cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2023)" : 10 Documents clear
Literature Review of Antioxidant Activity of Several Types of Onions and Its Potensial as Health Supplements Mufidatul Ilmiah; Mirwa Adiprahara Anggarani; Dzikra Nasyaya Mahfudhah
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.57689

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu atom atau molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan yang akan menyebabkan suatu senyawa atau molekul lain menjadi lebih reaktif. Radikal bebas yang terdapat pada tubuh makhluk hidup akan menimbulkan penyakit generatif yakni kerusakan sel. Radikal bebas dapat dinetralkan menggunakan sumber anti oksidan misalnya bawang-bawangan karena mengandung senyawa aktif berupa flavonoid. Kandungan flavonoid didalam bawang-bawangan berpotensi sebagai suplemen Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari beberapa jenis bawang dan potensinya sebagai suplemen kesehatan. Metode yang digunakan dalam artikel ini yakni studi literatur dari berbagai sumber ilmiah, baik nasional maupun internasional. Diperoleh data aktivitas antioksidan pada beberapa jenis bawang yang diekstraksi yang menggunakan pelarut etanol. Aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai IC50 bawang putih probolinggo, bawang dayak, bawang merah nganjuk, daun bawang kucai dan bawang prei secara berurutan menghasilkan nilai IC50 secara berurutan sebesar 257,75ppm; 41,46ppm; 384,03ppm; 312,79ppm; dan 61,05ppm. Diantara kelima jenis bawang yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah bawang dayak, disusul dengan bawang prei yang masuk dalam kategori kuat. Dengan demikian bawang Dayak dan bawang prei dapat digunakaan sebagai sumber antioksidan dalam suplemen kesehatan.
New Ruthenium (II)Palladium (II) and Platinum (II) Complexes of Heterocyclic Organochalcogenide Ligands: Synthesis, Characterization, and Evaluation of Anticancer Activity Against Breast Cancer Cells Hayat Hamza Abbas; Mohammed J.B. Al-assadic; Majeed Y. Al-Luaibib
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.59868

Abstract

This work aimed to synthesize, characterize of Ruthenium (II)Palladium (II) and Platinum (II) Complexes and to test the cytotoxic activity, against breast adenocarcinoma cell line (MCF-7) through conducting MTT assay and AO/EB dual staining-technique. Given our efforts ton toward the synthesis of coordination compounds with potential chemotherapeutic properties, we report In this manuscript, the synthesis, of seven new Ru(II), Pd(II), and, Pt(II) complexes with mono- and bidentate organo-chalcogenide ligands formulated [M2-μ-2Cl(L)4 ]Cl2 and [M(L)2 ]Cl2 of M=Ru(II) and Pd(II), Pt(II) respectively [where L= 4-phenylthiomorpholine-3,5-dione[I], 4-phenylselenomorpholine-3,5-dione[II] and O-chlorophenylselenomorpholine-3,5-dione[III]]ligands, which characterized by elemental analysis C.H.N, FTIR, UV-VIS, MSD-mass spectrometry, 1H NMR, 13C NMR, molar conductivity measurements and magnetic susceptibility. The preliminary cytotoxic activity of these compounds was evaluated against human breast carcinoma, MCF-7 and normal, breast cells, HBL-100 by a colorimetric viability assay based on enzymatic reduction of the MTT molecule to formazan when it is exposed to viable cells. To elucidate the apoptotic activity of the prepared compounds, the acridine orange/ethidium bromide (AO/EB) staining technique was conducted. The DNA binding activity of one of these ligands and it, s corresponding Ru complex was confirmed by electronic spectroscopy studies. It was found at ligand(II) has stronger DBA than it, s corresponding Ruthenium complex(V).
Adsorpsi Logam Fe pada Limbah Menggunakan Zeolite Alam Teraktivasi Asam Sulfat Dian Sri Asmorowati; Ida Iryani Kristanti; Sri Susilogati Sumarti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.62914

Abstract

Kegiatan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang seringkali menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Salah satunya ialah limbah logam besi (Fe). Logam besi merupakan logam yang bersifat toksik yang dapat meracuni tubuh manusia dan merusak lingkungan. Penelitian ini mewujudkan UNNES Konservasi dengan melakukan usaha untuk melestarikan lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah yang dapat mencemari lingkungan. Usaha penanganan limbah logam berat salah satunya dengan menggunakan adsorben. Salah satu jenis adsorben yang mudah didapat dan memiliki berbagai macam keunggulan adalah zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi H2SO4 untuk aktivasi zeolit yang memiliki kemampuan optimum dalam adsorpsi logam Fe pada limbah Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang. Metode penelitian ini antara lain: (1) Preparasi zeolit alam; (2) Aktivasi zeolit alam; (3) Preparasi limbah logam Fe; (4) Adsorpsi logam Fe pada limbah laboratorium dengan variasi konsentrasi H-ZA; (5) Analisa SSA. Peneliti melaksanakan formulasi konsep mengenai adsorpsi limbah Fe menggunakan zeolit alam teraktivasi asam sulfat dengan variasi konsentrasi, sehingga dapat diketahui konsentrasi optimum asam sulfat yang memiliki kemampuan terbaik dalam mengadsorp logam Fe Kadar logam Fe (besi) dalam sampel limbah yang telah diadsorpsi menggunkan zeolite alam memiliki kadar 5,60 ppm. Selanjutnya limbah diadsorpsi dengan zeolite alam dengan variasi konsentrasi 1M, 3M, 5M, dan 7M. Penurunan kadar logam Fe terbesar ialah sampel limbah setelah adsorpsi dengan zeolite teraktivasi H2SO4 7M dibandingkan dengan adsorben lain yaitu dengan kadar Fe sebesar 4,27 ppm.
Water Hyacinth Nanocellulose addition effect on the Mechanical Properties of Sweet Potato Starch-Based Bioplastics Milania Dwi Putri Mandasari; Samuel Budi Wardhana Kusuma
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.64735

Abstract

Environmental pollutionn that occurs is a problem that we must prevent in Indonesia. Factors causing enviromental pollution is plastic waste. This factor encourages the utilization of natural raw materials such as starch and nanocellulose in manufacture of biodegradable. The purpose of this research was to determine the effect of the addition of nanocellulose on the mechanical properties of bioplastics. The results of the synthesis of nanocellulose water hyacinth stems through acid hydrolysis and sonication obtained a particle size of 279.8 nm. The results of testing the mechanical properties with the addition of 0%, 10%, 15%, 20%, and 25% nanocellulose showed that the tensile strength and elongation values increased with each of the highest values obtained by sample D nanocellulose 25% of 4.96 MPa and 80,80%. However, the elastic modulus results obtained were irregular values and the highest value was obtained by sample A nanocellulose 10% of 6.62%. The results of the biodegradation rate showed that the higher the concentration of nanocellulose, the lower the biodegradation rate, the highest value obtained by sample A was 60.34%. Based on the mechanical properties, it was shown that the best results were obtained for sample D. The best results, morphological tests were carried out which showed poor distribution of nanocellulose filler due to agglomeration in certain areas.
Phytochemical and Antioxidant Activity Tests of Ethanol Extracts of the Roots, Stems and Leaves of Song of India (Dracaena reflexa) Plant Using the DPPH Method Faleria Sandra Puspita; Agung Tri Prasetya
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.64874

Abstract

An antioxidant is a substance needed by the body with its function to neutralize damage to the body caused by radicals, which cause a degenerative disease in normal cells. The body naturally produces an antioxidant, but its use in protecting against free radicals is unknown. One of the other efforts to prevent it is by obtaining antioxidants from outside the body which can be found through natural ingredients such as Dracaena reflexa. The Dracaena reflexa plant is a plant that has been widely spread, especially in the city of Semarang. This plant is a traditional medicinal plant that is trusted and used as a treatment by the State of Madagascar. However, this plant has not been widely explored for its biological potential in 70% ethanol solvent. This research was carried out by determining bioactive compounds through phytochemical tests as an initial step method. Then, the total phenolic content and total flavonoid content were determined, compound analysis using GC-MS and IC50 determination of antioxidant activity using DPPH. High levels of total phenol obtained in roots, stems and leaves between 111.44 ± 2.4056 - 67.556 ± 2.0972 mgGAE/g. Meanwhile, high levels of flavonoids in roots, stems and leaves were between 43.555 ± 6.938 - 30.222 ± 3.849 mgQE/g in stems. Thus, the IC50 gain for each part resulted in different criteria, namely leaves with moderate antioxidant criteria, stems with very weak antioxidant criteria and roots with weak antioxidant criteria. Furthermore, the main compounds identified in the analysis using GC-MS identified the presence of 3 groups of dominant compounds obtained, namely fatty acids, terpenoids and ethanol. The results of the study indicate that Dracaena reflexa needs to be further explored for its use in curing various diseases.
Analysis of Antioxidant Activity on the Ethanol Extract of Indonesian Tropical Forest Plants Anita Rizqiana; Sudarmin Sudarmin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.65147

Abstract

Free radicals can be overcome with the intake of antioxidants in the human body. Antioxidants function to inhibit and neutralize oxidation reactions involving free radicals. Indonesian tropical forest plants consisting of Bajakah tampala, Sarang semut, Akar kuning and Cemara sumatra have potential as antioxidants because of the secondary metabolites contained therein. The four plants were extracted by maceration method and the extracts were then tested for phytochemicals consisting of tests for saponins, tannins, terpenoids, alkaloids and flavonoids. After that, the antioxidant was tested using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method and the absorbance was measured using a Uv-Vis spectrophotometer at a wavelength of 517 nm. The results obtained are secondary metabolite compounds contained in Indonesian tropical forest plants including saponins, tannins, and flavonoids. Alkaloid compounds are only owned by the Sarang semut and Akar kuning plants, while terpenoid compounds are owned by the Cemara sumatra and Akar kuning. The antioxidant activity obtained, Sarang semut have the strongest ability with an IC50 value of 4.71 ± 0.30 μg/ml. Cemara Sumatra and Bajakah Tampala are in the very strong category after Sarang semut with IC50 values ​​of 10.54 ± 0.26 μg/ml and 12.86 ± 0.59 μg/ml. While the Akar kuning is included in the medium category with an IC50 value of 137.46 ± 0.80 μg/ml. Comparison of the ability of antioxidant activity from the strongest to the moderate, namely Sarang semut > Cemara sumatra > Bajakah tampala > Akar kuning.
Nanogel Synthesis Of Chitosan-Alginate-Siam Orange (Citrus nobilis Lour) Extract and Its Antibacterial Activity Eva Yulia Pradita; Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.66164

Abstract

Indonesia merupakan salah satu penghasil buah jeruk yang meningkat setiap tahun. Buah jeruk menghasilkan 44% kulit sebagai limbah setelah dimanfaatkan buahnya. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat nanogel ekstrak kulit jeruk yang dimodifikasi dengan kitosan-alginat (rasio massa kitosan/alginat adalah 2:1; 2,5:1, 3:1). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio massa kitosan-alginat terhadap nanogel ekstrak kulit jeruk siam. Karakteristik nanogel khususnya ukurannya, zeta potensialnya, serta aktivitasnya sebagai antibakteri S. aureus dipelajari. Proses ekstraksi kulit jeruk siam dilakukan menggunakan metode distilasi uap. Hasil uji GC-MS menunjukkan limonen menjadi senyawa utama yang dihasilkan (95,48%), dengan rendemen minyak 0,68%. Analisa ukuran nanogel dikonfirmasi dengan PSA dan mendapatkan hasil sesuai urutan rasio massa kitosan/alginat secara berurutan sebesar 601,3 nm; 242,8 nm; 1967,1 nm. Zeta potensial diambil dari nanogel yang ukurannya paling kecil (242,8 nm) dengan hasil -6,6 mV. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas penghambatan pada sampel minyak atsiri kulit jeruk siam dengan terbentuknya zona hambat di sekitar sampel pengujian dengan rentang diameter berada antara 18 mm–20 mm (dalam kategori kuat), sedangkan hasil pengujian pada ketiga sampel nanogel tidak terbentuk zona hambat yang menandakan bahwa sampel tersebut dalam kategori lemah/tidak memiliki aktivitas sebagai antibakteri.
Mercury (Hg) Adsorption in Traditional Gold Mining Liquid Waste with Activated Carbon from Coffee Ground Salsabilla Muharani; Elida Purba
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.67083

Abstract

Merkuri merupakan salah satu jenis logam berat yang banyak digunakan secara bebas dalam proses amalgamisasi pada pertambangan emas skala kecil (PESK), salah satunya di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Pemakaian logam merkuri tersebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi kadar merkuri pada limbah sebelum dilepaskan ke lingkungan menggunakan proses adsorpsi dan mendapatkan kondisi optimum dalam proses adsorpsi menggunakan adsorben karbon aktif ampas kopi dengan memvariasikan waktu kontak adsorpsi dan massa adsorbent. Variasi waktu kontak yang digunakan yaitu (30; 60; 90) menit dan variasi massa yaitu (2; 3; 4) g/100ml dengan pengadukan sebesar 90 rpm. Analisis sampel dilakukan dengan analisis FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) Agilent Technologies Carry 630 dan Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS) Agilent 240Z series. Hasil dari penelitian didapatkan, kondisi optimum waktu kontak selama 90 menit dan dosis adsorben sebanyak 4gr/100ml, kapasitas adsorpsi karbon aktif ampas kopi terhadap logam merkuri (Hg) sebesar 0,0687 mbHg/grC dengan penurunan kadar logam merkuri pada limbah setelah adsorpsi mencapai 99,93%. Pemodelan isoterm diwakili oleh model isoterm Langmuir. Studi ini menunjukan bahwa karbon aktif dari ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai adsorben berbiaya rendah untuk menurunkan kadar logam Hg pada limbah cair pertambangan emas tradisional.
Optimasi Ekstraksi dan Uji Aktivitas Antioksidan Bunga Tulip Afrika (Spathodea campanulata P) dengan Metode Ultrasound-Assisted Extraction Alika Rindangsari Nurrahmah; Harjono Harjono; Nanik Wijayati; Sigit Priatmoko
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.67875

Abstract

Antioksidan alami dapat diperoleh dari tumbuhan berupa vitamin C, flavonoid, dan fenolik senyawa ini dapat bereaksi dengan pereduksi penangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan optimasi ekstraksi dan uji aktivitas antioksidan bunga tulip afrika dengan metode Ultrasound Assisted Extraction. Tahapan penelitian ini optimasi ekstraksi menentukan absorbansi dengan spektrofotometer UV. Hasil data optimal ekstrak bunga tulip afrika kemudian di uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan total fenol.Hasil optimal ekstrak bunga tulip afrika ditunjukkan pada kadar 35%, waktu optimal menit ke 45 dengan rasio massa terhadap pelarut pada perbadingan 1:5. Hasil ekstrak optimal mengandung senyawa golongan fenol dibuktikan dengan uji penentuan kandungan total fenol. Nilai kandungan total fenol ekstrak tanpa penambahan asam sitrat yaitu sebesar sampel 2,9818 mgGAE/g sedangkan ekstrak bunga tulip afrika dengan asam sitrat sebesar 3,2036 mgGAE/g sampel. Adanya kandungan aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga tulip afrika dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga tulip afrika tanpa penambahan asam diperoleh hasil nilai IC50 sebesar 93,073 ppm (µg/mL), sedangkan pada ekstrak bunga tulip afrika dengan penambahan asam diperoleh nilai IC50 sebesar 77,554 ppm (µg/mL).
Synthesis and Characterization of Gel Chitosan-Nanosilver-Extract of Pare Fruit (Momordica Charantia) as antibacteria against Staphylococcus aureus Luklukul Fitriyah; Sari Edi Cahyaningrum
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v12i1.68468

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks untuk mengembalikan struktur kulit seperti semula. Apabila luka tidak terawat dengan baik maka akan rentan mengalami infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu upaya untuk mencegah infeksi adalah menggunakan sediaan topikal yang mengandung senyawa antibakteri kitosan-nanosilver-ekstrak buah pare yang merupakan bahan aktif sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mensintesis dan mengkarakterisasi gel kitosan-nanosilver-ekstrak buah pare sebagai antibakteri terhadap luka. Gel dibuat dalam 8 formulasi yaitu P0 (tanpa ekstrak pare); P1 (tanpa kitosan); P2 (tanpa nanosilver); P3 sampaI P7 dengan variasi konsentrasi ekstrak pare sebesar (0,3; 0,5; 1; 1,5; 2) gram. Hasil sediaan gel di uji organoleptik dan dikarakterisasi fisika dan kimia serta uji antibakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan P7 memiliki karakteristik yang sudah sesuai dengan standar serta paling kuat menghambat bakteri Staphylococcus aureus (24,7 mm) dan uji organoleptiknya menunjukkan tekstur kental, warna hijau gelap, dan aroma khas ekstrak. Hasil identifikasi gugus fungsional ekstrak pare menunjukkan adanya vibrasi ulur O-H, C-H alifatik, vibrasi ulur C=O, vibrasi tekuk O-H, dan vibrasi ulur C-O. Sedangkan identifikasi gugus fungsional kitosan-nanosilver menunjukkan adanya vibrasi ulur O-H, vibrasi ulur C=O, dan PO43-. Hasil uji PSA nanosilver memiliki ukuran nanopartikel rata-rata 32,64 nm Wound healing is a complex biological process to restore the skin structure to its original state. If the wound is not properly maintained, it will be susceptible to infection by Staphylococcus aureus bacteria. One of the efforts to prevent infection is to use topical preparation containing the antibacterial compound chitosan-nanosilver-pare fruit extract which is an active ingredient as an antimicrobial. The purpose of this study was to synthesize and characterize of gel chitosan-nanosilver-pare extract as an antibacterial against wounds. The gel was made in 8 formulations namely P0 (without pare extract); P1 (without chitosan); P2 (without nanosilver); P3 to P7 with variations in pare extract concentrations of (0,3; 0,5; 1; 1,5; 2) gam. The results of the gel preparations were subjected to organoleptic tests and physical and chemical characteristics as well as Staphylococcus aureus antibacterial tests. The results showed that P7 had characteristics that were in accordance with the standards and the strongest inhibition of Staphylococcus aureus (24,7 mm) and the organoleptic test showed a thick texture, dark green color, and a distinctive aroma of the extract. The identification of functional groups from pare extract showed O-H stretching vibrations, aliphatic C-H, C=O stretching vibrations, O-H bending vibrations, and C-O stretching vibrations. While the identification of functional groups from chitosan-nanosilver showed O-H stretching vibrations, C=O stretching vibrations, and PO43-. The results of the nanosilver PSA test had an average nanoparticle size of 32,64 nm.

Page 1 of 1 | Total Record : 10