cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013" : 10 Documents clear
Meningkatkan Minat Studi Lanjut ke Smk Melalui Layanan Informasi Karier Purwanti, Cicih
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat studi lanjut ke SMK pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Salem Kabupaten Brebes. Subjek penelitian tindakan bimbingan dan konseling adalah kelas VIII B berjumlah 35 orang siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala psikologis dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dan deskriptif persentase. Disimpulkan bahwa minat studi lanjut ke SMK setelah diberikan tindakan sebanyak dua siklus mengalami peningkatan dengan kategori tinggi. Dengan demikian minat studi lanjut ke SMK dapat ditingkatkan melalui layanan informasi karier. This research aims to increase interest in the study up to SMK in the students of class VIII B SMP Negeri 2 Salem, Brebes. The subject of guidance and counseling action research is students of class VIII B totaling 35 people. Methods of data collection using psychological scales   and   observation. Analysis of the data used is descriptive qualitative analysis and descriptive   percentages.  From this research was concluded that further studies interest to SMK as given by two cycles of action has increased with the high category. It’s mean that further studies interests to SMK can be enhanced through career information service.
Meningkatkan Nilai Kemandirian Melalui Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIIIa SMP 3 Kembang Anomsari, Priskila Hesti; Hartati, M.Th Sri; Awalya, Awalya
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan nilai kemandirian siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Sampel penelitian berjumlah 12 siswa terdiri dari 3 siswa berkriteria tingkat kemandirian rendah, 6 siswa berkriteria tingkat kemandirian sedang, dan 3 siswa berkriteria tingkat kemandirian tinggi. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif persentase. Pada hasil pre test diperoleh hasil sebesar 63,18% dan setelah diberikan treatment diperoleh hasil post test sebesar 73,67%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemandirian pada semua siswa sebesar 10,49% setelah pemberian treatment. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa Zhitung > Ztabel, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, nilai kemandirian siswa pada kelas VIIIA dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan nilai kemandirian siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Kembang setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. The purpose of this research is to determine of enhanced the self-supporting value by group guidance services in class IIIA SMP 3 Kembang. This research included in experimental research. Design that used are one group pre-test and post-test design. The population is class VIIIA SMP Negeri 3 Kembang. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. The research sample totaling 12 students consisted of 3 students with low level, 6 students with average level, and 3 students with high degree of self-supporting. Methods of data collection using psychological scales which before and after the group guidance services. The analysis techniques are Wilcoxon test and descriptive percentages. In the pre test results obtained 63.18% and after treatment given post test results obtained by 73.67%. The results showed an increase in self-supporting for all students of 10.49% after the treatment. Wilcoxon test results show that Zhitung> Ztabel, that Ho is reject and Ha accept. So, the self-supporting value of the students in the class VIIIA can be enhanced through group guidance services. The conclusion of this research is that there is an increase in the value of self-supporting in class VIIIA SMP Negeri 3 Kembang after the group guidance services.
Perilaku Kecanduan Permainan Internet dan Faktor Penyebabnya pada Siswa Kelas VIII Santoso, Trecy Whitny; Sugiharto, DYP; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kecanduan permainan internet dan faktor penyebabnya pada kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian berjumlah lima orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data diperoleh dari saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data (reduksi data dan penyajian data). Hasil penelitian terdapat tiga siswa yang mengalami kecanduan sebab telah memenuhi tiga dari enam jenis kecanduan permainan internet yakni FE (euphoria, tolerance, withdrawal, dan relapse and reinstatement), AA (cognitive salience, euphoria, intrapersonal conflict,dan tolerance), dan DS (euphoria, intrapersonal conflict,tolerance, dan relapse and reinstatement). Sedangkan AP (euphoria dan intrapersonal conflict), dan PG (cognitive salience dan euphoria) masing-masing baru memenuhi dua dari enam jenis kecanduan permainan internet. Dan secara keseluruhan semua jenis kecanduan permainan internet dan keenam factor penyebab kecanduan permainan internet (kurang perhatian dari orang tua siswa, stres atau depresi, kurang kontrol, kurang kegiatan, lingkungan, dan pola asuh) dialami oleh siswa. This research aims to know the types of internet game addiction and a contributing factor to the 8th grade in SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri. This type of research used is a qualitative case study approach. The study subjects were five students of class VIII at SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri. Methods for collecting data using interviews and observation. Mechanical analysis of data obtained from the current data collection and after data collection (data reduction and presentation of data). The results showed three students who have addiction because they are including of the six types of internet game addiction that FE (euphoria, tolerance, withdrawal, and relapse and reinstatement), AA (cognitive salience, euphoria, intrapersonal conflict, and tolerance) , and DS (euphoria, intrapersonal conflict, tolerance, and relapse and Reinstatement). While AP (euphoria and intrapersonal conflict), and PG (cognitive salience and euphoria) each student have two of six types of internet game addiction. Overall, all types of internet game addiction and the sixth factor causes internet game addiction (less attention from parents, stress or depression, lack of control, lack of activity, the environment, and parenting) experienced by students.
Peningkatan Keaktifan Kepramukaan Terhadap Kegiatan Kepramukaan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Syahidurrachman, Miftakhus
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam peningkatan keaktifan siswa terhadap kegiatan kepramukaan menggunkan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok pada siswa kelas VII F SMP Negeri 1 Demak. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu 10 orang siswa yang memiliki keaktifan diri rendah, sedang dan tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologis dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan uji wilcoxon diperoleh Thitung = 55> Ttabel = 8. Disimpulkan bahwa keaktifan siswa  terhadap kegiatan kepramukaan dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok. This study aims to determine the effort and success in increasing the involvement in scouting activities using group counseling services with group discussion technique in class VII F SMP Negeri 1 Demak. The research sample using purposive sampling are 10 students who have low, medium and high level of self activity. The collection methods using psychological scales and observation. The analysis technique used is obtained using the Wilcoxon test wich obtained Thitung = 55> Ttabel = 8. It was concluded that the involvement  with of  student to join scouting ativities can be improved through group counseling services group discussion techniques.  
Meningkatkan Pemahaman Larangan Perilaku Seks Pranikah Melalui Layanan Informasi pada Siswa Kelas X Sofyana, Suci
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam meningkatkan pemahaman larangan perilaku seks pranikah. Subjek penelitian adalah siswa kelas X sejumlah 39 siswa yang memiliki tingkat pemahaman yang rendah dan sedang. Metode dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemahaman. Teknik analisis data digunakan uji t-test dengan hasil thitung = 12,78 dan ttabel = 2,042, jadi thitung > ttabel berada pada daerah penolakan, maka dapat disimpulkan Ha diterima, Ho ditolak hal ini menunjukan bahwa layanan informasi dengan dukungan tampilan kepustakaan dapat meningkatkan pemahaman larangan perilaku seks pranikah pada siswa kelas X SMK Fatahillah Cipari. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan mengalami peningkatan yang dilakukan dalam 2 siklus yaitu pasca siklus I pada kategori tinggi meningkat sebesar 40,9% dan dalam kategori sedang menurun sebanyak 41,9%. Pasca siklus II pemahaman meningkat sebanyak 56,5% dalam kategori sangat tinggi dan dalam kategori tinggi sebanyak 43,5%. Dengan demikian, pemahaman larangan perilaku seks pranikah siswa kelas X SMK Fatahillah Cipari dapat ditingkatkan melalui layanan informasi dengan dukungan tampilan kepustakaan. The purpose of this research is to determine success of efforts to improve understanding about the risk of premarital sex. Subject of study are students of class X which consist of 39 students who have a low and moderate level of understanding. An instrument is used to gather information about the risk of premaritalsex understanding. T-test analysis is used , with the results tresult= 12.78 and ttable= 2,042, so tresult > ttable are in the area of rejection, so it  can concluded Ha accepted, Ho is rejected, this shows that the display of information services to support literature library can enhance the understanding of the risk of premarital sex of students class X in SMK Fatahillah Cipari. Research indicating the level of understanding before and after treatment is increase. Treatments are done in two cycles, after the first study the category of high increased 40,9 % and in the moderate category declined by 41,9 %. After the second treatment the understanding is increased about 56.5 % in the group of very high category and about  43.5% in the higher category. Thus it can be concluded that the understanding of the prohibition of premarital sexual behavior in class X SMK Fatahillah Cipari can be enhanced through information services with the display of literature. .
Meningkatkan Pemahaman Orang Tua Terhadap Pernikahan Dini Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Cholipah, Siti Nur; Supriyo, Supriyo; Setyowani, Ninik
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksankan berdasarkan fenomena yang terjadi di desa Kedungrejo yang menunjukkan orang tua dengan pemahaman yang masih rendah terhadap pernikahan dini. Tujuan yang hendak dicapai dalam penilaian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pernikahan dini di desa Kedungrejo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah orang tua warga desa Kedungrejo. Subyek dalam penelitian ini ada 14 orang tua dengan prosentase pemahaman yang masih tergolong rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologis,wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman pada orang tua. Dari perhitungan persentase rata- rata pemahaman orang tua sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok adalah 50,93% dan termasuk kategori rendah. Namun, setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok persentase terjadirata- rata tersebut mengalami peningkatan yaitu sebesar 20,07% menjadi 71% dan termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman orang tua terhadap pernikahan dini diupayakan dapat ditingkatkan melalui kegiatan bimbingan kelompok.   This research was conducted based on the phenomenon that occurred in the Kedungrejo village that shows parents low understanding in early marriage. Goal of this research is to determine the success of group counseling services to enhance the understanding of parents about early marriage in the Kedungrejo village. This study is conducted with experimental research. The population of this research were elderly villagers and parents live in Kedungrejo. There were 14 parents with relatively low percentage of early marriage understanding. Method of data collection used were psychological scales, interview and observation. The results of the research showing an increase in understanding the risk and the threats  of early marriage among parents. From the calculation of the average percentage of parents before getting guidance services group was 50.93% and relatively in low category. However, after getting guidance services group average percentage had increased in the amount of 20.07%. Based on the results of this study, it can be concluded that the understanding of parents in early marriage can be improved through group guidance services.    
Faktor Determinan Ketidakterlaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok SMK Se-Kota Pekalongan Faizah, Sakinah; Suharso, Suharso; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survai. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor di SMK se-Kota Pekalongan. Teknik sampling yang digunakan adalah  teknik  purposive sampling, karena ada sekolah yang tidak terdapat subjek penelitian dalam hal ini konselor dan sekolah yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang diberikan kepada konselor. Teknik analisis data menggunakan analisis faktor dan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh lebih besar dari faktor eksternal, sehingga menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Faktor internal yang menjadi determinan adalah kompetensi profesional, kemudian untuk faktor ekternal komponen yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok adalah beban tugas konselor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor internal menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok. Dengan kata lain komponen dari faktor internal dan eksternal yang menjadi determinan dalam ketidakterlaksanaan layanan bimbingan kelompok adalah kompetensi profesional dan beban tugas konselor. The purpose of this research was to describe the determine factor of the undone guidance group services. This research is included in type of survey research. The population in this study are all of counselors in SMK Pekalongan. The sampling technique used in this research is purposive sampling techniques, because there school didn’t have a subject research it mean a counselor and there a school may not to let in this research. Methods for collecting data using questionnaires given to counselors respondents. The  analysis techniques using factor analysis and descriptive percentage. The results showed that internal factor more influence than the external factor it’s mean that the internal factor being a determine in the undone guidance group services. the most contribute in the internal factor  component is professional factor, then in  the external factor the most contribute component in the undone guidance groups service is high task level of couselor. So the conclution in this research is internal factor being a determine in the undone guidance groups service,in the other side the internal factor and external being determine in the undone group services are profesional factor and the high task of couselor.
Hubungan Interaksi Sosial dan Konsep Diri dengan Perilaku Reproduksi Sehat Siswa Miraningsih, Wahyu; Sugiharto, DYP; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan perilaku reproduksi sehat siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo, hubungan konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat siswa, hubungan interaksi sosial dan konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat siswa. Penelitian ini termasuk expost facto, bersifat deskriptif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling, sampel diambil 25% dari 288 siswa dengan besar sampel 72 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi dan angket tertutup. Dari analisis regresi ganda menunjukkan bahwa (1) ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan perilaku reproduksi sehat diperoleh thitung 4,878 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, (2) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat, diperoleh thitung 5,973 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, (3) ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan konsep diri dengan perilaku reproduksi sehat, diperoleh Fhitung 30,878 dengan signifikansi 0,000 < 0,05.   Abstract, this research aims to determine the relationship of social interaction with healthy reproductive behavior of students class XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo, relationship between self-concept with healthy reproductive behavior of students, relationship social interaction and self-concept of students with healthy reproductive behavior. This research included expost facto, descriptive correlational. The sampling technique used is proportional random sampling, samples were taken 25% from 288 students,  it is with 72 students of the sample. Collecting data using psychological scales and questionnaires covered. From the multiple regression analysis showed that (1) there is a significant relationship between social interaction with healthy reproductive behavior, obtained tcount 4,878 with significance 0.000 < 0,05 (2) there is a significant relationship between self-concept and healthy reproductive behavior, obtained tcount 5.973 with significance 0.000 < 0.05 (3) there is a significant relationship between social interaction and self-concept with healthy reproductive behavior, obtained Fcount 30.878 with significance 0.000 < 0.05.
Survey Faktor-Faktor Penyebab Ketidakdisiplinan Terhadap Tata Tertib Sekolah di SMP Negeri Prisgiasari, Della
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah di SMP Negeri Se Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survai. Teknik sampling yang digunakan pada populasi sekolah adalah cluster random sampling dan populasi siswa random sampling. Populasinya adalah 16.936 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 150 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah sebanyak 68,40%. Faktor internal penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah sebanyak 68,25%. Faktor eksternal penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah sebanyak 68,45%. Simpulan dari penelitian ini yaitu faktor internal yang menjadi penyebab ketidakdisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah  di SMP negeri Se Kabupaten Pekalongan antara lain melaksanakan tata tertib sekolah. Faktor eksternal yang menjadi penyebab ketidakdisiplinan terhadap tata tertib sekolah  di SMP Negeri Se Kabupaten Pekalongan antara lain sikap pendidik. The purpose of this study are the underlying factors of the order of indiscipline in schools at SMP all over Pekalongan. This research is survey. The sampling technique used was random sampling for the student population. For the school population using random cluster sampling. The population was 16,936 students with as many as 150 students sample. Data collection using questionnaires. The method of data analysis using descriptive percentages. The results of this study indicate that factors causing indiscipline on school discipline as much as 68.40%. Internal factors causes of indiscipline against school discipline as much as 68.25%. External factors cause indiscipline on school discipline as much as 68.45%. The conclusions of this study are the internal factors that cause students to be indiscipline in junior high school in Pekalongan include implementing school discipline. External factors that cause indiscipline on school discipline in the Junior High School in Pekalongan stateamong other educators attitude.
Mengatasi Perilaku Terisolir Siswa Menggunakan Teknik Assertive Training pada Siswa Kelas IV Retnomanisya, Tutut Yunita; Sugiharto, DYP; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi perilaku terisolir siswa menggunakan konseling behavior teknik assertive training pada siswa kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian berjumlah dua orang siswa kelas IV A dan IV B SD Negeri Pekunden Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa perilaku terisolir siswa dapat diatasi dengan konseling behavior teknik assertive training. Hal ini dapat dilihat dari salah satu indikator perilaku terisolir siswa yaitu minat bersosial yang mengalami peningkatan. Siswa terisolir tidak lagi berdiam diri saat ada kegiatan bersama dan lebih banyak ikut serta dalam kegiatan kelompok, selain itu jumlah teman yang dimiliki juga bertambah. Kemampuan bertenggang rasa siswa terisolir juga meningkat, terlihat dari mampunya siswa menghargai orang lain saat ada yang berbicara, tidak memilih teman dalam bergaul dan mulai membuka dirinya untuk mau berteman dengan semua siswa di kelasnya. Selain kedua aspek tersebut, perlakuan teman pada siswa terisolir juga mengalami beberapa perubahan, teman siswa tidak lagi mengejek atau menjauhi siswa, teman sekelas siswa mulai mampu menerima siswa sebagai teman bermain.   This research has a purpose to solve a behavior of isolated use counseling behavior techniques assertive training at 4th grade students. The type this research is qualitative research. There are two subject of this research, class IV A and IV B. Methods of data collection using observation, interview and documentation. The data analysis technique  is inductive data, including data reduction, data presentation, and conclusions. The result showed that the behavior of isolated students can be solve with counseling assertive training techniques. It can be seen from one of the indicators, social interest has increased. Isolated students no longer silent when there are a lot activities and participate in group activities, the number of friends also increased. The ability to tolerate isolated students also increased, can be seen from the ability of students to respect others when other student speaks, do not choose friends and began to open themself to be friends with all the students in their class. In addition to these two aspects, the isolated treatment of a friend to the students also experienced some changes, students are no longer friends mock or away from the student, the student classmates begin to accept students as friends to play.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue