cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
ISSN : 01259008     EISSN : 23018593     DOI : 10.14203
Core Subject : Science,
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi atau yang disebut Jurnal BACA terbit pertama kali tahun 1974. Awal mula naskah terbitan bersifat populer-ilmiah. Namun, seiring dengan adanya tuntutan peningkatan kualitas terbitan sesuai dengan ketentuan akreditasi terbitan berkala ilmiah ditetapkan sebagai jurnal ilmiah (scientific journal). Ruang lingkup naskah Jurnal BACA mencakup bidang dokumentasi, informasi, dan perpustakaan. Sebagai referensi, penulis dapat merujuk ODLIS untuk menentukan subjek atau kata kunci terbitan. Visi: Menjadi Jurnal Ilmiah Bidang Kepustakawanan yang Berkualitas. Misi: Menyebarkan informasi ilmiah yang mutakhir dalam bidang kepustakawanan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Tujuan: Meningkatkan aksesibilitas informasi dan literasi masyarakat dalam bidang kepustakawanan di era global. Bagi pembaca dan penulis yang ingin submit naskah ke jurnal ini, silakan daftar di menu register dan lakukan submit sebagai author. Bantuan redaksi di email: redaksi.pdii@mail.lipi.go.id.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 5 (1996): Desember" : 3 Documents clear
DANSA MAUT DENGAN EKSTASI Anne Parlina; Sjaeful Afandi; Rima Octavia
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 21, No 5 (1996): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.085 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v21i5.128

Abstract

Ekstasi menjadi topik yang hangat akhir-akhir ini. Para orang tua bagaikan terhenyak mendengar ramainya penggunaan obat tersebut dikalangan anak-anak muda di diskotikdiskotik. Pada mulanya penggunaannya masih terbatas di kalangan eksklusif, tetapi dengan cepat menyebar tidak hanya di kota metropolitan bahkan sampai ke daerah-daerah. Untunglah aparat pemerintah cepat tanggap dan segera mengambil tindakan dengan cara mengusut/mengejar/menemukanpengedamya dan merazia tempat-tempat hiburan malam yang dicurigai sebagai tempat transaksi ekstasi. Namun persoalan tidak selesai sampai disini. Kurangnya informasi mengenai obat tersebut memungkinkan para muda-mudi mudah tergiur iming-iming pengedar tentang khasiat ekstasi yang aduhai. Sebenamya di balik kenikmatan ekstasi mengintip bahaya maut yang siap menerkam siapapun yang terlena.Berikut ini adalah gambaran sisi-sisi gelap ekstasi yang dialami oleh remaja-remaja di luar negeri khususnya yang terjadi di lnggris dan Amerika, mudah-mudahan dapat menyadarkan para remaja dan orang tua akan bahaya penyalahgunaan ekstasi sebagai "obat dansa".
EKSTASI: OBAT PSIKOTROPIK, MANFAAT & DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN Blasius Sudarsono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 21, No 5 (1996): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.699 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v21i5.129

Abstract

Dewasa ini, ekstasi merupakan obat golongan psikotropik yang paling populer. Efeknya sebagai antidepresi yaitu untuk mengatasi tekanan mental dengan memanfaatkan efek eforianya (menimbulkan kegembiraan). Obat ini banyak dicari orang untuk mengatasi rasa cemas, iekanan mental atau hanya untuk dapat lebih menikmati hiburan di tempat-tempat hiburan malam. Selain ekstasi (3,4-methylenedioxymethamphetamine) banyak lagi obat-obatan yang digolongkan dalam daftar obat psikotropik. Untuk apa sebenamya obat-obat psikotropik itu ? Obat-obat psikotropik ialah obat yang mempengaruhi fungsi psikik, kelakuan atau pengalaman. Psikotropik telah dikenal sejak jaman prasejarah, hanya nama psikotropik baru diperkenalkan sejak timbulnya suatu cabang ilmu farmakologi yaitu psikofarmakologi, yang khususnya mempelajari psikofarmaka atau psikotropik. Psikofarmakologi berkembang dengan pesat sejak ditemukannya alkaloid rauwolfia dan klorpromazin (CPZ) yang temyataefektifuntuk mengobati kelainan kejiwaan. Pengobatan dengan obat-obat psikotropik didasarkan pada pengetahuan empirik. Hal ini dikarenakan patifisiologi penyakit jiwa tidak jelas. Psikotropik hanya mengubah keadaan jiwa penderita, sehingga lebih kooperatif dan dapat menerimapsikoterapi dengan lebih baik.
PENULARAN DAN PENCEGAHAN AIDS Dl INDONESIA Rochani Nani Rahayu; Tupan Tupan; Wahid Nashihuddin
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 21, No 5 (1996): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.66 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v21i5.130

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika serikat pada pria homoseksual di California dan pada tahun 1982 sudah ditemukan pada hemofilia, penerima tranfusi darah, pemakai obat bius secara intravena dan orang yang berhubunganseksual dengan kelompok-kelompok tersebut diatas. AIDS kini te1ah meluas menjadi pandemi dan masalah internasional. Pertambahan kasus yang cepat pada se1uruh penduduk dan penyebarannya kese1uruh negara, serta belum adanya obat dan vaksin yang efektif terhadap AIDS te1ah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Penyebab AIDS ada1ah suatu retro virus yang sejak tahun 1986 disebutHuman Immunodeficiency Virus (HIV) . HIV yang masuk kedalam tubuhakan menyerang sel darah putih, yaitu limposit T4 yang mempunyai peranan penting sebagai pengatur sistem imunitas. HIV mengadakan ikatan dengan CD 4 reseptor yang terdapat pada pennukaan limposit T4. Sekarang diketahui bahwa virus ini dapat langsung merusak sel tubuh yang mempunyai CD4 seperti sel glia yang terdapat pada otak, makrofag dan sel langerhans dikulit, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Suatu enzim, reverse transcriptase mengubah bahan genetik virus (RNA) menjadi DNA yang bisa bedntegrasi dengan sel dari hospes. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengandung genetik menyebabkan infeksi oleh HIV menjadi ireversible dan berlangsung seumur hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 3


Filter by Year

1996 1996


Filter By Issues
All Issue Vol 42, No 2 (2021): Desember Vol 42, No 1 (2021): Juni Vol 41, No 2 (2020): DESEMBER Vol 41, No 1 (2020): JUNI Vol 40, No 2 (2019): Desember Vol 40, No 1 (2019): Juni Vol 39, No 2 (2018): DESEMBER Vol 39, No 1 (2018): Juni Vol 38, No 2 (2017): Desember Vol 38, No 1 (2017): Juni Vol 37, No 2 (2016): Desember Vol 37, No 1 (2016): Juni Vol 37, No 1 (2016): Juni Vol 36, No 2 (2015): Desember Vol 36, No 1 (2015): Juni Vol 35, No 2 (2014): Desember Vol 35, No 1 (2014): Juni Vol 34, No 2 (2013): Desember Vol 34, No 1 (2013): Juni Vol 33, No 2 (2012): Desember Vol 33, No 1 (2012): Juni Vol 31, No 1 (2010): Agustus Vol 30, No 2 (2009): Desember Vol 30, No 1 (2009): Agustus Vol 29, No 1 (2005): Juni Vol 28, No 2 (2004): Desember Vol 28, No 1 (2004): Juni Vol 27, No 2 (2003): Agustus Vol 27, No 1 (2003): April Vol 26, No 1-2 (2001): Maret-Juni Vol 25, No 3-4 (2000): September-Desember Vol 25, No 1-2 (2000): Maret-Juni Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember Vol 24, No 1-2 (1999): Maret-Juni Vol 23, No 4 (1998): Desember Vol 23, No 1-3 (1998): Maret-September Vol 22, No 5-6 (1998): Maret Vol 22, No 3-4 (1997): September Vol 21, No 6 (1997): Maret Vol 22, No 3-4 (1997) Vol 22, No 1-2 (1997) Vol 21, No 5 (1996): Desember Vol 21, No 3-4 (1996): September Vol 21, No 1-2 (1996): Juni Vol 20, No 6 (1996): Maret Vol 21, No 3-4 (1996) Vol 20, No 5 (1995): Desember Vol 20, No 3-4 (1995) Vol 20, No 1-2 (1995): Juni Vol 19, No 6 (1995): Maret Vol 19, No 5 (1994) Vol 19, No 3-4 (1994) Vol 19, No 1-2 (1994): Juni Vol 18, No 5-6 (1993) Vol 18, No 1-2 (1993) Vol 17, No 5-6 (1992) Vol 17, No 3-4 (1992) Vol 17, No 1-2 (1992) Vol 16, No 1-6 (1991) Vol 15, No 5-6 (1990) Vol 15, No 4 (1990) Vol 15, No 3 (1990) Vol 15, No 1-2 (1990) Vol 14, No 3-4 (1989) Vol 14, No 1-2 (1989) Vol 13, No 5-6 (1988) Vol 13, No 3-4 (1988) Vol 13, No 1-2 (1988) Vol 12, No 5-6 (1987) Vol 12, No 3-4 (1987) Vol 11, No 5-6 (1986) Vol 11, No 3-4 (1986) More Issue