cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015" : 10 Documents clear
MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TEKNIK SELF-MANAGEMENT Ulfa, Dinia
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris tentang peningkatan tanggung jawab belajar melalui layanan konseling individual teknik self-management pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pemalang. Populasinya adalah siswa  kelas XI Akuntasi 2 yang berjumlah 34 siswa dan sampel yang berjumlah 6 siswa menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala tanggung jawab belajar. Instrumen tersebut telah diuji validitasnya dengan rumus product moment, sedangkan reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha.Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif persentase, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil perhitungan Zhitung = 2.20 > Ztabel = 0 pada n= 6, dengan taraf signifikansi 5%. Simpulan penelitian ini yaitu tanggung jawab belajar dapat ditingkatkan melalui layanan konseling individual teknik self-management.Oleh karena itu diharapkan guru pembimbing dapat lebih mengintensifkan layanan konseling individual teknik self-management sebagai strategi alternatif untuk membantu siswa meningkatkan tanggung jawab belajar.The aim of this research is to obtain the empirical data about the improvement of  learning responsibility through self-management technique individual counseling service. The population of this study were students of class XI Accounting 2 which consisted of 34 students. Puposive sampling technique was used to select 6 students as sample. The data collection technique used was learning responsibility scale. The instrument has been tested it’s validity with product moment formula, and reliability of the instrument with Alpha formula. Data analysis technique used were descriptive percentage and Wilcoxon test. The result of this research showed that there was improvement of learning responsibility through self-management technique  individual counseling service with Zcount = 2.20> Ztable = 0, n=6, with 5%  significance level. It could be concluded that learning responsibility could be improved through self-management technique individual counseling service. So,  the teacher can hopefully be more intensivy the self-management technique individual counseling service as an alternative strategy to help the students increase their learning responsibility.
TINGKAT PEMAHAMAN KONSELOR TENTANG KOMPETENSI PROFESSIONAL DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Malik, Adam Aulia
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi professional konselor merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman konselor tentang kompetensi professional dalam pelayanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri se-Kabupaten Pemalangtahun 2014/2015. Populasi dari penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling pada SMA Negeri se-Kabupaten Pemalang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan alat berupa angket kompetensi profesional konselor. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman konselor di SMA Negeri se-Kabupaten Pemalang tahun 2014/2015 secara umum berada dalam kategori tinggi (71%), secara keseluruhan konselor di SMA Negeri se-Kabupaten pemalang telah paham tentang kompetensi professional konselor pelayanan bimbingan dan konseling.Professional competence counselor is an important aspect that should be owned by counselor, This study aims to determine the level of understanding about the competence of professional counselors in guidance and counseling services in SMA se-Pemalang year 2014/2015. Population of this research is the guidance and counseling teacher at SMA se-Pemalang. Data collection methods used in this study was a questionnaire with professional competence questionnaire tool counselor. Data analysis technique used is descriptive analysis techniques percentage. The results showed that the level of understanding about counselors in SMA se-Pemalang year 2014/2015 in general are in a high category (71%), overall counselor in SMA throughout the District have understood pemalang on professional competence counselor guidance and counseling services.
MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN Mindari, Tri
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI Al Qolam SD Al Irsyad Al Islamiyyah 1 Purwokerto dengan sampel 8 orang siswa. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsentrasi belajar dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis wilcoxon match pairs. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukan bahwa konsentrasi belajar siswa sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan berada pada kategori sedang (226,9) dan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan berada pada kategori tinggi (274,5). Berdasar hasil uji wilcoxon match pairs menunjukkan Thitung 0 dan Ttabel 4, sehingga Thitung 0 < Ttabel 4 atau berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukan bahwa konsentrasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan.This study purposed to improve learning concentration trough group guidance services by game technique. This study is experimental study. This study was conducted at SD Al Irsyad Al Islamiyyah 1 Purwokerto with eight students in sixth grade of Al Qolam class as the sample. The data were collected by learning concentration scale and observation. The data analysis technique used descriptive percentage analysis and wilcoxon match pairs analysis. The result of descriptive percentage showed that learning concentration of student before students are given group guidance services by game technique is in the average middle category (226,9) and after obtaining group guidance services by game technique have an average in the high category (274,5). Based on the wilcoxon match pairs test showed that Tcount 0 and Ttable, 4, so Tcount 0<zTable 4, then Ha is accepted and Ho is rejected. The result, showed learning concentration of student can be improved by a group guidance services with game technique.
PERSEPSI SISWA TENTANG PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBANTU ARAH PEMINATAN Idfikhoda, Ikha
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas observasi dilengkapi wawancara yang menunjukkan bahwa siswa kurang memahami tentang peranan guru BK dalam arah peminatan siswa, hal ini merujuk pada persepsi siswa yang negatif kepada Guru BK. Data awal diperoleh dari dinas pendidikan tentang satuan pendidikan pada jenjang SMA yang melaksanakan kurikulum 2013 di Kabupaten Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi siswa tentang peranan guru BK dalam membantu arah peminatan pada siswa kelas X di SMA Se-Kabupaten Semarang Tahun 2015 Jenis penelitianini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian ini melibatkan siswa SMA kelas X se-Kabupaten Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan skala persepsi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) SMA Negeri 1 Ungaran memperoleh persentase 70,99% (tepat), (2) SMA Negeri 1 Ambarawa memperoleh persentase 73,34% (tepat), (3) SMA Negeri 1 Tengaran memperoleh persentase 78,14% (tepat), dan (4) SMA Islam Sudirman Ambarawa memperoleh persentase 73,10% (tepat).Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa tentang peranan guru BK dalam membantu arah peminatan pada siswa kelas X di SMAse-Kabupaten Semarang Tahun 2015 menunjukkan kriteria tepat dengan persentase 73,86%.This research is based on observations including interviews which shows that students lack an understanding about the roles ofcounseling teachers to directof students’s specialization, it refers to negative studentss perception to counseling teachers. Preliminary data from the education department about high school level who implementthe curriculum 2013 in the Semarang District. The purpose isto determine students’s perceptions about the roles of counseling teachers to helpdirectinggrade X students toward specialization. The type is descriptive quantitative with survey method. This research  involving the senior high school students grade X in the Semarang District. Data collection method  is scale of perception. Techniques of analysis data is descriptive percentage. The Results show  that: (1) SMA Negeri 1 Ungaran gains 70.99% (right), (2) SMA Negeri 1 Ambarawa gains 73.34% (right), (3) SMA Negeri 1 Tengaran gains 78.14% (right) and (4) SMA Islam Sudirman Ambarawa gains 73.10%(right).  Based on the results and discussion can be concluded that students’s perception about the rolesof counseling teachers to help the specializationof grade X in senior high school in the Semarang District in 2015 showed the criteria right (73.86%).
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU PROFESIONAL KONSELOR Edyati, Nur Izza
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merupakan respon atau reaksi individu terhadap stimulus yang berasal dari dalam maupun luar dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal,motivasi berprestasi,dan lingkungan sosial terhadap perilaku profesional konselor. Populasi sekaligus sampel penelitian ini adalah keseluruhan guru BK SMA/SMK/MA Negeri se-Kabupaten Rembang berjumlah 39 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu skala psikologis. Teknik analisis data menggunakan regresi ganda tiga prediktor. Hasil pengujian hipotesis (1) didapatkan nilai t sebesar 2,591 dengan p sebesar 0,014. p< 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada pengaruh positif dan signifikan komunikasi interpersonal terhadap perilaku profesional konselor,(2) didapatkan nilai t sebesar 2,311 dengan p sebesar 0,027. p< 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap perilaku profesional konselor,(3) didapatkan nilai t sebesar 2,121 dengan p sebesar 0,041. p< 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada pengaruh positif dan signifikan lingkungan sosial terhadap perilaku profesional konselor,(4) didapatkan nilai F sebesar 9,386 dengan p sebesar 0,000. p< 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada pengaruh yang signifikan komunikasi interpersonal, motivasi berprestasi, dan lingkungan sosial secara bersama-sama terhadap perilaku profesional konselor. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal, motivasi berprestasi,dan lingkungan sosial menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku profesional konselor.Behavior is a response or reaction on the stimulus provided, both inside and outside. The purpose of this research to determine the effect of interpersonal communication, achievement motivation, and social environment on professional behavior counselors. The population and samples is all of counselors SMA/SMK/MA Rembang which consist 39 people. Data collection method were using psychological scale. Analyzed data were using multiple regression three predictors. The results of hypothesis analysis obtained: (1) t value of 2.591 with p 0.014. p<0.05, then Ho was rejected, so there is positive and significant influence interpersonal communication on professional counselors, (2) t value of 2.311 with p 0.027. p<0.05,then Ho was rejected, so that there is positive and significant influence of achievement motivation to professional behavior counselors,(3) t value of 2.121 with p 0.041. p<0.05, then Ho was rejected, so that there is  positive and significant influence to social environment on professional behavior counselors,(4) F value of 9.386 with p 0.000. p<0.05, then Ho was rejected, so that there is positive and significant effect of interpersonal communication, achievement motivation, and social environment together on professional behavior counselors.It indicated that communication interpersonal,achievement motivation,and social environment to be factors that influence professional behavior counselors.
PENGARUH PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK MODELING TERHADAP RESILIENSI SISWA SMK NUSAPUTERA SEMARANG Apriyadi, Apriyadi
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiliensi adalah kapasitas individu untuk menghadapi dan mengatasi serta merespon secara positif kondisi tidak menyenangkan yang tidak dapat dihindari, dan memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperkuat diri. Resiliensi siswa SMK Nusaputera 2 Semarang berada pada kategori rendah perlu ditingkatkan dengan layanan penguasaan konten. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh layanan penguasaan konten dengan teknik modeling terhadap resiliensi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental design dengan desain one group pretest-posttest. Subyek penelitian siswa kelas X A-Farmasi SMK Nusaputera 2 Semarang yang berjumlah 32 siswa. Alat pengumpulan data yaitu skala resiliensi yang dianalisis  secara kuantitatif  dengan menggunakan deskriptif persentase dan uji T-test. Simpulan dari penelitian ini adalah 1) Resiliensi siswa sebelum diberikan perlakuan menunjukkan kategori rendah, 2) Resiliensi siswa setelah diberikan perlakuan menunjukkan kategori tinggi, 3) terdapat pengaruh penguasaan konten dengan teknik modeling terhadap peningkatan resiliensi siswa.Resilience is the capacity of individuals to deal,overcome and respond positively to the unpleasant conditions that can not be avoided, and take advantage of these conditions to strengthen themselves. Resilience vocational students Nusaputera 2 Semarang are in the low category that needs to be improved by mastery of the content. The main purpose of this study was to determine the effect of service mastery of content with modeling techniques to the resilience of students. Pre-experimental was used as research design with one group pretest-posttest. Research subjects are students of class X A-Pharmaceutical SMK Nusaputera 2 Semarang totaling 32 students. Resilience scale instrument analyzed by quantitative descriptive percentages and T-test. The conclusions of this study were 1) Resilience student mastery of the content before modeling technique treatment showed low category, 2) Resilience students after modeling techniques treatment show high category, 3) There are an effect mastery of content with modeling techniques to the improvement resilience of students.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MELALU BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN KERJASAMA PADA SISWA KELAS XI MATEMATIKA DAN SAINS 2 DI SMA NEGERI 1 MUNTILAN Respati, Ardiatma Rio
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui Bimbingan Kelompok dengan teknik Permainan Kerjasama diharapkan rendahnya komunikasi antar pribadi siswa dapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan dalam meningkatkan komunikasi antar pribadi melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan Kerjasama. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan rumus wilcoxon. Dari hasil penelitian menunjukan komunikasi antar pribadi siswa sebelum mendapatkan perlakuan sebesar 59% dengan kategori sedang dan setelah mendapatkan perlakuan meningkat menjadi 78% dengan kategori tinggi. Perbedaan tingkat komunikasi antar pribadi siswa sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan sebesar 19%. Simpulan dari penelitian ini adalah rendahnya komunikasi antar pribadi siswa pada kelas XI Matematika dan Sains 2 SMA Negeri 1 Muntilan meningkat setelah mendapatkan Bimbingan kelompok dengan Teknik Permainan Kerjasama. Adapun saran yang dapat peneliti sampaikan adalah guru pembimbingan dapat melaksanakan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan Kerjasama sebagai salah satu media untuk meningkatakan kemampuan komunikasi antar pribadi khususnya untuk kelas X yang masih memerlukan adaptasi di sekolah yang baru.Through the Technical Guidance Group Cooperation Games is expected to improve the students’ interpesonal comunication. The purpose of this study was to determine the success in increasing interpesonal comunication through Technical Guidance Group Cooperation Games. Psychological scale method was used to collect the data. A non-parametric statistical Wilcoxon formula was used to analyze the data. Based on the results of the study show the interpesonal comunication of students before getting treatment by 59% with moderate category and after getting treatment increased to 78% with the high category. The difference in the level of interpesonal comunication of students before and after getting treatment by 19%. The conclusions of this study is the lack of interpesonal comunication in eleventh graders of Mathematics and Science 2 SMA Negeri 1 Muntilan increased after getting Guidance group with Cooperation Game Technique. As for the suggestion, Technical Guidance Group Cooperation Games can be used as one of the media to increase the ability of interpesonal comunication, especially for tenth graders which still require adaptation in the new school.
PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIR Yulianti, Efrida
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi pada siswa kelas VIII G SMP N 24 Semarang yang memiliki kemampuan perencanaan karir rendah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh layanan penguasaan konten dengan teknik mind mapping terhadap kemampuan perencanaan karir. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian Bimbingan dan Konseling adalah tindakan yang dilakukan oleh konselor dalam memberikan layanan guna memperbaiki kualitas layanan. Penelitian ini dilakukan 6 kali treatment di kelas VIII G SMP N 24 Semarang, dengan subyek 32 siswa. metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perencanaan karir. Teknik analisis data menggunakan analisis data t-test dan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukan kemampuan perencanaan karir sebelum pemberian treatment sebagian besar pada kategori rendah (66%). Setelah diberikan treatment kemampuan perencanaan karir siswa meningkat sebesar (72%) dalam ketegori tinggi. Hal tersebut menunjukkan layanan penguasaan konten dengan teknik mind mapping dapat berpengaruh pada kemampuan perencanaan karir.This research was conducted based on phenomena that occur in grade VIII G SMP N  24 Semarang that has the capability of planning a career low. The purpose of the research is to the service content mastery with mind mapping techniques towards the ability of career planning. This type of research is research experiments.Research guidance and Counselling is an action carried out by the counsellors in providing services to improve the quality of service.  This research was conducted 6 times treatment in class VIIIG SMP N  24 Semarang, with the subject of 32 students.the data collection method used is the scale of career planning. Technique of data analysis t-test and a descriptive percentage. Research results showed the ability of career planning prior to the giving of the treatment in large part on the low category (66%). After being given treatment ability of the career planning of students increased by (72%) In the High  requirements.  Shows content services with mind mapping techniques can affect the ability of career planning.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI KONSELOR DENGAN SELF DISCLOSURE SISWA Oktafiani, Santi Nur
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi paedagogik konselor dengan self disclosure siswa terhadap konselor, (2) mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian konselor dengan self disclosure siswa terhadap konselor, (3) mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi sosial konselor dengan self disclosure siswa terhadap konselor, dan (4) mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional konselor dengan self disclosure siswa terhadap konselor. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri 14 Semarang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis berupa skala persepsi siswa tentang kompetensi konselor dan skala self disclosure siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan baik kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional dengan self disclosure siswa di SMA Negeri 14 Semarang.This study aims to: (1) determine the relationship between students perceptions of paedagogik counselor competency with self-disclosure student to counselor, (2) determine the relationship between students perception of personality counselor competency with self-disclosure student to counselor, (3) determine the relationship between students’ perception of social counselor competency with self-disclosure student to counselor, and (4) determine the relationship between students perception of professional counselor competence with self-disclosure student to counselor. The population in this study are all students of SMAN 14 Semarang. Methods of data collection in this study using psychological scale in the form of students perceptions of the counselor competency scale and self-disclosure of students scale. The data analysis technique used is a simple linear regression. The results of this study indicate that there is a positive and significant relationship either paedagogik competency, personal competency, social competency, and professional competency with self-disclosure of students in high school N 14 Semarang.
PERSEPSI SISWA KELAS VIII TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Rustian, Omega Rianda
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada salah satu guru BK sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII tentang kesehatan reproduksi remaja dan penyakit menular seksual di SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang yang berjumlah 151 siswa dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random samplingsehingga didapatkan sampel 60 siswa kelas VIII SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang. Alat pengumpulan data berupa skala psikologis dengan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil rata-rata persepsi siswa tentang kesehatan reproduksi remaja termasuk dalam kategori tinggi (74%) dan persepsi siswa tentang penyakit menular seksual termasuk dalam kategori sangat tinggi (76%). Artinya siswa kelas VIII SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang sudah memiliki gambaran tentang makna kesehatan reproduksi remaja yaitu keadaan sehat baik keadaan sehat fisik, fungsi, serta alat reproduksi pada remaja.dan makna penyakit menular seksual yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus, parasit, atau jamur akibat hubungan seksual.This study is based on interviews conducted in one of the BK school teacher. This study aimed to determine the perception class VIII student perceptions on adolescent reproductive health and sexually transmitted diseases in SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang. The method used in this research is descriptive quantitative survey methods. Population in this research is class VIII SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang totaling 151 students with a sampling technique used is accidental to obtain a sample of 60. Data collection tools in the form of a psychological scale with data analysis techniques using descriptive analysis percentage. The average result of students perceptions on adolescent reproductive health in the high category (74%) and perceptions of students about sexually transmitted diseases in the very high category (76%). That class VIII SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang already have an idea of the meaning of adolescent reproductive health is a state of good health both physically healthy, functioning, as well as reproductive performance in adolescent and the  meaning of sexually transmitted diseases are caused by viruses, parasites, or function as a result of sexual intercourse.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue