cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2015)" : 10 Documents clear
PENGARUH LATIHAN BALLHANDLING TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLE PADA TIM BOLABASKET PUTERI SMA N 1 PATI TAHUN 2015
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7363

Abstract

Ballhandling merupakan pendasaran dengan kata lain terdapat hubungan yang sangat erat antara ballhandling dan dribble.Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh latihan ballhandling terhadap kemampuasn dribble pada pemain bolabasket puteri SMA N 1 Pati? Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan ballhandling terhadap kemampuan dribble pada pemain bolabasket puteri SMA N 1 Pati. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “one group pretest posttest design”. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain bolabasket puteri SMA N 1 pati yang berjumlah 10 orang. Sampel yang diambil dari hasi total sampling berjumlah 10 orang. Analisis data menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukan bahwa: ada pengaruh latihan ballhandling terhadap kemampuan dribble pada pemain bolabasket puteri SMA N 1 Pati, dengan nilai t hitung 4,450 > 1,883 dan nilai signifikan sebesar 0,002 < 0,05, dengan selisih 0,929 detik. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, bahwa latihan ballhandling sebelum melakukan latihan dribble berpengaruh pada kemampuan dribble para pemain. Bagi para pelatih bola basket agar dapat memberikan materi yang tepat dan penyusunan program latihan khususnya untuk melatih kemampuan men-dribble dan bagi pemain agar dapat mengembangkan kemampuan bermain bola basket dalam melakukan keterampilan men-dribble bola.Ball handling is a fundamental grounding or dribbling movement, in other words there is a very close relationship between ball handling and dribble. Formulation of the problem in this study is whether there ball handling exercise influence on the ability to dribble the basketball women team Senior High School 1 Pati? This study aims to determine whether there is any effect on the ability to dribble ball handling exercise in women high school basketball team 1 Pati.. This research used experimental methods to design "one group pretest posttest design". The population in this study is the women of high school basketball team 1 pati, amounting to 10 people. Samples taken from the results of sampling total of 10 people. Analysis of data using the t test.  Results of the analysis showed that: there ballhandling exercise influence on the ability to dribble the basketball women team of Senior High School 1 Pati, with t value 4.450> 1.883 and the significant value of 0.002 <0.05, by a margin of 0.929 seconds better. Exercise ball handling is one form of exercise that can have a significant influence on the ability to dribble the basketball games. 
PENGARUH UMPAN PITCHED BALL DAN SOFT TOSS BALL TERHADAP HASIL LATIHAN PUKULAN FLY BALL DAN GROUND BALL PADA TIM BASEBALL UNNES 2015
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi antara latihan Umpan pitched Ball dan Soft Toss Ball terhadap hasil pukulan fly ball dan ground ball pada tim Baseball Universitas Negeri Semarang. Populasi penelitian adalah Angota tim Baseball Universitas Negeri Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian yaitu jenis umpan dan hasil pukulan bola baseball. Metode penelitian menggunakan faktorial dua kali dua. Analisis data penelitian menggunakan Anova dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Perbedaan  umpan pitched ball dan soft toss ball terhadap hasil pukulan pada tim baseball Unnes, pitched ball mean 4,26 dan soft toss ball 3,26 dimana F 5,371 dengan P 0,029<0,05 sehingga terdapat perbedaan latihan umpan pitched ball dan soft toss ball terhadap hasil pukulan. 2) Perbedaan Hasil pukulan Fly Ball dan Ground Ball pada Tim Baseball Unnes, F 16,927 dengan P 0,000<0,05 sehingga terdapat perbedaan hasil pukulan fly Ball dan Ground Ball pada tim Baseball Unnes. 3) Interaksi antara metode latihan pitched ball dan soft toss ball terhadap hasil pukulan Fly ball dan ground Ball pada tim baseball Unnes diketahui F 20,989 dengan P 0,000<0,05 maka terdapat Interaksi antara latihan umpan pitched ball dan soft toss ball terhadap  Hasil pukulan Fly Ball dan Ground Ball pada Tim Baseball Unnes. Simpulan dari penelitian: 1) Ada Perbedaan pengaruh yang signifikan umpan pitched ball dan soft toss ball terhadap hasil pukulan fly ball dan Ground Ball pada tim baseball Unnes tahun 2015 . 2) Ada perbedaan yang signifikan hasil pukulan Flay Ball dan Ground Ball pada tim baseball Unnes tahun 2015. 3) Ada interaksi antara latihan umpan pitched ball dan soft toss ball terhadap hasil pukulan fly ball dan ground ball pada tim Baseball Unnes. Saran : 1 Untuk tim baseball Unnes hendaknya melakukan program latihan dengan umpan Pitched ball dan Soft Toss Ball secara kontinu sesuai target latihan untuk bisa memukul Fly Ball dan ground ball. 2) Bagi pelatih tim baseball Unnes, dalam memberikan latihan memukul bola pada saat latihan dilakukan latihan umpan Pitched Ball  untuk bisa memukul  Fly ball dan latihan umpan Soft Toss Ball untuk bola ground. 3) Bagi pembaca supaya bisa menerapkan program latihan yang cocok khususnya untuk memukul fly ball dan ground ball. This research aims to find out the influence and the interaction between pitched Ball and Soft Toss Ball pass training towardthe result of fly ball strike and ground ball strike in Semarang State University Baseball team. Population of this study is the member of Semarang State University Baseball team. Samples in this research are 30 people. The sampling technique is using total sampling technique. The variables are the type of pass and the result of baseball ball strike. Research method is using two times two factorial. Research data analysis uses two waysAnova. Results of the study show that 1)  Show there are significant differences to the pitched ball and soft toss ball pass training towards the strike result in UNNES baseball teamafter being compared, pitched ball has mean which is 4.26 and soft toss ball which is 3.26. 2).  Show that pitched ball training method for ground strike in  Unnes baseball team do not give a similar effect to soft toss ball method for ground strike where it is found the  mean difference is -1,12500 with signification level of 0.366 where it is bigger than 0.05, so it can be said that these two groups of samples have a significantscore differences3).Show an interaction between pitched ball and soft toss ball training method towards Fly ball strike and ground Ball strike in Unnes baseball team research result shows that strike training with pitched ball method is apparently that Fly Ball strike in Unnes baseball team have asimilar effect to soft toss ball training method for Fly Ball strike and ground Ball strike. The conclusions of this research are: 1). There is a significant influence in training using the pitched ball and soft toss ball pass towards the result of fly ball strike in Unnes baseball team 2015 . 2).  There is asignificant influence inball strike training using pitched ball and soft toss ball pass towards theground ball strike result in Unnes baseball team 2015. 3) There is an interaction between pitched ball and soft toss ball pas training towards the result of fly ball strike and ground ball strike. Suggestion 1) this research is for Unnes baseball team which should always do the training program using Pitched ball and Soft Toss pass  continually and regularly everyday according to the training target and the improvementof the training is done gradually to achieve the maximum result.
ANALISIS BIOMEKANIKA KETERAMPILAN GERAK LEMPAR CAKRAM PADA ATLET BERPRESTASI POPDA JAWA TENGAH TAHUN 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7368

Abstract

Pentingnya kebenaran biomekanika gerak dalam lempar cakram untuk mencapai teknik yang baik sebagai salah satu penentu prestasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan gerak lempar cakram pada fase ayunan awal, fase memutar, fase melempar dan fase gerak lanjut, ditinjau dengan biomekanika yang benar . Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei, dengan cara survei tes. Subyek penelitian ini 6 atlet berprestasi POPDA Jawa Tengah tahun 2013 dengan teknik purposive sampling. Obyek penelitian ini yaitu keterampilan gerak lempar cakram. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi menggunakan instrumen yang telah disusun berdasarkan aspek biomekanika menjadi blangko indikator analisis biomekanika. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini: Keterampilan gerak lempar cakram atlet berprestasi POPDA Jawa Tengah tahun 2013, dianalisis berdasarkan kebenaran biomekanika gerak diperoleh skor 122,5 dan masuk dalam kriteria “sesuai”. Hasil tersebut dengan rincian berikut: gerak fase I (ayunan awal) diperoleh skor sebesar 18,16 dan dalam kriteria “sangat sesuai”, pada gerakan fase II (memutar) diperoleh skor sebesar 39,66 dan dalam kriteria “sesuai”, pada gerakan fase III (melempar) diperoleh skor sebesar 49,91 dan dalam kriteria “sesuai”, pada gerakan fase IV (gerak lanjut) diperoleh skor sebesar 14,75 dan dalam kriteria “sangat sesuai”. Simpulan dalam penelitian ini bahwa keterampilan gerak lempar cakram pada atlet berprestasi POPDA Jawa Tengah tahun 2013 termasuk dalam kriteria “sesuai”. Saran dari penelitian ini adalah bagi guru, atlet, pelatih, khususnya pelatih atlet pelajar cabang olahraga lempar cakram dalam melakukan gerak lempar cakram perlu didasarkan pada kebenaran biomekanika gerak, untuk membantu mendapatkan lemparan yang maksimal atau optimal. The importance of truth in discus throwing motion biomechanics to achieve a good technique as one determinant of achievement. Purpose of this study to determine the motion of throwing skills at the initial swing phase , the phase of turn , release phase and the follow trough phase, reviewed with the correct biomechanics. The method used is descriptive quantitative survey techniques , by means of test surveys. The subjects of this study six outstanding athlete’s student competition (POPDA) Central Java in 2013 by purposive sampling technique. The object of this study is discus throwing motion skills. Data collection taken by observation using instruments that have been prepared based on biomechanical aspects into the blank indicator biomechanical analysis. Data analysis techniques performed by using descriptive analysis. Results of the study: Skills of high achievement athlete throwing motion POPDA Central Java in 2013, were analyzed based on the truth of the biomechanics of motion obtained a score of 122.5 and included in the criteria of " appropriate ". Those results with the following details: the motion of phase I (initial swing) obtained a score of 18,16 and in a "great fit" criteria, the movement phase II (turn) obtained a score of 39,66 and in the criteria of "appropriate", the movement phase III (release) earned a score of 49,91 and criteria "appropriate", the movement phase IV (follow trough) obtained a 14.75 score and in the criteria "a great fit". Conclusion  in this study that the discus throwing motion skills on an accomplished athlete POPDA Central Java 2013 included in criteria for "appropriate". Advice from the research is for teachers, athletes, coaches, especially student athletes sports coaches are throwing a discus throwing motion when doing discus needs to be based on the truth of biomechanics motion, to help get maximum throw or optimal
PENGARUH WILLIAM FLEXION EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI PENDERITA LOW BACK PAIN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7370

Abstract

Pengaruh William Flexion Exercise dalam meningkatan lingkup gerak sendi pada bagian lumbal pada penderita low back pain (nyeri punggung bawah) di RS. Mardirahayu Kudus. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh William Flexion Exercise dalam meningkatan lingkup gerak sendi pada bagian lumbal pada penderita low back pain (nyeri punggung bawah) di RS. Mardirahayu Kudus. Metode penelitian menggunakan Pre-Experimental design one group pre test post test. Populasi penelitian ini  adalah penderita low back pain yang berjumlah 23 orang yang datang di RS. Mardirahayu Kudus, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan memperoleh sampel 20 orang. Alat dalam penelitian menggunakan goniometer. Penelitian dilakukan pada bulan Januari tahun 2015, di RS. Mardirahayu Kudus. Pemberian latihan dilaksanakan selama 5 minggu dengan 3 kali pertemuan setiap minggu dan dengan waktu satu kali latihan 20 menit. Teknik analisis data penelitian menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan William Flexion Exercise dapat meningkatkan lingkup gerak sendi dengan nilai rata-rata pada gerak fleksi 15,1˚ dengan nilai (p = 0,000), ekstensi 13,5˚, (p = 0,000), abduksi 10,3˚, (p = 0,000),  adduksi 11,8˚ (p = 0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah William Flexion Exercise berpengaruh terhadap peningkatan lingkup gerak sendi penderita low back pain. William Flexion Exercise influence in increasing the range of motion in the lumbar in patients with low back pain (lower back pain) in RS. Mardirahayu Kudus. This study aims to determine the influence of William Flexion Exercise in improving range of motion in the lumbar in patients with low back pain (lower back pain) in Mardirahayu hospital. Pre-study method using Experimental design one group pretest posttest. The study population was patients with low back pain, amounting to 23 people coming in Mardirahayu hospital, the sampling technique used purposive sampling and obtained a sample of 20 people. Tool in the study using a goniometer. The study was conducted in January 2015, in the Mardirahayu hospital. Provision of training conducted for 5 weeks with 3 sessions every week and the time of one 20-minute workout. Research data analysis technique using paired t-test. The results showed William Flexion Exercise can improve range of motion with the average value of the flexion 15,1˚ with values (p = 0.000), the extension 13,5˚, (p = 0.000), abduction 10,3˚, ( p = 0.000), adduction 11,8˚ (p = 0.000). The conclusion of this study is William Flexion Exercise affect the increased range of motion patients with low back pain.
SENAM JANTUNG SEHAT SERI V MENINGKATKAN KEBUGARAN DAN PENURUNAN LEMAK TUBUH PADA LANSIA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7372

Abstract

Penelitian ini penelitian semu eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Senam Jantung Sehat Seri V dapat meningkatkan  kebugaran pada Lansia dan mengetahui apakah Senam Jantung Sehat Seri V dapat menurunkan Lemak Tubuh pada Lansia. Sampel penelitian ini adalah 13 orang diambil dengan mengunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian tes jalan cepat 4.820 m dan Skinfold Califer.  Hasil Penelitian menunjukkan Senam Jantung Sehat seri V dapat meningkatkan kebugaran tubuh dengan hitungan rata-rata tingkat kebugaran sebelum mengikuti Senam Jantung Sehat seri V dengan rata-rata preetest = 57,49, Varians (s2)= 85,7058, dan Standar deviasi (s)= 9,26. Rata-rata nilai kebugaran tubuh setelah mengikuti Senam Jantung Sehat seri V = 51,03, Varians (s2)= 60,3653, dan Standart deviasi (s)= 7,77. Akan tetapi tidak berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan Lemak Tubuh Lansia dengan hitungan rata-rata preetest =20,13, Varians (s2)= 43,966, dan Standart deviasi (s)= 6,63. Rata-rata nilai lemak tubuh setelah mengikuti senam jantung sehat seri V = 21,24, Varians (s2)= 19,438, dan Standart deviasi (s)= 4,41. Simpulan penelitian yaitu Senam Jantung Sehat seri V peningkatan kebugaran akan tetapi tidak menurunkan lemak tubuh secara signifikan. Saran yang diberikan adalah selalu melakukan aktifitas olahraga untuk meningkatkan kebugaran dan diimbangi dengan mengontrol jumlah kalori.The purpose of this research is to figure out whether Healthy Heart Gymnastics series V can increase elderly fitness and to find out whether Healthy Heart Gymnastics series V can decrease elderly body fat. Samples of this research are 13 people that was taken by using purposive sampling technique. Instruments of this research are quick walk test 4.820 m and Skinfold Califer. The research result shows that Healthy Heart Gymnastics series V can increase body fitness with average measures of fitness before attending the Healthy Heart Gymnastics series V with pretest mean = 57,49, Variance (S2) = 85,7058 and Standard Deviation (S) = 9,26. The average number of body fitness after attending Healthy Heart Gymnastics series V = 51,03, Variance (S2) = 60,3653, and Standard Deviation (S) = 7,77. However, it isnot giving influence significantly in decrease elderly body fat with pretest mean = 20,13, Variance (S2) = 43,966, and Standard Deviation (S) = 6,63.  The average number after attending Healthy Heart Gymnastics series V= 21.24, Variance (S2) = 19.438, and Standard deviation (s) = 4.41. The conclusion of this research is Healthy Heart Gymnastics series V increase fitness but decrese boy fat significantly. The Suggestions that can be given are always doing exercise acivities to increase fitness and be balanced by controlling the amount of calory.
LATIHAN BEBAN LUNGE DAN SQUARTER SQUAT UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN RENANG GAYA DADA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7376

Abstract

Peningkatan kecepatan renang gaya dada pada atlet Klub Spectrum Semarang dengan menggunakan latihan beban Lunge dan Quarter Squat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan beban Lunge dan Quarter Squat dan membandingkan keefektifan antara latihan beban Lunge dengan Quarter Squat.Penelitian ini menggunakan desain Pretest Posttest with Control Group, dengan populasi 16 atlet.Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling sehingga didapatkan sampel 16.Instrumen dalam penelitian ini yaitu Standing Broad Jump, matras, meteran, stopwatch dan peluit.Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2015, di kolam renang Manunggal Jati Semarang. Variabel bebas: latihan beban Lunge dan Quarter Squat, variabel terikat: kecepatan renang gaya dada. Latihan dilakukan selama 5 minggu, dalam satu minggu 3 kali pertemuan, latihan dengan intensitas 60% sampai 70%. Metode penelitian data menggunakan statistik pola M-S dengan rumus t-test. Teknik analisis data menggunakan t-test dengan bantuan komputer program MS Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata prestest Lunge sebesar 49,45 detik, dan rata-rata posttest sebesar 48,05 detik. Sedangkan rata-rata pretest Quarter Squat sebesar 49,24 detik, dan rata-rata posttest sebesar 48,04 detik. Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan beban Lunge dan Quarter Squat dapat meningkatkan kecepatan renang gaya dada. Latihan beban Lunge lebih baik dengan peningkatan kecepatan 1,4 detik dibandingkan latihan beban Quarter Squat dengan peningkatan kecepatan 1,2 detik.Increased speed athlete swimming breaststroke at Spectrum Club Semarang using weight training Lungeand Quarter Squat. This study was conducted to determine the effect of weight training Lungeand Quarter Squat and compare the effectiveness of the training load with Quarter Squat Lunge. This study used a pretest posttest design with Control Group, with a population of 16. Sampling using total sampling to obtain samples 16. The instrument in this research that Standing Broad Jump, mattresses, meter, stopwatch and whistle. The study was conducted from February to March 2015, in the pool ManunggalJati Semarang. Independent variables: weight training Lungeand Quarter Squat, dependent variable: breaststroke swimming speed. Exercises performed during 5 weeks, 3 times in one week meeting, exercise intensity of 60% to 70%. The research method of data using statistical pattern of MS with the formula t-test. Data were analyzed using t-testwith  MS Excel. The results showed that the average prestest Lunge at 49.45 seconds, and the average posttest of 48.05 seconds. While the average pretest Quarter Squat of 49.24 seconds, and the average posttest of 48.04 seconds. The results showed that weight training Lungeand Quarter Squat can improve breaststroke swimming speed. Lunge weight training better with an increased speed of 1.4 seconds compared to weight training Quarter Squat with an increase in speed of 1.2 seconds.
PEMBERIAN VITAMIN C PADA LATIHAN FISIK MAKSIMAL DAN PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH ERITROSIT
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit setelah diberi vitamin C dan latihan fisik maksimal. Metode penelitian yaitu True eksperimen dengan mengadakan intervensi atau perlakuan. Populasi penelitian ini tikus stain wistar (Rattus norvegicus). Jumlah sampel 18 tikus jantan wistar berumur 2-2,5 bulan, berat 100-150 gram. Besar sampel berdasarkan WHO setiap kelompok minimal 5 ekor dengan cadangan 1 ekor. Penelitian ini dilakukan pada bulan februari 2015, di Laboratorium Biologi FMIPA, Unnes. Teknik pengumpulan data menggunakan metode sahli dan hemositometer. Teknik analisis data menggunakan uji pengaruh paired t-test dan uji perbandingan. Hasil penelitian ini, terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian vitamin C sebelum latihan fisik maksimal terhadap jumlah eritrosit dengan nilai P=0,038 (p<0,05). Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian vitamin C sebelum latihan fisik maksimal terhadap kadar hemoglobin dengan nilai P=0,117 (p>0,05). Simpulan hasil penelitian yaitu pemberian vitamin C murni dosis 1,8 mg/200 grBB tikus per hari yang diberikan pada tikus wistar sebelum latihan fisik maksimal dapat meningkatkan jumlah eritrosit secara signifikan tetapi tidak meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan.This research aim to know change in hemoglobin levels and quantity of erythrocytes after being given a vitamin C and maximal physical exercise. True experimental research method is to held a intervention or treatment. The research population is stain wistar rats (Rattus norvegicus). Number of samples 18 male wistar rats aged 2-2.5 months, weight 100-150 grams. The amount of sample based WHO every group minimum 5 tails with one tail reserves. This research was conducted in February 2015, in the Laboratory of Biology Science Faculty, Unnes. Data collection techniques using the method sahli and hemocytometer. The data analysis used paired t-test influence and comparative test. Result this research, there was significant influence between giving vitamin C before maximum physical exercise  on quantity of erythrocytes with a value of P=0.038 (p<0.05). There is no significant influence between giving vitamin C before maksimum physical exercise against hemoglobin levels with the  value of P=0.117 (p>0.05). In conclusion the results of the research is the provision of pure vitamin C dose of 1.8 mg/200 grBB mice per day given in wistar rats before maximal physical exercise could be significantly increase the quantity of erythrocytes, but did not significantly increase the levels of hemoglobin.
LATIHAN SPLIT JUMP DAN KNEE TUCK JUMP UNTUK MENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN KEMAMPUAN MELAKUKAN SMASH KEDENG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7382

Abstract

Sepak takraw merupakan cabang olahraga permainan asli dari Indonesia.Peserta didik atau seorang atlit akan mampu mengembangkan kemampuannya secara optimal apabila memenuhi faktor-faktor karakter fisik dan penguasaan teknik secara benar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen (pre test dan post test). Variabel penelitian ini adalahsplit jump (X1), knee tuck jump(X2), smash kedeng(Y1), power otot tungkai (Y2). Penelitian dilaksanakan di GOR Sepak Takraw Kabupaten Jepara, dengan total sampel 18 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Pembagian kelompok dengan metode Mached by Subjects (M-S). Alat analisis yang digunakan adalah t tes, yang diwalai dengan uji normalitas. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling.Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Latihan split jump berpengaruh positip dan signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai (2,10>1,833). 2). Latihan kneetuck jumpberpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai (1,839>1,833). 3). Latihan split jump positif dan signifikan terhadap kemampuan melakukan smash kedeng (3,09>1,833). 4). Latihan knee-tuck jumpberpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan melakukan smash kedeng (3,28>1,833). 5). Latihan split jump tidak lebih baik atau lebih efektif dalam meningkatkan power otot tungkai (0,12<1,833). 6). Latihan split jump tidak lebih baik atau tidak lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan smash kedeng (0,46<1,833). Saran bagi pelatih dan pemain, diperlukan latihan fisik,  teknik, dan knee tuck jump.Pengelola; supaya latihan dan permainan dapat berjalan sesuai yang diinginkan, maka diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai (sesuai dengan peraturan dalam sepak takraw). sepak takraw is a genuine sport game from Indonesia. Learners or an athlete will be able to develop the ability to optimally if it fulfills the factors as physical characteristics and mastery of technique correctly. This research is a quantitative study with experimental method (pre-test and post-test). The variables of this study is split jump (X1), knee tuck jump (X2), smash kedeng (Y1), limb muscle power (Y2). Research conducted at the GOR Sepak Takraw Jepara district, with a total sample of 18 people, using total sampling technique. The division of the group with mached method by Subjects (MS). The analytical tool used was t test, which diwalai with normality test. The sampling method used was total sampling.The results showed that: 1). Exercise split jump and significant positive effect on the increase in limb muscle power (2,10> 1.833). 2). Exercise knee tuck jump positive and significant effect on the increase in leg muscle power (1.839> 1.833). 3). Exercise split jump positive and significant impact on the ability to smash kedeng (3.09> 1.833). 4). Exercise knee-tuck jump positive and significant impact on the ability to smash kedeng (3.28> 1.833). 5). Exercise split jump is no better or more effective in increasing muscle power leg (0.12 <1.833). 6). Exercise split jump is no better or more effective in enhancing the ability smash kedeng (0.46 <1.833). Suggestions for coaches and players, the necessary physical exercise, techniques, and knee tuck jump. Business; exercises and games that can be run as desired, it is necessary for adequate infrastructure (in accordance with the regulations in sepak takraw).
ANALISIS PROFIL TINGKAT KESEGARAN JASMANI PEMAIN FUTSAL ANKER FC TAHUN 2014
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7384

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani pada pemain futsal Anker FC. Penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan analisis deskriptif persentase. Metode survey test, yaitu alat tes pengukuran kesegaran jasmani usia 16-19 tahun dengan panduan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk mengetahui hasil tes tingkat kesegaran jasmani meliputi : lari cepat (sprint) 60 meter, angkat tubuh (pull up) 60 detik, sit-up 60 detik, loncat tegak (vertical jump), dan lari 1000 meter. Populasi adalah pemain futsal Anker FC usia 16-19 tahun. Dalam penelitian ini menggunakan Purposife Sampling atau sampel pertimbangan yaitu pemain futsal Anker FC sesuai dengan kriteria usia 16-19 tahun jumlahnya 15 orang yang tergabung dalam team Anker FC. Variabel terikat adalah kesegaran jasmani.. Hasil persentase tes kesegaran jasmani keseluruhan anggota Anker FC usia 16-19 tahun, 53,3% kategori kurang, 40% kategori sedang dan 6,7% dalam kategori baik. Kesimpulan hasil penelitian adalah tingkat kesegaran jasmani pemain futsal Anker fc usia 16-19 tahun termasuk dalam kategori kurang dan Analisis hasil tes yaitu kemampuan lari 60 meter rata-rata 9,7320 kategori “sedang”. Hasil tes pull up 60 detik rata-rata 7,4667 kategori “kurang”. Hasil tes sit up 60 detik rata-rata 29,6667 kategori “baik”. Hasil tes vertikal jump rata-rata 58,3334 kategori “sedang”. Hasil tes lari 1200 meter rata-rata 5,8880 kategori “kurang”. Saran untuk Anker FC latihan dengan teratur, jangan terlalu memaksakan tubuh untuk bekerja lebih setelah menjalani rutinitas melakukan kegiatan belajar sebagai siswa yang sangat menguras banyak tenaga dan perlu menyusun program yang lebih efektif dan tepat untuk meningkatkan kemampuan motorik pemain futsal Anker Fc dengan lebih fokus pada peningkatan kesegaran jasmani meliputi: (a) kekuatan, (b) kecepatan, (c) power, (d) kelincahan, dan (e) daya tahan.The aim of this study is to know theAnker fc futsal players’ physical fitness degree. The research uses statistical analysis with percentage describtive analysis.Test surveymethodis an instrument to test theages16-19 of physical fitnessby Tes KesegaranJasmaniIndonesia (TKJI) as the module to know the test results of degree of physical fitness,including : 60 meters of sprint,60 seconds of pull up, 60 seconds of sit-up,vertical jump, and 1000 meters of running. The population isAnker FC futsal playerswithages16-19. This research uses PurposifeSamplingthatisAnker FC futsal players as the criterion of ages 16-19,amount of 15persons in Anker FC team. The variableisphysical fitness. The physical fitness percentage test result of all Anker FC memberswithages16-19 shows, 53,3% categorized as “less”, 40% categorized as “normal”and 6,7% categorized as “good”.The conclusion of research result is that the physical fitness of Anker fc players with ages 16-19 belongs to category “less”,and the test result analysis shows that ability in 60 meters of runningresulting9,7320at average is categorized as “normal”. 60 seconds of pull up test resulting 7,4667 at average is categorized as “less”. 60 seconds of sit up test resulting29,6667 at averageis categorized as “good”. vertical jump test resulting 58,3334 at averageis categorized as “normal”. 1200 meters of running test resulting 5,8880at averageis categorized as “less”.It is adviced to Anker FC to do training regulary, do not overdoafter doing daily activities such as studying which is exhausting, and it is suggested to manage more effective and suitable programs for enhancing motoric ability of Anker FC futsal players,with focus is more in increasing of physical fitness, including: (a) strength, (b)speed, (c) power, (d) agility, and (e) vitality.
CIRCUIT TRAINING DENGAN RASIO 1:1 DAN RASIO 1:2 TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i3.7386

Abstract

Peningkatan VO2 Maxpada atlet sepak bola Putra Ngaliyan Semarang menggunakan circuit training rasio 1:1 dan rasio 1:2 dengan tes Multistate Fitnes test untuk mengetahui nilai VO2 Max. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh circuit training dengan rasio 1:1 dan rasio 1:2 terhadap peningkatan VO2 Max dan membandingkan keefektifan antara circuit training dengan rasio 1:1 dan circuit training dengan rasio 1:2 terhadap peningkatan VO2 Max pada atlet sepak bola.Metode penelitian ini yaitu Pretest Posttest with Control Grupdengan teknik survei dan tes. Populasi penelitian ini seluruh atlet Puslat sepak bola Putra Ngaliyan Semarang 32 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling memperoleh sampel 24 orang. Alat dalam penelitian Multistage Fitnes Test, stopwatch, meteran, kun dan bola. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret tahun 2015, di Lapangan Ngaliyan Semarang. Variabel penelitian: (1) variabel bebas: Circuit training dengan rasio 1:1 dan rasio 1:2 dilakukan selama 6 minggu, dalam seminggu 3 kali pertemuan, latihan dengan intensitas 70% sampai 90% (2) variabel terikat: Volume oksigen maksimal (VO2 Max). Metode pengolahan data menggunakan statistik pola M-S dengan rumus t-test. Teknik analisis data penelitian menggunakan rumus t-testdengan bantuan komputer program SPSS versi 16. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre-test circuit training rasio 1:1 adalah 42,32 dan post-test  sebesar 47,32. Sedangkan circuit training rasio 1:2 rata-rata pre-test sebesar 42,29 dan post-test sebesar 45,98. Hasil penelitian yaitu circuit training rasio 1:1 dan rasio 1:2 dapat meningkatkan volume oksigen maksimal (VO2 Max) pada atlet Puslat sepak bola Putra Ngaliyan Semarang. Circuit training rasio 1:1 lebih baik terhadap peningkatan VO2 Max.Increased VO2 Max in soccer athletes Son Ngaliyan Semarang using circuit training ratio of 1:1 and 1:2 ratio with Multistate test Fitnes test to determine the value of VO2Max.This study was to determine the effect of circuit training with a ratio of 1:1 and 1:2 ratio to the increase in VO2 Max and compare the effectiveness of circuit training with a ratio of 1:1 and circuit training with a ratio of 1:2 to increase VO2 Max in soccer athletes. This research method is Pretest Posttest Control Group with survey techniques and tests. The entire study population Puslat football athletes Son Ngaliyan Semarang 32 people, purposive sampling technique to obtain a sample 24 people.Tool in research Multistage Fitness Equipment Test, stopwatch, meter, kun and balls. The study was conducted in January to March 2015, in the Field Ngaliyan Semarang. The research variables: (1) independent variables: Circuit training with a ratio of 1:1 and the ratio of 1:2 performed for 6 weeks, 3 times a week meetings, exercise intensity of 70% to 90% (2) dependent variable: Volume maximal oxygen (VO2 Max). Method of data processing using statistical pattern MS with the formula t-test.Research data analysis techniques using the formula t-test with SPSS version 16. Results showed that the average results of pre-test circuit training 1:1 ratio is 42.32 and the post-test of 47.32. While circuit training ratio of 1:2 average of 42.29 pre-test and post-test of 45.98. The results of the research that is circuit training ratio of 1:1 and 1:2 ratio may increase the maximum volume of oxygen (VO2 Max) at Puslat football athletes Son Ngaliyan Semarang. Circuit training ratio of 1:1 is better to increase VO2 Max.

Page 1 of 1 | Total Record : 10