cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2013): September 2013" : 20 Documents clear
Upaya Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan Yuniati, Yuniati; Setyowani, Ninik; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 13 Semarang  yang menunjukkan adanya siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial yang sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa melalui bimbingan kelompok teknik permainan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian adalah 10 orang siswa yang memiliki kemampuan dalam berinteraksi sosial rendah. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Hasil uji wilcoxon diperoleh Thitung = 55,0 dan Ttabel = 8,0 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan tingkat kemampuan dalam berinteraksi sosial siswa meningkat setelah memperoleh bimbingan kelompok teknik permainan. Dari hasil penelitian menunjukkan kemampuan interaksi sosial siswa sebelum memperoleh bimbingan kelompok teknik permainan 57.5% dengan kategori sedang dan setelah memperoleh bimbingan kelompok teknik permainan 76.5% dengan kategori tinggi. Perbedaan tingkat kemampuan dalam berinteraksi sosial siswa sebelum dan sesudah bimbingan kelompok teknik permainan sebesar 19%. Selain itu, siswa mengalami perkembangan perilaku yang lebih baik dilihat dari meningkatnya indikator percakapan, saling pengertian, kerjasama, keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan.   This study was conducted based on the phenomenon that is in SMP N 13 Semarang  indicating students who have low ability of social interaction. The purpose of this study to determine the efficacy in improving transparency in the ability of social interaction through group guidance with games techniques . This type of research is experimental research. Sample were 10 students who have low ability of social interaction. Methods of data collection using psychological scales. Wilcoxon test results obtained Tcount 55.0 > 8.0 TTable or imply Ha accepted and Ho rejected. These results indicate the level of openness in ability of social interaction increased after the technical games. These results demonstrate openness in ability of social interaction prior to the technical games 57.5% with moderate category and after group guidance with games techniques gaining 76.5% with high category. The differences of ability of social interaction before and after the group guidance with games technique by 19%. In addition, students progressing better behavior seen from the increasing indicators.  
Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Melalui Layanan Klasikal Menggunakan Teknik Sosiodrama Azizah, Dian Muslimatun
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku agresif siswa sebelum dan sesudah layanan klasikal. Serta mengetahui tingkat keefektifan layanan klasikal menggunakan teknik sosiodrama dalam mengurangi perilaku agresif siswa kelas V. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas V  di SD N Pegirikan 03 yang berjumlah 14 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi dan wawancara. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data kualitatif dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek penelitian memiliki perilaku agresif. Setelah diberikan layanan, terdapat penurunan terhadap perilaku agresif yang dimiliki siswa. Persentase perilaku agresif yang ditunjukkan siswa pada awalnya menunjukkan angka diatas 50%, namun setelah layanan klasikal perilaku agresif siswa menunjukkan persentase dibawah 50%. Layanan klasikal menggunakan teknik sosiodrama  efektif dalam mengurangi perilaku agresif siswa kelas V di SD N Pegirikan 03. Hal ini, dapat dibuktikan dengan penurunan persentase perilaku agresif siswa sebelum dan sesudah layanan. The purpose of this research is to determine the students aggressive behavior before and after the classical services, as well as determine the level of classical services with sosiodrama techniques effectiveness in reducing the students’ aggressive behavior. This study is quasi-experimental. Subjects in this research were 14  male students in grade V of SD N Pegirikan 03. Data collection methods used were observation and interviews. Techniques used to analyze the data is analysis of qualitative data and analysis descriptive percentages. The results showed that the subjects had aggressive behavior. After a given service, there is a decline in the aggressive behavior of the students. The students aggressive behavior presentage shown before the service initially showed values above 50%, but after the classical services show that the aggressive behavior percentage of students below 50%. The classical services with sosiodrama techniques are effective in reducing aggressive behavior of the students in grade V SD N Pegirikan 03. It can be evidenced by the decrease in the percentage of students aggressive behavior before and after the classical services.
Meningkatkan Peran Aktif Siswa Dalam Layanan Informasi dengan Pengembangan Pertanyaan Taksonomi Bloom Paryanto, Paryanto; Supriyo, Supriyo; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan peran aktif siswa dalam layanan informasi dengan pengembangan pertanyaan dari taksonomi Bloom. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII B SMP Negeri 1 Ungaran, dengan subyek 25 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan catatan berkala. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan peran aktif siswa sebelum pemberian tindakan sebagian besar pada kategori rendah (88%). Selama tindakan, peran aktif siswa meningkat. Pada siklus I  peran aktif siswa sebagian besar pada kategori cukup (80%). Hal ini menunjukan siswa sudah mulai berperan aktif dalam layanan informasi. Pada siklus II peran aktif siswa sebagian besar masih tetap pada kategori cukup (76%). Pada siklus III atau setelah pemberian tindakan, peran aktif siswa sebagian besar pada kategori tinggi (52%). Berdasarkan hasil uji wilcoxon menunjukan Thitung (0) dan Ttabel 5% (89) sehingga Thitung<Ttabel (0<89) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hal tersebut menunjukan peran aktif siswa dalam layanan informasi dapat ditingkatkan dengan pengembangan pertanyaan dari taksonomi Bloom.   The purpose of this research is to improving students active role in the information services with development of the question of Blooms taxonomy. This research is action research. The research was carried out in class VIII B SMP Negeri 1 Ungaran, with 25 student subjects. Data collection methods used were observation, and anecdotal records. Data analysis techniques using quantitative is descriptive percentages analysis and Wilcoxon tests. The results showed the active role of students before giving the action mostly on the low category (88%). During the action, the active role of students increased. In the first cycle, active role of the students in a category largely sufficient (80%). This shows the students have started to play an active role in information services. Active role in the second cycle students remain largely in enough categories (76%). The third cycle or after obtaining action, active role of the students most of the high category (52%). Based on the results of Wilcoxon test showed Tcount (0) and Ttable 5% (89) so Tcount< Ttable (0<89) which  means Ha accepted and Ho rejected. It shows the active role of students in the information service can be improved with the development of the question of Blooms taxonomy.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Underachiever Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Khasanah, Ayu Umazaroh; Sutoyo, Anwar; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa underachiever pada siswa kelas VA melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian tindakan bimbingan konseling. Desain yang digunakan adalah model penelitian Kemmis dan Me Taggart. Partisipan dalam penelitian adalah 10 siswa kelas VA yang terdiri dari 7 siswa underachiever dan 3 siswa yang memiliki motivasi belajar tertinggi di kelas VA. Teknik pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase. Pada hasil pre-test diperoleh rata-rata motivasi belajar sebesar 48,71% setelah diberikan layanan bimbingan kelompok pada siklus 1 (post-test 1) diperoleh rata-rata  sebesar 60,71% dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok pada siklus 2 (post-test 2) diperoleh rata-rata  sebesar 79%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar pada siswa underachiever sebesar 18,29% setelah pemberian layanan bimbingan kelompok selama 2 siklus. Dengan demikian, motivasi belajar siswa underachiever dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok yang tepat.   The purpose of this research is to improve motivation of underachiever student in class VA through group guidance services. This study was included in the counseling action research. The design used was a model research Kemmis and Taggart Me. Participants in the study were 10 students of class VA consisting of 7 students underachiever and 3 students who have the highest motivation to learn in the classroom VA. Participants taking technique using purposive sampling. Methods of data collection using learning motivation scale used both before and after the group guidance service. Descriptive data analysis techniques using percentages. In the pre-test results obtained on average by 48.71% motivation after being given guidance services group in cycle 1 (post-test 1) obtained an average of 60.71% and after a given group counseling services in Cycle 2 (post -test 2) obtained an average of 79%. The results showed an increase in underachiever students motivation by 18.29% after the group guidance services for 2 cycles. Thus, underachiever student motivation can be enhanced through proper guidance services group.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Bermain Peran Maryanto, Lilik; Setyowani, Ninik; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah layanan penguasaan konten dengan teknik bermain peran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pre-test and post test. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas 5 MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang yang berjumlah 21 siswa. Teknik sampling jenuh digunakan karena jumlah populasi relatif kecil (kurang dari 30 orang) dimana seluruh populasi digunakan menjadi sampel. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi dengan instrument skala motivasi belajar sebanyak 68 item pernyataan. Metode analisis data menggunakan deskriptif presentase dan uji t-Test. Perlakuan berupa layanan penguasaan konten dengan teknik bermain peran dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa antara sebelum perlakuan (62%) dan sesudah perlakuan (77%), mengalami peningkatan sebesar 15%. Berdasarkan analisis t-Test dengan menggunakan taraf signifikan 5%, hasil analisis uji beda diperoleh thitung = 10.16 dan ttabel = 2,045, jadi nilai thitung > ttabel, sehingga dinyatakan bahwa Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan teknik bermain peran (role playing) dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 5 MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang.   This research aimed to prove whether the content mastery service with techniques playing role (role playing) can increase students motivation. This type of research is experiments research by design one group pre-test and post test. This research population is all students 5th grade MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang, which amounts 21 students. Saturated sampling technique is used because the population is relatively small (less than 30 people) where the entire populations is used to be samples. Methods of data collection using psychological scales with instruments motivation learning scale as many as 68 items statement of. The analysis methods of the data using descriptive percentage and t-test. The Treatment performed 8 times face-to-face meetings. Based on the results of research, students’ motivation between the pre-treatment (62%) and after treatment (77%), experiencing enhancement by 15%. Based on t-test analysis using the 5% significance level, the results of different test analysis obtained tcount = 10.16 and ttable = 2.045, so the value of tcount> ttable, so it is stated that Ha is accepted. The results of this study indicate that the service the content mastery with role playing can increase students motivation 5th grade MI AL Islam Mangunsari 02 Semarang
Studi Pengembangan Diri (Bakat Minat) pada Siswa Komunitas Sastra di Sekolah Alternatif Qoryah Thoyyibah Salatiga Antika, Bregita Rindy; Suharso, Suharso; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang ada di sekolah alternatif qoryah thoyyibah bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah alam yang berlandaskan konsep kemandirian siswa, tidak ada proses belajar mengajar, tidak ada guru tetap dan tidak ada konselor sekolah yang membantu siswa untuk mengembangkan diri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan diri siswa dari raw input-proses-output. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitiannya yaitu 13 orang siswa, 2 guru pendamping dan kepala sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Proses pengembangan diri di sekolah alternatif qoryah thoyyibah berdasarkan kemandirian siswa. Sesuai dengan teori belajar humanistik, Siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang akan diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang dtunjukkan. Peran guru dan siswa dalam proses pengembangan diri sangat penting, karena guru adalah sebagai fasilitator dan juga  guru memberikan motivasi. Dalam proses pengembangan diri bergantung pada kreatifitas guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lain dalam mengelola dan mengembangkan program-program sekolahnya. Siswa dapat mengembangkan bakat minatnya karena mereka melaksanakan komitment awal belajar dengan baik dan disiplin sehingga tercapai target dan keinginan masing-masing siswa.   The research was based on the phenomenon that is in an alternative school Qoryah Thoyyibah which is based on the concept of self-sufficiency of nature students, no teaching and learning, there is no permanent teacher and no school counselor helps students in self development. The purpose of this study is to determine the student development process from raw input-process-output. The Type of the research is descriptive research with a case research approach. The Research takes samples at 13 students, 2 teachers and an Headmaster. the Methods of data collecting is using interview, observation and documentation. The study says that the process of self-development in alternative schools Qoryah Thoyyibah is by students it selves. According to humanistic learning theory. The role of teachers and students in the process of self-development is very important. In the process of self-development is depends on the creativity of the teachers, principals, and other education personnel in managing and developing school programs. Students can develop their talents because they pay attention to their commitment  and discipline as they carry out their interest to learn in order to reach goals and desires of each student.
Meningkatkan Keaktifan Diskusi Kelompok Melalui Layanan Bimbingan Kelompok pada Siswa Kelas VIII E SMP N 19 Semarang Rizkina, Mera; Setyowani, Ninik; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok pada siswa kelas VIIIE melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen. Desain yang digunakan adalah Pre Eksperimental Design, serta pola eksperimen yang digunakan adalah pre-test and post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling yang berjumlah 10 siswa terdiri dari 8 siswa berkriteria rendah dan 2 siswa berkriteria sedang. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif persentase. Pada hasil pre-test diperoleh keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dengan kategori rendah (51,29%). Dan setelah diberikan treatment berupa layanan bimbingan kelompok diperoleh hasil post-test keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dengan kategori tinggi (70.2%). Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok pada siswa sebesar 19%. Dengan demikian keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.   The purpose of this research is to improve student activity in a group discussion in class VIIIE through group guidance services. This research, including the type of experiments research. Design used was pre experimental design, as well as the experimental pattern used is a pre test and post test. Sampling technique using proportionate stratified random sampling totaling 10 students consisted of 8 students with low criteria and 2 students with middle criteria. Data collection method using psychological scales used in the time before and after the group guidance services. Techniques of data analysis using Wilcoxon test and descriptive percentages. Pre test results obtained on student activity in discussion groups with low category (51,29%). And after a given treatment in the form of group guidance services post test results obtained active students in discussion groups with high category (70.2%). The result showed an increase student activity in a group discussion by 19%. Thus the activity of students in a group discussion can be improved through group guidance services.
Hubungan Locus Of Control dengan Motivasi Konselor Dalam Layanan Konseling Perorangan Carti, Carti; Mugiarso, Heru; Suharso, Suharso
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan locus of control konselor dan motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan serta menggambarkan hubungan locus of control dengan motivasi konselor dalam konseling perorangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasinya seluruh konselor di SMP Negeri se-Kabupaten Brebes. Teknik sampling yang digunakan cluster proportionate random sampling, dengan sampel 52 konselor. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi berupa skala locus of control dan skala motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan. Analisis datanya  menggunakan pearson product moment dan deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara locus of control dengan motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan, dengan nilai rhitung  = 0,482 > rtabel = 0,266. Simpulan dari penelitian ini yakni semakin tinggi locus of control, maka semakin tinggi pula motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan. Oleh karena itu, diharapkan konselor untuk tetap meningkatkan locus of controlnya dengan cara menghargai segala upaya dan usaha yang sudah dilakukannya dalam menjalankan konseling, dengan harapan nantinya motivasi konselor dalam layanan konseling perorangan pun akan semakin meningkat. The purpose of this study to explained about locus of control and motivation counselor in individual counseling services and to explained relationship between locus of control and motivational counselor in individual counseling services. This research was quantitative correlational research. The population were all counselor at SMPN all over Brebes. The sampling technique which used cluster proportionate random sampling, with sample 52 counselors. Data collection methods was used psychological scale, that were locus of control scale and motivation counselor in individual counseling services scale. Technique data analysis was used pearson product moment and descriptive percentage. The results indicated that a positive and significant relationship between locus of control and motivation counselor in individual counseling services, with rcount = 0.482 > rtable = 0.266. The conclusions of this research was the higher locus of control, the higher the motivation of counselors in individual counseling services. Therefore, counselors were expected to keep increasing them locus of control with to appreciate all efforts that have been done in carrying out counseling, with expectation later at motivational counselor in individual counseling services also more increased.
Pengaruh Over Protective Orang Tua dan Religiusitas Terhadap Perilaku Heteroseksual Siswa Kelas VIII S., Nurul Yunia; Sugiharto, DYP; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum perilaku heteroseksual, over protective orang tua, religiusitas siswa dan pengaruh over protective orang tua dan religiusitas terhadap perilaku heteroseksual. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sejumlah 100. Metode dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan skala psikologis. Teknik analisis data menggunakan rumus deskriptif presentase dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heteroseksual siswa tergolong rendah yaitu 61,66%, religiusitas tergolong tinggi yaitu 70,32%, dan over protective orang tua tergolong tinggi yaitu 70,56%. Dari hasil analisis uji hipotesis secara simultan diperoleh nilai Fhitung = 115,115  dengan sgnifikan sebesar 0,000 < 5%. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis kerja (Ha) diterima dan Hipotesis nihil (Ho) ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) ada pengaruh antara perilaku over protective orang tua  dan religiusitas secara signifikan terhadap perilaku heteroseksual siswa kelas VIII SMP Negeri di kecamatan Pamotan kabupaten Rembang tahun ajaran 2012/2013 sebesar 69,7%.   The purpose of this study was to determine the general description of heterosexual behavior, over protective parents, students and the influence of religiosity over protective parents and religiosity to heterosexual behavior. Subjects were a total of 100 eighth grade students. Methods and data collection tool used was a questionnaire and psychological scales. Data analysis techniques using descriptive formula percentages and inferential analysis. The results showed that heterosexual students are considered low 61.66%, relatively high religiosity is 70.32%, and over protective parents is high ie 70.56%. From the analysis, hypothesis testing simultaneously obtained value Fhitung = 115.115 with sgnifikan of 0.000 <5%. This shows that the working hypothesis (Ha) is accepted and the nil hypothesis (Ho) is rejected. It can be concluded that the simultaneous (together) there are over protective influence of parental behavior and religiosity significantly to heterosexual behavior Junior High School eighth grade students in the district Pamotan Rembang district academic year 2012/2013 amounted to 69.7%.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antar Teman Sebaya Menggunakan Bimbingan Kelompok Berbasis Permainan Di Kelas V Sulistinganah, Sulistinganah
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 2 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi antar teman sebaya kelas V melalui layanan bimbingan kelompok berbasis permainan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan Pre Eksperimental Design. Desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Parakancanggah. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah pemberian treatment dan penggunaan wawancara sebagai pelengkap data. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kemampuan komunikasi antar teman sebaya sebesar 30,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa J hitung ≤ J tabel, yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil uji Wilcoxon tersebut maka dinyatakan bahwa kemampuan komunikasi antar teman sebaya siswa kelas V dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok berbasis permainan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan kemampuan komunikasi antar teman sebaya pada siswa kelas V SD Negeri 1 Parakancanggah. The purpose of this research is to determine whether the ability of communication between peers in V class can be enhanced through basic guidance services group game. This experimental study is using Pre Experimental Design approach. The design used was one group pre-test and post-test design. The population in this research was students of class V in SD Negeri 1 Parakancanggah. Subjects of this research are 10 students and which selected using purposive sampling technique. Data collection method is done by observation used both before and after treatment, and supplementary data is collected using interview. Descriptive data analysis techniques are done by comparing percentages gain score and Wilcoxon test. Result of this research showed an increase in the capability of communication between peer group is 30.3%. The result of Wilcoxon test showed that J ≤ count A table, which means that Ho is rejected and Ha accepted. From the results of the Wilcoxon test it can be stated that the ability of communication between peers fifth grade students can be enhanced through game group guidance. The conclusion of this research is that there is an increase in the ability of communication between peers in class V SD Negeri 1 Parakancangga.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue