cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam
ISSN : 25033506     EISSN : 25276190     DOI : -
Core Subject : Science,
Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam (E-ISSN: 2527-6190; P-ISSN: 2503-3506) adalah jurnal ilmiah berkala sebagai media desiminasi hasil kerja akademik para peneliti, dosen dan penulis. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah konsepsional dan hasil penelitian seputar Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Islam secara umum dan ditinjau dari berbagai aspeknya. Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam terbit berkala setiap bulan Juni dan Desember. Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Perkembangan Pendidikan Meunasah dan Dayah di Aceh Solichin, Mujianto
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5573.407 KB)

Abstract

Meunasah dan Dayah dalam masa perjalanannya tumbuh seiring perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Aceh yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kebudayaan Islam di wilayah kekuasaan mereka masing-masing. Ini membuktikan bahwa kerajaan-kerajaan Melayu baik di Malaka (Malaysia) maupun di Aceh (Nangroe Aceh Darussalam) memiliki jaringan arkeologi sejarah kebudayaan dan peradaban yang terbentuk berdasarkan motivasi agama dan menjadikan tradisi Melayu sebagai identitas pemersatu mereka. Kehadiran lembaga-lembaga klasik Islam tersebut di atas terus mengalami perluasan secara fungsional, pergeseran sistem karena tuntutan perkembangan zaman, pun juga tuntutan sosial kehidupan masyarakat yang saat ini tidak lagi membutuhkan pemecahan problematika kehidupan melalui ilmu-ilmu agama semata, namun juga integrasi antara agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Memodernisasikan Meunasah dan Dayah sebagai upaya menyelamatkan institusi Islam tua ini agar tidak menjadi “cagar budaya”, tentu bisa belajar dari pengalaman model-model modernisasi madrasah berdasarkan pengalaman Mesir (Masjid-Madrasah-Universitas al-Azhar), Turki (Maktab-Sekolah Remaja-Sekolah perempuan-Sekolah Imam-Khatib), dan Saudi Arabia (Madrasah-Sekolah Hasyimiyah).Meunasah and Dayah in their development along with Islamic kingdoms in Aceh have a strategic role in the formation of Islamic culture in their own territories. This proves that the Malay kingdoms either in Malacca (Malaysia) as well as in Aceh (NAD) had a network of archaeological history of culture and civilization formed based on religious motivation and made the Malay tradition as their unifying identity. The existence of the classical Islamic institutions mentioned above continue to functionally expand and the system shifted because of the demands of the current time. It was also because of the social demands of the society that is no longer in need of solving the problems of life through a mere religious science, but also the integration of religion, science and Technology. To modernize Meunasah and Dayah in an effort to save this old Islamic institutions from becoming "cultural heritage", could certainly be learned from the experience of modernization models of madrasa in Egypt (Mosque-Madrasa-al Azhar University), Turkey (Maktab- Teenagers Schools-Girls Schools-Imam Schools-Khatib), and Saudi Arabia (Madrasah-Hashimiyah schools).
Pola Pendidikan Karakter Dengan Konsep Spiritualisasi Pendidikan: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Tempurrejo Ngawi Nasihuddin, M.
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3274.277 KB)

Abstract

Abstrak: Situasi krisis spiritual dan moral pelajar pasca-reformasi menunjukkan bahwa kompetensi moral dan spiritual yang diproses melalui sekolah dengan berbagai pengembangannya belum menghasilkan kecerdasan moral dan kecerdasan spiritual yang diharapkan. Kondisi ini diduga berasal dari verbalisasi budaya yang berkembang dari proses pembelajaran moral dan spiritual yang hanya bersifat tekstual murni. Fenomena dan fakta tersebut menyimpulkan pentingnya pendidikan karakter secara intensif sebagai esensi dari kecerdasan moral dan pembentukan spiritual. Oleh karena itu, kecerdasan moral dan kecerdasan spiritual harus tumbuh dan berkembang melalui pendidikan karakter aplikatif. Pada tahap awal, pelaksanaan pendidikan karakter di tingkat sekolah perlu dilakukan melalui pengkondisian moral yang kemudian berlanjut dengan pelatihan moral. Desain pendidikan karakter sebagaimana di atas berfungsi sebagai alat untuk pengembangan moral peserta didik yang sistemik dengan kompetensi kecerdasan dan karakter.Abstract: Spiritual and moral crisis situation of post-reform students demonstrate competency moral and spiritual competence processed through schooling stool output immature development of moral intelligence and spiritual intelligence  of students. This condition is allegedly originated from the growing culture verbalistic of moral and spiritual learning process merely textual. Phenomenon and the fact, led many to conclude the importance of the character education intensively as the essence of moral intelligence and spiritual formation.  Therefore, moral intelligence and spiritual intelligence must be consciously learned and grown through the applicative character education. In the early stages, the implementation of character education at the level of schooling needs to be done through conditioning moral then continues with moral training. Educational design a character like above serves as a tool for the development of systemic moral eguip learners with the competencies of intelligence and character.
Efektifitas Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Studi tentang Pengembangan pada MTs Negeri Keras Diwek Jombang)
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4155.389 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu yang sangat urgen untuk dilaksanakan, di mana hal ini merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan program madrasah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan telah banyak dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian  Pendidikan Nasional dan Kementrian Agama antara lain melalui pengembangan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya serta pembinaan manajemen madrasah. Dengan mengambil latar penelitian di MTs Negeri Keras Diwek Jombang, penulis berupaya untuk melihat secara objektif melalui research secara mendalam bagaimana implementasi Manajemen Berbasis Sekolah, apakah tujuan yang akan dicapai dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam mengembangkan madrasah, bagaimana efektifitas Manajemen Berbasis Sekolah dalam mengembangkan madrasah dan apakah fakor pendukung dan penghambat serta solusinya dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam mengembangkan madrasah.Improving the quality of education is a very urgent thing to be implemented, which is a process that is integrated with the process of improving the quality of human resources and the development of madrasah program. Improving the quality of human resources through education has been carried out by the government, particularly the Ministry of Education and Culture and the Ministry of Religious Affairs by  developing the curriculum and evaluation system, improving educational facilities, developing and designing teaching materials, conducting training for teachers and other education personnels, and guiding the development madrasa. By conducting a research at MTs. Keras Diwek Jombang, the authors attempted to look objectively through an in-depth research at how the implementation of school-based management is, what objectives to be achieved in the implementation of school-based management to develop the madrasah are, how effective school-based management to develop madrasa is, and what supporting and inhibiting factors and their solutions in the implementation of school-based management to develop the madrasah are.
Perubahan Lingkungan Pendidikan dan Cara Mengantisipasinya (Suatu Kajian Filosofis dalam Pendidikan Islam)
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3839.359 KB)

Abstract

Lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan amat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa dan bagaimana hakikat lingkungan pendidikan dalam Islam, maka perlu dilakukan kajian yang komprehensif dan mendalam tentang lingkungan tersebut dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam itu merupakan suatu kajian secara filosofis mengenai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al-Quran dan hadis sebagai sumber primer, dan pendapat para ahli, khususnya para filosof Muslim, sebagai sumber sekunder. Istilah “al-qaryah” yang diulang dalam al-Quran sebanyak 52 kali yang dihubungkan dengan tingkah laku penduduknya. Sebagian ada yang dihubungkan dengan penduduknya yang berbuat durhaka lalu mendapat siksa dari Allah (Q.S. 4: 72; 7: 4; 17: 16; 27: 34) sebagian dihubungkan pula dengan penduduknya yang berbuat baik sehingga menimbulkan suasana yang aman dan damai (16: 112) dan sebagian lain dihubungkan dengan tempat tinggal para nabi (Q.S. 27: 56; 7: 88; 6: 92). Semua ini menunjukkan bahwa lingkungan berperan penting sebagai tempat kegiatan bagi manusia, termasuk kegiatan pendidikan Islam. Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, maka ketiga lembaga atau lingkungan pendidikan, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat perlu bekerja sama secara harmonis.A comfortable environment which supports the organisation of education is highly demanded as it influence the desired achievement of the educational goals. Similarly, in the Islamic education system, the environment must be created in such a manner in accordance with the characteristics of Islamic education itself. To find out more about what and how the nature of Islamic education in the environment, there should be a comprehensive and in-depth study of the environment in the perspective of Islamic education philosophy. The philosophy of Islamic education is a philosophical study of the issues contained in educational activities based on the Qur’an and the Hadith as primary sources, and the opinions of the Islamic scholars, in particular the Muslim philosophers, as secondary sources. The term "al-Qaryah" which is repeated in the Quran as many as 52 times is associated with the behavior of its inhabitants. Some words are associated with inhabitants who did ungodly things and received the punishment from Allah (Q.S. 4: 72; 7: 4; 17: 16; 27: 34). Some deal with citizens who did good things so that it created an atmosphere of security and peace (Q.S. 16: 112). Others are associated with the residences of the prophets (Q.S. 27: 56; 7: 88; 6: 92). All of this suggests that the environment plays an important role as a place for human activities, including the activities of Islamic education. To achieve quality education, the three institutions or the educational environment, namely the family, school and community need to work together in harmony.
Implementasi Pembelajaran IPA Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Sains Calon Guru MI
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4113.218 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA model inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan literasi sains calon guru MI. Pengembangan perangkat  diujicobakan di kelas PGMI semester 5 Unipdu Jombang tahun ajaran 2015/2016 bulan September-Desember 2015 dengan desain percobaan one-group-pretest-postest design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kuantitaif-kualitatif dan uji statistik parametrik. Temuan hasil penelitian adalah: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; (2) kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP  berkategori baik dan aktivitas peserta didik sesuai dengan tahap-tahap pada model inkuiri terbimbing; dan (3) kefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari peningkatan hasil belajar peserta didik terlihat dari n-gain dengan kategori tinggi dan peningkatan penguasaan keterampilan literasi sains peserta didik terlihat dari n-gain dengan kategori tinggi dan respons peserta didik terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan  keterampilan literasi sains calon guru MI.Abstract: The purpose of this ressearch is to evaluate the effectiveness science learning through guided inquiry model to improve science literacy skill of student of Islamic primary school teachers. The development of learning material was tested in class student of Islamic primary school teachers 5th semester Unipdu Jombang in academic year 2015/2016 since September-December 2015 with One group pretest-postest design. The data collection used observation method, test and quetionnaries. The data analysis techniqeus used descriptive analysis of quantitaive, qualitative and statistic parametric. The result of this research are: (1) learning material developed has a valid category; (2) the practicality of learning material in terms of a good category in feasibility of lesson plans and the students activities in accordance with steps of guided inquiry model; and (3) the learning material effectiveness in terms of improving student learning achievement seen from the n-gain score with high category and improving science literacy skill of student by getting the n gain score with high category and the student responds toward material and implementation of learning are very positive. It’s conclusion that the learning material through guided inquiry model are valid, practical, and effective to try science literacy skill of student of Islamic primary school teachers.
Manajemen Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Bussines Day di Sekolah Dasar Plus Darul Ulum Jombang Qamariana, Anna
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3938.323 KB)

Abstract

Fokus dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) bagaimanakah perencanaan pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day di SD Plus Darul Ulum;(2) bagaimanakah pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day di SD Plus Darul Ulum;(3) bagaimanakah evaluasi pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day di SD Plus Darul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, pengamatan berpartisipasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian dari tesis ini menunjukkan bahwa: (1) pada tahap perencanaan berpedoman pada komponen visi misi, tujuan dan rencana kerja sekolah; (2) pada tataran pelaksanaannya, pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran, dan pembiasaan terprogram; (3) evaluasi  dilaksanakan secara menyeluruh yaitu mencakup  aspek kognitif, psikomotor dan afektif dengan langkah-langkah mengembangkan indikator dari nilai-nilai yang ditetapkan, menyusun berbagai instrumen penilaian, melakukan pencatatan terhadap pencapaian indikator, melakukan analisis hasil setiap akhir kegiatan dan melakukan tindak lanjut.The focus of this study is to describe: (1) the character building plan through the Business Day activity at SD Plus Darul Ulum; (2) the implementation of character building through the Business Day activity in SD Plus Darul Ulum; (3) and the evaluation of character education through the Business Day activity at SD Plus Darul Ulum. This study applied a qualitative approach within a case study design. Data collection was done by using in-depth interviews, observation, participating in the activity, and documentation. The techniques of data analysis include data reduction, data presentation, and conclusion. The results of research show that: (1) at the planning stage, it was based on the vision, missions, goals and work plan of the school; (2) at the implementation stage, character building through the Business Day was integrated with learning activities and planned habituation; (3) the evaluation was carried out thoroughly which includes cognitive, psychomotor and affective aspects along with the efforts to develop the indicators of the determined values, to prepare a variety of assessment instruments, to keep records on the achievement of indicators, to analyze the results upon the completion of wach activity, and to follow up.Fokus dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) bagaimanakah perencanaan pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day di SD Plus Darul Ulum;(2) bagaimanakah pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day di SD Plus Darul Ulum;(3) bagaimanakah evaluasi pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day di SD Plus Darul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, pengamatan berpartisipasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian dari tesis ini menunjukkan bahwa: (1) pada tahap perencanaan berpedoman pada komponen visi misi, tujuan dan rencana kerja sekolah; (2) pada tataran pelaksanaannya, pendidikan karakter melalui kegiatan Business Day diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran, dan pembiasaan terprogram; (3) evaluasi  dilaksanakan secara menyeluruh yaitu mencakup  aspek kognitif, psikomotor dan afektif dengan langkah-langkah mengembangkan indikator dari nilai-nilai yang ditetapkan, menyusun berbagai instrumen penilaian, melakukan pencatatan terhadap pencapaian indikator, melakukan analisis hasil setiap akhir kegiatan dan melakukan tindak lanjut.
Minat Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah Terhadap Entrepreneurs: Studi Kasus Mahasiswa Peserta Pelatihan Entrepreneurship Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang Tahun 2015
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4948.219 KB)

Abstract

Abstrak: Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Program yang dilakukan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang ditambah dengan adanya bantuan penguatan entrepreneurs centre PTKI tahun 2015 dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI dapat menjadi batu loncatan bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang yang ingin membuka usaha pada saat lulus kuliah nanti. Penelitian ini merupakan SWOT analasis tentang minat mahasiswa peserta entrepreneursip mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Darul ‘Ulum Jombang setelah lulus kuliah terhadap entrepreneurship. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat adalah sebanyak 63.48% perempuan dan 66.05% laki-laki ingin membuka usaha setelah lulus, artinya minat menjadi wirausaha lebih besar pada mahasiswa laki-laki. Mahasiswa yang ingin bekerja setelah lulus adalah 24.17% perempuan dan 26.12% laki-laki. Untuk mahasiswa yang ingin menjadi Pegawai Negri Sipil setelah lulus hampir berimbang, yaitu 5.19% perempuan dan 5.23% laki-laki. Sedangkan yang menginginkan menjadi guru lebih banyak terjadi pada mahasiswa perempuan, yaitu 7.16% dan hanya 2.14% dari mahasiswa laki-laki. Yang paling menarik dalam temuan penelitian ini adalah didapatnya 0.46% mahasiswa laki-laki yang ingin menjadi ABRI pada saat lulus kuliah, melihat latar belakang data yang di dapat mahasiswa yang ingin jadi ABRI dilatarbelakangi oleh orangtuanya yang memang ABRI.Abstrak: Entrepreneurship is the ability to be creative and innovative in creating added value in the market through the process of managing resources in new dan different ways. In Indonesia, a new study of entrepreneurship is limited to some particular schools or colleges course. The program conducted by The Faculty of Islamic Studies of The University of Darul ‘Ulum Jombang coupled with the help of strengthening entrepreneurs center of PTKI 2015 from the Directorate of Islamic Higher Education Ministry of Religious Affairs may be bridging for students of Faculty of Islamic Studies 0of The University of Darul ‘Ulum Jombang that wants to open a business at the college later. This research is a SWOT analysis on student interest of the entrepreneursip participants of The Faculty of Islamic Studies of The University of Darul ‘Ulum Jombang after graduating towards entrepreneurship. The technique of collecting data is through observations, interviews, questionnaires and documentations. Based on this research, there are 63.48% of women and 66.05% of men who would like to open a business after graduation, being an entrepreneur means greater interest in male students. Students who want to work after graduation are 24.17% of women and 26.12% of men. For students who want to be a Civil Affairs Officer after graduating almost balanced: 5.23% of women and men. Wanting to be a teacher is more common in female students: 7.16%, and only 2.14% of male students. The most interesting in these findings is that 0.46% of male students who want to become the ABRI (Indonesian Armed Forces) at the time of graduating from college. The students who want to be ABRI have parents who work as ABRI.
Prespektif Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Dalam Pendidikan Karakter Dan Kaitannya Dengan Pendidikan Islam Qomariana, Anna
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6005.92 KB)

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hadjar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Nasional, dan kaitannya dengan pendidikan Islam. Di dalam pembangunan karakter yang dipentingkan adalah keikhlasan, kejujuran, jiwa kemanusiaan yang tinggi, sesuainya kata dengan perbuatan, prestasi kerja, kedisiplinan, jiwa dedikasi dan selalu berorientasi kepada hari depan dan pembaharuan. Pembinaan karakter akhlaq-ul kari>mah harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai ke lapisan bawah. Lapisan atas itu kemudian memberikan teladan yang baik pada masyarakat dan rakyatnya. Tetapi manakala para pemimpin memberikan contoh yang buruk, maka akan berlaku pepatah yang menyatakan, “kalau guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari; andai kata guru kencing berdiri, niscaya murid akan kencing menari-nari.” Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, tulisan ini bermaksud mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut: (1) bagaimana pengertian pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara? (2) bagaimana pengertian pendidikan agama? (3) bagaimana kaitan pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dengan pendidikan Islam? Uraian dari jawaban yang dimaksud akan menunjukkan secara gamblang bahwa gagasan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan karakter seiring dan sejalan dengan pendidikan Islam.Abstrak: This article discusses character education in the perspective of Ki Hadjar Dewantara who is Father of National Education, and its relation to Islamic education. What is necessary for constructing the character is sincerity, honesty, spirit of humanity, suitability of words and deeds, work performance, discipline, dedication and spirit. Character building of akhlāq-ul karīmah must be imparted to all layers and levels of society, from top to bottom layer. Then, the top layer gives good examples to the society and its people. When the leaders have bad examples, so there is a strong and deep words that state, “if teachers pee with standing up, students will piss with running; supposing pee standing teachers, pupils will undoubtedly pee dance.” Based on the problems mentioned above, this paper intends to find answers to the following fundamental questions: (1) how is the notion of character education of Ki Hadjar Dewantara? (2) how is the notion of religious education? (3) how is the relation between Ki Hadjar Dewantara’s character education and Islamic education? Description of the answers which are intended to indicate clearly that the Ki Hadjar Dewantara idea about character education along and in line with Islamic education.
Tawaran Komplementer Hadis Nabi Untuk Gagasan “The Right Man On The Right Job”: Penelitian dan Pemahaman Hadis “Idhā Wussida al-Amr ila Ghayri Ahli-hi fa-Intaẓir al-Sā‘ah” Amrulloh, Amrulloh
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6104.539 KB)

Abstract

Abstrak: Artikel ini berupaya menangkap tawaran komplementer hadis Nabi yang berbunyi, “idhā wussida al-amr ilā ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah” (jika urusan dikuasakan kepada bukan-ahlinya maka tunggulah hari kiamat) untuk salah satu gagasan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang sudah tidak asing lagi, yaitu “the right man on the right job” (orang yang tepat ditempatkan pada pekerjaan yang tepat), khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Sekilas, kedua ungkapan tersebut tampak sama, namun jika ditelaah lebih mendalam sebenarnya yang pertama bisa melengkapi dan menyempurnakan yang kedua. Walaupun hadis tersebut disampaikan sekitar 14 abad yang lalu, namun sikap apatis terhadap gagasan manajerial yang terkandung di dalamnya sebaiknya dikesampingkan dahulu, mengingat Rasulullah, sang penutur hadis, adalah seorang “manajer” bahkan leader di berbagai bidang, termasuk “pendidikan”. Dengan terlebih dahulu memastikan otentisitas dan validitas hadis Nabi tersebut—dengan mengaplikasikan teori-teori penelitian hadis konvensional, di sini akan diungkap sisi komplementer hadis “idhā wussida al-amr ilā ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah” untuk gagasan “the right man on the right job”. Asal hadis Nabi tidak dipandang secara kaku dan tekstual, tawaran komplementernya terhadap konsep-konsep dan gagasan-gagasan manajerial sebenarnya tidak patut dikesampingkan, apalagi dilupakan.Abstract: This article attempts to capture a complementary offer of Prophetic hadīth, which says, “idhā wussida al-amr ila ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah” (if cases given to the non-experts then wait for the doomsday) for one of the human resource management idea, which is already familiar, namely “the right man on the right job,” especially in the context of Islamic education. At first glance, those two words seem have the same mean, but when examined more deeply the first one can complement and enhance the latter. Although the hadīth is delivered about 14 centuries ago, but apathy toward the managerial ideas contained in it should be ruled out, because the Prophet Muhammad—narrator of the hadīth—is a “manager” and even a leader in many fields, including the “education.” Firstly, verifying the authenticity and validity of the hadīth  must be conducted. By applying the theories of conventional research of hadīth, the complementary side of the hadīth that says, “idhā wussida ila al-amr ghayri ahli-hi fa-intazir al-sā‘ah,” for the idea that says, “the right man on the right job,” will be revealed here. As long as the Prophet’s hadīth is not viewed as rigid and textual, complementary offer to the concepts and ideas of managerial actually not be dismissed and forgotten.
Problematika Pendidikan Islam di Indonesia Abu Bakar, M. Yunus
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5195.03 KB)

Abstract

Sejalan dengan perkembangan zaman timbul permasalahan-permasalahan pendidikan yang kompleks.  Memasuki masa era globalisasi, dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Berbagai persoalan pendidikan muncul dan berkembang seperti rendahnya kualitas pendidikan secara umum, masalah anggaran pendidikan, tidak meratanya kesempatan pendidikan, dan mahalnya biaya pendidikan. Dan lebih khusus lagi, problematika juga  terjadi pada profesi keguruan yang merupakan ujung tombak dunia pendidikan. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi antara lain rendahnya kualitas guru, tidak profesional dalam melaksanakan tugas keguruan, kurangnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru, dan tingkat kesejahteraan guru yang relatif masih rendah. Makalah ini berusaha mengidentifikasi dan memahami permasalahan-permasalahan pendidikan Islam di era globalisasi. Perlu pula dikemukakan bahwa permasalahan pendidikan yang diuraikan dalam makalah ini terbatas pada permasalahan pendidikan formal.Along with the time, complicated educational problems emerge. Entering the era of globalization, the world of education has raised people’s interest. The interest is not in the successfulness of the quality of the national education, rather it is bacause of the awareness of the dangers of backwardness of education in Indonesia. Various educational issues arise and evolve such as: the poor quality of education in general, budgetting problems in education, unequal educational opportunities, and the high cost of education. More specifically, the problems also occur in the teaching profession that serve as the stakeholder of education. Some emerging problems include the low quality of teachers, unprofessional performance in carrying out the tasks of teacher, lack of public recognition of the teaching profession, and teachers welfare level which is still relatively low. This paper seeks to identify and understand the problems of Islamic education in the era of globalization. It should also be noted that the problems of education described in this paper are limited to the issues in formal education.

Page 1 of 19 | Total Record : 183