cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020" : 10 Documents clear
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Modeling Simbolik Terhadap Perencanaan Studi Lanjut Azizah, Nur; Mugiarso, Heru; Sunawan, Sunawan
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.21013

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik modeling simbolik untuk meningkatkan perencanaan studi lanjut siswa kelas XII SMA N 1 Bojong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen one group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan depalan kali pertemuan dengan subjek penelitian 10 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan perencanaan studi lanjut siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok ( z = -2,805, p < 0.01). Hal tersebut menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan modeling simbolik efektif meningkatkan perencanaan studi lanjut siswa kelas XII SMA N 1 Bojong. Untuk itu guru BK sebaiknya menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik modeling simbolik sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perencanaan studi lanjut. Kata kunci : bimbingan kelompok; modeling simbolik; studi lanjut ABSTRACT The purpose of this study is to examine the effectiveness of group guidance service by using the symbolic modeling technique to improve the planning of advanced study in XII students of SMA N 1 Bojong. The type of this study is one-group experimental pre-test post-test design. This study was conducted in eight meetings with students as a subject if this study. The technique of data analysis used descriptive percentage analysis and wilcoxon test. This study showed that there was a change from the student before amd the student after followed the group guidance service ( z = -2,805, p < 0.01). It shows that the group of counseling service by using symbolic modeling effectively can improve the planning of advanced study of grade XII students of SMA N 1 Bojong. For that teacher guidance and counselling services should use the guidance of symbolic modeling engineering group as one of the efforts to improve the planning of further studies. Keywords: group guidance; symbolic modeling; advanced study
Motivasi Belajar Siswa Ditinjau dari Persepsi Siswa Tentang Peran Guru Bk Astari, Aisyah Putri; Mugiarso, Heru; Setyowani, Ninik
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.21987

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara persepsi siswa tentang peran guru BK dengan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif korelasional. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Randublatung dengan populasi 320 siswa diambil sampel sebanyak 167 siswa melalui teknik pengambilan sampel secara cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala persepsi dan skala motivasi belajar. Validitas instrumen penelitian ini menggunakan validitas konstruk. Reliabilitas instrumen penelitian ini menggunakan koefisien alpha cronbach dengan hasil reliabilitas untuk skala persepsi adalah 0,884 dan untuk skala motivasi belajar adalah 0,921. Hasil penelitian menunjukkan persepsi siswa tentang peran guru BK berada pada ketegori sedang dan hasil motivasi belajar pada siswa berada pada kategori sedang. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara persepsi siswa tentang peran guru BK dengan motivasi belajar siswa. Kata kunci : motivasi belajar, peran guru BK; persepsi Abstract The purpose of this research are to know are there any connection between students perception of the role of guidance and counseling teacher and learning motivation of students. This kind of research is quantitative correlation. Subject of this research is all grade XI students of SMA Negeri 1 Randublatung with population 320 students and number of this sample are 167 students from cluster random sampling. The instrument data collector used is perception scale and learning motivation scale. Validity of this instrument used construct validity. Reliability instrument from this research used coefficient alpha cronbach as a result of perception scale are 0.884 and for learning motivation scale are 0.921. Result of this research show the students perception of the role of guidance and counseling teacher in medium category and learning motivation of students in medium category. Based on hypothesis test used correlation Product Moment, in conclusion there are any correlation between students perception of the role of guidance and counseling teacher and learning motivation of students. Keyword : learning motivation; role of guidance and counseling teacher; perception
Keterbukaan Diri Siswa dalam Layanan Konseling Individu Ditinjau dari Empati dan Keterampilan Reassurance Konselor Raharjo, Slamet Ade; Mugiarso, Heru; Setyowani, Ninik
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.22555

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dan keterampilan reassurance dengan keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individu. Skala empati, skala keterampilan reassurance, dan skala keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individu diberikan kepada 45 orang siswa yang diambil secara purposive yaitu siswa yang telah mengikuti layanan konseling individu. Berdasarkan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda menunjukkan empati menjadi prediktor keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individu (R² = 0,512), begitu pula keterampilan reassurance (R² = 0,654), dan empati dan keterampilan reassurance prediktor pada keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individu (R² = 0,665). Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara empati dan keterampilan reassurance dengan keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individu. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru BK untuk dapat memberikan layanan yang sesuai untuk membantu meningkatkan keterbukaan diri siswa. Kata kunci : empati; keterampilan reassurance; keterbukaan diri siswa dalam layanan konseling individu Abstract This study aims to determine the relationship between empathy and reassurance skills with self-disclosure of students in individual counseling services. The empathy scale, the scale of reassurance skills, and the students' self-disclosure scales in individual counseling services are administered to 45 students taken purposively ie students who have attended individual counseling services. Based on simple linear regression and multiple linear regression showed empathy to be a predictor of students 'self-disclosure in individual counseling services (R² = 0.512), as well as reassurance skills (R² = 0.654), and empathy and reassurance skills predictors of students' self-disclosure in individual counseling services R² = 0.665). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between empathy and reassurance skills with the students 'self-disclosure in individual counseling services. This study provides implications for BK teachers to be able to provide appropriate services to help improve students' self-disclosure. Keywords: empathy; reassurance skills; self-disclosure of students in individual counseling services
Kenakalan Remaja Dilihat dari Regulasi Emosi dan Penyesuaian Sosial pada Siswa SMP Septiawan, Rifana Rizki; Sugiyo, Sugiyo; Awalya, Awalya
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.26981

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi dan penyesuaian sosial terhadap kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini sejumlah 213 siswa, dengan teknik sampel berstrata atau stratified sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala kenakalan remaja, skala regulasi emosi dan skala penyesuaian sosial yang masing-masing reliabilitasnya 0.735, 0.737, dan 0.738. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh regulasi emosi terhadap kenakalan remaja sebesar (R=0,581, F(3,209)=35,514, p=<0,05). Pengaruh penyesuaian sosial terhadap kenakalan remaja sebesar (R=0,065, F(4,205)=14,567, p=<0,05). Pengaruh regulasi emosi dan penyesuaian sosial terhadap kenakalan remaja sebesar (R=0,646, F(7,205)=20,947, p=<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara regulasi emosi dan penyesuaian sosial terhadap kenakalan remaja. Implikasi penelitian ini bahwa semakin tinggi regulasi emosi dan penyesuaian sosial yang dimiliki siswa maka semakin rendah tingkat kenakalan remaja. Kata Kunci: Kenakalan Remaja; Penyesuaian Sosial; dan Regulasi Emosi ABSTRACT This study aims to determine the effect of emotional regulation and social adjustment on juvenile delinquency. This research is a quantitative correlational research. The subject of this research is 213 students, with stratified sampling technique. Data collection tools used juvenile delinquency scale, emotion regulation scale and social adjustment scale with reliability of 0.735, 0.737 and 0.738 respectively. Data analysis techniques using regression analysis. The results showed that the effect of emotional regulation on juvenile delinquency was (R = 0.581, F (3.209) = 35.514, p = <0.05). The effect of social adjustment on juvenile delinquency is (R = 0.065, F (4.205) = 14.567, p = <0.05). The effect of emotional regulation and social adjustment on juvenile delinquency is (R = 0.646, F (7,205) = 20,947, p = <0,05). It can be concluded that there is a significant influence between emotional regulation and social adjustment on juvenile delinquency. The implication of this study is that the higher the emotional regulation and social adjustment that students have, the lower the level of juvenile delinquency. Keywords: Juvenile delinquency; Social Adjustment; and Emotion Regulations
Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Peminatan pada SMA Negeri Se-Kabupaten Banyumas Prabowo, Aji; Suharso, Suharso; Mugiarso, Heru
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.27838

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan program peminatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Responden dalam penelitian ini adalah 60guru BK SMA Negeri se-Kabupaten Banyumas. Alat pengumpulan data menggunakan angket yang teruji validitas 0,2144 dan reliabilitasnya 0,785. Hasil penelitian menggunakan analisis deskriptif presentase menunjukkan bahwa faktor yang paling menghambat pelaksanaan program peminatan adalah siswa 43%, sarana dan prasarana 37%, dan guru 34%. Dengan demikian siswa menjadi factor tertinggi penghambat pelaksanaan program peminatan, kedua, sarana dan prasarana serta yang terakhir adalah guru. Kata Kunci: Faktor Penghambat; Program Peminatan; SMA ABSTRACT The purpose of this research is to identify and analyze the factors that hinder the implementation of specialization programs. The type of research used is descriptive research with a quantitative approach. The research respondents in this study were 60 teachers of guidance and counseling in high schools in all districts of Banyumas. The data collection tool uses a questionnaire instrument that tested the validity of 0.2144 and its reliability is 0.785. The results of the study using percentage descriptive analysis showed that the factors that most inhibited the implementation of specialization programs were students 43%, facilities and infrastructure 37%, and teachers 34%. Thus students become the highest factor inhibiting the implementation of specialization programs, secondly, the facilities and infrastructure and the latter are teachers. Keyword: obstacle factor, specialization program
Layanan Informasi Sosial dan Kemandirian Sosial Terhadap Penyesuaian Diri Siswa Hutama, Lian Navis naqifa; Mugiarso, Heru; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.28274

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang layanan informasi sosial dan kemandirian terhadap penyesuaian diri siswa. Skala persepsi siswa, skala kemandirian sosial dan skala penyesuaian diri siswa diberikan kepada 95 orang siswa yang diambil secara purposive. Berdasarkan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda menunjukkan penyesuaian diri menjadi prediktor persepsi siswa tentang layanan informasi sosial (R2 = 0,152 ), begitu pula kemandirian sosial (R2 = 0,146 ), dan persepsi siswa tentang layanan informasi sosial dan kemandirian sosial dalam penyesuaian diri siswa (R2 = 0,228). Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang layanan informasi sosial dan kemandirian sosial dengan penyesuaian diri siswa. Penelitian ini memberikan implikasi kepada konselor diharapkan mampu memberikan layanan informasi yang sesuai agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kata kunci : kemandirian sosial; layanan informasi social; penyesuaian diri; persepsi siswa ABSTRACT This study aims to determine the relationship between students' perceptions of social information services and independence towards student adjustment. The scale of student perceptions, social independence scale and student adjustment scale were given to 95 students taken purposively. Based on simple linear regression and multiple linear regression shows self-adjustment predictors of students 'perceptions of social information services (R2 = 0.152), as well as social independence (R2 = 0.146), and students' perceptions of social information services and social independence in student adjustment ( R2 = 0.228). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between students' perceptions of social information services and social independence with student adjustment. This research has implications for counselors who are expected to be able to provide appropriate information services so that students are able to adjust to their environment. Keywords: adjustment; social independence; students' perceptions of social information services
Hubungan antara Kepribadian Tangguh dengan Tingkat Stres Menghadapi Tuntutan Akademik dan Organisasi Anggota Lembaga Kemahasiswaan Rahayu, Dwi Suko; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.34344

Abstract

Kepribadian tangguh merupakan karakteristik pribadi yang memiliki daya tahan terhadap suatu tekanan yang menyebabkan stres dan mampu menentukan respon yang efektif untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian tangguh dengan tingkat stres menghadapi tuntutan akademik dan organisasi pada anggota lembaga kemahasiswaan FIP UNNES tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat diskriptif korelasional dengan menggunakan skala psikologis dalam pengumpulan data. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota random sampling dan diperoleh anggota lembaga kemahasiswaan sejumlah 150. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kepribadian tangguh dan tingkat stres anggota lembaga kemahasiswaan se-FIP UNNES 2019 masing-masing berada pada kategori sedang yaitu 68.7% dan 74%. Hasil analisis korelasi product moment sebesar -0.625 (p<0.05) dengan = 0.159, sehingga nilai > , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kepribadian tangguh dengan tingkat stres anggota lembaga kemahasiswaan se-FIP UNNES tahun 2019. Hardiness is a personal characteristic that has a resistance to a pressure that causes stress and has capability to determine an effective response to overcome it. This study aimed to determine the relationship between hardiness with the level of stress facing academic and organizational demands on the students organization members of the FIP UNNES in 2019. This study applied quantitative method which was descriptive correlational using psychological scales in collecting the data. The sampling technique used quota random sampling and was obtained by 150 students organization members. Data analysis techniques were quantitative descriptive analysis and pearson product moment correlation. The result of this study showed that a representation of hardiness and stress levels of the students organization members throughout the FIP UNNES 2019, respectively in the medium category of 68.7% and 74%. The result of the product moment correlation analysis was -0.625 (p<0.05) with = 0.159, so the value of > . It can be concluded that there is a negative and significant relationship between the hardiness with the stress levels of students organization members of FIP UNNES in 2019
Hubungan Antara Kemandirian dengan Kematangan Karir pada Siswa Lisani, Afina Fityah; Saraswati, Sinta; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.34415

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kematangan karir pada siswa sekolah menengah atas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 55 dari populasi siswa berjumlah 65 siswa dengan teknik pengambilan saampel purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala kemandirian dan skala kematangan karir. Adapun analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kematangan karir ( R=0,605, p=0,00<0,005). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kematangan karir. Semakin tinggi kemandirian maka semakin tinggi kematangan karir. Kata Kunci : Kemandirian, Kematangan Karir Abstract This research has a purpose to know the relationship between the independence with career maturity in high school student. This research used descriptive correlational. There are 55 sample of student taken from 65 population. The sampling technique used in study was purposive sampling. While the data collected using independence scale and career maturity scale. The data were analyzed using product moment. The results showed that there was a significant relationship between the independence and career maturity (R=0,605, p=0,00<0,005). It can be concluded that there is a significant relationship between independence and career maturity. Keyword: Independence, Career Maturity
The Hubungan Antara Task-Approach Skills dengan Career Decision Making pada Siswa SMK Fauziah, Nur Sifa; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.35253

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian yaitu mengetahui dan menganalisis hubungan antara aspek-aspek task-approach skills dengan aspek-aspek career decision making siswa. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan 142 sampel dari 240 siswa, diambil menggunakan simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan uji hipotesis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis deskriptif kuantitatif menunjukan tingkat task-approach skills dan career decision making termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis stiatistik inferensial menunjukan ada hubungan positif dan signifikan antara task-approach skills aspek standar dan nilai kinerja dengan rational career decision making (r=0,145; p=<0,05). Ada hubungan negatif antara task-approach skills aspek proses persepsi dan kognitif dengan impulsive career decision making(r=-0,155; p=<0,05). Ada hubungan positif dan signifikan antara task approach skills aspek standar dan nilai kinerja dengan dependent career decision making (r=0,200; p=<0,01), proses persepsi dan kognitif dengan dependent career decision making (r=0,177; p=<0,05), set mental dengan dependent career decision making (r=0,215; p=<0,01), dan respon emosional dengan dependent career decision making (r=0,173; p=<0,05). Dapat disimpulkan hubungan paling erat ditunjukkan oleh task-approach skills aspek set mental dengan dependent career decision making. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan guru BK dapat memberikan pelayanan bidang karir secara sistematis dan berkesinambungan dimulai dari kelas X, lalu kelas XI, dan XII. Abstract The purpose of the research is to knowing and analyzing the relationship between aspects of task-approach skills with aspects of career decision making. This research used quantitative method with correlational approach. The samples were 142 out of 240 students taken by simple random sampling. The data analysis used descriptive quantitative analysis and hypothesis test with Person Product Moment correlation. The result of the descriptive analysis showed that the task-approach skills and the career decision making were included in the medium category. The result of the inferential statistical analysis showed that there was positive and significant correlation between the standard aspects of task-approach skills with performance value of career decision making (r=0,145; p=<0,05). There was negative correlation between the perception and cognitive process aspect of task-approach skills with impulsive career decision making (r=-0,155; p=<0,05). There was positive and significant correlation between standard aspect of task-approach skills with performance value of career decision making (r=0,200; p=<0,01), perception and cognitive process of dependent career decision making (r=0,177; p=<0,05), mental set with dependent career decision making (r=0,215; p=<0,01), emotional responses with dependent career decision making(r=0,173; p=<0,05). It can be concluded that the closest relation shown by mental set aspect of task-approach skills with dependent career decision making. Based on the result above, it is suggested to the BK teacher to provide a systematic and continuous career counseling services started from grade X, XI, and XII.
Hubungan antara Ketaatan Beragama dengan Karakter Jujur di SMA Islam YMI Wonopringgo Hasanah, Noor Umriyatul; Sutoyo, Anwar
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.35304

Abstract

Abstrak Jujur yaitu mengatakan apa adanya, apa yang diucapkan sesuai dengan perilakunya. Salah satu ciri-ciri seorang muslim yang taat terhadap agamanya yaitu dengan berperilaku jujur Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan ketaatan beragama seseorang dengan karakter jujur yang ada di SMA Islam YMI Wonopringgo. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMA Islam YMI Wonopringgo, dengan sampel sebanyak 115 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability sampling. Analisis deksriptif dan analisis korelasi product moment menujukkan hasil yang signifikansi (r= 0.597, p<0.01) Jadi dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara ketaatan beragama dengan karakter jujur Kata kunci: karakter; jujur; ketaatan beragama; Islam Abstrack Honest is to say what it is, what is said in accordance with behavior. One of the characteristics of a Muslim who is obedient to his religion is to behave honestly. The research aims to find out whether or not there is a relationship of religious observance of someone with an honest character in YMI Wonopringgo Islamic High School. This study uses quantitative correlational. Data collection uses a psychological scale. The population of this study was YMI Wonopringgo Islamic High School students, with a sample of 115 students. The sampling technique used is Probability sampling. Descriptive analysis and product moment correlation analysis show significant results (r = 0.597, p <0.01). So it can be stated that there is a positive and significant relationship between religious observance and honest character Keywords: honesty; character, Islamic observance

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue