cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019" : 7 Documents clear
Pola Relasi Sosial Teman Sebaya Ditinjau dari Penggunaan Media Sosial Pada Siswa Harmiliya, Rizqa; Mulawarman, Mulawarman; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.19153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola relasi sosial teman sebaya dengan penggunaan media sosial pada siswa sekolah menengah pertama baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif korelasional. Sampel yang digunakan dalam penrelitian ini sejumlah 213 dari populasi siswa berjumlah 542 dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling, Alat pengumpulan data menggunakan skala pola relasi sosial teman sebaya dan angket penggunaan media sosial, yang masing-masing realibilitasnya 0,837 dan 0,886. Adapun teknik analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara pola relasi sosial teman sebaya dengan penggunaan media sosial memiliki hubungan yang signifikan (r= 0,221 ; p < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola relasi sosial teman sebaya dengan penggunaan media sosial. Semakin tinggi penggunaan media sosial maka semakin tinggi pola relasi sosial teman sebaya siswa.   This research has a purpose to know the relationship between the peer relation patern with social media utilizing by junior high school students either in partial or together manner. This research uses descriptive correlational quantitative design. The sample used in this research amount 213 from students population which are amount 542 by proportionate stratified random sampling technique. The instrument to accumulate the data uses peer relation patern and social media utilizing questionnaire, which each their realibility 0,837 and 0,886. The data analysis technique uses product moment. The result of this research shows that between the peer relation patern with social media utilizing has a significant relation (r= 0,221 ; p < 0,05). Conclusion, we can say that there is a significant relation between the peer relation patern withsocial media utilizing. The more high social media utilizing, the more high the peer relation patern of students.
Konseling Kelompok Menggunakan Shame Attacking Exercise terhadap Peningkatan Keberanian Mengungkapkan Pendapat Prafitri, Tyas Ayu; Sunawan, Sunawan; Kurniawan, Kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.19845

Abstract

Tujuan dari penelitian ini membuktikan adakah pengaruh konseling kelompok dengan menggunakan shame attacking exercise terhadap peningkatan keberanian mengungkapkan pendapat siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Taman Pemalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pre-eksperimetal design. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII B dengan jumlah 7 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi dan menggunakan analisis wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perubahan keberanian mengungkapkan pendapat pada siswa, sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok, berubah dari kategori sedang menjadi tinggi. Meskipun pada penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pada siswa, jika dilihat dari tiap indikatornya, terdapat aspek yang tingkat perubahannya rendah. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan menggunakan shame attacking exercise terhadap peningkatan keberanian mengungkapkan pendapat siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Taman Pemalang. Sehingga untuk penelitian selanjutnya dapat lebih ditingkatkan lagi untuk tiap indikatornya agar didapatkan hasil yang lebih maksimal.   The purpose of this study was to prove whether there was an influence of group counseling by using shame attacking exercise to increase the students’ courage in expressing opinion in class VIII B SMP Negeri 5 Taman Pemalang. The type of this research was experimental research with pre-experimental research design. The subject of this research was 7 students of class VIII B. The data collection instrument used were psychological scale and wilcoxon test analysis. The result of the research showed that there was a change of the students’ courage in expressing opinion in before and after the group counseling, changed from  moderate to high category. Although this research showed there was a change from the students, if it was seen from each its indicator, there was an aspect that had low changing level.  It can be concluded that there was an influence of group counseling by using shame attacking exercise to increase the students’ courage in expressing opinion in class VIII B SMP Negeri 5 Taman Pemalang. Thus, the next research can be improved so each its indicator can get more maximal result.
Kontribusi Kompetensi Pribadi dan Profesional Konselor terhadap Minat Siswa Mengikuti Konseling Perorangan Robai, Robai; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.21410

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi kompetensi pribadi dan kompetensi profesional konselor terhadap minat siswa untuk mengikuti konseling perorangan. Jenis penelitian ini adalah Ex Post Facto. Subjek penelitian ini berjumlah 238 orang siswa melalui teknik pengambilan sampel simple random. Metode pengumpulan data menggunakan instrument skala kompetensi pribadi konselor, skala kompetensi profesional dan skala minat yang dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi kompetensi pribadi konselor dan kompetensi profesional konselor terhadap minat untuk mengikuti layanan konseling perorangan secara simultan sebesar 64,7% (F= 214.905; p<0.05). Kontribusi secara parsial untuk kompetensi pribadi konselor sebesar 61,1% (t= 19.241; p<0.05) dan kompetensi profesional konselor sebesar 38,7% (t= 12.210; p<0.05). Besaran kontribusi kompetensi pribadi konselor dan kompetensi profesional konselor secara simultan terbilang tinggi, sedangkan secara parsial dari masing-masing variabel memiliki kontribusi tinggi dan relatif sedang. Kompetensi pribadi konselor dan kompetensi profesional konselor bersama-sama memiliki kontribusi positif terhadap minat siswa untuk mengikuti konseling perorangan. Kata Kunci: Kompetensi pribadi konselor; Kompetensi profesional konselor; Minat siswa untuk mengikuti konseling perorangan  The purpose of this research is to know the contribution of personal competence and professional competence of counselor to student's interest to follow individual counseling. This type of research is Ex Post Facto. The subjects of this study amounted to 238 students through a simple random sampling technique. Methods of data collection using the instrument of personal competence scale of counselor, the scale of professional competence and the scale of interest that is analyzed by multiple regression. The result of the research shows the contribution of personal competence of counselor and professional competence of counselor to the interest to follow individual counseling service simultaneously equal to 64,7% (F = 214.905; p <0.05). Partial contribution to personal counselor's competence is 61.1% (t = 19.241, p <0.05) and professional counselor competence of 38.7% (t = 12.210; p <0.05). The amount of personal competence contribution of counselor and professional competence of counselor is simultaneously high, while partially from each variable has high contribution and relatively medium. The personal competence of counselors and counselor professional competencies together contributes positively to student interest in individual counseling.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten Teknik Homeroom Lailani, Terra; Wibowo, Mungin Eddy
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.25961

Abstract

Penelitian ini hendak mengetahui keefektifan layanan penguasaan konten teknik homeroom untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimen one group pretest and posttest design kepada siswa kelas VII A SMP Negeri 22 Semarang dengan tingkat kemampuan komunikasi sedang. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif presentase dan uji beda (T-Test) menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa menengah pertama (SMP) meningkat secara signifikan (t(35)= -9,721, p<0,05) melalui layanan penguasaan konten teknik homeroom. Dengan ditandai siswa lebih terbuka terhadap temannya, siswa memiliki empati, peka dengan situasi kelas, tidak memilih-milih teman, memberikan dukungan kepada teman-teman. Dengan demikian layanan penguasaan konten teknik homeroom efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa menengah pertama.   This research is about to find out the effectiveness of the service content mastery techniques to improve communication capability homeroom students junior high school. This research use the pre-built design research experiments using one group pretest and posttest design. The subject of research is the grade VII A SMP Negeri Semarang 22 with the level of communication skills. The results of research using the descriptive analysis and test different percentage (T-Test) shows that the ability of communication first intermediate students (JUNIOR HIGH SCHOOL) increased significantly (t (35) = 9.721 >, p 0.05) through the services content mastery techniques homeroom. With marked students more open to his friend, students have empathy, sensitive situation with class, not choosing their friends, provide support to friends. Thus the services content mastery techniques to improve effective homeroom communication junior high students.
Manajemen Waktu, Dukungan Sosial, dan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI SMA Kristy, Dije Zaraska
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.27736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dan dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 195 dari 421 siswa dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah PASS (Procrastination Assesment Scale of Students), TMBS (Time Management Behavior Scale, dan CASSS (Child and Adolescent Social Support Scale). Koefisien skala tersebut adalah 0,266-0,660; 0,273-0,767; dan 0,277-0,726 dengan nilai alpha 0,781; 0,876; dan 0,933. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik (R= 0,420, F(4,190) = 10,192, p = <0,01). Kemudian antara dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik juga terdapat hubungan yang signifikan (R = 0,062, F(4,186) = 3,346, p = <0,05). Begitu pula antara manajemen waktu dan dukungan sosial secara bersama-sama juga memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik (R = 0,482, F(8,186) = 7,021, p = <0,01). Disarankan agar guru BK dapat memberikan layanan yang dapat menurunkan prokrastinasi akademik. Saran untuk penelitian lanjutan, bisa melihat seberapa besar pengaruh penetapan tujuan dan prioritas, mekanisme perencanaan dan penjadwalan, dan persepsi kontrol atas waktu terhadap prokrastinasi akademik dalam studi eksperimen. This research aims to identify the relationship between the time management and the social support to the academic procrastination of grade XI students in partially as well as communally. This research used a correlational quantitative design. The samples of this research were taken using cluster sampling which consisted of 195 selected students from 421 students.  Data were collected using the instrument of Procrastination Assessment Scale of Students (PASS), Time Management Behavior Scale (TMBS), and Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS). The coefficients of those scales are 0.266-0.660, 0.273-0.767, and 0.277-0.726 with the alpha value of 0.781, 0.876, and 0.933. Furthermore, the data of this research were analyzed using multiple regression analysis. According to the result analysis, it showed that there is a significant relationship between the time management and the academic procrastination—where R = 0.420, F(4.190) = 10.192, and p =<0.01—and the significant relationship also occur between the social support and the academic procrastination—where R = 0.062, F(4.186) = 3.346, and p =<0.05. Communally, it was showed a similar result where both the time management and the social support have a significant relationship to the academic procrastination—with the value R = 0.482, F(8.186) = 7.021, and p =<0.01. Therefore, it is suggested for the counseling teachers to be able to give a valuable service in order to decrease the students’ academic procrastination. Suggested for further research, can research effect of setting goals and priorities, mechanics planning and scheduling, perceived control of time on academic procrastination in experimental studies.
Konseling Traumatik Dengan CBT: Pendekatan dalam Mereduksi Trauma Masyarakat Pasca Bencana Tsunami di Selat Sunda Rimayati, Elfi
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.28273

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara yang potensial bencana alam termasuk tsunami. Secara geografis indonesia berada di wilayah patahan gempa, dan banyak gunung berapi yang kondisinya masih aktif. secara historis sejak tahun 1968- 2006 telah terjadi 7 kali gempa yang diikuti tsunami.  Di penghujung tahun 2018, bencana tsunami terjadi Selat Sunda. Ada dua daerah yakni Banten dan Lampung yang menjadi korban tsunami. Dampak psikologis yang terjadi akibat tsunami adalah trauma. Permasalahan trauma di masyarakat seringkali menjadi disfungsi psikologis yang sangat mengganggu. Oleh karena itu dibutuhkan upaya bantuan yang fokus pada penyelesaian masalah trauma. Konseling traumatik menjadi salah satu alternatif dalam membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Konseling traumatik fokus pada mengembalikan kondisi trauma masyarakat ke kondisi psikologis yang sehat. Adapun Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dipilih karena CBT merupakan teknik konseling yang menggabungkan terapi kognitif dan terapi prilaku. Terapi kognitif penting diberikan kepada korban, karena orang yang menjadi korban seringkali memiliki pemikiran yang tidak rasional, kehilangan harapan, serta sulit terhubung dengan dunia nyata. Oleh karena itu mereka mengalami gangguan perilaku seperti murung, sulit berkomunikasi secara sehat, prilaku pasif tidak mau bangkit dari keterpurukan dan sebagainya. Terapi behavioral menjadi bagian penting yang tak terpisahkan. Melalui konseling traumatic dengan CBT dapat mereduksi trauma masyarakat akibat tsunami di Selat Sunda. Indonesia is one of the countries with potential natural disasters including tsunamis. Geographically Indonesia is in an earthquake fault area, and many volcanoes are in active condition. Historically since 1968- 2006 there have been 7 earthquakes followed by tsunamis. At the end of 2018, the tsunami disaster occurred in the Sunda Strait. There are two regions, Banten and Lampung, which were victims of the tsunami. The psychological impact of the tsunami is trauma. The problem of trauma in the community is often a very disturbing psychological dysfunction. Therefore, a real effort is needed to focus on solving trauma problems. Traumatic counseling is one alternative in helping to solve these problems. Traumatic counseling focuses on returning the community's trauma to a healthy psychological condition. The CBT was chosen because CBT is a counseling technique that combines cognitive therapy and behavioral therapy. Cognitive therapy is important given to victims, because people who are victims often have irrational thoughts, lose hope, and are difficult to connect with the real world.Therefore they suffer from behavioral disorders such as moodiness, difficulty communicating in a healthy manner, passive behavior, and do not want to rise from adversity. Behavioral therapy is an important part that is inseparable. Through traumatic counseling with CBT can reduce community trauma due to the tsunami in the Sunda Strait.
Persepsi Siswa Terhadap Odha Di Sma Negeri 3 Kota Tegal Ibrahim, Wayz; Awalya, Awalya
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.28657

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa terhadap ODHA. Penelitian   ini   menggunakan   jenis   penelitian kuantitatif dengan metode expost   facto,   yaitu penelitian  yang  bertujuan  mengekspos  kejadian-kejadian  yang  sedang berlangsung.  Penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified  probability sampling. Setelah dilihat pada tabel Isaac and Michael dengan taraf kesalahan 5% ditetapkan jumlah sampel 256 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala persepsi dan angket pemahaman ODHA dengan reliabilitas 0,860 dan 0,789. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh persepsi terhadap ODHA dengan nilai R2 = 0,055 = 5,5% ini berarti pengetahuan tentang ODHA mempengaruhi persepsi siswa sebesar 5,5% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. The purpose of this study was to study the majority of students' perceptions of ODHA. This study uses a type of quantitative research with the post facto method, which is research that discusses ongoing events. This study uses a proportional stratified probability sampling technique. After looking at the tables of Isaac and Michael with a 5% error level, the number of samples is 256 students. The instrument in this study was the scale of perception and questionnaire for ODHA understanding with reliability of 0.860 and 0.789. The results of the study showed differences in perceptions of ODHA with a value of R2 = 0.055 = 5.5%. This meant that knowledge of ODHA affected students' perceptions of 5.5% and was accepted by other variables not included in this study.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue