cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
ISSN : 01259008     EISSN : 23018593     DOI : 10.14203
Core Subject : Science,
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi atau yang disebut Jurnal BACA terbit pertama kali tahun 1974. Awal mula naskah terbitan bersifat populer-ilmiah. Namun, seiring dengan adanya tuntutan peningkatan kualitas terbitan sesuai dengan ketentuan akreditasi terbitan berkala ilmiah ditetapkan sebagai jurnal ilmiah (scientific journal). Ruang lingkup naskah Jurnal BACA mencakup bidang dokumentasi, informasi, dan perpustakaan. Sebagai referensi, penulis dapat merujuk ODLIS untuk menentukan subjek atau kata kunci terbitan. Visi: Menjadi Jurnal Ilmiah Bidang Kepustakawanan yang Berkualitas. Misi: Menyebarkan informasi ilmiah yang mutakhir dalam bidang kepustakawanan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Tujuan: Meningkatkan aksesibilitas informasi dan literasi masyarakat dalam bidang kepustakawanan di era global. Bagi pembaca dan penulis yang ingin submit naskah ke jurnal ini, silakan daftar di menu register dan lakukan submit sebagai author. Bantuan redaksi di email: redaksi.pdii@mail.lipi.go.id.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 5 (1995): Desember" : 5 Documents clear
PENYEBARAN INFORMASI MENGGUNAKAN WWW (WORLD WIDE WEB) Sri Mulatsih; Hartiningsih Hartiningsih
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 5 (1995): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.618 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i5.35

Abstract

Media Informasi secara tradisional telah kita kenai dengan menggunakan koran, televisi, radio dan buku referensi. Media informasi tersebut untuk penyebarannya memerlukan penunjang agar informasi tersebut dapat disebarkan secara lutis. Selain penggunaan media tradisional tersebut penyebaran informasi dengan menggunakan jaringan komputer Internet juga berkembang. Salah satu cara penyebaran informasi dengan menggunakan aplikasi WWW (World Wide Web) yang mempunyai kemampuan menggabungkan gambar, text dan suara secara interaktif. Pada tulisan ini akan dibahas tentang kemampuan, penggunaan dan pengembangan server WWW.
PERANAN PERPUSTAKAAN KELILING DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN INFORMASI DI PEDESAAN Suherman Suherman
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 5 (1995): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.718 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i5.36

Abstract

Perpustakaan keliling yang beroperasi di wilayah pedesaan merupakan perpanjangan tangan dari kegiatan operasional Perpustakaan Daerah. lni berarti pula bahwa sumber daya koleksi bahan pustaka yang ada di Perpustakaan Daerah pada setiap ibu kota propinsi juga dapat dinikmati oleh masyarakat yang ada di pedesaan melaluijasa pelayanan perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling yang dikelola secara benar dan profesional merupakan aset pembangunan yang di masa datang tentunya akan dapat memberikan sumbangan yang besar bagi pembangunan. Betapa tidak, perpustakaan keliling merupakan salah satu faktor penunjang pendidikan formal yang berkembang pesat dari hari ke hari, apalagi saat ini kesadaran warga masyarakat untuk mendidik dan mencerdaskan putra-putrinya semakin tinggi.
KARIER PUSTAKAWAN DI MASA DEPAN Ika Atman Satya
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 5 (1995): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.215 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i5.37

Abstract

Apabila pertanyaan tentang cita-cita diajukan kepada siswa-siswa Sekolah Dasar, dapat diduga bahwa tidak seorangpun dari mereka yang memiliki cita-cita menjadi pustakawan. Mungkin mereka juga belum mengetahui keberadaan perpustakaan dan kegunaannya. Di kalangan para pencari kerja, banyak juga yang belum mengetahui profesi pustakawan. Mereka yang sudah mengetahui juga belum tentu bersedia bekerja di perpustakaan sebagai pustakawan. Bekerja sebagai pustakawan nampaknya masih merupakan pilihan terakhir. Ini menunjukkan bahwa jenis pekerjaan pustakawan belum dikenal masyarakat sebagai suatu profesi. Pustakawan yang saat kini sangat aktif, belum tentu sejak awalnya telah mengenal, memahami, dan menyukai profesi pustakawan. Penulis sendiri merasa pernah "terjebak" dengan pekerjaan ini. Namun setelah bertugas sebagai pustakawan lebih dari 21 tahun, penulis menyatakan bahwa tugas pustakawan merupakan profesi yang sangat strategis.
KENDALA ALIH TEKNOLOGI DAN ALTERNATIF SOLUSINYA Abdulmanan Abdulmanan
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 5 (1995): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.369 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i5.38

Abstract

Penguasaan teknologi telah mehjadikan suatu negara yang bersangkutan mempunyai keunggulan komparatif atas negara-negara lainnya. Alih teknologi dari negara ,maju ke negara sedang berkembang seringkali baru dalam bentuk teknologi yang relatif sederhana, karena kebanyakan teknologi tinggi masih dirahasiakan, sampai ditemukannya teknologi yang lebih canggih. Kendala pokok alih teknologi dari negara maju ke negara sedang berkembang adalah keterbatasan sumberdaya manusia dan dana.Pihak pemilik paten (hak khusus atas temuan teknologi) bisa memindahkan sebagian atau seluruh haknya kepada pihak lain dengan mengadakan perjanjian yang disebut lisensi (licence agreement). Karena pihak pemegang hak paten atas temuan teknologi berkepentingan agar modal yang ditanamkan di negara sedang berkembang mendapat perlindungan, maka UU Paten dan Merk serta perjanjian lisensi tak boleh diabaikan dalam masalah alih teknologi.Jual beli teknologi bisa mendorong pihak-pihak yang bersangkutan dalam memacu perkembangan temuan teknologi. Pembeli teknologi mempunyai peluang untuk terus mengembangkan teknologi yang sudah dibeli itu sesuai dengan konsepsinya, sementara pihak pemegang paten akan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan teknologi yang dijualnya untuk membuka pasar baru.
PENGALAMAN MENGOLAH BAHAN BUKAN BUKU DOKUMENTASI BERITA "SEPUTAR INDONESIA" DI RCTI Blasius Sudarsono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 5 (1995): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.382 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i5.39

Abstract

Kehadiran bahan pustaka non-book materials (bahan bukan buku) di perpustakaan memperkaya koleksi bahan pustaka dan memungkinkan perpustakaan memberikan pelayanan yang lebih beragam kepada para pemakai jasanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1995 1995


Filter By Issues
All Issue Vol 42, No 2 (2021): Desember Vol 42, No 1 (2021): Juni Vol 41, No 2 (2020): DESEMBER Vol 41, No 1 (2020): JUNI Vol 40, No 2 (2019): Desember Vol 40, No 1 (2019): Juni Vol 39, No 2 (2018): DESEMBER Vol 39, No 1 (2018): Juni Vol 38, No 2 (2017): Desember Vol 38, No 1 (2017): Juni Vol 37, No 2 (2016): Desember Vol 37, No 1 (2016): Juni Vol 37, No 1 (2016): Juni Vol 36, No 2 (2015): Desember Vol 36, No 1 (2015): Juni Vol 35, No 2 (2014): Desember Vol 35, No 1 (2014): Juni Vol 34, No 2 (2013): Desember Vol 34, No 1 (2013): Juni Vol 33, No 2 (2012): Desember Vol 33, No 1 (2012): Juni Vol 31, No 1 (2010): Agustus Vol 30, No 2 (2009): Desember Vol 30, No 1 (2009): Agustus Vol 29, No 1 (2005): Juni Vol 28, No 2 (2004): Desember Vol 28, No 1 (2004): Juni Vol 27, No 2 (2003): Agustus Vol 27, No 1 (2003): April Vol 26, No 1-2 (2001): Maret-Juni Vol 25, No 3-4 (2000): September-Desember Vol 25, No 1-2 (2000): Maret-Juni Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember Vol 24, No 1-2 (1999): Maret-Juni Vol 23, No 4 (1998): Desember Vol 23, No 1-3 (1998): Maret-September Vol 22, No 5-6 (1998): Maret Vol 22, No 3-4 (1997): September Vol 21, No 6 (1997): Maret Vol 22, No 3-4 (1997) Vol 22, No 1-2 (1997) Vol 21, No 5 (1996): Desember Vol 21, No 3-4 (1996): September Vol 21, No 1-2 (1996): Juni Vol 20, No 6 (1996): Maret Vol 21, No 3-4 (1996) Vol 20, No 5 (1995): Desember Vol 20, No 3-4 (1995) Vol 20, No 1-2 (1995): Juni Vol 19, No 6 (1995): Maret Vol 19, No 5 (1994) Vol 19, No 3-4 (1994) Vol 19, No 1-2 (1994): Juni Vol 18, No 5-6 (1993) Vol 18, No 1-2 (1993) Vol 17, No 5-6 (1992) Vol 17, No 3-4 (1992) Vol 17, No 1-2 (1992) Vol 16, No 1-6 (1991) Vol 15, No 5-6 (1990) Vol 15, No 4 (1990) Vol 15, No 3 (1990) Vol 15, No 1-2 (1990) Vol 14, No 3-4 (1989) Vol 14, No 1-2 (1989) Vol 13, No 5-6 (1988) Vol 13, No 3-4 (1988) Vol 13, No 1-2 (1988) Vol 12, No 5-6 (1987) Vol 12, No 3-4 (1987) Vol 11, No 5-6 (1986) Vol 11, No 3-4 (1986) More Issue