cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 3 (2014): September 2014" : 10 Documents clear
Persepsi Guru Mapel Terhadap BK Dikaji dari Partisipasi Mereka Terhadap Pelaksanaan BK Paramita, Dewi Pradnya; Puji Sugiharto, Dwi Yuwono; Sugiyo, Sugiyo
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi persepsi guru mata pelajaran terhadap bimbingan dan konseling dikaji dari partisipasi mereka terhadap pelaksanaan BK di SMA Negeri 1 Maos. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru mapel SMA Negeri 1 Maos berjumlah 47 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Validitas instrument menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan koefisien penentuan. Hasil analisi menunjukkan bahwa Ho penelitian ditolak dan Ha penelitian diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara partisipasi guru mapel dalam pelaksanaan BK dengan persepsi guru mapel terhadap BK di SMA Negeri 1 Maos. Oleh karena itu diharapkan kepada pihak sekolah terutama kepala sekolah, perlu membangun suasana yang dapat memicu tumbuhnya kerjasama antara guru mapel dan guru pembimbing dalam pelaksanaan BK dengan cara memberikan pengarahan tentang BK. The aim of this research is to describe and measure the contribution of subjec teachers perception in guidance and counseling implementation based on their participation on it. Subject of the teachers are all of SMA N 1 Maos teachers which consist of 47 teachers. Data collection methods were using were psychological scale. Instrument validity was tested using product moment and Alpha formula was used to test reliability. Descriptive percentage analysis and coeffisien of determination were used in data analysis. The result shows that Ho is rejecte and Ha is accepted. It can be conclued that there is positive correlation between participation and perception of subject teachers in guidance and counseling implementation in SMA N 1 Maos. From this reseach it can suggested that  headmaster should create supporting environment that can stimulate the cooperation between subject teachers and guidance and counseling in the implementation of guiding and counseling programs through some direction and suggestion.
Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Motivasi Mengikuti Layanan Konseling Individual Dyaningpratiwi, Niken Bintari; Wibowo, Mungin Eddy; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan motivasi siswa mengikuti layanan konseling individual. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  siswa kelas XI SMA N 1 Subah berjumlah 272 siswa dan sampel yang berjumlah 156 siswa yang diambil menggunakan proportionate stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Validitas instrumen menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan uji analisis korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ho penelitian ditolak dan Ha penelitian diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan motivasi siswa mengikuti layanan konseling individual. The purpose of this study is to find out the correlation between emotional maturity and student’s motivation to follow individual counseling services. Population of this study is all of XI grade students of SMA N 1 Subah which consist of 272 students and the samples were 156 students. Subject were selected using proportionate stratified random sampling. A data collection method was using psychological scale. Test of validity of the instrument was using the formula of product moment and reliability was tested using the Alpha formula. Data analysis were using descriptive percentage analysis and Product Moment correlation. The result shows that Ho in this study is rejected and Ha is accepted. Conclusion of this study is there is a significant correlation between emotional maturity and student’s motivation to follow individual counseling services.
Keefektifan Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Modelling Terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMP Prabowo, Irfan; Setyowani, Ninik; Kurniawan, Kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan layanan penguasaan konten dengan teknik modelling terhadap kemandirian belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP  N 4 Petarukan berjumlah 314 siswa dan sampel yang berjumlah 39 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunkan skala psikologi dan observasi. Validitas instrumen dengan rumus product moment dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji-T ( t-test). Hasil penelitian menunjukan kemandirian belajar siswa sebelum pemberian treatment pada kategori rendah. Setelah pemberian treatment, kemandirian belajar siswa pada kategori tinggi. Hasil uji t-test menunjukan thitung (20,661) dan ttabel 5% (2,042) sehingga thitung > ttabel .Simpulan dari penelitian ini adalah layanan penguasaan konten dengan teknik modelling efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. The purpose of this study is to find out effectiveness of content mastery services with modelling technique on student’s learning independence. The population in this study is all of VIII grade students of SMP N 4 Petarukan which consist of 314 students and the sample of 39 students was selected using purposive sampling technique. Data collection methods were using were psychological scale and observation. The instrument validity using product moment and instrument reliability using Alpha test. Percentage descriptive analysis and t Test were use as the data analysis technique. Research result showed that independence learning before the treatment was in low category. After the treatment, the independence learning was in high category. The t-test result showed that tvalue (20,661) and ttable of 5% (2,042) so that tvalue > ttable. The conclusion of this research is content mastery services with modelling technique effective to develope student’s learning independence.
Faktor – Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik pada Siswa Kelas XI SMA Negeri Kabupaten Temanggung Candra, Ujang; Wibowo, Mungin Edy; Setyowani, Ninik
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik. Salah satunya yang sering menjadi prokrastinator adalah siswa. Jika prokrastinasi ini tidak segera dibenahi, akan merugikan siswa itu sendiri. Perkembangan siswa dalam meraih prestasi akademik menjadi terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri Kabupaten Temanggung. Angket diberikan kepada 221 siswa SMA Negeri Kabupaten Temanggung, serta 6 orang responden untuk diwawancara. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif presentase, dan analisis kulitatif hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor internal penyebab prokrastinasi akademik dilihat dari kondisi fisik (69%), kondisi psikologis (73%). Kemudian faktor eksternal penyebab prokrastinasi akademik dilihat dari kondisi keluarga (75%), lingkungan sekolah (67%), lingkungan masyarakat (66%). Simpulan penelitian ini bahwa faktor internal utama penyebab prokrastinasi akademik pada siswa adalah kondisi fisik dan faktor eksternal yang paling utama penyebab prokrastinasi akademik pada siswa adalah lingkungan sekolah. Bagi konselor sekolah, dapat memberikan layanan prnguasaan konten mengenai manajemen waktu sebagai upaya mencegah munculnya perilaku prokrastinasi akademik. Academic procrastination is the kind of delay that made the tasks associated with the assignment of formal academic. One of them is that often a student prokrastinator. If procrastination is not immediately addressed, it would be detrimental to the students themselves. The development of students academic achievement become impaired. The purpose of this study is to determine the internal factors and external factors that cause students academic procrastination.. Questionnaire given to 221 students of High School in Temanggung, and 6 respondents to be interviewed. Data analysis using quantitative analysis that includes percentages descriptive,and qualitative analysis of the interview result. The study found that internal factors cause students academic procrastination viewed of physical conditions (69%), psycological condition (73%), Then the external factors cause academik procrastination viewed from the families conditions (75%), school environment ( 67%), environment society (66%). The conclusions that the main cause of internal factors on students academik prokrastination is the physical condition and the most important external factor causes procrastination on students academic is the school environment. For school counselor to provide services regarding content mastery of time mangement as an effort to prevent the emergence of academic procrastination.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Kebiasaan Merokok pada Penerima Manfaat di Balai Rehabilitasi Mandiri Semarang Setiaji, Gilang Ditya; Supriyo, Supriyo; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap kebiasaan merokok. penelitian ini bersifat kuantitaif, responden penelitian adalah penerima manfaat Balai Rehabilitai Mandiri Semarang, teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan  hasil penelitian, kondisi kebiasaan merokok yang dimiliki oleh penerima manfaat sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok dan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok  memiliki perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian layanan  bimbingan kelompok terhadap kebiasaan merokok pada penerima manfaat. The purpose of this study was to determine the effect of group counseling on smoking habits. This research is quantitative, survey respondents are beneficiaries Rehabilitai Hall Independent Semarang, data collection techniques such as questionnaires and documentation. Analysis using Wilcoxon test. The results showed Based on this research, the habit of smoking conditions held by beneficiaries prior to obtaining services group counseling and guidance services after obtaining group differences. The conclusion of this study is that there is the effect of group counseling services to the habit of smoking to the beneficiaries.
Meningkatkan Perilaku Prososial Rendah Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Sosiodrama Kusumaningrum, Intan; Sri Hartati, Maria Theresia; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi atau temuan empiris tentang meningkatkan perilaku prososial melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama pada siswa kelas VII  SMP Negeri 21 Semarang. Populasinya adalah 40 siswa  kelas VII SMP Negeri 21 Semarang yang memiliki perilaku prososial rendah dan sampel yang berjumlah 17 siswa menggunakan purposeive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala perilaku prososial. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson dan reabilitas instrument dengan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan perilaku prososial melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama, dengan nilai Zhitung = 0< Ztabel = 35. Simpulan dari penelitian ini yakni perilaku prososial siswa dapatditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama . Oleh karena itu, diharapkan guru pembimbing dapat lebih mengintensifkan layanan penguasaan konten dengan teknik sosiodrama kepada siswa sebagai strategi alternatif untuk membantu meningkatkan perilaku prososial siswa. The aim for this research was to get information or empirical finding about increasing prososial behavior as the result of content mastery with sociodrama technique. Population of this study was 40 students of the VII  class in SMP Negeri 21 Semarang which has a low prosocial behavior. 17 students was selected using purposive sampling technique. Data collection techniques using prosocial behavior scale. The instrument has been tested for validity using Pearson product moment and reliability of the instrument with alpha formula. Data analysis used pearson product moment, descriptive percentage, and wilcoxon. The result showed there was enhancement of prosocial behavior thrught mastery of content service with sociodrama technique with Zcount = 0< Ztable = 35. From this reasearch it can be conluded that prosocial behavior could be enhancement through mastery of content service with sociodrama technique. It is hoped that the teacher as a guide can be more intensively applicate mastery of content servicewith sociodrama technique to the students as an alternative strategy to help students increase prosocial behavior
Perbandingan Orientasi Karir Siswa Keturunan Jawa dengan Siswa Keturunan Tionghoa Amin, Zakki Nurul; Wibowo, Mungin Eddy; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran orientasi karir siswa keturunan Jawa dan siswa keturunan Tionghoa, perbandingan orientasi karir antara keduanya, serta implikasi pada penerapan layanan konseling karir. Skala psikologis diberikan kepada 260 orang siswa SMA di Kota Salatiga, serta 6 orang responden untuk dilakukan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif prosentase dan uji beda T-Test Polled Varians, serta analisis kualitatif hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, dimana rata-rata orientasi karir siswa keturunan Tionghoa lebih tinggi daripada siswa keturunan Jawa. Namun, apabila dibandingkan tiap aspek orientasi karir, siswa keturunan Tionghoa unggul pada aspek perencanaan karir dan aspek informasi dunia kerja. Sedangkan siswa keturunan Jawa unggul pada aspek eksplorasi karir dan aspek pengambilan keputusan karir. Implikasi pada penerapan layanan konseling karir, adalah diketahuinya isu-isu kultural yang muncul ketika memberikan layanan konseling karir dalam konteks keragaman etnis dan ras, termasuk bagi siswa keturuan Jawa dan siswa keturunan Tionghoa. The purpose of this study is to comparatively describing career orientation of Javanese student and Chinese student, and implications on the application of career counseling. Psychological scales were distributed to 260 high school students in Salatiga, and 6 respondents to be interviewed. Data analysis using descriptive quantitative analysis that includes percentages and different test polled Variance T-Test, and qualitative analysis of the interview results. The results found that there is significant difference of the average of career orientation between Chinese student and  Javanese students. Result also revealed that Chinese student has a higher average than Javanese student on career orientation. However, when compared to every aspect in career orientation, ethnic Chinese student superior only on career planning and world-of-work information. Meanwhile Javanese student superior on career exploration and career decision-making. Implications on the application of career counseling is cultural issues should be reflected in providing career counseling in the context of ethnic and racial diversity, including in Javanese and Chinese student.
Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Melalui Layanan Penguasaan Konten Nusantoro, Eko; Kurniawan, Kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan tanggung jawab belajar siswa melalui layanan penguasaan konten. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 2 Limpung berjumlah 226 siswa dan sampel yang berjumlah 30 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi dan observasi. Validitas instrumen menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan Uji T-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ho penelitian ditolak dan Ha penelitian diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah tanggung jawab belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten. The purpose of this study is to find out the improvement of learning responsibility by giving content mastery service. The population in this study is all of VII grade students of SMP N 2 Limpung which consist of 226 students and the samples were 30 students which taken using purposive sampling. Data collection methods were using psychological scale and observation. The instrument validity had been tested using product moment formula by Pearson and instrument reliability used the Alpha formula. Descriptive percentage analysis and T-Test were used in data analysis. The result shows that Ho in this study is rejected and Ha is accepted. Conclusion of this study is student’s learning responsibility can be developed by content mastery services.
Faktor-Faktor Hambatan Profesionalisasi Guru BK di SMA Negeri se- Kota Purwokerto Rizkiwati, Cahya Dewi; Setyowani, Ninik; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang faktor-faktor hambatan yang terjadi dalam profesionalisasi guru BK. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri se-Kota Purwokerto. Penelitian ini adalah penelitian populasi atau sensus karena populasi guru BK berjumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  inventori dalam bentuk daftar cek masalah. Instrumen tersebut telah diuji validitasnya menggunakan rumus point biserial, sedangkan reliabilitas instrumen digunakan rumus KR-20. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif prosentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hambatan yang berasal dari faktor internal mendapat prosentase lebih tinggi daripada faktor eksternal. Faktor internal yang paling mempengaruhi profesionalisasi guru BK antara lain latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, motivasi kerja, kompetensi guru BK. Sedangkan faktor eksternal yang paling mempengaruhi profesionalisasi guru BK adalah sarana dan prasarana. The purpose of this research is to describe problems  occur in the professionalization of guidance and counseling teachers. The type of the research is survey research . This research was conducted in all of Senior High School in Purwokerto. Population research or census were used as sampling method, since  the population of guidance and counseling teachers were 25 people. Data collection technique was  using inventory with list of issues. The instrument validity has been tested using point biserial formula, whilst its reliability was tested using KR-20 formula. The data was analyzed using descriptive percentage techniques. The results of this research indicate that internal factors get higher percentage than external factors. Internal factors that have the most influence in the professionalization of guidance and counseling teachers include educational background, working experience , motivation, teacher’s competence. While external factors that have the most influence in the professionalization of guidance and counseling teachers is infrastructure.
Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Modelling Khuliyah, Khuliyah; Sutoyo, Anwar; Awalya, Awalya
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan belajar siswa setelah diberikan layanan penguasaan konten dengan  teknik modelling. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelass VII H SMP Negeri 3 Ungaran yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kedisiplinan belajar dan pedoman observasi. Instrumen tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian menggunakan validitas dengan rumus product moment oleh Pearson dan reliabilitas instrumen dengan rumus alpha. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif persentase dan Uji t (t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kedisiplinan belajar siswa melalui layanan penguasaan konten dengan teknik modelling, dengan nilai  >  yaitu 16,874 > 2,042. Simpulan dari penelitian ini adalah kedisiplinan belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik modelling. Oleh karena itu, diharapkan guru pembimbing dapat meningkatkan layanan penguasaan konten kepada siswa sebagai strategi untuk membantu siswa dalam meningkatkan kedisiplinan belajar. The purpose of this study is to identify the improvement of learning discipline of student after given mastery of content service by modeling technique. Subjects of this study are students of class VII H in SMP Negeri 3 Ungaran which involved 31 students. Data collection techniques were using the learning discipline scale and observation. Validity of instrument has been tested using Pearson product moment and reliability of the instrument with alpha formula. Data analysis technique used percentage descriptive analysis and t-test (t–test). The results of this study indicate that there is an increase of student learning discipline through the mastery of content services with modeling technique, the value of  >  is 16.874 > 2.042. From this research it can be concluded that student learning discipline can be increased through mastery content services by modelling technique. Therefore, teacher as guidance can improve the use of mastery of content services to the students as a strategy to assist students in improving learning discipline.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue