cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2, 2019" : 14 Documents clear
KECENDERUNGAN CINDERELLA COMPLEX ANTARA WANITA BEKERJA DAN WANITA TIDAK BEKERJA DITINJAU DARI HARGA DIRI Hapsari, Atyantari Esti; Priyatama, Aditya Nanda; Kusumawati, Rafika Nur
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6960

Abstract

Setiap wanita baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja dapat memiliki kecenderungan untuk bergantung pada orang lain terutama laki-laki. Hal tersebut ditandai dengan tingginya kebutuhan untuk diberi perlindungan dan pertolongan oleh orang lain. Kecenderungan tersebut dinamakan cinderella complex. Pengambilan keputusan secara mandiri dan tidak menggantungkan kehidupan memerlukan tingkat harga diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja ditinjau dari harga diri di Kelurahan Manding, Temanggung. Data penelitian dikumpulkan melalui skala cinderella complex dan harga diri dengan sampel 118 orang dengan teknik purpossive cluster quota random sampling. Uji hipotesis menggunakan uji parametrik yaitu anova dua arah dan independent sample t test. Hasil uji hipotesis anova dua arah menunjukkan p sebesar 0,006 (p< 0,05), maka terdapat perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja ditinjau dari harga diri di Kelurahan Manding, Temanggung. Uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan independent sample t test memperoleh p sebesar 0,000 (p< 0,05) maka ada perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja di Kelurahan Manding, Temanggung. Terdapat perbedaan harga diri antara wanita bekerja dan tidak bekerja di Kelurahan Manding, Temanggung didasarkan nilai p sebesar 0,000 (p< 0,05).
PENGALAMAN SELF REGULATED LEARNING SISWA UNTUK MENGHADAPI UJIAN Sudinadji, Muh Bagus; Kumaidi, Kumaidi
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7970

Abstract

The completeness of a program in the education unit (in this case secondary school) will end with the holding of an evaluation of learning outcomes or exams, which are school exams and national exams, students will increase their learning activities in preparation for being able to take exams and try to produce satisfying achievements. This study aims to explain students? experiences in practicing self-regulated learning (SRL), which includes students? readiness in an active, constructive process, able to set learning goals, monitor, regulate, and control cognition, motivation, and behavior. This study uses a qualitative approach with data collection methods in the form of a focused group discussion (FGD) and essay writing on seven main informant students, plus interviews with seven supporting informants (subject friends). The informants in this study are students of class XII who have taken the school exams and national exams. The results of this study explain that the experience of SRL in students, in behavior, motivation, and cognitive (learning strategies), still requires an increase in the problem of time management, planning, and targets. Internally, the suitability of SRL is motivated by habits, motivation, and goals, while externally influenced by culture, parenting, and the environment. SRL is a managerial skill in learning because it regulates learning resources so that they can be taught or trained as early as possible to optimize academic skills and academic adjustment of students in the future.Keywords : exam; self-regulated learning; studentKetuntasan suatu program pada satuan pendidikan (dalam hal ini sekolah menengah) akan diakhiri dengan diselenggarakannya evaluasi hasil belajar atau ujian, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional, siswa akan meningkatkan aktivitas belajarnya sebagai persiapan diri untuk dapat mengikuti ujian dan berusaha untuk menghasilkan prestasi yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengalaman siswa dalam mempraktekkan self-regulated learning (SRL), yang meliputi kesiapan siswa dalam proses  yang  aktif,  konstruktif, mampu menetapkan  tujuan belajar, memonitor, mengatur, dan  mengontrol kognisi, motivasi,  serta perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa focused group discussion (FGD) dan tulisan karangan pada tujuh siswa informan utama, ditambah dengan wawancara pada tujuh informan pendukung (sahabat subyek). Informan  dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII yang sudah menjalani ujian sekolah dan ujian nasional. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pengalaman SRL pada siswa, secara perilaku, motivasi, dan kognitif (strategi belajar), masih memerlukan peningkatan pada masalah pengaturan waktu, perencanaan, serta target. Secara internal, kesesuaian SRL dilatarbelakangi oleh kebiasaan, motivasi, dan tujuan, sedangkan secara eksternal dipengaruhi oleh budaya, pola asuh, dan lingkungan. SRL merupakan ketrampilan manajerial dalam belajar karena mengatur sumberdaya belajar sehingga dapat diajarkan atau dilatihkan sedini mungkin untuk mengoptimalkan ketrampilan akademis dan penyesuaian akademis siswa di waktu yang akan datang.Kata kunci: self-regulated learning; siswa; ujian.
TEKNIK MODELING DAN BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMP X SURAKARTA Ratri, Prapti Madyo; Pratisti, Wiwien Dinar
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7730

Abstract

Keluhan guru bimbingan konseling yang utama dan sering disampaikan adalah kurangnya semangat siswa dalam belajar dan kurang menunjukkan motivasi untuk belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan motivasi belajar telah banyak dilakukan dengan menunjukkan hasil yang bervariasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Bimbingan Konseling Kelompok dengan menggunakan model pada peningkatan motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rancangan eksperimen yang digunakan berupa one group pretest-posttest design. Delapan siswa menunjukkan motivasi belajar rendah berdasarkan skala motivasi belajar dipilih menjadi subjek penelitian. Intervensi yang digunakan adalah bimbingan konseling dan bimbingan konseling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji nonparametrik dengan teknik wilcoxon. Hasilnya menunjukkan koefisien sebesar -2,366 dengan taraf signifikansi 0,018 (p< 0,05), yang dapat diartikan bahwa nilai post test lebih besar daripada nilai pre-test sehingga dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar setelah diberikan bimbingan konseling kelompok. kesimpulannya bahwa bimbingan konseling kelompok dengan menggunakan model dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
HUBUNGAN TINGKAT NEUROTISME DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA REMAJA PENGGUNA AKTIF MEDIA SOSIAL Christina, Riska; Yuniardi, Muhammad Salis; Prabowo, Adhyatman
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.8024

Abstract

The massive flow of easily-accessed information in social media has affected teenagers with a high level of neuroticism hard to control their behavior in using social media. As a consequence, they are prone to experience anxiety that other people are engaging in some more fun and valuable activities and that they miss the chance to engage in those activities. This anxiety is known as ?Fear of Missing Out (FoMO)?. This study aimed to investigate the correlation between neuroticism and the Fear of Missing Out among teenagers who actively use social media. This study used a correlational study design with purposive sampling. Subjects of this study were teenagers with a total of 110 between the age of 13-18 that actively use social media in recent months. The instrument used were the Big Five Inventory (BFI) and modified Fear of Missing Out (FoMO) Scale. Data were analyzed using the Pearson Product Moment. Correlation results showed that there was a significant positive correlation between neuroticism and Fear of Missing out (FoMO) scores among teenagers. Coefficient value of the correlation (r) was 0,464 with p = 0,00 < 0,01. It can be concluded, the higher the tendency of the teenagers having neuroticism, the higher risk of experiencing anxiety that other people?s activities are more fun and valuable. The contribution of the neuroticism to the Fear of Missing Out (FoMO) was 21,5%.
KEMAMPUAN SELF REGULATED LEARNING DITINJAU DARI ACHIEVEMENT GOAL DAN KEPRIBADIAN PADA PELAJAR USIA REMAJA Saraswati, Putri
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7209

Abstract

Remaja yang berada dalam lingkungan akademik dan pendidikan memiliki tuntutan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sehingga membutuhkan keterampilan dan kemampuan dalam meregulasi diri sebab akan memengaruhi proses belajarnya, seperti performanya dalam menyelesaikan tugas akademik. Faktor Self Regulated Learning (SRL) dari dalam diri berupa kepribadian dan tujuan khusus (achievement goal) berpengaruh terhadap kemampuannya dalam melakukan regulasi diri dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self regulated learning ditinjau dari kepribadian (OCEAN) dan achievement goal (Mastery dan Performance Orientation) pada pelajar usia remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan cluster random sampling, dengan subjek sebesar 388 siswa SMA baik laki-laki maupun perempuan yang duduk di kelas 1, 2, dan 3. Data yang diperoleh akan diuji dengan menggunakan teknik statistik struktural equation modelling (SEM). Penelitian ini memperoleh hasil bahwa achievement goal berpengaruh terhadap SRL. Hanya kepribadian openess dan conscientiousness yang berpengaruh terhadap SRL.Kata kunci: achievement goals; personality; self regulated learning; youth.Adolescents who are in an academic and educational environment have demands in completing academic tasks so that they need skills and abilities in self-regulation because it will affect their learning process, such as their performance in completing academic assignments. The Self Regulated Learning (SRL) factor of the self in the form of personality and special goals (achievement goal) influences its ability to conduct self-regulation in learning. This study aims to determine the effect of self-regulated learning in terms of personality (OCEAN) and achievement goals (Mastery and Performance Orientation) in adolescent students. The research method used is quantitative, with cluster random sampling, with a subject of 388 high school students both male and female who are sitting in grades 1, 2, and 3. The data obtained will be tested using statistical structural equation modelling (SEM) techniques. This study found that achievement goals had an effect on SRL. Only openess personality and conscientiousness affect SRL.Keywords: achievement goals; personality; self regulated learning; youth.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL PADA STRES AKULTURATIF MAHASISWA ASING DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET Ramania, Bernadeta Pramesi; Andayani, Tri Rejeki; Saniatuzzulfa, Rahmah
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dukungan sosial pada stres akulturatif  mahasiswa asing di Universitas Sebelas Maret (UNS). Populasi dalam penelitian kuantitatif ini berjumlah 111 mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini berjumlah dengan menggunakan teknik incidental sampling dan snowball sampling. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan skala stres akulturatif (reliabilitas 0,913) dan skala dukungan sosial (reliabilitas 0,855). Hasil teknik analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan pada stres akulturatif secara signifikan ditunjukkan dengan nilai Fhitung > Ftabel (8,451>4,05), nilai p 0,006 (p<0,05) dan koefisien korelasi (R) sebesar -0,394. Sumbangan efektif variabel prediktor terhadap variabel kriterium adalah -15,5%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa, dukungan sosial memiliki peran negatif sebanyak 15,5% pada tingkat stres akulturatif pada mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UNS.
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN HUKUMAN CAMBUK DI ACEH Nurbaiti, Nurbaiti; Wahyuni, Wahyuni; Rizki, Makbull; Nisa, Haiyun
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6482

Abstract

Hukuman cambuk sebagai salah satu bentuk hukuman yang ditetapkan dalam Qanunjinayah mendapatkan pandangan yang beragam dari seluruh masyarakat yang dapat dianalisis dalam kajian psikologi. Pandangan yang beragam ini sangat dipengaruhi oleh informasi yang diterima, pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki, serta pengalaman terhadap hukuman cambuk yang akan berpengaruh terhadap perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara dan diskusi kelompok terarah. Responden penelitian ini adalah masyarakat yang berasal dari 3 (tiga) wilayah di Kota Banda Aceh sejumlah 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan hukuman cambuk merupakan sesuatu hal yang dapat memberikan rangsangan dan dampak pembelajaran untuk mencegah terjadinya pelanggaran syariat Islam walaupun diperlukan beberapa tinjauan dan praktik di lapangan sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan di dalam Qanun Jinayat No. 6 Tahun 2014. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi terhadap pemerintah dan pihak-pihak terkait pelaksana hukuman cambuk.
Teknik Modeling dan Bimbingan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Siswa SMP X Surakarta Prapti Madyo Ratri; Wiwien Dinar Pratisti
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7730

Abstract

Keluhan guru bimbingan konseling yang utama dan sering disampaikan adalah kurangnya semangat siswa dalam belajar dan kurang menunjukkan motivasi untuk belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan motivasi belajar telah banyak dilakukan dengan menunjukkan hasil yang bervariasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Bimbingan Konseling Kelompok dengan menggunakan model pada peningkatan motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rancangan eksperimen yang digunakan berupa one group pretest-posttest design. Delapan siswa menunjukkan motivasi belajar rendah berdasarkan skala motivasi belajar dipilih menjadi subjek penelitian. Intervensi yang digunakan adalah bimbingan konseling dan bimbingan konseling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji nonparametrik dengan teknik wilcoxon. Hasilnya menunjukkan koefisien sebesar -2,366 dengan taraf signifikansi 0,018 (p 0,05), yang dapat diartikan bahwa nilai post test lebih besar daripada nilai pre-test sehingga dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar setelah diberikan bimbingan konseling kelompok. kesimpulannya bahwa bimbingan konseling kelompok dengan menggunakan model dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Pengalaman Self Regulated Learning Siswa untuk Menghadapi Ujian Muh Bagus Sudinadji; Kumaidi Kumaidi
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7970

Abstract

The completeness of a program in the education unit (in this case secondary school) will end with the holding of an evaluation of learning outcomes or exams, which are school exams and national exams, students will increase their learning activities in preparation for being able to take exams and try to produce satisfying achievements. This study aims to explain students’ experiences in practicing self-regulated learning (SRL), which includes students’ readiness in an active, constructive process, able to set learning goals, monitor, regulate, and control cognition, motivation, and behavior. This study uses a qualitative approach with data collection methods in the form of a focused group discussion (FGD) and essay writing on seven main informant students, plus interviews with seven supporting informants (subject friends). The informants in this study are students of class XII who have taken the school exams and national exams. The results of this study explain that the experience of SRL in students, in behavior, motivation, and cognitive (learning strategies), still requires an increase in the problem of time management, planning, and targets. Internally, the suitability of SRL is motivated by habits, motivation, and goals, while externally influenced by culture, parenting, and the environment. SRL is a managerial skill in learning because it regulates learning resources so that they can be taught or trained as early as possible to optimize academic skills and academic adjustment of students in the future.Keywords : exam; self-regulated learning; studentKetuntasan suatu program pada satuan pendidikan (dalam hal ini sekolah menengah) akan diakhiri dengan diselenggarakannya evaluasi hasil belajar atau ujian, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional, siswa akan meningkatkan aktivitas belajarnya sebagai persiapan diri untuk dapat mengikuti ujian dan berusaha untuk menghasilkan prestasi yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengalaman siswa dalam mempraktekkan self-regulated learning (SRL), yang meliputi kesiapan siswa dalam proses  yang  aktif,  konstruktif, mampu menetapkan  tujuan belajar, memonitor, mengatur, dan  mengontrol kognisi, motivasi,  serta perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa focused group discussion (FGD) dan tulisan karangan pada tujuh siswa informan utama, ditambah dengan wawancara pada tujuh informan pendukung (sahabat subyek). Informan  dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII yang sudah menjalani ujian sekolah dan ujian nasional. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pengalaman SRL pada siswa, secara perilaku, motivasi, dan kognitif (strategi belajar), masih memerlukan peningkatan pada masalah pengaturan waktu, perencanaan, serta target. Secara internal, kesesuaian SRL dilatarbelakangi oleh kebiasaan, motivasi, dan tujuan, sedangkan secara eksternal dipengaruhi oleh budaya, pola asuh, dan lingkungan. SRL merupakan ketrampilan manajerial dalam belajar karena mengatur sumberdaya belajar sehingga dapat diajarkan atau dilatihkan sedini mungkin untuk mengoptimalkan ketrampilan akademis dan penyesuaian akademis siswa di waktu yang akan datang.Kata kunci: self-regulated learning; siswa; ujian.
Kecenderungan Cinderella Complex Antara Wanita Bekerja dan Wanita Tidak Bekerja Ditinjau dari Harga Diri Atyantari Esti Hapsari; Aditya Nanda Priyatama; Rafika Nur Kusumawati
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6960

Abstract

Setiap wanita baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja dapat memiliki kecenderungan untuk bergantung pada orang lain terutama laki-laki. Hal tersebut ditandai dengan tingginya kebutuhan untuk diberi perlindungan dan pertolongan oleh orang lain. Kecenderungan tersebut dinamakan cinderella complex. Pengambilan keputusan secara mandiri dan tidak menggantungkan kehidupan memerlukan tingkat harga diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja ditinjau dari harga diri di Kelurahan Manding, Temanggung. Data penelitian dikumpulkan melalui skala cinderella complex dan harga diri dengan sampel 118 orang dengan teknik purpossive cluster quota random sampling. Uji hipotesis menggunakan uji parametrik yaitu anova dua arah dan independent sample t test. Hasil uji hipotesis anova dua arah menunjukkan p sebesar 0,006 (p 0,05), maka terdapat perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja ditinjau dari harga diri di Kelurahan Manding, Temanggung. Uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan independent sample t test memperoleh p sebesar 0,000 (p 0,05) maka ada perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja di Kelurahan Manding, Temanggung. Terdapat perbedaan harga diri antara wanita bekerja dan tidak bekerja di Kelurahan Manding, Temanggung didasarkan nilai p sebesar 0,000 (p 0,05).

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022) Vol. 6 No. 3, 2021 Vol. 6 No. 2, 2021 Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol. 3 No. 2, 2018 Vol. 3 No. 1, 2018 Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue