahfidzul qur’an; 16 PF Currently, there are many educational institutions that offer special programs to memorize Qur’an known as Tahfidzul Qur’an. One of them is a boarding school. In addition to memorizing the Qur’an, the Tahfidzul Qur’an students have a greater moral responsibility which are considered good morals nor attitude in everyday life. This is because the Qur’an can be used as control of person’s behavior that influence their personality. This research use a quantitative descriptive method. The purpose of this research is to understand the Tahfidzul Qur’an student’s personality factor. Instrument to asses the personality is Sixteen Personality Factor (16 PF) inventory which was compiled by Raymond B Cattel. The informants are 60 students with 16 years minimum ages. In general, the students has almost similarities personality characteristic. There are some unique and different factors among female and male students. Unique personality characteristics of male students is that they have the factor I (Sensitive) and factor E (dominance) is low. While different personality characteristics of female students show factor M (Imagination) and Q4 factor (Tension) high. Keywords: personality; student; tahfidz qur’an; 16PF
Keputusan Menjadi Muslimah Muna Faiza Amatullah; Nisa Rachmah; M. Darojat Ariyanto
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.5654

Abstract

Islam adalah agama terbesar kedua dunia setelah Kristen. Beberapa tahun terakhir populasi muslim mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan ini tidak hanya disebabkan pertumbuhan penduduk namun juga perpindahan agama atau konversi agama. Perpindahan tersebut membutuhkan proses pengambilan keputusan yang kompleks. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami proses pengambilan keputusan pada individu yang melakukan konversi agama atau disebut sebagai mualaf. Penelitian ini difokuskan pada mualaf perempuan usia dewasa awal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan terdiri dari 4 mualaf dengan kriteria 1) perempuan berusia 20-40 tahun; 2) mengikrarkan syahadat tidak lebih dari 3 tahun lalu; 3) keputusan pribadi. Metode pengumpulan data adalah wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pengambilan keputusan pada keseluruhan informan menggunakan pendekatan intuitif, karena cenderung cepat dan tidak melewati tahap pemilihan alternatif (2) Faktor-faktor yang mendukung proses pengambilan keputusan yaitu (a) kebermanfaatan untuk diri sendiri pada keseluruhan informan; (b) keyakinan pada informan 1 dan 4; (c) kesadaran pada informan 3.Kata kunci: konversi agama; islam; mualaf; pengambilan keputusan; perempuan dewasa awal, Islam is the second largest religion in the world after Christianity, but in the last few years the Muslim population has increased significantly. This increase is not only due to population growth but also conversion. Such transfers require a complex decision making process. The main purpose of this research is to understand the decision-making process of individuals who convert to religion or referred to as converts. This research is focused on converting early adult women. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. The informants consisted of 4 converts with criteria 1) women aged 20-40 years; 2) made the creed no more than 3 years ago; 3) personal decision. The method of data collection is in-depth interview. The results of the study show that (1) the decision-making process of all informants uses an intuitive approach, because it tends to be fast and does not pass through the alternative selection stage (2) Some factors that support the decision-making process are (a) usefulness for oneself to all informants; (b) confidence in informants 1 and 4; (c) awareness of the informant 3.Keywords: converts; decision making; early adult women; slam; religious conversion
“Saya bersyukur setiap saat” : Bagaimana Kebersyukuran Berhubungan dengan Aktualisasi Diri Indra Prapto Nugroho; Titi Fatiyyah
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7077

Abstract

Kondisi lingkungan yang bersifat heterogen terkadang menghambat mahasiswa perantauan untuk mencapai aktualisasi diri. Salah satu indikator dalam mencapai aktualisasi diri ialah memberikan  apresiasi dan pemaknaan arti hidup yang dapat diprediksikan oleh rasa bersyukur. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui hubungan rasa bersyukur dengan aktualisasi diri pada mahasiswa perantuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian diambil dengan teknik incidental sampling dan didapatkan sebanyak 104 mahasiswa perantauan yang berada di salah satu Universitas di Kota Palembang. Instrumen penelitian menggunakan Self-Actualization Activity Inventory (SAAI) dan The Inventory of Undergraduates Gratitude (IUG). Hasil pengujian data dengan menunjukan bahwa ada hubungan positif antara kebersyukuran dengan aktualisasi diri pada mahasiswa perantauan (r= 0,460; p= 0,000). Temuan ini menjelaskan bahwa dalam mencapai aktualisasi diri memerlukan penghargaan terhadap kehidupan dan pengalaman. Kata Kunci : Aktualisasi Diri, Kebersyukuran, Mahasiswa PerantauanThe heterogenity of environmental conditions sometimes prevent overseas students from achieving self-actualization. One indicator in achieving self-actualization is giving appreciation and meaning of life that can be predicted by gratitude. The purpose of this study is to find out the relationship between gratitude and self-actualization in student assistance. This study uses a correlational quantitative method with accidental sampling technique. The research subjects were 104 overseas students who were at one of Universities in Palembang City. The research instrument uses a Self-Actualization Activity Inventory (SAAI) and The Inventory of Undergraduates Gratitude (IUG). The result of testing the data shows that there is a positive relationship between gratitude and self-actualization in overseas students (r= 0.460; p= 0.000). This finding explains that achieving self-actualization requires appreciation of life and experience.Keywords:college students; gratitude; self actualization

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022) Vol. 6 No. 3, 2021 Vol. 6 No. 2, 2021 Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol. 3 No. 1, 2018 Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue