cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL BIOLOGI INDONESIA
ISSN : 08544425     EISSN : 2338834X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA" : 16 Documents clear
Konservasi Ex Situ Mangifera casturi Kosterm. Berbasis Masyarakat: Studi Kasus di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau Fakhrozi, Irzal; Hikmat, Agus; Widyatmoko, Didik
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.162 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.155

Abstract

Mangifera casturi Kosterm. (Anacardiaceae) merupakan spesies yang dinyatakan punah di alam liar. Spesies ini endemikdi pulau Kalimantan. Saat ini, Mangifera casturi telah dibudidayakan di luar sebaran alaminya, terutama diKabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Sumatera. Penelitian dilakukan di dua kecamatan di Kabupaten IndragiriHilir, yaitu Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) dan Kecamatan Gaung. Sebanyak 1.315 individu M. casturiditemukan dalam penelitian yang dilakukan. Keberhasilan konservasi ex situ M. casturi di daerah ini didukung olehsetidaknya tiga stimulus: alami, manfaat, dan stimulus religius. Namun faktor internal dan eksternal milik masyarakatsetempat juga mempengaruhi secara signifikan. Di Kecamatan GAS, konservasi ex situ M. casturi terutamadidukung oleh stimulus manfaat sementara di Kecamatan Gaung upaya konservasi ex situ didukung oleh stimulusreligius. Analisa komponen utama dilakukan untuk menentukan kemungkinan hubungan antara konservasi ex situM. casturi dan variabel pendukung dalam masyarakat. Di Kecamatan GAS, yang upaya konservasi ex situ M. casturisecara signifikan didukung oleh ukuran populasi, panen dan pemasaran serta kegiatan pra tanam. Di KecamatanGaung, konservasi ex situ dari M. casturi tidak hanya didukung oleh ukuran populasi, panen dan kegiatan pasar, tetapijuga oleh kegiatan pra tanam, status dan luas lahan.Kata Kunci: Indragiri Hilir, Konservasi ex situ, Mangifera casturi, Punah di alam liar
Isolasi dan Karakterisasi Kitinase asal Bacillus cereus 11 UJ Suryadi, Y.; Priyatno, TP.; Susilowati, DN.; Samudra, IM.; Yudhistira, N.; Purwakusumah, ED.
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.172 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.146

Abstract

Kitinase merupakan enzim yang menghidrolisis polimer kitin menjadi oligomer kitin atau monomer Nasetilglukosamin.Penelitian ini bertujuan melakukan isolasi dan karakterisasi kitinase untuk memperoleh informasiaktivitas optimum kitinase asal B. cereus 11 UJ. Isolasi enzim kasar kitinase dan purifikasi parsial dilakukan denganpengendapan amonium sulfat jenuh 70% dan dialisis menggunakan membran selofan, selanjutnya dikarakterisasiuntuk memperoleh aktivitas optimum pada berbagai kondisi pH, suhu, waktu inkubasi, ion logam serta penentuannilai Km dan Vmaks. Hasil penelitian menunjukkan pemurnian kitinase dengan amonium sulfat 70% dan dialisismenunjukkan tingkat kemurnian masing-masing 2.40 kali dan 5.23 kali dibandingkan dengan ekstrak kasar enzim.Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kitinase asal B. cereus isolat 11 UJ mempunyai pH optimum 8, suhuoptimum 37oC, dan waktu inkubasi optimum selama 120 menit. Kation Mn2+, Fe2+, dan Cu2+ dengan konsentrasi10 mM diketahui dapat berfungsi sebagai inhibitor. Kitinase mempunyai nilai Km sebesar 29.71 μg/mL dan Vmakssebesar 1.035 x 10-1 μg/mL detik.Kata kunci: B. cereus 11 UJ, kitinase, purifikasi parsial, amonium sulfat, karakterisasi
Biomassa Gugur Serasah dan Variasi Musiman di Hutan Dataran Rendah TN. Gunung Gede Pangrango Rahajoe, Joeni S.; Alhamd, Laode
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.151

Abstract

Produksi biomasa gugur serasah dan variasi musimannya dimonitor selama 5 tahun untuk mengamati polamusiman dari gugur serasah dan kontribusi gugur serasah terhadap ekosistem hutan. Gugur serasah dikumpulkansetiap bulan dengan menggunakan 20 perangkap serasah (luas masing-masing perangkap serasah adalah 1 x 1 m2)yang berada pada petak permanen. Seluruh sampel di oven pada suhu 70 ºC. Total gugur serasah adalah 8,36 ±0,39 t ha-1 tahun-1, dengan konstribusi terbesar pada daun (6.55 ± 0.44 t ha-1tahun-1), diikuti oleh komponen yangtidak teridentifikasi (0.69 ±0.2), batang kecil (0.76 ± 0.1), bagian reproduksi (0.16 ± 0.06), and batang besar (0.21± 0.04 t ha-1 tahun-1). Pola musiman menunjukkan bahwa gugur serasah meningkat selama musim hujan. Gugurserasah daun tertinggi berada pada bulan Juli. Jenis-jenis dominan menggugurkan daun utamanya pada pertengahanmusim kering. Total gugur serasah daun dari yang tertinggi ke yang terendah diamati Nauclea lanceolata (0.36 ±0.16), Maesopsis eminii (0.25 ± 0.11), Schima wallichii (0.09 ± 0.02), Pternandra azurea (0.02± 0.01), dan Dyxoxylumdensiflorum (0.01 ± 0.01 t ha-1 tahun-1).Kata kunci: Biomassa, Gugur serasah, Hutan dataran rendah, TN. G. Gede Pangrango
Kajian Fenetik Pomacea spp. (Moluska: Gastropoda: Ampullariidae) Indonesia Berdasarkan Morfologi Cangkang Isnaningsih, Nur R.
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.779 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.142

Abstract

ABSTRAKKeong emas Pomacea merupakan keong introduksi yang kemudian menjadi jenis invasif di Indonesia karenakeberadaannya sebagai hama menjadi ancaman bagi dunia pertanian. Identitas dan status taksonomi keong ini masihmenyisakan banyak permasalahan, salah satunya adalah karena tingginya variasi morfologi. Melalui studi ini ingindigali informasi mengenai bagaimana model pengelompokan dari berbagai variasi Pomacea yang ada di Indonesia.Hasil konstruksi fenetik menggunakan software Clad97 dari 22 spesimen Pomacea terhadap 20 karakter cangkangmenunjukkan bahwa jenis ini tidak menunjukkan pengelompokan berdasarkan lokasi. Secara umum terdapat tigapengelompokan besar. Kelompok 1 merupakan kelompok spesimen dengan kesamaan karakter bentuk dan ukurancangkang, dominasi apertur, dimensi cangkang serta penebalan peristome. Kelompok 2 terdiri dari beberapa subkelompokdengan kesamaan ciri sutura yang tidak melekuk, bentuk seluk tubuh yang menyiku, serta warna cangkangjingga kekuningan. Adapun spesimen-spesimen dalam kelompok 3, memiliki kesamaan ciri ukuran cangkang yangbesar, dominasi apertur besar, TC dan LC lebih dari 60 mm, LA lebih dari 35 mm, serta terdapat penebalan peristome.Kata kunci : Keong emas, Pomacea, invasif, variasi, pengelompokan
Deteksi Chytridiomycosis dengan Menggunakan Koleksi Museum Zoologicum Bogoriense Pada Katak Asal Taman Nasional Gede-Pangrango, Jawa Barat Kurniati, Hellen; Phadmacanty, Ni Luh Putu Rischa
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.145 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.156

Abstract

-
Jenis Anggrek (Orchidaceae) di Tau Lumbis, Nunukan, Propinsi Kalimantan Timur: Sebagai Indikator Terhadap Kondisi Kawasan Hutan Sadili, Asep
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.135 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.147

Abstract

Telah dilakukan penelitian keanekaragaman flora anggrek epifit dan terestrial dari dua lokasi sebagai indikator terhadapkondisis kawasan hutan di sekitar Tau Lumbis Kalimantan-Timur (Manukon dan Kabungolor). Penelitianini dilakukan bulan April 2009 dengan menggunakan metode plot kuadrat ukuran 10 x 500 m (0,5 ha). Hasil studiini telah berhasil diidentifikasi 18 jenis dari 15 marga dengan total kerapatan sebanyak 289 rumpun/0,5 ha. Anggrekepifit sebanyak 14 jenis dan terestrial 4 jenis. Indeks keanekaragaman jenis memperlihatkan sedang (H’=1.41).Agrostophyllum bicuspidatum adalah nilai penting tertinggi di Manukon (NP=50.70 %) dan Corymborchis veratrifolianilai penting tertinggi di Kabungolor (NP=26.32 %). Berdasarkan analisis cluster menggunakan software Biodiversity-Pro yang berdasarkan pada kerapatan dari dua lokasi dapat dibagi menjadi lima kelompok besar, dan secaraumum kondisi hutan di Kabungalor lebih baik dari Manukon.Kata kunci: Jenis-jenis anggrek, Hutan, Tau Lumbis, Kalimantan Timur
Komposisi Fitoplanton dan Status Kesuburan Perairan Danau Lido, Bogor-Jawa Barat Melalui Beberapa Pendekatan Pratiwi, Niken TM; Hariyadi, Sigid; Ayu, Inna Puspa; Iswantari, Aliati
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.152

Abstract

Danau Lido merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas manusia yang akan memberimasukan bahan organik dan anorganik ke perairan. Masukan tersebut dapat meningkatkan kandungan nutrienperairan. Hal ini dapat menyebabkan berubahnya status kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui komposisi fitoplankton dan menduga status kesuburan perairan Danau Lido melalui beberapa pendekatan.Komposisi fitoplankton di stasiun KJA dan non-KJA relatif sama. Proporsi dan kelimpahan tertinggiberasal dari kelompok Bacillariophyceae, terutama dari genus Melosira sp. Status kesuburan berdasarkan parameteryang diolah dengan menggunakan pendekatan TSI, TRIX, dan Indeks Nygaard menunjukkan bahwa perairan DanauLido memiliki status kesuburan eutrofik. Indeks Nygaard masih relevan dan dapat diterapkan dalam penentuanstatus kesuburan perairan.Kata kunci: Danau Lido, Indeks Nygaard, status trofik, TRIX, TSI
Studi Efikasi Vaksin Bivalen AI Isolat Lokal terhadap Beberapa Karakter Genetik Virus AI subtipe H5N1 Indriani, Risa; Dharmayanti, NLP Indi
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.942 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.143

Abstract

Studi vaksin inaktif bivalen AI isolat lokal subtipe H5N1 terhadap beberapa karakter genetik virus AI H5N1 padaayam layer dan broiler. Vaksin inaktif bivalen dari isolat lokal AI A/Ck/west java/Smi-M6/2008 and A/Ck/westjava/Pwt-D10-39/2010. Ayam layer dan broiler komersial divaksinasi dengan vaksin inaktif bivalen AI isolat lokal,setelah 3 minggu vaksinasi ditantang dengan virus AI A/Ck/west java/Smi-Part/2006, A/Ck/west java/Subang-JAPFA-29/2007 and A /Ck/west java/Smi-Rahm2/2011. Ayam layer vaksinasi mendapat perlindungan dari morbiditas,mortalitas dan penurunan ekskresi virus tantang dengan tingkat proteksi 90-100% sedangkan ayam layerkontrol mati dalam waktu 2-3 hari, sementara broiler yang divaksinasi tidak mendapatkan perlindungan dari morbiditasdan mortalitas setelah terinfeksi virus AI tantang. Hasil studi memperlihatkan vaksin inaktif bivalen AI isolatlokal subtipe H5N1 mampu memberikan perlindungan pada ayam layer dari infeksi beberapa karakter genetikvirus AI subtipe H5N1 .Kata kunci: Vaksin bivalen, subtipe H5N1, tantang dan proteksi
Deforestation and it is Implications for Sumatran tigers in Bukit Barisan Selatan National Park, Sumatra Suyadi, Suyadi; Jaya, I Nengah Surati; Wijanarto, Antonius B.; Wibisono, Haryo Tabah
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.119 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.148

Abstract

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) memiliki ekosistem yang lengkap mulai dari hutan dataran rendahtermasuk hutan mangrove hingga hutan dataran tinggi. Taman nasional ini teridentifikasi sebagai area konservasiprioritas utama untuk harimau sumatra (Tiger Conservation Unit 1). Akan tetapi, banyak tutupan hutan yang digunduli (deforestasi). Deforestasi bukan hanya menjadi ancaman besar bagi kelestarian hutan tetapi juga terhadappopulasi harimau sumatra. Penelitian ini menghubungkan data citra satelit Landsat dengan data survei harimaumenggunakan kamera otomatis (camera traps) untuk mengetahui pola deforestasi, populasi harimau, dan implikasideforestasi terhadap populasi harimau. Hasil penelitian menunjukan sekitar 27% tutupan hutan di TNBBS telahhilang. Rata-rata laju deforestasi dalam satu dasawarsa terakhir (1998 - 2006) sebesar 18,76 km2/tahun. Jumlahharimau menurun dari 57 individu pada tahun 1998 menjadi 22 individu di tahun 2006, dan kepadatan populasinyajuga menurun dari 2,25 individu/100km2 menjadi 1.16 individu/100km2. Harimau di TNBBS memilikihabitat yang bervariasi mulai dari hutan dataran rendah termasuk mangrove ikutan hingga dataran tinggi.Kata Kunci: Deforestasi, Mangrove, Camera Trap, Citra Satelit, Harimau Sumatra, Taman Nasional Bukit BarisanSelatan
Hutan Mangrove Cagar Alam Pulau Sempu, Jawa Timur Suhardjono, Suhardjono
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v9i1.153

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan mangrove di Ra’as, Air Tawar dan Teluk Semut, Pulau Sempu, Jawa Timurtercatat 30 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 18 suku dan 24 marga. Dua belas jenis di antaranya termasukdalam Kriteria IUCN (Anonymous, 1997). Kenakearagaman jenis yang paling tinggi di Ra’as (23 jenis), TelukSemut (17 jenis) dan Air Tawar (16 jenis). Hutan mangrove di daerah ini didominasi oleh Ceriops tagal, Rhizophoraapiculata, R. mucronata, Aegiceras corniculatum, Xylocarpus granatum dan Excoecaria agallocha.Kata kunci : Mangrove, Ra’as, Air Tawar, Teluk Semut, Pulau Sempu, Jawa Timur, IUCN.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2019): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 13, No 2 (2017): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 13, No 1 (2017): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 13, No 2 (2017): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 13, No 1 (2017): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 11, No 2 (2015): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 11, No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 11, No 2 (2015): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 11, No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Biologi Indonesia Vol 10, No 1 (2014): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Biologi Indonesia Vol 10, No 1 (2014): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 2 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 2 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 9, No 1 (2013): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 8, No 2 (2012): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 8, No 1 (2012): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 8, No 2 (2012): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 8, No 1 (2012): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 7, No 1 (2011): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 7, No 2 (2011): J. Biol. Indon. Vol 7, No.2 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 3 (2010): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 2 (2010): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 3 (2010): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 2 (2010): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 1 (2009): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 5, No 3 (2009): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 1 (2009): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 5, No 3 (2009): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 5, No 2 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 5, No 1 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 5 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 5, No 2 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 5, No 1 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 5 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 4 (2007): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 3 (2007): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 4 (2007): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 3 (2007): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 2 (2006): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 1 (2006): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 2 (2006): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 1 (2006): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 9 (2005): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 9 (2005): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 4 (2002): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 3 (2002): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 4 (2002): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 3 (2002): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 2 (2001): JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 2 (2001): JURNAL BIOLOGI INDONESIA More Issue