cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2015)" : 30 Documents clear
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR PADA REAKSI ISOMERISASI α-PINENA MENGGUNAKAN KATALIS Zr4+/ZEOLIT ALAM Handayani, Tri; Wijayati, Nanik; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh waktu dan temperatur pada reaksi isomerisasi α-pinena menggunakan katalis Zr4+/zeolit alam. Karakterisasi terhadap katalis meliputi: kristalinitas, yang diamati dengan X-Ray Diffractometer, jumlah Zr4+ teremban diamati menggunakan X-Ray Fluorescence, luas area dan porositas katalis diamati menggunakan Surface Area Analyzer, dan keasaman katalis diamati melalui metode gravimetri. Reaksi isomerisasi dilakukan di dalam reaktor batch dengan variasi temperatur 90, 120 dan 150o C dan variasi waktu reaksi yaitu 60, 90, 120, 150 dan 180 menit. Hasil isomerisasi paling baik dalam penelitian ini diperoleh pada 150oC dengan waktu reaksi 180 menit. Jenis isomer yang diperoleh diamati menggunakan GCMS. Hasil karakterisasi katalis mengindikasikan bahwa modifikasi katalis dengan logam Zr meningkatkan keasaman dari 2,76 ke 6,64 mmol/g dan tidak merusak struktur kristal secara signifikan. Konversi produk tertinggi dalam penelitian adalah 9,24%, hasil ini kurang maksimal disebabkan oleh perlakuan awal terhadap katalis menghasilkan luas area yang rendah. Dengan demikian, temperatur dan waktu reaksi berpengaruh terhadap konsentrasi produk isomerisasi α-pinena di samping pengaruh katalis yang digunakan.
REAKSI ESTERIFIKASI BUTANOL DENGAN ASAM ASETAT TERKATALISIS KATALIS Zr4+-ZEOLIT BETA Kusumawati, Avelisia; Siadi, Kusoro; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester. Reaksi esterifikasi pada umumnya menggunakan asam anorganik seperti H2SO4, reaksi esterifikasi pada umumnya menyebabkan korosi untuk menghambat maka digunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Bagaimana reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Zeolit beta direndam dalam 25 mL ZrCl4 selama 24 jam dan diaduk dengan stirer kemudian campuran disaring dengan vakum dan dicuci dengan aquadest, setelah itu filtrat dideteksi dengan larutan AgNO3 untuk menghilangkan Cl- kemudian dikeringkan pada suhu 120°C selama 2 jam dan dikalsinasi pada suhu 400°C selama 3 jam, katalis dikarakterisasi dengan XRD, BET. Telah dipelajari pembuatan katalis dengan cara pengembanan logam zirconium kedalam zeolit beta dengan metode pertukaran ion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Karakterisasi katalis analisis kristalinitas katalis menggunakan XRD,  uji BET. Esterifikasi butanol direaksikan dengan asam asetat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta dengan pelarut diklorometana pada variasi waktu 4,6,8,12 dan 24 jam dan temperatur 80°C. Selama reaksi berlangsung, dicuplik 20mL sampel  pada waktu reaksi 4, 6, 8, 12 dan 24 jam.  Untuk memisahkan produk organik dengan air, lapisan organik  ditambah dengan Na2SO4 anhidrid, kemudian dialiri gas N2untuk menghilangkan pelarutnya. Kemudian dianalisis menggunakan GC, GC-MS, FTIR.  Hasil butanol dengan asam asetat didapatkan produk butil etanoat.  Hasil esterifikasi Pada waktu 4 jam 48%, 6 jam 49%, 8 jam 50%, 12 jam 51%, dan 24 jam 53%.
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA TURUNAN APIGENIN Perwira, Grandys; Kasmui, Kasmui; Hadisaputro, Subiyanto
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian secara komputasi mengenai HKSA senyawa turunan Apigenin menggunakan deskriptor sterik, hidrofobik dan elektronik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Gaussian-09 dan MarvinBeans-15.1.26. Data deskriptor sterik, hidrofobik dan teoritik dibandingkan dengan data Log 1/IC50 yang diperoleh dari literatur data eksperimental. Data hasil perhitungan diolah  menggunakan  program IBM SPSS 21 menggunakan metode analisis regresi multilinear. Diperoleh persamaan HKSA: Log 1/IC50 = (-19,114) Konstanta + (-103,550) HOMO + (1,036) IPs + (-2,595) Log P + (0,443) Momen Dipole + (0,384) Indeks Harary + (3,689) Indeks Balaban +( -6,244) Indeks Randic + ( 0,160) MSA. n = 11 ; R = 0,999 ; R2 = 0,998 ; SE = 0,0725 ; PRESS = 0,010513 Berdasarkan persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan, yaitu senyawa 3’,3 dimetoksi Apigenin dengan nilai Log 1/IC50prediksi sebesar 3.57691.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOAMY GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU LAYANG BATUBARA Syukur, Moh.; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis dan karakterisasi foamy geopolymer berbahan dasar abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis geopolimer dilakukan dengan variasi penambahan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai foaming agent. Hidrogen peroksida (H2O2) yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% b/b dengan interval 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penambahan H2O2 yang optimum adalah 2%, dengan kuat tekan 21,2808 MPa, densitas 1800,8317 kg/m3, konduktivitas panas 0,061 Waat/moK, dan nilai kadar air sebesar 13,492%. Analisis fasa mineral dengan XRD menunjukkan bahwa geopolimer mengandung fasa amorf dengan kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa geopolimer telah terbentuk, ditandai dengan adanya pita vibrasi ulur asimetri Si–O–Si atau Si–O–Al pada 995,27 cm-1 dan pita vibrasi tekuk Si–O–Si atau Si–O–Al pada 445,20 cm-1 dan 447,49 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang terbentuk didominasi oleh geopolimer yang homogen dan berpori.
UJI PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Putri, Agustina Edma Volla Tiara; Winarni, Winarni; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brownies yang beredar di pasaran umumnya dibuat dengan bahan baku tepung terigu. Pembuatan brownies dengan substitusi tepung terigu oleh tepung mocaf merupakan upaya diversifikasi pangan guna memanfaatkan komoditi pangan lokal sebagai bahan baku yang bernilai gizi dengan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggantian tepung terigu oleh tepung mocaf sebagai terhadap kandungan proksimat serta tingkat penerimaan konsumen. Variasi yang diselidiki adalah variasi perbandingan komposisi penggunaan bahan baku tepung terigu dengan tepung mocaf yakni sebanyak 100% tepung terigu, 60% : 40% tepung mocaf, 40% : 60% tepung mocaf, dan 100% tepung mocaf.  Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: semakin banyak komposisi tepung mocaf yang digunakan, maka semakin tinggi kadar karbohidrat yang dihasilkan dikarenakan kandungan pati yang terdapat dalam tepung mocaf lebih tinggi dibanding yang terdapat dalam tepung terigu. Brownies sampel A yang dibuat dengan komposisi 100% tepung terigu merupakan brownies yang paling banyak disukai oleh konsumen.
SINTESIS SENYAWA ORGANONITROGEN DARI PATCHOULI ALKOHOL MELALUI REAKSI RITTER SEBAGAI ANTIMIKROBA Diyanti, Reza Ovi; Sudarmin, Sudarmin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak nilam yang diperoleh dari proses penyulingan tanaman nilam selain banyak dimanfaatkan dalam industri parfum juga banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dalam menghasilkan senyawa organonitrogen melalui reaksi ritter serta mengetahui aktivitas antimikroba dari hasil transformasi senyawa utama dalam minyak nilam yaitu patchouli alkohol. Patchouli alkohol ditransformasi menjadi senyawa organonitrogen dalam bentuk patchouli asetamida melalui reaksi Ritter pada suhu (-5) - 5°C, 27°C, dan 60°C dengan reagen nitril, asam kuat H2SO4 sebagai katalis. Hasil analisis GC, IR dan GC-MS menunjukkan terbentuknya senyawa patchouli asetamida dengan persentase terbesar 7,49%  pada suhu optimum (-5) - 5°C. Uji antimikroba dari minyak nilam awal, minyak nilam setelah destilasi, minyak nilam setelah kromatografi kolom menunjukkan hasil yang negatif terhadap Candida albicans tetapi positif terhadap Escherichia coli. Minyak nilam hasil destilasi memiliki daya hambat terbesar dengan diameter 15,22 mm. Sedangkan zat hasil sintesis menunjukkan hasil yang negatif terhadap keduanya.
OKSIDASI KARIOFILENA DENGAN H2O2 MENJADI TURUNANNYA DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus aureus Azzakiya, Nor Farida; Sudarmin, Sudarmin; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2O2 terhadap hasil senyawa turunan kariofilena menggunakan katalis Fe2O3/ZAA. Selain itu untuk mengetahui pengaruh senyawa turunan kariofilena hasil reaksi oksidasi kariofilena dengan H2O2 berkatalis Fe2O3/ZAA terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian diawali dengan pembuatan katalis Fe2O3/ZAA menggunakan metode impregnasi. Hasil impregnasi katalis Fe2O3/ZAA dan zeolit alam kemudian di uji FTIR dan XRD. Katalis Fe2O3/ZAA kemudian digunakan dalam reaksi oksidasi kariofilena dengan H2O2 dalam suasana asam. Konsentrasi H2O2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil oksidasi kemudian di uji FTIR dan GC. Hasil terbaik menurut FTIR dan GC kemudian di uji GC-MS dan daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian didapat bahwa senyawa hasil reaksi oksidasi dengan H2O2 menggunakan katalis Fe2O3/ZAA pada temperatur 70˚C dan selam 4 jam merupakan senyawa klovena dengan konsentrasi sebesar 46,06%. Konsentrasi optimum senyawa klovena terhadap Staphylococcus aureus yaitu 3 tetes dengan lebar zona bening (daya hambat) sebesar 56,25 mm.
KARAKTERISASI TCA-ZA PADA HIDRASI α-PINENA DAN UJI HASIL HIDRASI SEBAGAI ANTIBAKTERI Ariani, Fera Gustri; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alfa terpineol merupakan senyawa hasil hidrasi α-pinena dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan adalah katalis TCA-ZA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi TCA-ZA yang optimal menghasilkan senyawa α-terpineol serta mengetahui daya hambat senyawa α-terpineol terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari hasil GC diperoleh penggunaan katalis 35% TCA-ZA menghasilkan senyawa α-terpineol dengan kadar 12,7491% akan tetapi dari hasil IR tidak diperoleh serapan gugus –OH melainkan serapan gugus C-O pada 1149,57 cm-1 yang mengindikasikan senyawa α-terpineol merupakan alkohol tersier. Selanjutnya hasil daya hambat menunjukkan senyawa α-terpineol dengan katalis 5% TCA-ZA, 20% TCA-ZA, 35% TCA-ZA, 50% TCA-ZA mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan diameter zona hambat 16,3 mm; 14,6 mm; 15,3 mm; dan 16 mm. Sedangkan diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus 12,6 mm; 15 mm; 14,6 mm; dan 15,3 mm.
SINTESIS NANOSILIKA DENGAN METODE SOL-GEL DAN UJI HIDROFOBISITASNYA PADA CAT AKRILIK Ardiansyah, Arie; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanosilika merupakan salah satu nanomaterial yang pemanfaatannya sangat luas karena beberapa kekhasan yang dimilikinya. Metode sol-gel merupakan alternatif yang baik untuk sintesis nanosilika, karena mampu menyesuaikan struktur geometri dan ukuran partikel. NH3 sebagai katalis digunakan untuk menghasilkan nanopartikel silika sperik yang halus, seragam, dan homogen. Konsentrasi katalis (NH3) sangat berpengaruh terhadap ukuran partikel nanosilika. Hasil sintesis nanosilika dengan metode sol-gel dengan variasi molar rasio NH3/TEOS 0,03, 0,20, dan 0,40 menunjukkan semakin tinggi konsentrasi katalis, semakin meningkatkan ukuran partikelnya. Nanopartikel yang disintesis dikarakterisasi dengan TEM, kemudian uji hidrofobisitas dilakukan pada aplikasi nanosilika yang dicampurkan dengan cat akrilik dengan pengukuran sudut kontak. Ukuran partikel yang dihasilkan adalah 13,36 nm, 15,01 nm, dan 50 nm. Pengukuran sudut kontak pada cat akrilik tanpa tambahan dan dengan tambahan nanosilika menunjukkan hasil yang semakin meningkat dengan variasi jumlah cat. Hasil pengukuran sudut kontak adalah 29,98o, 45,18o, 55,83o, 66,73o, dan 95,63o pada perbandingan nanosilika:cat adalah 1:10, 1:20, 1:30, dan 1:50.
PENGARUH PENGGUNAAN LENGKUAS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA SEGAR Hidayah, Retno Yuni; Winarni, Winarni; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap daya simpan ikan Nila (Oreochromis niloticus) segar, ditinjau dari uji organoleptik, mikrobiologi dan kimia pada suhu ruang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen laboratoris dengan lima perlakuan berbeda yaitu kontrol 0% (B1), perlakuan lengkuas basah 15% (B2), 30% (B3), kering 15% (K2) dan 30% (K3) selama 3 hari pengamatan.Hasil uji organoleptik dan mikrobiologi berdasarkan jumlah Angka Lempeng Total (ALT) dari perlakuan penambahan Lengkuas kering dan basah menunjukkan adanya pengaruh yang sangat berbedanyata terhadap daya simpan ikan Nila segar. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan lengkuas basah 30% (B3) yang mampu mempertahankan kesegaran ikan Nila sesuai batas standar layak konsumsi sampai 2 hari.Batas standar pada uji organoleptik berdasarkan SNI 01-2346-2006  adalah 7, dan SNI-01-2332.3-2006 untuk ALT adalah 5 x 105 kol/gram.Hasil analisis uji kimiamemberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, abu, lemak, dan protein pada ikan Nila segar, sebelum dan sesudah perlakuan. Kandungan senyawa fenol, flavonoid, dan minyak atsiri pada lengkuas terbukti mampu menurunkan aktivitas pertumbuhan bakteri pada ikan segar.

Page 1 of 3 | Total Record : 30