cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015)" : 10 Documents clear
MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 100 METER DENGAN LATIHAN INTERVAL 1 BANDING 2 DAN 1 BANDING 3
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6264

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perbedaan latihan interval 1 banding 2 dengan 1 banding 3 terhadap kecepatan berlari 100 meter, Metode  penelitian yang digunakan adalah eksperimen pre-test dan post-test group. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet POPDA lari 100 meter putra Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar berjumlah 20 atlet. Sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling adalah mengambil seluruh populasi penelitian berjumlah 20 atlet. Treatment yang digunakan adalah latihan interval 1 banding 2 dan 1 banding 3 sebanyak 16 kali pertemuan selama 6 minggu, latihan dilakukan 3 kali setiap minggunya. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu latihan interval 1 banding 2 dan latihan interval 1 banding 3, variabel terikatnya kecepatan lari 100 meter. Instrumen tes menggunakan peluit untuk aba-aba, dan stopwatch untuk mengukur waktu yang ditempuh. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik menggunakan uji t dengan taraf signifikan 5 %. Memperoleh hasil bahwa rata-rata kecepatan berlari pada sampel dengan latihan interval 1 banding 2 sebelum diberikan program latihan (6,81 m/s), dan setelah diberikan progam latihan interval 1 banding 2 rata-rata kecepatan yang didapat (7,37 m/s), dan dari hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa setelah sampel diberikan progam latihan interval 1 banding 2 mengalami peningkatan kecepatan sebesar (0,56 m/s). rata-rata kecepatan berlari pada sampel dengan latihan interval 1 banding 3 sebelum diberikan program latihan (6,82 m/s), dan setelah diberikan progam latihan interval 1 banding 3 rata-rata kecepatan yang didapat (7,03 m/s), dan dari hasil pre-test dan post-test menunjukan bahwa setelah sampel diberikan progam latihan interval 1 banding 3 mengalami peningkatan kecepatan sebesar (0,21 m/s). Maka dapat disimpulkan latihan interval 1 banding 2 lebih baik dalam meningkatkan kecepatan  dari pada latihan interval 1 banding 3 yaitu 0,56>0,21.The purpose of this study is to know about the difference 1 to 2 with 1 to 3 the running speed of 100 meters, The method used is experimental pre-test and post-test group. The population in this study is POPDA athlete running 100 meters District of Jenawi Karanganyar totaled20 athletes. The sample in this study uses total sampling is take the entire study population totaled20 athletes. Treatments were used is interval training 1-to-2 and 1-to-3 a total of 16 times over the past 6 weeks, the practice is done 3 times each week. The variables of this study consisted oftwo independent variables is 1-to-2 interval training and interval training 1-to-3, dependent variable isSpeed ​​of 100 meters. Instrument tests using whistle to cue, and stopwatch to measure the time taken. The data analysis techniques statistics using the t test with a significance level of 5%. Get results obtained indicate that the average speed (6,81m/s), and after the exercise program given intervals of 1 to 2 the average speed obtained (7,37m/s), and from the pre-test and post-test indicates that the after a given sample interval training program 1 to 2 increased speed of (0,56m/s). average running speed on the training sample intervals 1 to 3 before being given an exercise program (6,82m/s), and after the exercise program given intervals of 1 to 3 the average speed obtained (7,03m/s), and from the pre-test and post-test showed that after a given sample interval training program 1 to 3 increased speed of (0,21m/s). It can be concluded exercise intervals of 1 to 2 is better in improving the speed of the interval training 1-to-3 is 0,56>0,21.
PENGARUH PROGAM LATIHAN IMAGERY TERHADAP PENINGKATAN TEKNIK BANTINGAN CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT PADA LATIHAN EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI MAN 2 SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6265

Abstract

Masalah penelitian ini adalah dalam pencak silat kategori tanding memiliki banyak teknik,salah satunya teknik bantingan. Para anggota ekstrakurikuler pencak silat MAN 2 Semarang mengalami kesulitan mendalami teknik ini, dengan adanya latihan imajeri memberikan kemudahan dan mampu mengulang gerakan di dalam pikiran sehingga teknik bantingan bisa diterapkan dan dipahami dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa progam latihan imajeri dapat meningkatkan teknik bantingan dalam pencak silat kategori tanding pada anggota ektrakurikuler pencak silat MAN 2 Semarang. Populasinya adalah siswa MAN 2 Semarang yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Jumlah sampel sebanyak 10 orang yang sabuk jambon. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes bantingan dengan 10 kali percobaan. Analisi data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara thitung dengan ttabel adanya pengaruh yang signifikan dalam penelitian ini jika thitung> ttabel dan data dalam penelitian menunjukkan thitung> ttabel yaitu 3,26 > 1,833, yang menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dengan latihan imajeri terhadap peningkatan teknik bantingan. Dari hasil tersebut Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan dalam penelitian ini adalah latihan dengan menggunakan progam latihan imajeri dapat membantu meningkatkan teknik bantingan dalam pencak silat serta siswa memiliki ketenangan dalam mengambil keputusan.Saran yang dapat diberikan penulis adalah progam latihan hendaknya dilakukan rutin tiap minggu seperti halnya memberikan progam latihan fisik.The problem of this research is in the pencak silattraining has many techniques, one of which is technique dings.The members of the pencak silatextracurricular MAN 2Semarang had difficulty explore this technique, with the imageryexercises provide convenience and is able to repeat themovement in the mind so that the dingstechnique can be appliedand well understood. The purpose of this study is to determine that the imageryexercise program can improve the dings technique thepencak silatsparring category at extracurricularpencak silatmember MAN 2 Semarang. The population is students who followMAN 2 Semarang extracurricular pencak silat. The total sample of 10 students who already wearing pink belt. The sampling technique using purposive sampling. Data collection techniques using test dings with 10 attempts. Data analysis using the ttest. The results showed the difference between the tcount with ttabel, there is a significant influence in this study if tcount> ttable and the data in the study showed tcount> ttable ie 3.26> 1.833, whichstates that there is significant with imagery exercises toincrease dings techniques. From these results Ha is accepted and Ho isrejected. Conclusions of This research is an exercise in using the imageryexercise program can help improve the dings technique in the pencak silat as well as students have the peace in taking decision. Recomendation that can be given is the author of the exerciseprogram should be done regularly every week as well as provide a physical exercise program.
PERMAINAN TRADISIONAL KUNTULAN DI DESA KALIPANCUR KECAMATAN BLADO KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6266

Abstract

Olahraga tradisional adalah olahraga yang berkembang dari permainan rakyat yang timbul pada tiap-tiap suku yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah permainan tradisional kuntulan, ciri-ciri permainan tradisional kuntulan, peran pemerintah dan masyarakat, faktor yang mempengaruhi surutnya, dan revitalisasi permainan tradisional kuntulan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Kalipancur Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Menggunakan metode  pengumpulan data meliputi observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat induktif.       Hasil penelitian menunjukkan permainan tradisional kuntulan tumbuh dan berkembang pada masa perang Diponegoro Tahun 1825-1830. Peran pemerintah dan masyarakat belum maksimal. Simpulan dari penelitian ini adalah  Permainan tradisional kuntulan adalah olahraga berkembang pada masa perang Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Ciri khas permainan tradisional kuntulan adalah pada gerakanya. Peran pemerintah dan masyarakat belum maksimal. Faktor surutnya karena tergeser kebudayaan modern. Revitalisasi dapat dilakukan jika peran pemerintah dan masyarakat maksimal.Traditional sports is the developing sports from traditional games that played by every ethnic in Indonesia. The objective of this study is to know the history of traditional game Kuntulan, the characteristics of traditional game kuntulan, the roles of governments and society, factors of influencing the decrease, and revitalization of traditional game kuntulan. The method of this study is qualitative descriptive method. The location of this research is in Kalipancur village Blado sub-district Batang region. The method of collecting data used observation, interview, and documentation. The data analysis of this study used inductive qualitative descriptive method. The result of this research showed traditional game kuntulan grew and developed in Diponegoro war age in year 1825-1830. The role of government and society has not shown the maximal results. Tradional game kuntulan is the developing sport in Diponegoro war age in year 1825-1830. The specific characteristic of kuntulan is the motion. The factor of influencing the decrease is because the traditional game has switched to the modern game.  Revitalization can be done if the government and society give the maximal roles.
EVALUASI GERAK LENGAN DAN TUNGKAI SAAT MENEMBAK TIGA ANGKA BOLA BASKET DARI SEGI BIOMEKANIKA PADA KLUB ZALZA PATI
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6267

Abstract

Telah dilakukan serangkaian penelitian mengenai evaluasi gerak lengan dan tungakai saat shooting tiga angka oleh semua pamain klub zalaza yang masih aktif berlatih di klub zalza kabupaten Pati yang dikelompokan menjadi pemain yang berusia dibawah 20 tahun dan pemain yang berusia diatas 21 tahun. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kebenaran gerakan saat shooting setiap pemain melalui serangkaian penilaian dengan kesesuaian gerakan yang dilakukan semua sampel. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah survey tes. Teknik penarikan sampel menggunakan Total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan rekaman video gerakan Shooting tiga angka yang dilakukan oleh 12 sampel pemain. skor rata-rata setiap fase yang didapat oleh semua sampel yang berjumlah 12 pamain adalah sebagai berikut : 1) fase persiapan dengan skor rata-rata 3,80 dengan presentase 76,19%  yang masuk dalam kategori baik, 2) fase pelaksanaan dengan skor rata-rata 3,47 dengan presentase 69,44% yang masuk dalam kategori cukup baik, 3) fase follow through dengan skor rata-rata 3,44 dengan presentase 68,81% yang masuk dalam kategori cukup baik, 4) keseluruhan jumlah sampel 12 penembak dengan skor rata-rata 3,57 dengan presentase 71,48% yang masuk dalam kategori baik.Simpulan dalam penelitian ini adalah Evaluasi atau penilaian gerak lengan dan tungkai saat menembak three point yang ditinjau dari segi biomekanika dengan jumlah sampel 12 pemain masuk kedalam kategori baik.A series of research related to the evaluation of arm and leg movement when shooting three point by all players of Zalza club, Pati District had been held. The players were the ones who are still active in having exercises in the club. They were grouped into two groups: under 20 years old and above 20 years old. The purpose of this research was to identify the correctness of shooting movement of each player through a series of assessment with the movement suitability done by all samples. The research methodology used by the writer was test survey. The technique of sample taking used Total Sampling. Data collection technique applied in this research was video records of Shooting Three Point movement which were done by twelve player samples. The average score of each phase obtained from all twelve player samples was as follows: 1) The average score of preparation phase reached 3.80 with 76.19%  belonged to good category, 2) The average score of accomplishment phase reached 3.47 with 69.44% belonged to good enough category, 3) The average score of follow through phase reached 3.44 with 68.81% belonged to good enough category, 4) the average score of the total twelve shooters reached 3.57 and 71.48% belonged to good category. The conclusion of this research is that the evaluation or assessment of arm and leg movement when shooting three point in terms of biomechanics with twelve players as samples was included into good category.
PENINGKATAN KESEIMBANGAN POSTURAL MENGGUNAKAN PENGUKURAN BERG BALANCE SCALE (BBS) PADA LANSIA DI SASANA PANTI MULYO SRAGEN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Pengaruh Senam Sehat Indonesia terhadap keseimbangan tubuh lansia di kabupaten Sragen. Populasi penelitian ini adalah peserta Senam Sehat Indonesia yang berada di Sasana Panti Mulyo desa Cantel kabupaten Sragen yang berjumlah 27 lansia. Sampel dalam penelitian berjumlah 23 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Penelitian ini ada dua variabel yaitu Senam Sehat Indonesia sebagai variabel bebas serta hasil keseimbangan tubuh lansia sebagai variabel terikat. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan desain one group pre test – post test. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis data statistik T-test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Senam Sehat Indonesia berpengaruh meningkatkan keseimbangan tubuh lansia. Dilihat dari Sig (2-tailed) hasil pre test dan pos test keseimbangan tubuh = 0,418 < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari data diatas adalah Senam Sehat Indonesia dapat meningkatkan keseimbangan tubuh lansia di Sasana Panti Mulyo desa Cantel kabupaten Sragen. Disarankan kepada lansia pada umumnya dapat menggunakan Senam Sehat Indonesia untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.The purpose of this study is to find out. Effect of Indonesian Healthy Gimnastics on body balance elderly in the district Sragen. The population was gymnastics healthy participants who were in the gym Indonesian home village Mulyo cereal Sragen districts of the 27 elderly people. The sample in the study were 23 elderly. Sampling using purposive sampling technique. This study there are two variables: healthy gymnastics Indonesia as independent variables and the outcome of the balance of the body of the elderly as dependent variable. Research methods using experimental design with one group pre test - post test. Methods of analysis of research data using statistical data analysis T-test.  Based on the research that exercise improves balance influential Indonesian healthy elderly body. Viewed from Sig (2-tailed) the pre test and post test body balance = 0.418 <0.05 then H1 is accepted. The conclusion of the above data is a healthy gymnastics Indonesia to improve balance body home gym mulyo elderly in rural districts sragen cereal. It is recommended to the elderly in general could use a healthy gymnastics Indonesia to improve bodybalance. 
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP HASIL TENDANGAN EOLGOL DOLLYO-CHAGI PADA OLAHRAGA TAEKWONDO
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6271

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah teknik tendangan eolgol dollyo-chagi merupakan tendangan yang digunakan untuk menendang sasaran ke atas bagian kepala yang membutuhkan fleksibilitas dan kekuatan otot tungkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fleksibilitas dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil tendangan eolgol dollyo-chagi pada olahraga taekwondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara fleksibilitas otot tungkai dengan hasil tendangan eolgol dollyo-chagi sebesar 0,154 atau 15,4%. Adanya hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil tendangan eolgol dollyo-chagi sebesar 0,138 atau 13,8%. Dan adanya hubungan yang signifikan antara fleksibilitas dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil tendangan  eolgol dollyo-chagi sebesar 0,273 atau 27,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara fleksibilitas dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil tendangan eolgol dollyo-chagi pada olahraga taekwondo atlet Ukm Unnes.Background this research is technique eolgol dollyo chagi kick is kick used to kick target to the top head section which requires flexibility and leg muscles strength. Purpose of this study was to determine the relationship of flexibility and leg muscle strength to kick eolgol dollyo chagi the sport of taekwondo. The research method used is descriptive quantitative survey techniques and tests. Techniques of data analysis performed using SPSS computer assistance. The results showed that a significant relationship between leg muscle flexibility with eolgol kick dollyo chagi by 0,154 or 15.4%.  Significant relationship between leg muscle strength to kick eolgol dollyo chagi by 0,138 or 13.8%. And a significant relationship between flexibility and muscle strength to kick eolgol dollyo chagi by 0,273 or 27.3%. Conclusion of this study is that there is a relationship between flexibility and leg muscle strength to kick eolgol dollyo chagi the sport of taekwondo athletes UNNES ukm.
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PEMAIN FUTSAL SMK BAGIMU NEGERIKU SEMARANG TAHUN 2014
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6272

Abstract

Futsal merupakan olahraga yang kompleks, karena memerlukan teknik dan taktik khusus. Begitu pula dalam hal kondisi fisik, permainan futsal memiliki perbedaaan dengan olahraga-olahraga yang lain. Karakteristik olahraga futsal adalah membutuhkan daya tahan kecepatan, daya tahan kekuatan, dan kelincahan dalam waktu yang relatif lama. Kebugaran jasmani yang prima sangatlah menunjang penampilan seorang pemain didalam pencapain prestasi yang maksimal. Permasalahan penelitian ini :1) Bagamana Kebugaran jasmani pemain futsal SMK Bagimu Negeriku . 2) Bagaimana profil VO2Max pemain futsal SMK Bagimu Negriku Semarang. Tujuan penelitian ini adalah :1) Untuk mengetahui profil kebugaran jasmani pemain futsal SMK Bagimu negeriku. 2) untuk mengetahui profil VO2Max pemain futsal SMK Bagimu Negriku Semarang tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei test yaitu dengan pengumpulan data hasil tes kondisi fisik dan VO2 Max. Populasi penelitian ini adalah anggota club futsal SMK Bagimu negeriku yang berjumplah 22 orang. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data yang digunakan diambil melalui test daya tahan kardiovaskuler lari 2400 m untuk kondisi fisik dan MFT (Multistage Fitness Test) untuk VO2 Max. Berdasarkan hasil test di peroleh hasil dengan kriteria kondisi fisik bagus sebanyak 55%, Cukup 27%, sedang 18%. Untuk VO2 Max kriteria baik sekali sebanyak 4,55%, kriteria baik sebanyak 50%, kriteria sedang 31,82%, kriteria buruk 13,63%. Simpulan yang dapat diambil dari hassil penelitian ini adalah 1) Tingkat kondisi fisik pemain futsal SMK Bagimu negeriku Semarang tahun 2014 dalam kategori cukup 2) Tingkat VO2 Max pemain futsal SMK Bagimu negeriku Semarang tahun 2014 dalam kategori sedang. Oleh karena itu penulis dapat mengajukan saran : 1) Perlu adanya peningkatan kemampuan kondisi fisik dan  kapasitas vital paruh atau VO2 max  para pemain tim futsal SMK Bagimu negeriku Semarang 2) Latihan intensitas tinggi dapat dapat memperoleh kemampuan kondisi fisik dan VO2 Max untuk pemain  futsal SMK Bagimu negeriku Semarang.Futsal is a complex exercise, since it requires special techniques and tactics. Similarly, in terms of physical condition, the game futsal have distinction with the other sports. Characteristics of the sport of futsal is the need of speed endurance, endurance, strength and agility in a relatively long time. A prime physical condition is very supportive of a player's appearance. Poor physical appearance would be bad also for the appearance of techniques and his tactics. In this case a VO2 Max of players also have an effect on the ability of the technique to play futsal. This research concerns: 1) how the profile of physical fitness of SMK Bagimu Negeriku Semarang players futsal. 2) How profile of  VO2 Max for SMK Bagimu Negeriku Semarang players futsal. The purpose of this research was: 1) to know the profile of the physical fitness  players futsal of SMK Bagimu Negeriku Semarang . 2) to know the profile of  VO2 Max for SMK Bagimu Negeriku Semarang futsal player of the year 2014. The methods used in this research is a survey method with test.Data collection the test result the physical condition and VO2 Max. The population of this research is a member of SMK Bagimu Negeriku Semarang futsal club which amounted to 22 people. In this study of sampling method using total sampling. The Data used is taken through cardiovascular endurance test run 2400 m to MFT and physical condition (Multistage Fitness Test) for VO2 Max. Based on the results obtained in the test results with good physical condition criteria as much as 55%, enough 27%, fair is 18%. For VO2 Max once as much as good criteria 4,55%, 50% good criteria, enough criteria 31,82% , bad criteria are 13,63%. The conclusion that can be drawn from the results of this research is to 1) the level of the physical condition of players futsal SBN Semarang by 2014 in the category quite 2) levels of VO2 Max futsal players SMK Bagimu Negeriku Semarang in 2014 in the category of being. Therefore the author may submit suggestions:: 1) The need for improved physical condition and capacity of the vital part or VO2 max futsal players SMK Bagimu Negeriku Semarang 2014. 2) High intensity exercise may be able to acquire the ability of physical condition and VO2 Max for futsal players SMK Bagimu Negriku Semarang.
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL DAN LATIHAN ABC RUN TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN PEMANJATAN JALUR SPEED ATLET PANJAT TEBING FPTI KOTA MAGELANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6274

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan latihan Ladder drill dangan latihan ABC Run terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan latihan Ladder drill dangan latihan ABC Run terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang dan mengetahui bentuk latihan yang lebih baik antara latihan Ladder drill dengan latihan ABC Run. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Lokasi penelitian di FPTI Kota Magelang. Populasinya adalah atlet bulutangkis putra usia 14 – 16 tahun. Jumlah sampel sebanyak 12 atlet. Teknik penarikan sampel total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan test akhir, yakni melakukan pemanjatan speed climbing yang dilakukan oleh 12 sampel. Analisis data menggunakan uji t beda rata – rata . Hasil penelitian latihan Ladder drill lebih baik daripada latihan ABC Run terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang. Latihan Ladder drill dan ABC Run berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang.This study was to determine differences Ladder drill exercise training invitation ABC Run to the increased speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang . The purpose of this study was to determine the difference Ladder drill exercise training invitation ABC Run to the increased speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang and know better form of exercise among Ladder drill exercise with exercise ABC Run. The method used is the experimental method . Location FPTI research in Magelang . Its population is the son badminton athletes age 14-16 years . The total sample of 12 athletes . The sampling technique total sampling . Data collection techniques using the final test , which is doing the climbing speed climbing is done by 12 samples . Analysis of the data using the t test different - average. The results of the research Ladder drill exercises better than ABC exercises Run to the increased speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang . Ladder drills drill and ABC Run affect the increase in speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang.
PERBEDAAN LATIHAN MELEMPAR DENGAN SASARAN BERPINDAH DAN LATIHAN LEMPARAN SAMPING DENGAN BERPASANGAN TERHADAP AKURASI LEMPARAN SAMPING PADA ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA SOFTBALL UNNES
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6275

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan terhadap akurasi lemparan samping (sidehand throw) pada anggota UKM softball Unnes. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan antara latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan terhadap akurasi lemparan samping (sidehand throw) pada anggota UKM softball Unnes dan manakah yang lebih baik antara latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan terhadap akurasi lemparan samping (sidehand throw) pada anggota UKM softball Unnes. Metode yang menggunakan adalah metode eksperimen dengan pola M-S (Matched Subjects Designs). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota UKM softball Unnes. Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 16 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel yang akan dikaji yaitu latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lempar tangkap berpasangan sebagai variabel bebas dan akurasi lemparan samping sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan uji t. Hasil penelitian dari latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan dapat meningkatkan akurasi lemparan samping. Latihan lemparan samping dengan berpasangan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan latihan melempar dengan sasaran berpindah. Saran terkait penelitian yang sudah dilakukan yaitu metode latihan melempar dengan sasaran berpindah dan lemparan samping dengan berpasangan dapat meningkatkan akurasi lemparan samping, Dalam melakukan latihan pemain harus sungguh-sungguh serta penyusunan program latihan harus secara baik dan sistematis.The research done to knowing to difference exercise contradiction of moving-target and sidehand throw-catch pairs toward the accuracy of sidehand throw in members of units students activities softball Unnes.  The sidehand throw must be done accurately, therefore researcher tried to find out whether the exercise of moving-target throw or sidehand throw in pairs exercise can improve sidehand throw accuracy or not; besides, to find out which one is better to improve sidehand throw accuracy in members of units students activities softball Unnes. This research used experimental method with M-S (Matched Subjects Designs) pattern. The population in this research was the members of units students activities softball softball Unnes. The total of sample is 16 persons, by applying total sampling techniques. The variable of this study was moving-target throw exercise and sidehand throw in pairs exercise as free variable; and, sidehand throw as dependent variable. Techniques to collection date using t test. The research results of moving-target and sidehand throw-catch can improve  to accuracy sidehand throw. Sidehand throw in pairs exercise is better than moving-target throw exercise. Suggestion concerning the research done is moving-target throw exercise and sidehand throw in pairs can improve to accuracy sidehand throw. The players perform exercise and training program established should be indeed properly and systematic.
MENINGKATKAN KAPASITAS VITAL PARU LANSIA DENGAN LATIHAN JURUS SENI PERNAFASAN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jurus Dasar seni pernafasan terhadap Kapasitas Vital Paru Lansia Satria Nusantara cabang Gombong kabupaten Kebumen. Populasi penelitian ini adalah anggota Satria Nusantara di cabang Gombong kabupaten Kebumen yang berjumlah100 orang yang terdiri dari orang dewasa maupun orang yang sudah  lansia. Sampel dalam penelitian berjumlah 20 lansia.  Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu jurus dasar seni pernafasan Satria Nusantara sebagai variabel bebas serta kapasitas vital paru sebagai variabel terikatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimen dengan desain one group pre test-post test . Untuk analisis data penelitian menggunakan analisis statistik T-test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa seni pernafasan Satria Nusantara berpengaruh meningkatkan kapasitas vital paru lanjut usia . Dilihat dari mean pre-test 1165 dan mean post-test 1710 sedangkan standar deviasi pre-test 488,041 dan post-test 467,806 selanjutnya dengan uji t diperoleh dari Sig (2-tailed) hasil pre test dan post test kapasitas vital paru lanjut usia = 0,001 < 0,05 maka H1 diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah jurus Dasar seni pernafasan dapat meningkatkan kapasitas vital paru lansia Satria Nusantara cabang Gombong kabupaten Kebumen. Disarankan untuk lansia agar ikut serta dan rutin berlatih jurus-jurus Satria Nusantara untuk meningkatkan kapasitas vital paru yang lebih baik.This study aims to determine the effect of breathing art Basic stance against Lung Capacity Vital Elderly Satria Nusantara branches Gombong Kebumen district. The study population was a member Satria Nusantara in Kebumen district branch Gombong berjumlah100 people consisting of adults and people who are already elderly. Samples numbered 20 elderly. The technique used for sampling using purposive sampling technique. This study uses two variables, basic steps of respiratory Satria Nusantara art as well as the independent variable of vital lung capacity as the dependent variable. The method used in this study using experimental design with one group pretest-posttest. For data analysis using statistical t-test analysis. Based on the research that the art of breathing Satria Nusantara increased the lung vital capacity elderly. Judging from the mean pre-test in 1165 and the mean post-test 1710 while the standard deviation of the pre-test and post-test 488.041 467.806 subsequently by t test was obtained from Sig (2-tailed) the pre test and post test lung vital capacity = 0,001 elderly <0.05 then the H1 is accepted. Conclusions from this research is the art of breathing Basic stance can increase lung vital capacity Satria Nusantara branches elderly Gombong Kebumen district. Recommended for the elderly in order to participate and practice routine moves Satria Nusantara to improve lung vital capacity better.

Page 1 of 1 | Total Record : 10