cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
ISSN : 01259008     EISSN : 23018593     DOI : 10.14203
Core Subject : Science,
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi atau yang disebut Jurnal BACA terbit pertama kali tahun 1974. Awal mula naskah terbitan bersifat populer-ilmiah. Namun, seiring dengan adanya tuntutan peningkatan kualitas terbitan sesuai dengan ketentuan akreditasi terbitan berkala ilmiah ditetapkan sebagai jurnal ilmiah (scientific journal). Ruang lingkup naskah Jurnal BACA mencakup bidang dokumentasi, informasi, dan perpustakaan. Sebagai referensi, penulis dapat merujuk ODLIS untuk menentukan subjek atau kata kunci terbitan. Visi: Menjadi Jurnal Ilmiah Bidang Kepustakawanan yang Berkualitas. Misi: Menyebarkan informasi ilmiah yang mutakhir dalam bidang kepustakawanan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Tujuan: Meningkatkan aksesibilitas informasi dan literasi masyarakat dalam bidang kepustakawanan di era global. Bagi pembaca dan penulis yang ingin submit naskah ke jurnal ini, silakan daftar di menu register dan lakukan submit sebagai author. Bantuan redaksi di email: redaksi.pdii@mail.lipi.go.id.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember" : 4 Documents clear
TANTANGAN BAGI PENGINDEKS PROFESIONAL DI MASA DEPAN Hendrarta Kusbandarrumsamsi
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.066 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v24i3-4.111

Abstract

Pengindeks, tidak hanya mampu membuat indeks sesuai dengan thesaurus yang dipakainya sebagai acuan (standard), tetapi pengindeks harus mampu menganalisis tingkat kemanfaatan hasil olahannya.Menjelang tahun 2000 ini peranan pengindeks tetap eksis, walaupun teknologi informasi semakin berkembang setiap bulannya. Hal ini disebabkan hasil indeks yang telah dibuat dapat mencakup seluruh permasalahan yang ada dalam suatu pangkalan data, dan user sebagai pemakai informasi tidak perlu harus mendeteksi ulang informasi lain yang berhubungan dengan satu topik tertentu (tidak seperti pada foil-text yang selalu ditandai dengan see, see related, atau see also). Upaya untuk menghasilkan indeks yang bermutu harus dilakukan bersamaandengan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia yang ada dan membekali pengindeks dengan pendidikan khusus, sehingga pengindeks Indonesia dapat benar-benar matang sesuai dengan standard pengindeks dunia, apakah sebagai pengindeks terakreditasi atau pengindeks terdaftar.
PENELUSURAN PANGKALAN DATA TEKS BIDANG BIOLOGI Mulni Adelina Bachtar
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.326 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v24i3-4.112

Abstract

Pangkalan data teks bidang biologi molekuler dapat ditelusuri melalui sarana Entrez, Sequence Retrieval System (SRS) dan DBGET. Entrez merupakan pangkalan data terpadu sebagai titik entri penjelajah data secara nyata. Sementara SRS adalah interface yang homogen pada lebih dari 80 pangkalan data biologi sehingga user dapat mneghemat waktu dalam penelusurannya. Sedangkan DBGET menyediakan akses sekitar 20 pangkalan data yang dapat langsung menghubungkan informasi yang dibutuhkan oleh user sebagai tambahan pada daftar hasil penelusuran yang dilakukannya.
PEMANFAATAN SUMBER INFORMASI ELEKTRONIK DI INTERNET OLEH PERPUSTAKAAN Apallidya Sitepu; Cut Armansyah; Rina Sufiani Saary; Rochani Nani Rahayu
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.555 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v24i3-4.113

Abstract

Sumber informasi elektronik di internet banyak yang dapat dimanfaatkan user secara cuma-cuma. Selain informasinya dapat diperoleh dengan cepat, proses akses informasinya merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kendala terhadap masalah pendanaan, pengadaan buku, majalah, dan informasi lain yang dibutuhkan oleh perpustakaan. Namun demikian informasi tersebut harus dikelola ke dalam satu dat&base khusus, sehingga user dapat mengakses informasinya secara cepat dan tepat tanpa terbeban dengan biaya telekomunikasi melalui akses internet.
INFORMASI SEPUTAR EVALUASI RUT Triyono Triyono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.238 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v24i3-4.114

Abstract

Riset Unggulan Terpadu (RUT) merupakan kegiatan riset yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan Sistem Iptek Nasional, dengan memadukan dan mendayagunakan sumberdaya manusia, dana, prasarana dan sarana yang tersedia, serta untuk meningkatkan mutu hasil riset dalam rangka pelaksanaan kegiatan riset unggulan dengan pendanaan yang wajar untuk memecahkan masaiah prioritas pembangunan sesuai dengan PUSNAS RISTEK. Riset Unggulan Terpadu telah berlangsung selama 7 kali, dan Tahun Anggaran 1999/2000 ini memasuki RUT ke VIII. RUT sudah bejalan sejak tahun 1993 dengan pengelola Kantor Menteri Riset dan Teknologi/BPP Teknologi. Mulai tahun 1996, melalui S.K. Menteri Negara Riset dan Teknologi NO. 18/M/Kp/XII/1996 tanggal 25 Desember 1996, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditugasi sebagai pengelola pelaksanaan Riset Unggulan Terpadu (RUT). Selama tujuh tahun pelaksanaan RUT telah terjaring sebanyak 920 topik riset unggulan dan telah memasyarakatkan kebijakan satu pintu Kantor Menteri Negara Riset dan teknologi (KMNRT) dalam memanfaatkan dana APBN sektor 16. Pelaksanaan Program ini dapat diikuti oleh para peneliti dari Lembaga Pemerintah Non Departemen, Badan Penelitian dan pengembangan Departemen dan dari Universitas. Berbagai aturan yang berlaku bagi para peneliti yang mengajukan usulan riset telah diikuti dengan baik, sehingga terdapat keseragaman. Penyempumaan dalam menangani usulan riset masih terus dilakukan mengingat dinamika permasalahan baru selalu timbul, antara lain krisis moneter yang belum kunjung berhenti. Kesulitan memperoleh bahan baku industri, lemahnya daya beli masyarakat terhadap produksi yang dihasilkannya, serta ketersediaan bahan pangan dan obat-obatan yang merupakan kebutuhan dasar manusia menjadi sesuatu hal yang selalu dipertanyakan masyarakat. Kelangkaan bahan baku produksi dan tingginya harga kedua bahan serta kesediaannya dipasar menjadi fokus utama program riset saat ini. Oleh karena itu, bidang/topik RUT saat ini yang merupakan kegiatan-kegiatan riset yang mengarah kepada upaya meningkatkan ketersediaan bahan baku dan bahan penolong sebagai substitusi impor serta pemenuhan bahan pangan dan obat-obatan dalam waktu relatif singkat merupakan prioritas utamalunggulan dalam RUT VIII.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol 42, No 2 (2021): Desember Vol 42, No 1 (2021): Juni Vol 41, No 2 (2020): DESEMBER Vol 41, No 1 (2020): JUNI Vol 40, No 2 (2019): Desember Vol 40, No 1 (2019): Juni Vol 39, No 2 (2018): DESEMBER Vol 39, No 1 (2018): Juni Vol 38, No 2 (2017): Desember Vol 38, No 1 (2017): Juni Vol 37, No 2 (2016): Desember Vol 37, No 1 (2016): Juni Vol 37, No 1 (2016): Juni Vol 36, No 2 (2015): Desember Vol 36, No 1 (2015): Juni Vol 35, No 2 (2014): Desember Vol 35, No 1 (2014): Juni Vol 34, No 2 (2013): Desember Vol 34, No 1 (2013): Juni Vol 33, No 2 (2012): Desember Vol 33, No 1 (2012): Juni Vol 31, No 1 (2010): Agustus Vol 30, No 2 (2009): Desember Vol 30, No 1 (2009): Agustus Vol 29, No 1 (2005): Juni Vol 28, No 2 (2004): Desember Vol 28, No 1 (2004): Juni Vol 27, No 2 (2003): Agustus Vol 27, No 1 (2003): April Vol 26, No 1-2 (2001): Maret-Juni Vol 25, No 3-4 (2000): September-Desember Vol 25, No 1-2 (2000): Maret-Juni Vol 24, No 3-4 (1999): September-Desember Vol 24, No 1-2 (1999): Maret-Juni Vol 23, No 4 (1998): Desember Vol 23, No 1-3 (1998): Maret-September Vol 22, No 5-6 (1998): Maret Vol 22, No 3-4 (1997): September Vol 21, No 6 (1997): Maret Vol 22, No 3-4 (1997) Vol 22, No 1-2 (1997) Vol 21, No 5 (1996): Desember Vol 21, No 3-4 (1996): September Vol 21, No 1-2 (1996): Juni Vol 20, No 6 (1996): Maret Vol 21, No 3-4 (1996) Vol 20, No 5 (1995): Desember Vol 20, No 3-4 (1995) Vol 20, No 1-2 (1995): Juni Vol 19, No 6 (1995): Maret Vol 19, No 5 (1994) Vol 19, No 3-4 (1994) Vol 19, No 1-2 (1994): Juni Vol 18, No 5-6 (1993) Vol 18, No 1-2 (1993) Vol 17, No 5-6 (1992) Vol 17, No 3-4 (1992) Vol 17, No 1-2 (1992) Vol 16, No 1-6 (1991) Vol 15, No 5-6 (1990) Vol 15, No 4 (1990) Vol 15, No 3 (1990) Vol 15, No 1-2 (1990) Vol 14, No 3-4 (1989) Vol 14, No 1-2 (1989) Vol 13, No 5-6 (1988) Vol 13, No 3-4 (1988) Vol 13, No 1-2 (1988) Vol 12, No 5-6 (1987) Vol 12, No 3-4 (1987) Vol 11, No 5-6 (1986) Vol 11, No 3-4 (1986) More Issue