cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2013)" : 10 Documents clear
SUMBANGAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN, OTOT TUNGKAI, KELENTUKAN TOGOK DALAM TOLAK PELURU
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumbangan daya ledak otot lengan, daya ledak otot tungkai dan kelentukan togok terhadap hasil tolak peluru. Penelitian ini menggunakan metode Survey test, yaitu mengumpulkan data hasil pengukuran variabel daya ledak otot lengan, daya ledak otot tungkai, kelentukan togok dan hasil tolak peluru. Populasi penelitian ini adalah pelempar pemula yaitu siswa kelas X SMK Negeri 2 Demak dengan jumlah keseluruhan 210 siswa dari 6 kelas sebagai pelempar pemula di kabupaten demak tahun 2012. Sampel sebanyak 40 siswa diperoleh melalui teknik Random Sampling, diambil 20% dari jumlah populasi. Data yang digunakan diambil melalui serangkaian test terhadap variabel bebas dan terikat. Metode pengujian penelitian ini melalui analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil pengujian hipotesis penelitian bahwa daya ledak otot lengan memberi sumbangan terhadap hasil tolak peluru yaitu 14,6%, daya ledak otot tungkai memberi sumbangan terhadap hasil tolak peluru yaitu 35,5%, dan kelentukan togok memberi sumbangan terhadap hasil tolak peluru yaitu 16,2%. Secara bersama-sama daya ledak otot lengan dan otot tungkai serta kelentukan togok memberi sumbangan terhadap hasil tolak peluru yaitu 66,3%. Simpulan dalam penelitian ini bahwa secara parsial variabel daya ledak otot lengan dan kelentukan togok tidak memberikan sumbangan yang signifikan terhadap variabel hasil tolak peluru, sedangkan variabel daya ledak otot tungkai memberikan sumbangan yang signifikan terhadap variabel hasil tolak peluru. Secara simultan seluruh variabel bebas memberi sumbangan yang signifikan terhadap variabel terikat. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah untuk memilih atlit tolak peluru  perlu didukung oleh faktor kondisi fisik seperti daya ledak otot lengan dan otot tungkai serta kelentukan togok, karena ketiga faktor tersebut memberikan sumbangan yang signifikan. Perlu juga memperhatikan komponen kondisi fisik yang lainnya sehingga dapat dijadikan faktor yang menunjang dalam olahraga tolak peluru, sehingga pencapaian prestasi olahraga tolak peluru dapat ditingkatkan.  Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya antara lain yaitu memperluas sampel penelitian. This study aims to determine the contribution of explosive power arm muscles, leg muscles explosive power and flexibility togok of the shot put. This study uses survey test, which collects data from the measurement variables explosive power arm muscles, leg muscles explosive power, flexibility togok and the shot put. The study population was throwing the beginner class X SMK Negeri 2 Demak a total of 210 students from 6 classes in the district as a beginner throwers Demak 2012. Sample size of 40 students obtained through the Random Sampling technique, taken 20% of the total population. The data used is taken through a series of tests of free and bound variables. This research testing methods through multiple regression analysis with SPSS 16.0. The results of studies testing the hypothesis that explosive power arm muscles contribute to the shot put, namely 14.6%, explosive power leg muscle contributes to the shot put, namely 35.5%, and flexibility togok contribute to the shot put is 16.2 %. Taken together explosive power and arm muscles and leg muscles togok flexibility contributes to the shot put is 66.3%. The conclusions in this study variables that are partially explosive power and flexibility togok arm muscle does not contribute significantly to the outcome variables shot put, while the variable explosive leg muscles contribute significantly to the outcome variables shot put. Simultaneously all the independent variables contributed significantly to the dependent variable. Advice can be given researcher is to choose the shot put athlete needs to be supported by factors such as the physical condition of the arm muscles and explosive power and flexibility togok leg muscles, because these three factors contribute significantly. There should also pay attention to the physical condition of the other components that can be used as a supporting factor in sports shot put, so the shot put sport achievements can be improved. Recommendations for further research include extending the study sample.
SUMBANGAN HIPEREKSTENSI TOGOK, KEKUATAN OTOT PERUT, DAN LEHER TERHADAP KEMAMPUAN HEADING
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3853

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar sumbangan secara parsial maupun simultan hiperekstensi togok, kekuatan otot perut, dan leher terhadap kemampuan heading pada pemain sepakbola SSB UNNES. Populasi penelitian ini adalah seluruh pemain sepakbola SSB UNNES yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu sebanyak 20 sampel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hiperekstensi togok, kekuatan otot perut, dan leher sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan heading. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Simpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hiperekstensi togok, kekuatan otot perut, dan leher memberikan sumbangan yang sedang terhadap kemampuan heading pada pemain sepakbola SSB UNNES. Secara simultan hiperekstensi togok, kekuatan otot perut, dan leher memberikan sumbangan yang besar terhadap kemampuan heading . Target of this research to know how big contribution by parsial and also veterbra hyperextension simultan, strength of stomach muscle, and neck to ability of heading at player of football of SSB UNNES. this Population Research is entire/all player of football of SSB UNNES amounting to 20 people. Technique intake of sampel use total technique of sampling, that is counted 20 sampel. Free variable in this research is veterbra hyperextension, strength of stomach muscle, and neck while variable tied in this research is ability of heading. Hereinafter obtained to be data to be analysed by using analysis of regresi doubled. Result of this research indicate that by parsial veterbra hyperextension, strength of stomach muscle, and neck give contribution which is to ability of heading at player of football of SSB UNNES. By simultan veterbra hyperextension, strength of stomach muscle, and neck give big contribution to ability of heading .
SURVEI HASIL KETEPATAN TENDANGAN PENALTI ATAS DASAR PENGGUNAAN POWER TINGGI, SEDANG DAN RENDAH PADA PEMAIN PS. GUNUNGWUNGKAL KECAMATAN GUNUNGWUNGKAL KABUPATEN PATI
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3855

Abstract

Menendang bola merupakan teknik dasar yang harus dan mutlak dikuasai oleh seorang pemain sepakbola. Agar memiliki ketepatan yang tinggi dalam pelaksanaan tendangan penalti, penendang harus memerhatikan arah angin, rotasi, dan kecepatan bola. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik melakukan kajian permasalahan tentang perbedaan hasil ketepatan dalam tendangan penalti atas dasar penggunaan power tinggi, sedang dan rendah. Penelitian dengan menggunakan populasi pemain PS. Gunungwungkal Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati memperoleh hasil adanya hubungan penggunaan power tungkai tinggi, sedang maupun rendah dengan hasil ketepatan tendangan penalti, dan penggunaan power tungkai tinggi, sedang, dan rendah memberikan hasil ketepatan tendangan penalti yang berbeda.  Kicking the ball is a basic technique that must and absolutely controlled by a football player. In order to have high accuracy in the execution of a penalty kick, the kicker should be noticed that the direction of the wind, rotation, and speed of the ball. Based on the researchers are interested in reviewing the issue of differences in accuracy results in a penalty on the basis of the use of high power, medium and low. Population studies usin Players Association Football. Gunungwungkal Gunungwungkal Sub District Pati obtain a connection using the power leg high, medium or low with accuracy the results of a penalty, and the use of leg power high, medium, and low accuracy results of different penalty kick.
PROFIL KONDISI FISIK SPIKER ATLET BOLAVOLI PPLP JAWA TENGAH TAHUN 2012
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3857

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kondisi fisik spiker atlet bolavoli PPLP Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey teknik tes dengan populasi 12 peserta tes. Dari penelitian tersebut, menghasilkan bahwa kemampuan push masih tergolong kurang yaitu 33,75 kg dan kemampuan pull mencapai 34,83 dalam kategori sedang. Sedangkan dengan test kelentukan otot punggung dari rata-rata yang diperoleh sebesar 14,33 cm, menunjukkan bahwa kelentukan otot punggung dan peregangan otot tungkai atas para spiker atlet bolavoli PPLP Jawa Tengah tahun 2012 masih tergolong kurang. Test punggung,tungkai dan bahu diperoleh rata-rata sebesar 143,71 dalam kategori sedang karena pada interval 115,13 – 187,79 kg. Hasil test vertical jump memperlihatkan bahwa rata-rata tergolong kurang yaitu sebesar 59,17 cm di bawah 69 cm. Simpulan hasil penelitian bahwa profil kondisi fisik spiker atlet bolavoli PPLP Jawa Tengah masih tergolong kurang, terutama menyangkut kekuatan otot lengan, kelentukan otot punggung dan daya ledak otot tungkai, sedangkan kekuatan otot tungkai dan punggung dalam kategori sedang. Oleh karena itu, pelatih atlet bolavoli lebih banyak memberikan latihan secara kontinyu dalam pembentukan otot lengan melalui push up sebelum bermain, melakukan sit up dan back up untuk meningkatkan kelentukan otot punggung dan melakukan vertical jump untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. The purpose of this study was to determine the profile of the physical condition of athletes volleyball spiker PPLP Central Java. The method used in this study is the method of survey techniques with a population of 12 test takers. From these studies, the ability to push yield is still relatively less is 33.75 kg and the ability to pull reached 34.83 in the medium category. While the test flexibility of back muscles obtained an average of 14.33 cm, suggesting that flexibility back muscles and stretching the leg muscles of the athletes volleyball spiker PPLP Central Java in 2012 is still quite lacking. Test your back, legs and shoulders gained an average of 143.71 in the medium category because the interval from 115.13 to 187.79 kg. Vertical jump test results show that on average relatively less in the amount of 59.17 cm below 69 cm. Conclusion The results of the study that profiles the physical condition of athletes volleyball spiker PPLP Central Java is still quite lacking, especially with regard to the arm muscle strength, flexibility and explosive power back muscles leg muscles, while leg and back muscle strength in the medium category. Therefore, coaches volleyball athletes give more continuous practice in the formation of the arm muscles through push-ups before playing, doing sit-ups and back up your back muscles to improve flexibility and doing vertical jump to improve explosive leg muscle.
STATUS GIZI DAN KESEGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA PUTRA TAMA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3859

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat status gizi dan kesegaran jasmani pada siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Putratama Kabupaten Pemalang. Populasi penelitian ini adalah anak-anak usia 13-15 tahun siswa SSB Putratama Kabupaten Pemalang yang berjumlah 20 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa status gizi secara keseluruhan pemain di SSB Putratama Kabupaten Pemalang diketahui 65 % (13 orang) berstatus gizi baik dan 35 % (7 orang) berstatus gizi kurang. Untuk tes kesegaran jasmani diketahui bahwa 55% (11 orang) memiliki kesegaran jasmani yang baik, 45 % (9 orang) memiliki tingkat kesegaran jasmani sedang. Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu status gizi sebagian pemain di SSB Putratama Kabupaten Pemalang dalam kategori baik 65% (13 orang) sedangkan kesegaran jasmani siswa sepak bola 55% (11 orang) memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik. The purpose of this study was to determine the level of nutrition and physical fitness to students Football School (SSB) Putratama in Pemalang. This study population was children’s aged 13-15 in  SSB Putratama Pemalang totaling 20 people.The sample in this study uses total sampling. Based on the survey results revealed that the overall nutritional status of the player in SSB Putratama Pemalang unknown 65% (13 people) well nourished and 35% (7 people) are less nourished. For the physical fitness test is known that 55% (11 people) had good physical fitness, 45% (9 people) had a moderate level of physical fitness. Conclusions from this research that the nutritional status of some players in the SSB Putratama Pemalang in both categories 65% (13 people) while the student physical fitness football 55% (11 people) had a good level of physical fitness.
HUBUNGAN INDEK MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TOLAKAN CABANG OLAHRAGA ATLETIK NOMOR TOLAK PELURU SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 PURWONEGORO KABUPATEN BANJARNEGARA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3862

Abstract

Prestasi olahraga diperoleh karena berbagai faktor antara lain : bakat, keahlian, dan latihan. Tolak peluru merupakan olahraga atletik yang dipertandingkan dalam tahap nasional maupun internasional. Pada cabang olahraga atletik cabang tolak peluru dibutuhkan daya ledak otot. Pelari jarak jauh, atlet lompat tinggi, lompat jauh, dan pemain basket cenderung memerlukan sifat ectomorphy (tinggi kurus) lebih banyak dan lebih sedikit memiliki sifat endomorphy (pendek gemuk). Terlepas dari dua sifat tersebut, olahragawan mempunyai sifat mesomorphy (postur ideal) di atas rata-rata. Berdasarkan pada latar belakang ini, maka permasalahan pada penelitian ini adalah hubungan indek massa tubuh (IMT) dengan tolakan pada cabang olahraga tolak peluru. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan IMT dengan hasil tolak peluru. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Porwonegoro Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa IMT tidak memiliki hubungan dengan hasil tolakan karena atlet tolak peluru harus memiliki IMT yang ideal di atas rata-rata. Saran yang diinginkan pada penelitian ini adalah IMT bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Pada saat pemilihan dan pengembangan atlet tolak peluru pada khususnya yang perlu diperhatikan adalah pola asupan gizi dan metode pelatihan atlet untuk mengembangkan kemampuan power tolakan. Sporting achievements gained because various factors such as: talent, skill, and training. Shot put is an athletics which competed in the national and international stage. In the athletic sports branch takes shot needed explosive muscle power. Distance runners, athletes high jump, long jump, and basketball players tend to require ectomorphy properties (tall and thin) more and less  endomorphy properties (short fat). Apart from these two properties, athletes have the nature of mesomorphy (ideal posture) above average. Based on this background, the problem in this study is the relationship of body mass index (IMT) with repercussion on sports shot put. While the purpose of this study was to determine the relationship of IMT with the shot put. This study population is a class XI student SMA N 1 Porwonegoro. The results of this study showed that IMT had no association with the repulsion because shot put athlete must have an ideal IMT with above average. Advice may be desired in this study were IMT is not one thing has to watched. At the time of selection and development of athletes in the shot put in particular to note is the pattern of nutrient intake and methods of training athletes to develop power repulsion.
PENGARUH AKTIVITAS OLAHRAGA TERHADAP KEBUGARAN JASMANI
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3864

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh aktivitas olahraga terhadap kebugaran jasmani pada member wanita usia 30 tahun keatas Celebrity Fitness Paragon Mall Semarang. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan teknik tes dan pengukuran. Variabel bebas penelitian ini adalah aktivitas olahraga dan variabel terikat adalah kebugaran jasmani. Tes jalan/lari 12 menit digunakan untuk menentukan daya tahan kardiovaskuler, tes Back Dynamometer untuk mengukur kekuatan otot punggung, tes Leg Dynamometer untuk mengukur kekuatan otot kaki, tes Pull Dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan (menarik), tes Push Dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan (mendorong) dan tes Sit and Reach untuk menentukan kelentukan tubuh. Penelitian ini menggunakan analisis data statistik non parametrik uji wilcoxon Diperoleh hasil, terdapat perbedaan aspek kebugaran jasmani sebelum dan setelah diberikan latihan olahraga yang meliputi latihan aerobik, latihan resisten dan latihan fleksibilitas, dimana kebugaran jasmani setelah diberikan latihan aktivitas olahraga lebih baik dibandingkan dengan sebelum diberikan latihan olahraga. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas olahraga berpengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani. There was a research to know influence of sports activity to fitness level  of on the women member Celebrity Fitness Paragon Mall Semarang. The method used is false eksperiment techniques to test and measurement. Independent variable is sport activity and dependent variable is fitness level. 12 minute walk/run test are used to determain cardiovaskuler capacity, back dynamometer test used to measure back muscle strength, leg dynamometer test used to measure leg muscle strength, pull dynamometer test used to measure arm muscle strength (pull), push dynamometer test used to measure arm muscle strength (push), sit and reach test used to determain flexibility body. A researh use non parametrik wilcoxon statistic. Obtained result, there are different about fitness aspec betwen before and after given for exercise with include aerobic, resistance exercise, and flexibility. Then for fitness level after given for exercise more better given with before exercise. Conclude is sport activity influential to fitness level.
KONDISI FISIK PEMAIN SEPAK BOLA PUTRA MANDIRI KOTA SEMARANG TAHUN 2012
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3867

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui tingkat kondisi fisik para pemain sepakbola Putra Mandiri Semarang tahun 2012. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Tes Mengukur Kekuatan Peras, Tes Kekuatan Otot Punggung, Tes Kekuatan Otot Tungkai, Tes Daya Tahan Otot Perut, Tes Daya Tahan Otot Lengan Dan Bahu, Tes Lari Cepat, Tes Kelincahan Dan Koordinasi, Tes Fleksibilitas, Tes Kekuatan Daya Ledak Otot Tungkai, Tes Daya Tahan Kardio Vaskuler. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah pemain sepakbola Putra Mandiri yang ikut dalam kompetisi Divisi II Pengcab PSSI Kota Semarang yang berjumlah 30 pemain. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi pemain sepakbola Putra Mandiri. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa tingkat kondisi fisik para pemain sepakbola Putra Mandiri Semarang yang masuk dalam kategori baik ada 2 pemain atau 6,67%, tingkat kondisi fisik para pemain sepakbola Putra Mandiri Semarang yang masuk dalam kategori cukup ada 27 pemain atau 90%, tingkat kondisi fisik para pemain sepakbola Putra Mandiri Semarang yang masuk dalam kategori kurang ada 1 pemain atau 3,33%, dengan demikian tingkat kondisi fisik pemain klub sepakbola Putra Mandiri Semarang termasuk dalam kategori cukup. The purpose of this study was to determine the level of the phisical condition of the football player Putra Mandiri Semarang in 2012. The method in this study using survey methods with test and measurement used in data collection are kind of observation and test and measurement techniques. The instrument used in data collection are kind strength of press measure test, strength of back muscle measure test, strenght of leg muscle measure test, abdoment endurance test, arms and shoulders muscle endurance test, sprint test, agility and coordination test, flexibility test, strenght of explosive power leg muscle measure test, cardiovasculer  endurance test. The population used in the study is a football player who competition Putra Mandiri Division II PSSI Semarang, amounting to 30 players. The sample of the research used totally sampling tehnique that is all populations players soccer putra mandiri. The results of the research that has been done can be seen that the level of the physical condition of the players soccer Putra Mandiri Semarang who fit in either category there are 2 player or 6.67 %, the level of the physical condition of the players soccer putra mandiri semarang included in the category of pretty, there are 27 players or 90 %, the level of physical condition of the footballers Putra Mandiri Semarang in category 1 players or less was 3.33 %, thus the level of physical condition Putra Mandiri Semarang football club players fall in to this category pretty.
KONTRIBUSI VO2 MAKS, PANJANG TUNGKAI DAN POWER OTOT TUNGKAI TERHADAP HASIL LARI SPRINT 100 METER
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi VO2 Maks, panjang tungkai dan power otot tungkai terhadap hasil lari sprint 100 meter pada atlet club Joyo Kusumo Pati. Metode yang digunakan adalah metode survey test dengan desain korelasional, sedangkan pemilihan sampel menggunakan metode total sampling. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan analisis regresi linier ganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa VO2 Maks, panjang tungkai dan power otot tungkai memiliki kontribusi terhadap hasil lari sprint 100 meter. Berdasarkan hasil uji parsial VO2 Maks tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap hasil lari sprint 100 meter. Penelitian ini memberikan sumbangan positif bagi pelatih dalam melakukan pembibitan hendaknya memperhatikan aspek panjang tungkai dari calon atlet yang akan dipilih dan memberikan latihan teknik dasar lari sprint 100 meter perlu juga memberikan latihan fisik berupa power otot tungkai agar kegiatan latihan dapat berhasil secara optimal. This research aims to find out the magnitude of the contribution of VO2 Max, long leg and leg muscle power to run 100 metres sprint results on athletes club Joyo Kusumo Pati. The method used is the method of survey test with korelasional design, whereas the sample selection method using total sampling. Data analysis techniques with descriptive statistics and linear regression analysis. Based on the results of research show that VO2 Max, long leg and leg muscle power had contributed to the results of running sprint 100 meters. Based on test results of partial VO2 Max does not contribute significantly to the results run sprint 100 meters. This research contributed positively to the trainers in conducting seedling should be paying attention to this aspect of the long leg of prospective athletes who will be chosen and give you the basic techniques of exercise running sprint 100 meters need to also give physical exercise in the form of muscle power to exercise activities managed optimally.
PENGARUH LATIHANPLIOMETRIKDEPTH JUMP DAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP HASIL TENDANGAN KERASATLIT SEPAKBOLA DI TIM JUNIOR “GHEZANG”SIMO
Journal of Sport Science and Fitness Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v2i3.3870

Abstract

Atlit sepakbola eropa mempunyai tendangan lebih keras dari pada atlit sepakbola Indonesia, begitu pula para altit sepakbola GHEZANG Simo. Upaya untuk meningkatkan tendangan keras pada atlit GHEZANG peneliti mencoba memberikan latihan pliometrik depth jump dan knee tuck jump. Bertujuan untuk mendapatkan pengalaman lapangan tentang latihan depth jump dan knee tuck jump. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, metode latihan depth jump memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan knee tuck jump. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak atlit sepakbola di tim junior “GHEZANG” Simo. Dengan memberikan tes awal (Pre Test) dengan hasil yang kemudian di matching dengan metode A-B – B-A. Setelah di matching akan didapatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen I yang diberi latihan depth jump dan kelompok eksperimen II yang diberi latihan knee tuck jump. Kedua kelompok ini diberi perlakuan selama 20 kali pertemuan diakhiri dengan tes akhir (Post Test). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola M-S, pengolahan data menggunakan statistik dengan rumus t-test pendek dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (db) 14.Hasil perhitungan statistik diperoleh mean tes awal kelompok eksperimen I = 18,67; mean tes awal kelompok eksperimen II = 18,53;  mean tes akhir kelompok eksperimen I = 22,33; mean tes akhir kelompok eksperimen II = 21,33; t hitung lebih besar daripada t tabel (2,646  2,145), dan data perbedaan mean kelompok eksperimen I ternyata lebih besar daripada mean kelompok eksperimen II yaitu 22,33  21,33. European football athletes have more hard kick from the Indonesian football athletes, so did the GHEZANG Simo athlete football. as an attempt to increase the hard kick on GHEZANG athletes, researchers tried to give depth jump and knee tuck jump plyometric training. This training aimed to the get experience of depth jump and knee tuck jump training. Based on the research that has been done, depth jump training methods give better results than knee tuck jump. This research used purposive sampling technique with a total sample of 30 young athletes on the football team junior "GHEZANG" Simo. By providing early testing (Pre Test) with matching results later in the method by AB - BA. After the matching can be obtained by two groups namely experimental group I given depth jump training and experimental group II provided training knee tuck jump. Both groups were treated for 20 times the meeting concluded with a final test (Post Test). This research using experimental methods with MS pattern, data processing using statistical t-test formula short with 5% significance level and degrees of freedom (db) 14. Statistical calculation result obtained mean early testing experimental group I = 18.67; mean early testing experimental group II = 18.53; mean final test experimental group I = 22.33; mean final test experimental group II = 21.33; t count greater than t table (2.646 2.145), and mean group difference data of experiment I turned out larger than the mean experimental group ie 22.33 21.33 II.

Page 1 of 1 | Total Record : 10