cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
mog@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Airlangga No.4 - 6, Airlangga, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Obstetri dan Ginekologi
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 08540381     EISSN : 25981013     DOI : 10.20473/mog.V27I32019.90-93
Core Subject : Health,
Majalah Obstetri & Ginekologi (MOG) or the Journal of Obstetrics & Gynecology Science is a scientific journal published by the Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, in collaboration with the Indonesian Obstetrics and Gynecology Association (POGI) of Surabaya branch.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
Mung bean sprout extract suppresses Monosodium Glutamate (MSG) effect on the reproductive hormones (FSH and Estrogen) in female Wistar rats Widati Fatmaningrum; Woro Setia Ningtyas
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 27 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.658 KB) | DOI: 10.20473/mog.V27I12019.24-27

Abstract

Objectives: The purpose of this study was to analyze the effects of mung bean sprout extracts on Follicle stimulating hormone (FSH) and estrogen hormone in female Wistar rats (Rattus norvegicus) exposed to monosodium glutamate (MSG).Materials and Methods: This true experimental study was conducted by using post-test only control group design in the laboratory for animal experimentation of Faculty of Veterinary Medicine - Airlangga University in which Wistar rats (Rattus norvegicus) aged 2 months weighing 150-200 grams were used in this experiment. The samples comprised of 5 rats distributed in each group, totaling 7 groups. I Control Group (P1) was provided with Aquades for 37 days; II (P2) was provided with Aquades for 7 days + MSG 0.03 mg/g of weight on day 8-37; III (P3) was provided with extract of mung bean sprouts 72mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0,03mg/g of weight; IV (P4) was provided with extract of mung bean sprouts 144mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0.03mg/g of weight; V (P5) was provided with Aquades for 7 days + MSG 0.7 mg/g of weight on day 8-37; VI (P6) was provided with extract of mung bean sprouts 72mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0.7mg/g of weight; VII (P7) was provided with extract of mung bean sprouts 144mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0.7mg/g of weight.Serum samples were taken for Follicle Stimulating Hormone (FSH) and Estrogen with ELISA method. Data analysis to test the differences between groups was done by using one way Anova statistical test.Results: MSG dosage 0,03mg/gBB or 0,7mg/g BB was significant difference in FSH (p = 0,011) and estrogen (p = 0,008).Conclusion: obtained from this research that giving green bean sprout extract influence to the level of FSH and estrogen hormone.
Passive smoker during pregnancy is a risk factor of low birth weight Kanda Izzatul Aini Ardelia; Gatut Hardianto; Djohar Nuswantoro
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 27 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.119 KB) | DOI: 10.20473/mog.V27I12019.12-16

Abstract

Objectives: to analyze the relationship between passive smoker of pregnant women with low birth weight (LBW).Materials and Methods: This study is an observational analytic research with case control design, which is LBW as case group and normal birth weight as control group. The location is in Wonokusumo Health Centre, Surabaya, period January 2016 – December 2017. Study sample was 68, consisting of 34 cases and 34 controls. The dependent variable is LBW, while the inde-pendent variable is passive smoking of pregnant women. Sample was excluded multiple births and congenital defects. To determine a significant level, the data collected will be tested with the statistical test Chi-square at significance level ?=0.05.Results: The results showed that a majority (61.5%) of passive smoker of pregnant women are cases. After Chi-square test obtained by value p=0.027 (p?0,05) and OR analysis obtained by 3.04 (CI 95% 1.117 – 8.274), which means there is a relationship between passive smoker of pregnant women with LBW.Conclusion: Passive smoker of pregnant women is relationship with decreased birth weight.
Skrining Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan Rumah Sakit Mawadah Mojokerto Gondo Mastutik; Rahmi Alia; Alphania Rahniayu; Nila Kurniasari; Anny Setijo Rahaju; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 2 (2015): Mei - Agustus 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.563 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I22015.54-60

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi lesi prekanker serviks dengan cara melakukan skrining kanker serviks menggunakan pemeriksaan Pap smear.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan metode pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 140 wanita, terdiri dari 90 orang dari Puskes-mas Tanah Kali Kedinding Surabaya, dan 50 orang dari Rumah Sakit Mawadah Mojokerto, dengan usia 20-70 tahun. Pemeriksaan spesimen sitologi serviks dengan pengecatan Papaniculaou dan klasifikasi hasil pemeriksaaan sitologi berdasar-kan klasifikasi Papaniculaou dan sistim Bethesda. Pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) adalah metode lain untuk skrining kanker serviks dilakukan dengan mengoleskan asam asetat 5% pada area serviks dan melakukan pengamatan satu menit kemudian.Hasil: Hasil pemeriksaaan Pap smear menunjukkan Papaniculaou kelas I (sama dengan normal pada klasifikasi sistim Bethesda) yaitu 12.1%, kelas II (sama dengan NILM pada klasifikasi sistim Bethesda) yaitu 86, 4%, dan kelas III (sama dengan LSIL pada klasifikasi sistim Bethesda) yaitu 1,4%. Hasil pemeriksaan IVA menunjukkan 6,43% positif dan 93,57% negatif. Hasil pemeriksa-an IVA positif terdapat pada 9/140 orang yang merupakan proses keradangan dan infeksi, bukan merupakan lesi prekanker.Simpulan: Prevalensi lesi prekanker yaitu 1,4%. Pemeriksaan IVA menunjukkan hasil positif semu yang disebabkan oleh proses radang atau infeksi pada serviks. 
Endosalpingiosis Nusratuddin A; Eddy Hartono; Ni Ketut Sungowati
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 1 (2015): Januari - April 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.956 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I12015.37-41

Abstract

Tujuan: melaporkan kasus endosalpingiosis pada wanita, 36 tahun, dengan keluhan nyeri perut bagian bawah yang dialami sejak 4 tahun terakhir.Kasus: Wanita, 36 tahun, P1A0, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut bagian bawah dialami sejak 4 tahun terakhir. Haid teratur tiap bulan dengan lama haid 4-5 hari disertai dismenorea. Riwayat keputihan dan demam disangkal. Riwayat persalinan secara pervaginam tahun 2004 dan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi.Tatalaksana Kasus: Teraba massa kistik pada adneksa kanan, mobile, terasa nyeri tekan. USG ginekologi trans-vaginal me-nunjukkan massa hipoechoic pada adneksa kanan dan kiri. Laparaskopi menunjukkan uterus ukuran 7x5 cm dengan permuka-an licin mengalami perlengketan dengan rektum di bagian posterior, dilakukan adhesiolisis. Terdapat kista paratubal kanan dan pseudocyst pada adneksa kiri, permukaan licin, berisi cairan putih kekuningan. Dilakukan kistektomi pada kedua kista tersebut. Gambaran histopatologi menujukkan cystadenoma serosum dan endosalpingiosis. Post operasi hari ke-10 pasien datang kontrol dengan luka operasi baik dan keluhan nyeri perut berkurang.Simpulan: Follow-up rutin pada kasus endosalpingiosis tidak diperlukan selama tidak ada keluhan yang bermakna dari pasien, karena kasus endosalpingiosis belum pernah dilaporkan akan mengalami transformasi menjadi suatu keganasan. Pasien ini kami ditindaklanjuti 3 bulan dan 6 bulan pertama post operasi, dengan hasil keluhan nyeri perut sudah tidak dirasakan lagi.
Pemberian Topikal Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) pada Hewan Coba Mencit (Mus musculus) Bunting Meningkatkan Kepadatan Kolagen Jaringan Vagina Fauzan Djunaidi; Eighty Mardiyan K; Widjiati Widjiati
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 3 (2015): September - Desember 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.42 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I32015.118-127

Abstract

 Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian gel ekstrak air daun pepaya terhadap kepadatan kolagen jaringan vagina pasca melahirkan pada hewan coba mencit saat bunting.Bahan dan Metode: Desain penelitian randomized post test only control group,dilakukan di Departemen Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, pada bulan April-Juni 2015. Terdapat empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 8 mencit bunting. Kelompok kontrol (tanpa perlakuan) dan kelompok perlakuan berupa pemberian topikal ekstrak daun pepaya konsentrasi 5%, 10% dan 15%, 1x/hari pervaginam, sejak usia kebuntingan hari ke-12 sampai melahirkan. Lama perlakuan 6-8 hari. Setelah melahirkan, mencit dikorbankan dan diperiksa kepadatan kolagen dengan pewarnaan HE. Uji statistik yang dipakai uji parametrik dan nonparametrik disertai uji komparasi gandaHasil: Kepadatan kolagen berdasarkan skor didapatkan nilai median pada kelompok I = 3,5 (3-4); kelompok II = 4 (4-4); kelompok III = 3 (3-4); kelompok IV = 4 (3-4) dengan uji Kruskal-Wallis (p=0,036) menunjukkan perbedaan signifikan, dilanjutkan uji beda tiap kelompok Mann-Whitney, hasilnya tidak didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok perlakuan. Kepadatan kolagen berdasarkan persentase didapatkan nilai rerata pada kelompok I = 90,64%±3,35; kelompok II = 96,19%±1,34; kelompok III = 87,85%±6,69 dan kelompok IV = 92,08%±4,84. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,032), dilanjutkan uji beda LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok I dan II (p=0,045)Simpulan: pemberian topikal ekstrak daun pepaya konsentrasi 5% pervaginam saat masa kebuntingan mencit meningkatan kepadatan kolagen jaringan vagina pasca melahirkan.
Penurunan Skala Nyeri Penderita Endometriosis Sebelum dan Sesudah Pembedahan Laparoskopi Konservatif dengan atau Tanpa Diikuti Terapi Medikamentosa di RSUD Dr. Soetomo Aida Musyarrofah; Relly Yanuari Primariawan
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 1 (2015): Januari - April 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.845 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I12015.10-16

Abstract

Tujuan: Mengetahui perubahan keluhan nyeri penderita endo-metriosis sebelum dan sesudah pembedahan laparoskopi konservatif dengan atau tanpa diikuti terapi medikamentosa di RSUD dr. Soetomo.Bahan dan Metode: Studi ini merupakan penelitian deskriptif analitik pada penderita dengan keluhan nyeri panggul yang dicurigai menderita endometriosis dan akan dilakukan pembedahan laparoskopi konservatif serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian dievaluasi skala keluhan nyeri panggul kronik, dismenorea, dan dispareunia sebelum dilakukan laparoskopi dan setelah dilakukan laparoskopi pada bulan ke-1, bulan ke-2 dan bulan ke-3 dengan menggunakan skala numerik verbal mulai 0 sampai 10. Terapi medikamentosa yang diterima penderita setelah laparoskopi konservatif juga dicatat. Studi ini dilakukan si RSUD dr.Soetomo bulan Juli sampai Desember 2013.Hasil: Didapatkan 28 penderita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dilakukan pembedahan laparoskopi konservatif, 2 penderita putus uji dan 26 penderita diikuti sampai bulan ke-3 pascapembedahan. Rata-rata skor r-AFS endometriosis 26,27 (rentang 3-60). Berdasarkan uji Wilcoxon, pada 1 bulan pertama didapatkan perubahan rata-rata skala nyeri panggul kronik 0,92 ± 0,24 (p:0,002), dismenorea 2,77 ± 0,33 (p:0,000) dan dispareunia 0,15 ± 0,07 (p:0,046). Pada interval bulan 1 dan bulan 2, didapatkan perubahan rata-rata skala nyeri panggul kronik 0,23 ± 0,10 (p:0,02), dismenorea 0,85 ± 0,19 (p:0,001). Pada interval bulan 2 dan bulan 3, didapatkan perubahan rata-rata skala nyeri panggul kronik 0,15 ± 0,09 (p:0,10), dismenorea 0,31 ± 0,10 (p:0,014).Simpulan: Tidak didapatkan perubahan skala dispareuni pada interval bulan 1 dan bulan 2 maupun bulan 2 dan bulan 3. Penurunan bermakna skala nyeri kronik terjadi sampai 2 bulan, penurunan bermakna skala dismenorea terjadi sampai 3 bulan, dan penurunan bermakna skala dispareuni terjadi sampai 1 bulan setelah pembedahan laparoskopi konservatif.
Peningkatan Ketebalan Serat Elastin Dinding Vagina pada Prolapsus Organ Pelvis Anterior Zaki, Achmad; Mardian K, Eighty; Mustokoweni, Sjahjenny
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.595 KB) | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2763

Abstract

Tujuan: Mengukur ketebalan serat elastin pada dinding vagina penderita POP anterior dan menganalisis korelasi antara ketebalan serat elastin dengan derajat POP anterior.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional secara cross sectional yang dilakukan pada 28 blok paraffin dinding vagina dari penderita POP anterior yang telah dilakukan operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dibagi menjadi 4 kelompok: derajat 0/I, II, III dan IV dengan masing-masing (n=7). Dilakukan pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi elastin dilanjutkan pengukuran ketebalan serat elastin menggunakan mikroskop dengan perangkat lunak Leica Application Suite (LAS).Hasil: Didapatkan perbedaan bermakna rerata ketebalan serat elastin kelompok penderita POP anterior derajat 0/I, II, III dan IV yaitu masing-masing sebesar 0,81 + 0,14 µm; 1,63 + 0,19 µm; 2,47 + 0,26µm dan 3,19 + 0,36 µm (p<0,0001). Berdasarkan hasil uji statistik korelasi pearson didapatkan koefisien korelasi r = 0,965 (P<0,0001).Simpulan: Ketebalan serat elastin pada dinding vagina bertambah dengan meningkatnya derajat POP anterior. Peningkatan ketebalan serat elastin merupakan akibat proses remodeling matriks ekstraseluler pada dinding vagina penderita POP anterior.
Peran IL-10 dan Indeks Resistensi Arteri Uterina dalam Memprediksi Pertumbuhan Janin Terhambat pada Preeklamsia Onset Dini Made Ayu Suastini; Ernawati Ernawati
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 2 (2015): Mei - Agustus 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.546 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I22015.61-68

Abstract

Tujuan: Melihat hubungan IL-10 dantahanan arteri uterina terhadap kejadian PJT intrauterin pada pasien preeklampsia berat.Bahan dan Metode: Penelitian kami adalah analitik cross sectional yang dilakukan pada 40 wanita hamil usia 30-34 minggu yang didiagnosa preeklampsia berat dan diputuskan dilakukan perawatan konservatif kemudian dilakukan pemeriksaan IL-10 dengan menggunakan Quantikine high sensitivity human IL-10 immunoassay dan pemeriksaan ultrasonografi berupa biometri janin (ratio FL/AC) dan Doppler velocimetri arteri uterina (RI arteri uterina).Hasil: didapatkan rerata IL-10 0,55 pg/ml, tidak didapatkan hubungan antara IL-10 dengan FL/AC dan RI uterina (p 0,378 dan p 0,527), tidak didapatkan hubungan antara RI arteri uterina dengan FL/AC (p 0,18) tetapi didapatkan hubungan dengan AC (r -0,422, p 0,007)Simpulan: IL-10 sebagai anti inflamasi pada disfungsi endotel belum dapat digunakan dalam mendeteksi kejadian PJT pada preeklamsia berat.
Pengaruh Tingkat Stres dan Kadar Kortisol dengan Jumlah Folikel Dominan pada Penderita Infertilitas yang Menjalani Fertilisasi Invitro Awik Setiyono; Budi Prasetyo; Margarita Maramis
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 3 (2015): September - Desember 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.273 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I32015.128-132

Abstract

 Tujuan: Mempelajari hubungan antara tingkat stres dan kadar kortisol darah dengan jumlah folikel dominan pada pasien infertilitas yang menjalani prosedur fertilisasi in vitroBahan dan Metode: Studi ini merupakan penelitian analitik cross sectionaldi dua klinik infertilitas di Surabaya selama 4 bulan. Didapatkan 30 subyek penelitian yang diambil data mengenai tingkat stres dengan menggunakan 2 kuisioner yaitu Percieved Stres Scale-10 (PSS-10) dan Infertility Reaction Scale (IRS) dan kadar kortisol darah sewaktu pagi. Subyek penelitian kemudian menjalani prosedur stimulasi ovarium dan dilakukan penghitung-an jumlah folikel dominan sebelum dilakukan tindakan ovum pick upHasil: Dengan menggunakan hasil analisa statistik korelasi Spearman didapatkan hasil hubungan negatif antara tingkat stres menggunakan skoring PSS-10 (r=0,64; p<0,01) dan juga IRS (r=0,83; p<0,01) dengan jumlah folikel dominan. Didapatkan pula hubungan negatif antara kadar kortisol darah dengan jumlah folikel dominan (r=0,80 p<0,01).Simpulan: Tingkat stres dapat berdampak pada jumlah folikel dominan. Kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan jumlah folikel dominan semakin menurun. 
Anemia sebagai Faktor Risiko Peningkatan Skor Kehamilan Berdasarkan Kartu Skor Poedji Rochjati Siska Ditaningtias; Agus Sulistiyono; Rachmah Indawati
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 23 No. 3 (2015): September - Desember 2015
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.883 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I32015.90-96

Abstract

  Tujuan: Menganalisis 28 faktor risiko ditambah dengan 4 faktor risiko dari register kohort ibu, yang dominan mengakibatkan peningkatan skor Poedji Rochjati atau peningkatan kategori kehamilan.Bahan dan Metode: Ini adalah penelitian data sekunder secara cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus – November 2014, menggunakan data dari register kohort ibu tahun 2009 – 2013 wilayah Kerja Puskesmas Kebonsari Kabupaten Madiun. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati yang skornya sudah ada pada register kohort ibu. Populasi adalah semua ibu hamil yang ada pada register kohort ibu Puskesmas Kebonsari tahun 2009 – 2013. Sampel diambil dengan rumus penghitungan sampel penelitian survey cross sectional secara proporsi dan sesuai dengan kriteria inklusi sejumlah 147 ibu hamil.Hasil: Dari 32 faktor risiko yang dianalisis, hanya 8 yang mempunyai pengaruh meningkatkan skor Poedji Rochjati, dan hanya 1 yang bermakna secara statistik yaitu kurang darah (anemia). Dari 8 faktor risiko, anemia adalah faktor risiko terbesar yang mempu meningkatkan skor Poedji Rochjati seorang ibu hamil sepanjang kehamilannya. Berikut nilai ke depalan faktor risiko tersebut : anemia (6,737), jumlah Ante Natal Care (3,474), terlalu banyak anak (1,261), terlalu cepat hamil lagi (1,167), terlalu tua (1,146), pernah gagal kehamilan (1,114), Indeks Massa Tubuh (1,107), terlalu lama hamil lagi (1,051).Simpulan: Ibu hamil dengan anemia mempunyai risiko sebesar 6,737 kali untuk mengalami peningkatan skor dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia. 

Page 1 of 20 | Total Record : 196