cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2015)" : 10 Documents clear
PROFIL DENYUT NADI DI KETINGGIAN YANG BERBEDA PADA PENDAKI GUNUNG MERBABU
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6284

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode deskritif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota pecinta alam CHEVENT (Chemistry Adventure Team). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu semua anggota CHEVENT (Chemistry Adventure Team) yang berjumlah 14 orang. Variabel penelitian ini adalah profil denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014. Instrumen dalam penelitian ini adalah arloji untuk menghitung waktu pengukuran denyut nadi menggunakan cara manual dengan cara meraba pergelangan tangan. Untuk memperoleh data-data yang sesuai, peneliti ini menggunakan metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Data-data yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil tes denyut nadi pada setiap pos-pos pendakian dengan ketinggian yang berbeda yang kemudian data tersebut akan dideskripsikan dengan tabel-tabel. Hasil penelitian pos 1 pada ketinggian 1752 mdpl dengan hasil ukur denyut nadi tiba dengan kriteria baik sebanyak 3 orang atau 21%, sedangkan hasil ukur denyut nadi tiba dengan  kriteria sedang sebanyak 7 orang atau 50% dan hasil ukur denyut nadi tiba dengan kriteria kurang sebanyak 4 orang atau 29%. Pos 2 pada ketinggian 2504 mdpl dengan kriteria baik sebanyak 4 orang atau 29%, sedangkan yang mendapat kriteria sedang sebanyak 7 orang atau 50% dan yang mendapat kriteria kurang sebanyak 3 orang atau 21%. Puncak Kenteng Songo pada ketinggian 3142 mdpl dengan kriteria baik sebanyak 10 orang atau 71%, dan yang mendapat kriteria kurang sebanyak 4 orang atau 29%. Simpulan hasil penelitian di atas maka dapat diambil simpulan: “ada perbedaan profil denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014”.Saran bardasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan saran sebagai berikut: 1) Mengingat mendaki gunung adalah salah satu olahraga rekreasi yang cukup berat dikarenakan medan yang terjal dengan cuaca yang cukup dingin dan ditambah dengan barang bawaan yang berat, maka untuk para pendaki harus selalu menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar dengan cara berolahraga secara teratur. 2) Bila pada waktu melakukan pendakian jangan memaksakan diri bila sudah lelah, lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat. 3) Dari hasil penelitian ini penulis berharap agar para pembaca dapat menindak lanjuti atau meneliti dengan permasalahan yang lebih mendetail dengan menggunakan alat-alat yang lebih reliabel sehingga mendapatkan data yang lebih akurat, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.The problem in this study is whether there are differences in the pulse at different heights on 2014 mountaineer merbabu ?. The purpose of this study was to determine differences in pulse rate in different heights on merbabu mountaineers 2014. This research is descriptive quantitative using descriptive quantitative method. The population in this study are all members of nature lovers CHEVENT (Chemistry Adventure Team). Sampling technique using total sampling technique, ie all members CHEVENT (Chemistry Adventure Team), amounting to 14 people. The variables of this study is the pulse profiles at different heights on merbabu mountaineers 2014. Instrument in this study is a watch to count the pulse measurement time using the manual method by means of a wrist fingered. To obtain the appropriate data, these researchers used a survey method to test and measurement techniques. The data will be obtained in this study is the result of the test pulse on every climbing posts with different heights and then the data is described by the tables. 1 post study results at an altitude of 1752 meters above sea level with the pulse measurement results arrived with good criterion for 3 people or 21%, while the results of measuring the pulse arrives to the criteria are as many as 7 people or 50% and pulse measurement results arrived with less criteria as much as 4 people or 29%. Postal 2 at an altitude of 2504 meters above sea level with a good criterion by 4 people or 29%, while the criteria are received as many as 7 people or 50% and that gets less criteria as much as 3 people or 21%. Kenteng Songo summit at an altitude of 3142 meters above sea level with a good criterion as many as 10 people or 71%, and that gets less criteria as many as 4 people or 29%. Conclusion The above results it can be conclusion: "There is no difference in the pulse profiles of different heights on 2014 mountaineer merbabu" .Saran Based on the results of research, the authors provide suggestions as follows: 1) In view of mountain climbing is one of the recreational sports quite heavy due to the steep terrain and the weather is quite cold coupled with heavy luggage, then to the climbers should always maintain his physical condition in order to stay fit by exercising regularly way. 2) If at the time of doing the climb do not push yourself when it is tired, it is better to stop for a moment to rest. 3) From the results of this study the authors hope that the reader can follow up or investigate the problem in more detail by using the tools more reliable thus obtain more.
MINAT LATIHAN BOLA VOLI SISWA PUTRA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMA NEGERI DI KABUPATEN PEMALANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6285

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana minat latihan bolavoli siswa putra SMA N di kabupaten Pemalang dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Dan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pelatih dan Pembina tentang minat sehingga dapat dijadikan pertimbangan bagi pembinaan dan peningkatan program latihan selanjutnya. Populasi yang diambil adalah siswa putra SMA N di kabupaten Pemalang, Teknik pengambilan responden dalam penelitian ini adalah Area probability sampling. Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel yang mendasarkan pada pembagian area (daerah-daerah) yang ada pada populasi. yaitu 100 siswa putra SMA N 1 Pemalang dan 100 siswa putra SMA N 1 Randudongkal. Variabel dalam penelitian ini adalah minat latihan bolavoli siswa putra pada kegiatan ekstrakurikuler SMA N di kabupaten Pemalang dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa putra pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMA N di kabupaten Pemalang masuk kategori tinggi, Faktor dari dalam memberikan dorongan paling tinggi sebesar 81,50%, faktor lingkungan sosial sebesar 81,44%, dan faktor emosi sebesar 81,19%. Dan dari semua faktor yang ada memberikan kontribusi sebesar 81,38%. Simpulan dari penelitian ini bahwa minat siswa putra pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMA N di kabupaten Pemalang dikategorikan tinggi. Hal ini di tunjukkan dengan tingginya minat untuk melakukan aktivitas yang mencapai 81,38%. Penulis juga memberikan saran bagi pihak sekolah agar lebih memperhatikan minat latihan siswa terhadap kegiatan olahraga khususnya permainan bolavoli dengan menambah fasilitas pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di sekolah guna mencapai prestasi yang diharapkan.The problems in the research is how exercise interest the student's SMA Negeri in district Pemalang in following extracurricular volleyball. And the results of this study are expected to provide information to the coach about of interest, so that it can be made into consideration for coaching and training programs further increased. The population that was taken from The students of SMA Negeri in district Pemalang, retrieval Techniques respondents in this research is an area probability sampling. This technique requires a way of sampling that is base on the division of areas that exist in the population, is the 100 students SMA Negeri 1 Pemalang and 100 students SMA Negeri 1 Randudongkal. The variable in this study was men's volleyball drills students interest in extracurricular activities in SMA Negeri in district Pemalang and the data obtained were analyzed using descriptive statistics percentage. The results showed that the interest of students in extracurricular activities men's volleyball SMA Negeri in district Pemalang entry with high categorie. A factor from the inside give the highest encouragement of 81,50%, social environmental factors of 81,44% and 81,19% of emotional factors. And of all the factors that are contributing 81,38%. A summary of this research that interests of male students on extracurricular activities in SMA Negeri in district Pemalang volleyball in high categorized. It is at present with the high interest to do activities that reached 81,38%. The author also gives suggestions for schools parties to pay more attention to training students  interest towards sports activities particularly volleyball game with added facilities in volleyball in school extra-curricular activities in order to achieve the expected accomplishments.
MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA BOLA BASKET DI SMP N 1 JATI KUDUS
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap olahraga bola basket dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa terhadap olahraga bola basket di SMP N 1 Jati Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan data yang digunakan menggunakan angket atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP N I Jati Kabupaten Kudus. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP N I Jati Kudus dengan jumlah 200 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Dalam instrumen tersebut terdapat tiga variabel yang diteliti yaitu: 1). Faktor dari dalam; 2). Faktor Lingkungan Sosial; dan 3). Faktor Emosi. Sebelum angket atau kuesioner disebarkan ke siswa, angket atau kuesioner tersebut telah diuji cobakan terlebih dahulu ke 20 siswa SMP N I Jati Kudus secara acak. Tujuan utama dari uji coba tersebut yaitu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari angket tersebut. Dari ke-26 soal yang diuji cobakan seluruh soal dinyatakan valid dan semua soal dinyatakan reliabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa minat siswa SMP N I Jati Kudus terhadap olahraga bola basket sebagai berikut: 1). Faktor dari dalam minat siswa dengan prosentase 78.60%; 2). Faktor Lingkungan Sosial minat siswa dengan prosentase 80.50%; 3). Faktor Emosi minat siswa dengan prosentase 77.13%  dan rata-rata minat mencapai 78.73%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa olahraga bola basket sebagai salah satu cabang olahraga permainan yang diminati. Sesuai dengan hasil yang diperoleh penulis menganjurkan untuk pelatih atau guru olahraga untuk memperhatikan indikator adanya kerjasama, dan sarana & fasilitas olahraga bola basket karena faktor tersebut memberi sumbangan yang besar terhadap minat siswa SMP N I Jati Kudus pada olahraga bola basket agar lebih banyak siswa termotivasi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket yang akan diadakan.This study aims to determine how much students 'interest towards the sport of basketball and the factors that influence students' interest towards the sport of basketball in SMP N 1 Jati Kudus. The method used is the surey method and data used is using questionnaires. The population in this study are all students of 1 Jati junior high school Kabupaten Kudus. The samples in this study uses random sampling technique. As the samples in this study were 1 Jati junior high school students the number of 200 students. The instrument used in this study is a questionnaire. In these instruments there are three variables studied were: 1). The inner urge Factors; 2). Social Environmental Factors; and 3). Emotional factors. Before the questionnaire distributed to the students, the questionnaire has been tested prior to 20 1 Jati junior high school students were randomly. The primary objective of the trial is to determine the validity and reliability of the questionnaire. Of the 26 questions that tested the whole matter is valid and reliable declared all about. The results of this study indicate that the interests of students of 1 Jati Kudus junior high school against basketball as follows: 1). Factor of inner urge interest of students with a precentage of78.60% percent; 2). Social Environmental Factors interests of students with a percentage of 80.50%; 3). Emotional factors with the student's interest 77.13% and the percentage of average interest reaches 78.73%. Based on the results of these studies showed that the sport of basketball as one of the sport's favorite games. In accordance with the results obtained by the authors advocate for coaches or PE teachers to pay attention to indicators of collaboration, and the means and facilities of basketball because of these factors contribute greatly to the interest of students 1 Jati Kudus junior high school to the sport of basketball so that more students are motivated to follow the basketball extracurricular activities to be held.
PENGEMBANGAN KARTU PERMAINAN EDUKATIF UNTUK PENGETAHUAN CABANG-CABANG OLAHRAGA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6289

Abstract

Tingkat keberhasilan pengembangan dan menghasilkan produk berupa model kartu permainan edukatif yang mengacu pada pembelajaran berbasis student centered learning. Kartu permainan edukatif merupakan inovasi dalam pembelajaran penjasorkes yang bersifat edukatif untuk pengetahuan cabang-cabang olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Adapun prosedur pengembangan produk meliputi: analisis produk yang akan diciptakan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji kelompok kecil dan revisi, uji kelompok besar dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase. Hasil uji coba diperoleh data evaluasi ahli yaitu, ahli olahraga permainan 88% (baik), ahli media 98% (sangat baik), uji coba kelompok kecil 88,36% (baik) dan uji lapangan 92,91% (sangat baik). Dari data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa model pengetahuan cabang-cabang olahraga melalui kartu permainan edukatif ini dapat digunakan bagi siswa SMA Negeri 1 Parakan Kabupaten Temanggung. Berdasarkan hasil penelitian di atas, kartu permainan edukatif efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran penjasorkes dengan cabang olahraga yang dikelompokkan berdasarkan kelompok olahraga beladiri, atletik, bola dan air. Diharapkan bagi guru penjasorkes di SMA untuk dapat menggunakan produk pembelajaran ini di sekolah, sebagai alternatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Kartu permainan edukatif ini dapat dimainkan untuk semua materi penjasorkes sesuai dengan kreativitas guru.The level of success of the development that creates a product in the form of educative playing card related to leraning based on student centered learning. Educative playing card is an educative innovation inlearning sports to gain the knowledge of sports branches. This research belongs to development research. The procedures of the product development include: the analysis of the product that will be created, the development of the previous product, validation by the expert and revision, small group experiment and revision, large group experiment and final product. Questioner given to the experts and students used to collect the data. Data analysis technique used in this research is descriptive presentage. The experiment shows the experts evaluation data that are, sports games experts 88% (good), media expert 98% (very good), small group experiment 88,36% (good), field experiment 92,92% (very good). From the data above, it can be conclude thatthis model of educative playing card can be used by the students of SMA Negeri 1 Parakan Temanggung to expand their knowledge about sport branches. Based on the experiment, this educative playing card is effective to be applied in sports learning as grouped in martial sport, athletics, ball sports and water sports. This product can be used by teachers in senior high school in learning sport as an alternative in delivering the material.Teachers may use this educative playing card deppend on their creativities to deliver the material related to sports.
PENGARUH LATIHAN HAND GRIP TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN TEMBAKAN ANAK PANAH KE SASARAN TRIANGGELTARGET FACE PADA KLUB PANAHAN MUSTIKA BLORA TAHUN 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan hand grip dan pengguaan triangel target face terhadap akurasi tembakan anak panah pada atlet klub panahan mustika blora. Metode yang digunakan adalah eksperimen dan teknik pengumpulan data menggunakan tes Populasi dalam penelitian ini adalah atlet klub Panahan Mustika Blora sebanyak 25 orang. Sampel yang diambil dari hasil total sampling berjumlah 25 atlet. Instrumen yang digunakan adalah tes tembakan anak panah ke triangle target face dengan jarak 30 meter analisis data menggunakan pre test post test one group desing. Hasil uji thitung pre test dan post test terhadap latihan hand grip dan triangel face terhadap akurasitembakan anak panah diperoleh nilai thitung 7.643 > ttabel 2.08, untuk  taraf  signifikansi 5% dengan db = 24, hal Ini berarti ada perbedaan ketepatan tembakan anak panah antara sesudah dan sebelum melakukan latihan hand grip dan penggunaan triangle target face sebagai sasarannya, latihan hand grip dan pengguaan triangel target face perlu dipertahankan. Simpulan penelitian ini mengetahui pengaruh latihan hand grip dan triangle target face terhadap akurasi tembakan anak panah pada klub panahan Mustika Blora.This study aims to determine the effect of hand grip exercise and the use of triangel target face to the accuracy of the shot arrows at the archery club athletes mustika Blora. The method used is experiment and data collection techniques using the test population in this study is the Archery club athletes Mustika Blora 25 people. Samples taken from the total sampling amounted to 25 athletes. The instrument used was a test shot arrow into the triangle target face with a distance of 30 meters using a data analysis pretest posttest one group desing. Test results thitung pre-test and post-test to exercise hand grip and triangel target face of the dart shot accuracy is obtained thitung 7643> ttabel 2:08, for a significance level of 5% with db = 24, it means there is a difference between the accuracy of the shot arrows after and before exercise hand grip and use triangle target face as a target, exercise hand grip and use triangel target face need to be maintained. Conclusions This study determine the effect of exercise hand grip and face target triangle on the accuracy of arrows at the archery club Mustika Blora.
UNSUR INDEKS MASSA TUBUH DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DALAM KESEIMBANGAN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6291

Abstract

Keseimbangan merupakan aspek kondisi fisik yang diperlukan dalam olahraga Sepak bola, berfungsi menstabilkan gerakan berganda atau simultan, mempermudah penguasaan teknik tinggi, orientasi terhadap lawan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan IMT dan kekuatan otot tungkai dengan keseimbangan. Jenis penelitian korelasi, dengan metode survei tes. Populasi pemain SSB Lowo Ijo Kab Grobogan tingkat SMP/SMA berjumlah 23 orang dengan teknik total sampling. Variabel penelitian yaitu IMT, kekuatan otot tungkai, dan keseimbangan. Instrumen tes, statur meter dan timbangan digital, back and leg dynamometer, dan modifikasi bass tes. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. uji prasyarat analisis 1) uji normalitas kolmogorov-smirnov tes, 2) uji linieritas, 3. uji multikolinieritas dan uji heterokedastisitas. Hasil perhitungan korelasi (r) = 0.882 dan p = (0,00<0,05). Berarti ada hubungan yang signifikan IMT dengan Keseimbangan. 2) (r) = 0.909 dan p = (0.00<0,05) berarti ada hubungan yang signifikan kekuatan otot tungkai dengan keseimbangan. 3) (R0) = 0,842 dan p = 0,00<0,05.  berarti ada hubungan yang signifikan secara bersama-sama IMT dan kekuatan otot tungkai dengan keseimbangan. Simpulan ada hubungan yang signifikan IMT dan kekuatan otot tungkai dengan keseimbangan. disarankan sebaiknya pihak pengelola SSB lebih memperhatikan IMT, kondisi fisik mengarah pada latihan kekuatan otot tungkai dan latihan keseimbangan.Balance is a necessary aspect of the physical condition in football, serves to stabilize the multiple movements or simultaneous, facilitate the mastery of hard technic, orientation towards the opponent and the environment. This study aims to determine whether there is a correlation BMI and leg muscle strength with balance. Type correlation study, the test a survey method. Population players SSB Lowo Ijo Kab Grobogan junior high / high school amounted to 23 people with a total sampling technique. The research variables is BMI, leg muscle strength, and balance. Test instruments, roll meters and digital scales, back and leg dynamometer, and modifications bass test. Analysis of data using correlation and regression. Analysis prerequisite test 1) Kolmogorov-Smirnov test for normality tests, 2) linearity test, 3. multicolinierity test and heterokedastisitas test. Results of calculation of correlation (r) = 0882 and p = (0.00 <0.05). Means there is a significant correlation BMI with balance. 2) (r) = 0909 and p = (0.00 <0.05) means that there is a significant correlation a leg muscle strength with balance. 3) (R0) = 0.842 and p = 0.00 <0.05. Means there is a significant correlation between BMI and leg muscle strength with balance. Conclusions is significant correlation BMI and leg muscle strength with balance. SSB suggested the manager should pay more attention to BMI, physical condition leading to leg muscle strength training and balance exercises.
PERBEDAAN LATIHAN DUMBBELL KICKBACKS DENGAN LATIHAN ONE ARM OVERHEAD DUMBBELL EXTENSIONS TERHADAP KEMAMPUANBACKHAND LOB BULUTANGKIS
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6292

Abstract

Latihan dumbbell kickbacks dan latihan one-arm overhead dumbbell extensions adalah variasi latihan beban yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan.Permasalahan pada penelitian ini adalah 1) apakah ada perbedaan antara latihan dumbbell kickbacks dan latihan one arm-overhead dumbbell extensions terhadap kemampuan backhand lob?, 2) manakah yang lebih baik antara latihan dumbbell kickbacks dengan latihan one-arm overhead dumbbell extensions terhadap kemampuan backhand lob?.Metode penelitian menggunakan metode eksperimen.Populasi yang digunakan adalah seluruh pemain PB Sehat Semarang dengan sampel 12 pemain tingkat pemula.Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling.Metode analisis data menggunakan uji t-test. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu latihan dumbbell kickbacks dan latihan one-arm overhead dumbbell extensions sebagai variabel bebas dan untuk variabel terikatnya yaitu kemampuan backhand lob.Penelitian ini menunjukkan rata-rata hasil post test kemampuan backhand lob dari kelompok latihan dumbbell kickbacks dengan nilai 31,83 termasuk kategori nilai baik dan kelompok latihan one-arm overhead dumbbell extensions dengan nilai 30 termasuk kategori nilai baik menghasilkan nilai t hitung = 2,602, artinya t hitung > t tabel yaitu 2,602 > 2,571 dengan α = 5% dan dk 5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data post test dari kelompok latihan dumbbell kickbacks dan kelompok latihan one-arm overhead dumbbell extensions dan latihan dumbbell kickbacks lebih baik dibanding latihan one-arm overhead dumbbell extensions.Simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Ada Perbedaan signifikan antara latihan dumbbell kickbacks dengan latihan one-arm overhead dumbbell extension terhadap kemampuan backhand lob. (2) Latihan dumbbell kickbacks lebih baik dibandingkan dengan latihan one-arm overhead dumbbell extensions terhadap kemampuan backhand lob.Exercise dumbbell kickbacks and exercise one-arm overhead dumbbell extensions are variations of weight training that aims to increase the strength of the arm muscles. Problems in this study were 1) whether there is a difference between exercise dumbbell kickbacks one-arm and  overhead dumbbell extensions to the ability backhand lob ?, 2) Which is better between exercise dumbbell kickbacks to exercise a one-arm overhead dumbbell extensions to the ability backhand lob ?. Methods of research using experimental methods. The population is around the player PB Sehat Semarang with sample 12 beginner level players. Sampling technique using purposive sampling. Methods of data analysis using t-test. Variables that were examined in this study there are 2 kinds of exercise dumbbell kickbacks and exercise one-arm overhead dumbbell extensions as independent variables and the dependent variable is the ability backhand lob. This study exhibit the average post-test results backhand lob ability of group exercise with dumbbell kickbacks 31.83 value, including good value category and group exercises one-arm overhead dumbbell extensions with a value of 30, including the category of value to both generate value t = 2.602, meaning t> t table is 2.602> 2.571 with α = 5% and dk 5. It can be concluded that there are significant differences between the data post-test of group exercises and group exercises dumbbell kickbacks one-arm overhead dumbbell extensions and exercise dumbbell kickbacks more better than a one-arm exercises overhead dumbbell extensions. The conclusions of this research are (1) There is a significant difference between the exercise dumbbell kickbacks to exercise a one-arm overhead dumbbell extensions to the ability backhand lob. (2) Exercise dumbbell kickbacks better than the exercise of one-arm overhead dumbbell extensions to the ability backhand lob.
SUMBANGAN KESEIMBANGAN, KOORDINASI MATA TANGAN DAN POWER LENGAN TERHADAP KETEPATAN PUKULAN BOAST DALAM PERMAINAN SQUASH
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6294

Abstract

Teknik pukulan boast dimana seorang pemain squash memukul ke dinding samping untuk mengarahkan bola ke dinding depan. Hal ini sering digunakan untuk menjauhkan bola dari lawan dan mematikan gerakan lawan. Boast merupakan tembakan menyerang agar lawan berlari ke dinding depan. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui sumbangan keseimbangan, koordinasi mata tangan dan power lengan terhadap ketepatan pukulan boast pada squash. Metode penelitian ini menggunakan survey dengan teknik tes dan pengukuran. Populasi penelitian sebanyak 23 pemain. Sampel penelitian dengan teknik total sampling. Variabel bebas: 1) Keseimbangan, 2) Koordinasi mata tangan,3) Power lengan. Variabel terikat: ketepatan pukulan boast. Instrumen penelitian menggunakan: 1) tes keseimbangan menggunakan balok menyilang, 2) tes koordinasi mata tangan menggunakan lempar tangkap bola tenis, 3) tes power lengan menggunakan medicine ball overhead throw, 4) tes pukulan boast menggunakan tes ketepatan pukulan. Teknik pengambilan data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS 17. Hasil pengujian hipotesis penelitian ini terbukti bahwa keseimbangan memberikan sumbangan yang signifikanterhadap ketepatan pukulan boast sebesar 32,8%, koordinasi mata tangan memberikan sumbangan yang signifikan terhadap ketepatan pukulan boast sebesar 37,7%, power lengan memberikan sumbangan yang signifikan terhadap ketepatan pukulan boast sebesar 34%, secara bersama –sama keseimbangan, koordinasi mata tangan dan power lengan memberikan sumbangan yang signifikan terhadap ketepatan pukulan boast sebesar 49,7%. Berdasarkan hasil penelitian diatas simpulan yang didapat :  Bagi pelatih untuk mendapat hasl ketepatan pukulan boast yang maksmal pada anak didik, perlu diperhatikan untuk diberika latihan yang mengacu pada keseimbangan , koordinasi mata tangan ,dan power lengan secara terprogram dan terrencana.The boast shot technique, where a squash player hits the ball to the side walls before the front wall is often used in order to hold off the ball from the opponent and block up his movement. Boast is an attack shot to make the opponent runs to the front wall. The purpose of this research is to understand the contribution of the balance, hand-eye coordination and power arm on the boast shot in squash. This method uses a survey with technique test and measurement on 23 players as the population research and total sampling technique as the research sample. The free variables: 1) Balance, 2) Hand-eye coordination, 3) Power arm. The bound variable: boast shot accuracy. Research instrument uses: 1) balance test with crosswise beam, 2) hand-eye coordination test with tennis ball throw and catch, 3) power arm test with medicine ball overhead throw, 4) boast shot test with accuracy shot test. The collecting data technique uses multiple linier regression analysis with program SPSS 17. The result of this hypothesis test proves that the balance gives a significant contribution to the boast shot accuracy with the total percentage of 32,8 %, hand-eye coordination gives 37,7 % of the significant contribution, power arm gives 34 % and the balance, hand-eye coordination and power arm which used together will give a significant contribution with the total percentage of 49,7 %. Based on the research above, the researcher can make a conclusion that: for the coach in order to get a result of the maximum boast shot from the students, it needs to be noted that they should get a fixed and planned training which refer to the balance, hand-eye coordination and power arm.
TINGKAT KEBERHASILAN MASASE FRIRAGE TERHADAP PENANGANAN RANGE OF MOVEMENT CEDERA ANKLE
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6295

Abstract

Tingkat keberhasilan penanganan ROM cedera ankle pada atlet Persatuan sepak bola Unnes menggunakan terapi masase frirage dan penatalaksanaan penanganan ROM cedera ankle menggunakan masase frirage. Penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh tingkat keberhasilan penanganan ROM cedera ankle pada atlet PS. Unnes menggunakan terapi masase frirage dan penatalaksanaannya terhadap atlet yang mengalami cedera ankle. Metode penelitian menggunakan Pre-Experimental design one group pre test post test dengan teknik survei dan tes. Populasi penelitian ini seluruh atlet PS. Unnes berjumlah 32 orang, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan, teknik pengambilan sampel purposive sampling memperoleh sampel 11 orang. Alat dalam penelitian kuesioner dan goniometer. Penelitian dilakukan pada bulan Desember tahun 2014, di Laboratorium IKOR, Unnes. Teknik analisis data penelitian menggunakan paired t-test dengan bantuan komputer program SPSS versi 15. Hasil Penelitian menunjukkan masase frirage dapat meningkatkan hasil derajat nilai rata-rata ROM ankle fleksi 7,4˚, ekstensi 1,7˚, inversi 4,5˚, eversi 5,8˚, dan fleksi p = 0,001, inversi p = 0,001 dan eversi p = 0,000, Penanganan ROM dengan terapi masase frirage dilakukan dengan posisi duduk/berbaring, selanjutnya melakukan manipulasi friction dan effluerage pada otot-otot pengikat persendian yang mengalami cedera kemudian melakukan traksi dan reposisi.The success rate of treatment ROM ankle injury in athletes Association football Unnes using massage therapy and management frirage ROM handling injuries ankle using frirage massage. This research is to determine how far the level of successful therapy frirage massage handling ROM ankle injury in athletes PS. Unnes and management of the athletes who suffered an ankle injury. The method uses pre-experimental research design one group pretest posttest with survey techniques and tests. The population of this study all athletes PS. Unnes are 32 people, students of the Faculty of Sport Sciences, purposive sampling technique sampling to obtain samples 11 people. Tool in the research questionnaire and goniometer. The study was conducted in December 2014, at the Laboratory IKOR, Unnes.  Research data analysis technique using paired t-test with the help of a computer SPSS version 15. Results showed frirage massage can improve results degrees average value of 7.4 ROM ankle flexion, extension 1.7, inversion 4.5, eversion 5.8, and flexion p = 0.001, inversion p = 0.001 and eversion p = 0.000, Handling ROM with therapy massage frirage done with sitting/lying down, next friction and effluerage manipulation of the muscles of the fastener joints injury then do traction and repositioning.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI SEPAKBOLA KLUB PERSIBAS BANYUMAS
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6307

Abstract

Prestasi Persibas Banyumas masih kurang membanggakan dibandingkan dengan klub kabupaten tetangga PSCS Cilacap, dan Persibangga Purbalingga. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi  struktur organisasi, program latihan, pendanaan, keadaan fasilitas olahraga, faktor pendukung dan penghambat prestasi, klub Persibas Banyumas. Metode penelitian menggunakan penelitian evaluasi. Lokasi penelitian di klub Sepakbola Persibas Banyumas komplek Gor Satria Purwokerto. Metode  pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian tanggal 13 April 2014 sampai 21 April 2014 adalah organsisasi terstruktur masa bhakti 2012-2016, terdapat pengurus yang merangkap jabatan, pelatih membuat program latihan yaitu program latihan jangka pendek, sumber dana utama klub adalah dari APBD, fasilitas olahraga standar, namun masih banyak kekurangan, faktor pendukung, talenta atlet lokal bagus, dukungan Dinporabudpar, honor tambahan, suporter, faktor penghambat, pendanaan yang jumlahnya masih kurang, dan fasilitas olahraga. Simpulan adalah organisasi baik, namun terdapat pengurus merangkap jabatan, program latihan terstruktur baik, tetapi belum sesuai tahapan-tahapan, pendanaan kurang, sehingga tidak bisa melakukan TC jangka pendek maupun TC jangka panjang, fasilitas olahraga secara umum baik, adanya fasilitas untuk latihan, namun masih terdapat kekurangan, faktor pendukung baik, dari pemerintah, suporter, dan talenta atlet lokal bagus, dan faktor penghambat adalah dana yang kurang memadai, dan prasarana belum bisa digunakan secara maksimal.Persibas's club achievement stills less pride to be compared with neighbour club as PSCS Cilacap, and Persibangga Purbalingga. The purpose of the study is to be evaluation the structure organization, training program, finance, sporting facility situation, supporting factor and achievement resistor, Persibas Banyumas club. This study used evaluation result. Observational location at Persibas Banyumas's football club at Gor Purwokerto's Knight. Data collecting method used interview, observation, and documentation. This study used reduction method,  representation data, concluation or verification. The result this study is on 13 April 2014-21 April  2014  is structure organitation from 2012-2016, there is administrator which wore two hats responsible position, the coach make short-range programs training, the source of finance from APBD, sporting facility default, but is still a lot of lack, supporting factor, local athlete talent that nicely, dinporabudpar's support, honor is affix, supporter, resistor factor, finance that its amount is still less, and sport facility. Conclution is have a good organizational, but exists administrator wore two hats responsible position, training program most good structure, but corresponded to steps, finance that is at Persibas's club lack, so can't do TC short-long range, sporting facility in general good, but is still exist lack, good supportive factor, beginning of government, suporter, and local athlete talent that nicely, and factor that constrains is fund that insufficiently is equal to, and facility what do can’t used maximal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10