cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1" : 10 Documents clear
PERBEDAAN HASIL LATIHAN UMPAN BALIK LOB LANGSUNG DAN LOB TAK LANGSUNG TERHADAP KETEPATAN LOB DALAM OLAHRAGA BULUTANGKIS DI PB TUGU MUDA KOTA SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1865

Abstract

Lob merupakan teknik dasar pukulan dalam bulutangkis yang paling penting karena teknik pukulan ini dapat langsung mendapatkan nilai atau point. Oleh sebab itu, teknik dasr pukulan tersebut sangat penting dalam permainan bulutangkis. Latihan pukulan ini terdiri dari berbagai macam cara untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan latihan pukulan lob.Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) apakah ada perbedaan pengaruh latihan umpan balik lob langsung dan lob tak langsung terhadap ketepatan lob dan  (2) mana yang lebih baik diantara latihan umpan balik lob langsung dan lob tak langsung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh latihan umpan balik lob langsung dan lob tak langsung terhadap ketepatan lob dan (2) mengetahui manakah yang lebih baik dari umpan balik lob langsung dan lob tak langsung terhadap ketepatan lob. Sesuai dengan latar belakang tersebut maka penelitian ini bersifat eksperimen. Populasi dalam penelitian  ini adalah anak usia 8-15 tahun anggota club PB TUGU MUDA Kota Semarang yang berjumlah 16 orang dan sempelnya berjumlah 16 orang. Dalam pengambilan sempel ini menggunakan teknik total sampel. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu latihan ketepatan lob dengan umpan balik lob langsung dan latihan ketepatan lob dengan lob tak langsung sebagai variabel bebas dan ketepatan lob sebagai variable terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan tes pukulan lob. Selanjudnya data yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam rumus short method.Hasil daripenelitian ini menunjukkan rata-rata hasil post test ketepatan lob dari kelompok eksperimen 1 yaitu umpan balik lob langsung mencapai 16 dan kelompok eksperimen 2 yaitu lob tak langsung  mencapai 17,875 selanjutnya setelah dimasuk’ken ke dalam rumus t, nilai t hitung = 2,450, artinya t hitung lebih besar dari pada t tabel yaitu 2,450>2,365 dengan α=5% dan dk 7. Dengan demikian dapat di jelaskan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data post test dari kelompok eksperimen 1 yaitu latihan lob dengan latihan umpan balik lob langsung dan kelompok eksperimen 2 yaitu latihan lob dengan latihan lob tak langsung Lob is a basic technique of badminton strokes in the stroke technique is important because it can directly get the value or point. Therefore, elementary techniques are very important blow in the game of badminton. Exercise stroke consists of a variety of ways to serve as a material consideration in improving exercise lob.Permasalahan punches in this study were (1) whether there are differences in the effects of exercise feedback and direct lob lob lob indirect effects to the accuracy and (2) which is more good practice between immediate feedback and lob lob indirect. While the purpose of this study were (1) determine the effect of exercise feedback lob lob direct and indirect effects lob accuracy and (2) determine which is better than the feedback lob lob direct and indirect effects to the accuracy lob. In keeping with this background, this research is experimental. The population in this study were children aged 8-15 years club members PB TUGUMUDA Semarang city sempelnya numbered 16 and totaled 16 people. In taking this sempel total sample techniques. the variables that were examined in this study there are 2 kinds of exercises lob accuracy with immediate feedback and training accuracy lob lob lob indirect as the independent variable and the precision lob as a bound variable. Data collected by the experimental method. the research instrument used test blow lob. Further data obtained is then inserted into the short formula method. Experimen results showed an average accuracy lob post test results of the experimen group 1 is immediate feedback lob at 16 and the experimental group 2 that lob indirect achieve 17.875 subsequent after dimasuk'ken into the formula t, t value = 2.450, mean t count greater than t table is 2.450> 2.365 with α = 5% and dk 7. Thus it can be in elaskan that there are significant differences between the data post test of experimental group 1 was training with exercises lob lob immediate feedback and the experimental group 2 that workout with exercises lob  and lob indirect
STATUS KETRAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET PADA CLUB NBC (NGALIYAN BASKETBALL CENTER) KOTA SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1934

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status keterampilan bermain bola basket pemain Club NBC Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei tes dan pengukuran. Design penelitian yang digunakan adalah ”one–shot case study design”. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji analisis statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan pemain yang masuk kedalam kategori baik adalah 2 pemain dengan jumlah prosentase 13,3%, pemain yang masuk kedalam kategori cukup adalah 8 pemain dengan jumlah prosentase 53,3%, pemain yang masuk kedalam kategori sedang adalah 4 pemain dengan prosentase 26,7%, sedangkan pemain yang masuk kedalam kategori kurang adalah 1 pemain, dengan jumlah prosentase 6,7%.  Disimpulkan bahwa tingkat keterampilan bermain bola basket Club NBC Kota Semarang termasuk dalam kategori cukup, dengan jumlah total ratarata nilai skor-T seluruh item tes adalah 171. The purpose of this study was to determine the status of skill played basketball players of NBC Semarang City Club.  The research method used was a survey test and measurement. Design research is a "one-shot case study design". The data were analyzed by descriptive statistical analysis of the percentage. The results showed that the player into either category are 2 players with the percentage of 13.3%, in the category of players who are 8 players enough with the percentage 53.3%, in the category of players who currently are 4 players with a percentage of 26, 7%, while the players are in the category of less than 1 player, with a percentage of 6.7%. It was concluded that the level of skill played basketball Club NBC Semarang city is included in the category of pretty, with a total average score of all items-T test is 171.
PENGARUH PROGRAM PARIWISATA OLAHRAGA BOROBUDUR INTERHASH 2012 DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE DAERAH TUJUAN WISATA KABUPATEN MAGELANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1935

Abstract

Pariwisata Olahraga adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat dari industri pariwisata dengan pembelanjaan tahunan mencapai $3,4 miliar.Tapi di Indonesia, masih jarang perhatian dari pemerintah dan bahkan masyarakat tentang pentingnya kegiatan olahraga disektor pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek dari program pariwisata olahraga Borobudur InterHash 2012 dapat meningkatkan jumlah wisatawan kedaerah tujuan wisata Kabupaten Magelang. Data yang diambil adalah data primer pada jumlah wisatawan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang dan dua data sekunder, angket yang diberikan kepada 30 wisatawan asing dan wisatawan domestik serta wawancara. Analisis menggunakan Persentase. Peningkatan terjadi di daerah tujuan wisata Candi Borobudur hingga 35,97%, Candi Mendut mencapai 94,64%, dan Ketep Pass 37,04%. Hal ini diperkuat oleh angket yang menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Indonesia karena motivasi kebudayaan dan Kabupaten Magelang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki peninggalan kebudayaan terbesar. Selain itu, pedagangdan paguyuban pemandu wisata mengatakan bahwa ada peningkatan pengunjung setelah peristiwa berlangsung. Sports tourism is the fastest growing segment of the tourism industry with annual expenditu resreaching $3.4 billion. But in Indonesia, it is still rare attention from the government and even the public about the importance of sports activities in the tourism sector. The purpose of this research was to determine the effects of sport tourism program "Borobudur InterHash 2012" to increase the tourists visiting number t othe tourism destination Magelang Regency. The data taken is the primary data on the tourists visiting number from the Department of Tourism and Culture Magelang Regency and two secondary data, questionnaire were given to 30 foreign tourists and domestic tourists as well as interviews. Analysis using Percentage. The increase occurred at the Borobudur Temple to 35,97%, Mendut reached 94,64%, and Ketep Pass 37,04%. This was confirmed by a questionnaire which showed that tourist arrivals to Indonesia because it has cultural motivation and Magelang Regency is one of the regencies that have the greatest cultural heritage. In addition, traders and community of tour guide said that there was an increase in visitors after the event took place.
PENGARUH LATIHAN STANDING JUMP OVER DAN ONE LEGGED REACTIVE JUMP OVER TERHADAP TENDANGAN JARAK JAUH
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1944

Abstract

Tujuan penelitian  untuk  mengetahui pengaruh latihan Standing jump Over dan One Legged Reactive Jump Over terhadap hasil tendangan jarak jauh pada pemain SSB IMAGE U-15 Kec. Boja, Untuk mengetahui  latihan mana yang lebih baik antara latihan Standing jump Over dan latihan  One Legged Reactive Jump Over terhadap hasil tendangan jarak jauh pada pemain SSB IMAGE U-15 Kec. Boja. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian korelasioner dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pemain SSB IMAGE U-15 Kec Boja, dengan jumlah populasi 22 pemain. Sampel penelitian ini adalah 22 pemain. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Variabel penelitian ini yaitu latihan Standing jump Over dan One Legged Reactive Jump Over sebagai variabel bebas serta hasil tendangan jarak jauh sebagai variabel terikat. Metode penelitian menggunakan eksperimen. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis data statistik dengan rumus t-test. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa latihan Standing jump Over  berpengaruh terhadap hasil tendangan jarak jauh. Dari pernyataan tersebut diketahui thitung=2.291, sedangkan latihan One Legged Reactive Jump Over berpengaruah terhadap hasil tendangan jarak jauh. Dari pernyataan tersebut diketahui thitung=2.896. Hasil perbandingan nilai rata-rata diketahui Me1=2.57 Me2=6.33 jadi Me1<Me2. Kesimpulan penelitian adalah bahwa latihan Standing jump Over dan One Legged Reactive Jump Over  berpengaruh terhadap hasil tendangan jarak jauh pada pemain SSB IMAGE U-15 Kec. Boja  dan latihan One Legged Reactive Jump Over lebih baik dibanding dengan latihan Standing jump Over terhadap hasil tendangan jarak jauh pada pemain SSB IMAGE U-15 Kec. Boja. Research objective was to determine the effect of exercise jump Standing Over and Over One Legged Reactive Jump to yield long-range shot at the SSB players IMAGE U-15 district. Boja, To know pebedaan exercises jump Standing Over and Over One Legged Reactive Jump to yield long-range shot at the SSB players IMAGE U-15 district. Boja. The method used in this research is the experimental method to the type of research korelasioner and quantitative approach. The population in this study was the player SSB IMAGE Boja U-15 district, with a population of 22 players. The sample was 22 players. Sampling technique by total sampling. The variables of this research is practice jump Standing Over and Over One Legged Jump Reactive as the independent variable and the results of a long-range as the dependent variable. Research using experimental methods. Methods of data analysis using statistical data analysis with t-test formula. The collected data were analyzed using descriptive analysis. Based on the findings that exercise jump Standing Over affects the outcome of long-range kick. From the statement known thitung = 2291, while training Reactive One Legged Over berpengaruah Jump to yield long-range shot. From the statement known thitung = 2896. The results of comparison of the average mind Me2 ME1 = 2.57 = 6.33 so ME1 <Me2. Conclusions of the study is that exercise jump Standing Over and Over One Legged Jump Reactive affects the outcome of a long-range SSB on players IMAGE U-15 district. Boja and training Over One Legged Jump Reactive better than the practice jump Standing Over to yield long-range shot on SSB players IMAGE U-15 district. Boja.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN FRONT CONE HOPS DAN LATIHAN ZIG-ZAG DRILL TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1945

Abstract

Tendangan merupakan pola serangan yang efektif untuk mendapatkan poin dalam pertandingan, dalam hal ini kemampuan power otot tungkai sangat berperan penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan latihan front cone hops dan  latihan zig-zag drill terhadap peningkatan power otot tungkai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah Siswa Putra Peserta Ekstrakurikuler Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Kabupaten Semarang tahun 2012, berjumlah 14 siswa. Dari 14 siswa tersebut, setelah diadakan tes awal, dirangking kemudian dipasangkan dengan ordinal pairing dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan latihan front cone hops dan kelompok 2 diberi perlakuan latihan zig-zag drill. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah t-test. Hasil penelitian ini adalah latihan front cone hops dan latihan zig-zag drill memberikan pengaruh yang berbeda terhadap peningkatan power otot tungkai pada Siswa Putra Peserta Ekstrakurikuler Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Kabupaten Semarang Tahun 2012. Latihan zig-zag drill (70,58%) lebih baik pengaruhnya dari pada latihan front cone hops (19,77%) terhadap peningkatan power otot tungkai pada Siswa Putra Peserta  Ekstrakurikuler Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Kabupaten Semarang Tahun 2012. Simpulan penelitian ini adalah latihan front cone hops dan latihan zig-zag drill memberikan pengaruh yang berbeda terhadap peningkatan power otot tungkai pada Siswa Putra Peserta Ekstrakurikuler Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Kabupaten Semarang Tahun 2012. Saran yang dapat diberikan guna meningkatkan power otot tungkai pada olahraga Tae Kwon Do, hendaknya pelatih harus memiliki kreatifitas dan mampu menerapkan metode latihan yang tepat, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk menentukan dan memilih metode latihan untuk meningkatkan power otot tungkai pada Tae Kwon Do serta latihan front cone hops dan  latihan  zig-zag drill dapat dipilih pelatih sebagai latihan rutin untuk dapat meningkatkan power otot tungkai pada olahraga Tae Kwon Do. Kicking is an effective attack patterns to gain points in a game, in this case the ability to leg muscle power plays an important role. The purpose of this study to know the different exercises and workout front cone hops zig-zag drill to increase leg muscle power. This research uses experimental methods. The study population is the Students Extracurricular Participant Son Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Semarang regency in 2012, totaling 14 students. Of 14 students, having held an initial test, then paired with ordinal rank pairing and divided into 2 groups. Group 1 was treated workout front cone hops and group 2 were treated workout zig-zag drill. Data collection techniques to test and measurement. The data analysis technique used is the t-test.The results of this research is the practice of front cone hops and zig-zag drill exercise gives a different effect on the increase in leg muscle power Students Extracurricular Participant Son Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Semarang District 2012. Exercise zig-zag drill (70.58%) better effect than the exercise front cone hops (19.77%) of the increase in leg muscle power in the Students Extracurricular Participant Son Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Semarang District 2012. Conclusions: This study is an exercise in front cone hops and zig-zag drill exercise gives a different effect on the increase in leg muscle power Students Extracurricular Participant Son Tae Kwon Do SMA Negeri 1 Semarang District 2012. Advice can be given to improve leg muscle power in sport Tae Kwon Do, the coach should have to have creativity and be able to apply the proper training methods, the results of this study can be used as a guideline to identify and select the method of exercises to improve leg muscle power in Tae Kwon Do and exercise front cone hops and zig-zag drill exercises can be selected as a coach for an exercise routine to improve leg muscle power in sport Tae Kwon Do.
LATIHAN MENGGUNAKAN MEDIA VCD INTRUKSIONAL DAN DEMONSTRASI LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL LATIHAN SHOOTING KNUCKLEBALL PADA SEPAKBOLA DI LEMBAGA PENDIDIKAN SEPAKBOLA SAMBIREJO TAHUN 2012
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1946

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1). Apakah ada perbedaan latihan menggunakan media VCD intruksional dan demonstrasi langsung terhadap hasil shooting knucleball pada Lembaga Pendidikan Sepakbola Sambirejo Tahun 2012, 2). Manakah yang lebih berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan shooting knucleball. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1). Mengetahui perbedaan latihan menggunakan media VCD Intruksional dan metode Demostrasi Langsung  terhadap hasil  Shooting Knuckleball pada lembaga pendidikan sepakbola Sambirejo, 2). Bila ditemukan ada perbedaan pengaruh latihan, maka akan dicari media mana yang lebih baik antara media VCD Intruksional dengan  Demostrasi langsung terhadap hasil shooting Knuckleball pada lembaga pendidikan sepakbola Sambirejo.Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi di lembaga pendidikan sepakbola Sambirejo kelompok umur 11-12 tahun sebanyak 16 anak. Sehingga total sample dalam penelitian ini adalah 16 orang.. Metode yang digunakan digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Bahwa Ada perbedaan antara latihan menggunakan media VCD Intruksional dengan media demonstrasi langsung terhadap Shooting Knuckleball, karena pada hasil post – test antara kelompok demonstrasi langsung dengan kelompok VCD dapat diketahui pada α= 5% dengan db = 8 – 1 = 7 diperoleh nilai t (2,365). Karena t (2.706)> t (2,365) maka nilai t berada pada daerah penolakan Ho, 2) Sedangkan metode latihan menggunakan VCD Intruksional lebih baik dari pada metode latihan menggunakan demonstrasi langsung. Dikarenakan media VCD dapat diputar berulang-ulang dirumah dan diamati baik-baik sehingga lebih berpengaruh terhadap Shooting Knuckleball.Saran yang dapat diberikan, yaitu: 1) Para pelatih disarankan untuk mencoba menggunakan media VCD intruksional sebagai alternatif untuk melatih siswa didiknya, 2) Bagi peneliti yang lain diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan sample yang lain agar mendapatkan hasil yang berbeda sebagai perbandingan dari hasil penelitian ini. The problem in this study were: 1). Is there a difference in practice using instructional VCD media and live demonstration against the shooting knucleball on Football Institutions Sambirejo In 2012, 2). Which is more influential in improving knucleball shooting. The objectives of this study were: 1). Knowing the difference exercises using instructional media and methods VCD Direct demonstration of the results Shooting knuckleball on Sambirejo football institution, 2). If found no differences in the effects of exercise, it will look for the media which is better between VCD instructional media with direct demonstration against the shooting knuckleball on a football institution study Sambirejo.Dalam sampling using total sampling the entire population in the educational institutions of football Sambirejo age 11-12 years as many as 16 children. So the total sample in this study was 16 people .. The method used in this research that used research methods research concluded kuantitatif.Berdasarkan 1) That There's a difference between practice using instructional VCD media with media direct demonstration against Shooting knuckleball, because the results of the post - test between the live demonstration with the VCD can be known at α = 5% and db = 8-1 = 7 obtained value of t (2.365). Since t (2,706)> t (2.365) then the value of t is in the rejection region Ho, 2) The method of training using instructional VCD is better than the method of exercises using live demonstrations. Because media VCD can be played over and over at home and well observed that more influence Shooting Knuckleball.Saran that can be given, namely: 1) The trainer is encouraged to try to use the media as an alternative instructional VCD to train educate students, 2) For researchers Another is expected to continue this research with other samples in order to get different results for comparison of the results of this study. 
MANAJEMEN LIFEGUARD PADA WATER BLASTER KOTA SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1947

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan manajemen lifeguard, sarana prasarana pendukung tugas lifeguard dan bentuk pelayanan manajemen lifeguard guna memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan didukung kuesioner. Diperoleh hasil manajemen lifeguard telah melaksanakan proses manajemen dengan baik. Manajemen lifeguard membentuk suatu organisasi sederhana dibawah kepemimpinan manajer secara langsung dalam pengarahan tugas dan pengawasan. Dalam menjaga kelancaran kegiatan anggota lifeguard maka manajemen lifeguard bekerjasama dengan bidang lain yang ada di bawah manajemen Water Blaster dan instansi dari tim SAR (Search and Rescue) Kota Semarang. Untuk mendukung kegiatan lifeguard maka Water Blaster menyediakan sarana prasarana pendukung tugas anggota lifeguard di lapangan. Guna meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, manajemen mengadakan pelatihan keterampilan penyelamatan serta memberikan penugasan kepada lifeguard dengan berprinsip melayani. A study to determine the implementation of management lifeguard, lifeguard duty supporting infrastructure and management services lifeguard shape to provide comfort to the visitors. The research method used is descriptive qualitative interview techniques, observation, documentation and support questionnaire. Obtained results lifeguard management has implemented process management well. Management lifeguard simple form an organization under the leadership of manager directly in the direction and supervision duties. In keeping with the smooth operation of members of the lifeguard lifeguard management in collaboration with other areas that are under the management of the Water Blaster and agency teams SAR (Search and Rescue) of Semarang. To support the activities of the Water Blaster lifeguard provide infrastructure support member lifeguard duty in the field. To improve service to visitors, management skills training as well as giving an assignment to rescue lifeguard with principled serve.
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN DAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAX) SISWA SMA N 1 PAMOTAN KABUPATEN REMBANG BERGOLONGAN DARAH A, B, AB, O TAHUN 2012
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan VO2 Max, Mengatahui bagaimana kadar hemoglobin siswa SMA Negeri 1 Pamotan yang bergolongan darah A, B, AB dan O dan Mengetahui bagaimana VO2 Max siswa SMA Negeri 1 Pamotan yang bergolongan darah A, B, AB dan O. menggunakan metode survey test, Sedang untuk pengumpulan data di gunakan tes dan pengukuran konsumsi oksigen maksimal VO2 Max. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa laki-laki SMA Negeri 1 Pamotan yang berjumlah 294 anak sedangkan pengambilan sampelnya menggunakan random sampel yaitu di ambil secara acak dengan pengambilan 2 anak dalam setiap 1 kelas yang berjumlah 30 anak. Data yang diperoleh selanjutnya di analisis menggunakan korelasi dan deskriptif persentase. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan adalah Tidak terdapat hubungan kadar hemoglobin dengan VO2Ma, Deskriptif tingkat kadar hemoglobin berdasarkan golongan darah yaitu golongan darah A rata-rata HB 14.25, B 14,41, AB 14.55 dan O 14.36. rata-rata Hb 14,37. Jadi Hb dalam kategori normal. VO2 max minimal adalah  ≤44,25, VO2 max,  maksimum ≥74,54. Deskriptif VO2 max berdasarkan golongan darah yaitu golongan darah A 34.73, B 38.12, AB 38.25 dan O 36.39. Rata-rata VO2 max 36,87. Jadi VO2 max dalam kategori kurang sekali. Sebaiknya para siswa senantiasa melakukan olahraga kebugaran seperti aerobik dan jogging agar kemampuan tubuh dalam menghirup oksigen VO2 max bisa lebih banyak lagi,  karena meningkatnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh baik untuk kesehatan dan kesegaran tubuh, Hendaknya para pemuka olahraga di Indonesia janganlah melihat dan memilih atlit karna dari fisiknya tetapi lihatlah juga menurut kadar HB dan Golongan darahnya, karna golongan darah itu mampu berbicara banyak di dalam setiap individu manusia, Para siswa tidak perlu takut akan rendahnya kemampuan menghirup oksigen maksimal ke dalam tubuh, karena hal ini dengan latihan dan olahraga tingkat VO2Max dapat ditingkatkan. The research objective was to determine the relationship Knowing hemoglobin with VO2 Max, mengatahui how hemoglobin student SMAN 1 Pamotan with blood type A, B, AB and O and VO2 Max Knowing how students SMA Negeri 1 Pamotan with blood type A, B, AB and O. test survey methods, data collection Looking for used test and measurement of maximal oxygen consumption VO2 Max. The population in this study were all male students of SMAN 1 Pamotan which amounts to 294 children while taking the sample using random samples are taken randomly by taking 2 children in any one class that totaled 30 children. Data obtained subsequent correlation and descriptive analysis using percentage. The results are based on calculations There was no relationship with VO2Ma hemoglobin, hemoglobin level Descriptive based on blood type A blood are the average HB 14:25, 14.41 B, AB and O 14:55 14.36. mean Hb 14.37. So Hb in the normal category. VO2 max is the minimum of ≤ 44.25, VO2 max, max ≥ 74.54. Descriptive VO2 max based on blood type A blood group ie 34.73, 38.12 B, AB and O 36.39 38.25. Average VO2 max 36.87. So VO2 max in the category of less than once. We recommend that students continue to perform fitness exercise like aerobics and jogging so that the body's ability to breathe oxygen VO2 max could be even more, due to the increased oxygen into the body for good health and freshness of the body, should leaders do not see the sport in Indonesia and selecting athletes because of the physical but also according to their look and Class HB blood, because blood was able to talk a lot on the individual human being, the students need not fear the low capacity maximal breathing oxygen into the body, as it is with exercise and exercise VO2max levels can be improved.
SUMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK TERHADAP KECERDASAN INTELLIGENCE QUOTIENT SISWA KELAS III PUTRA SDN KAWENGEN 02
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1950

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Tingkat keterampilan motorik olahraga siswa kelas III putra SDN Kawengen 02, 2) Mengetahui tingkat kecerdasan Intelligence Quotient siswa kelas III putra SDN Kawengen 02, 3) Mengetahui seberapa besar  sumbangan keterampilan motorik olahraga terhadap kecerdasan Intelligence Quotient siswa kelas III putra SDN Kawengen 02. Jenis penelitian ini adalah penelitian kwantitatif, dengan metode survei analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas III putra SDN Kawengen 02 berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk tes keterampilan motorik adalah lari 60 yard, standing broad jump, lempar bola kasti, dan vertical jump, sedangkan instrumen untuk kecerdasan intelligence quotient adalah tes IQ CVIT 2A. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif nilai mean, maksimum, minimum, standar deviasi. Uji persyaratan analisis uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas, analisis regresi sederhana, uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan keterampilan motorik olahraga memberikan sumbangan  27,3% terhadap kecerdasan intelligence quotient, dengan diperoleh nilai Adjusted R2 = 0,273 = 27,3%. Tingkat keterampilan motorik olahraga siswa kelas III putra  SDN Kawengen 02 berada pada kriteria cukup. Sedangkan tingkat  kecerdasan Intelligence Quotient (IQ) siswa kelas III putra SDN Kawengen 02 berada pada kriteria cukup dengan persentasi sebesar 88,07%. The purposes of this study are: 1) knowing the level of students motor skills of the  third grade students of SDN Kawengen 02, 2) Knowing the level of intelligence Quotient  third grade students of SDN Kawengen 02, 3) Knowing how much the contribution to the sport of motor skills Intelligence Quotient third grade students of SDN Kawengen 02. This research is quantitative research, survey methods and analytic cross-sectional approach. The population in this study was the students of third grade of SDN Kawengen 02 amounted to 30 students. The instrument used to test motor skills is a 60-yard run, standing broad jump, baseball throw and vertical jump, while the instruments for intelligence  quotient IQ test is CVIT 2A. Data analysis was done by descriptive statistics mean, maximum, minimum, standard deviation. Test requirements analysis normality test, homogeneity, linearity test, simple regression analysis, the coefficient of determination test. These results indicate motor skills exercise contributes 27.3% to the intelligence intelligence quotient, with the obtained value Adjusted R2 = 0.273 = 27.3%. The level of motor skills exercise third grade students of SDN Kawengen 02 men are on enough criteria. While the level of intelligence Quotient (IQ) third grade students of SDN Kawengen 02 men are on the criteria quite a percentage of 88.07%.
SUMBANGAN POWER OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT TANGAN, OTOT PERUT TERHADAP AKURASI LEMPARAN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 1
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i1.1951

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui sumbangan daya ledak (power) otot lengan, kekuatan otot tangan dan kekuatan otot perut terhadap hasil akurasi lemparan overhand pada Unit Kegiatan Mahasiswa Softball Universitas Negeri Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei dengan tes dan pengukuran. Medicine Ball Test digunakan untuk menentukan daya ledak (power) otot lengan, Grip Strength Test  untuk mengukur kekuatan otot tangan, dan Sit-Up Test untuk menentukan kekuatan otot perut. Diperoleh hasil, daya ledak otot lengan memberikan sumbangan sebesar 43,43%, kekuatan otot tangan sebesar 23,52%, dan kekuatan otot perut sebesar 26,83% terhadap hasil akurasi lemparan overhand. Daya ledak (power) otot lengan memberikan sumbangan paling besar, diikuti kekuatan otot perut yang memberikan sumbangan terbanyak kedua, kekuatan otot tangan memberikan sumbangan paling kecil terhadap hasil akurasi lemparan overhand. There was a research to know donation of explosive power arm muscles, arm muscle strength and abdominal muscle strength to overhand accuracy throw results of on the softball Student Activity Unit Semarang State University. The method used is quantitative survey techniques to test and measurement.Medicine ball test are used to determain power arm muscles, grip strength used to measure hand muscle strength,, and sit-up test used to determain abdominal muscle strength. Obtained result, power arm muscle contributed 43,43%, hand muscle strength 23,52%, and abdominal strength muscle 26,83% on the accuracy overhand throw result. Explosive power arm muscle contributed the most, followed by abdominal muscle strength, then  hand muscles contribute little to the accuracy of the results throw overhand.

Page 1 of 1 | Total Record : 10