cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 6 (2015)" : 10 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BENCANA GAS BERACUN PADA MASYARAKAT DI KAWASAN DIENG JAWA TENGAH Etikawati, Tri Wahyu
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui pengetahuan masyarakat tentang bencana gas beracun di Dieng Jawa Tengah (2). Mengetahui konsep model pembelajaran bencana gas beracun untuk kawasan Dieng Jawa Tengah. Dalam penelitian ini peneliti membuat model pembelajaran dan media pembelajaran berupa poster mitigasi bencana gas beracun yang digunakan sebagai pedoman masyarakat dalam menghadapi bencana. Penerapan model pembelajaran digunakan pada kelompok masyarakat ibu-ibu PKK, Perangkat Desa, dan Karangtaruna sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang mempunyai pengaruh besar pada masyarakat lain. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang diolah dengan rumus deskriptif persentase Rata-rata skor ibu-ibu PKK adalah 49, Perangkat Desa 56,8 dan Karangtaruna 46,33. Dapat disimpulkan bahwa perangkat desa memiliki skor tertinggi dan model ini efektif disampaikan pada kelompok Perangkat Desa. Purpose this research is (1) Know the community’s knowledge about toxic gas disaster in dieng crater, Central Java (2). Know the  learning model of toxic gas disaster in dieng crater, Central Java.Researcher in this research make learning model and learning media such as toxic gas mitigation of disaster’s poster used as direction for community against disaster. The learning model applied to PKK’s mothers, village apparatus,and  Karangtaruna as part of community that influential to the community. Descriptive quantitative method and inquiry collecting data technique processed with percent descriptive formula. average point from PKK’s mothers  49, village apparatus 56,8 and  Karang taruna 46,33. This research conclusion show the village apparatus have highest point and model can applied effectively to this group.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISWA LULUSAN SLTA BEKERJA DARIPADA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG TAHUN 2013/2014 Ikhsan, Nova Ikhsan
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa lulusan SLTA bekerja di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang sedangkan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi merupakan potensi yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Faktor-faktor penyebab siswa lulusan SLTA bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, faktor utama penyebab siswa lulusan SLTA yang memilih bekerja dikarenakan faktor Ekonomi dan Lingkungan. Faktor lain yaitu faktor Perguruan Tinggi, faktor Keluarga, faktor Pekerjaan sedangkan faktor Internal bukan merupakan penyebab siswa lulusan SLTA memilih bekerja karena kebanyakan dari mereka ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dengan penelitian ini diharapkan para Siswa Lulusan SLTA lebih termotiasi dan berusaha melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, agar kelak mendapatkan pekerjaan yang lebih layak serta negara kita memiliki kuaitas Sumber Daya Manusia yang lebih baik untuk kemajuan bangsa kedepannya. This research is motivated many students graduate high school working in the district of Semarang Banyumanik education while continuing to Higher Education is a better potential to get a better job. This study aims to examine the factors that cause students to work than high school graduates continue their education at university, the main factors causing high school graduates who choose to work due to Economic factors and the Environment. Another factor that is a factor of Higher Education, Family factors, Job factors Internal factors while not the cause of high school graduates choose to work as most of them want to go on to Higher Education. With this study it is expected that more high school students graduate termotiasi and trying to continue their education to university, so that later get a better job and country we have a Human Resources kuaitas better future for the nations progress. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPEDULIAN KOMUNITAS SEKOLAH DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI MA RIYADLOTUT THALABAH KABUPATEN REMBANG Soraya, Rina Naily
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengkaji tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam hal menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, 2) mengkaji tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam hal pengelolaan sampah, dan 3) mengkaji hubungan antara tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam hal menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan pengelolaan sampah di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepedulian komunitas sekolah dapat diketahui berdasarkan sikap warga sekolah dalam membersihkan lingkungan sekolah. Sikap warga sekolah yang belum sepenuhnya ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta peserta didik yang belum mengerti tentang sampah organik dan anorganik serta cara membuang sampah sesuai dengan tempat dan jenis sampahnya merupakan hal berhubungan dengan tingkat kepedulian. Pengelolaan sampah dilakukan dengan cara pembakaran sampah organik dan anorganik di area terbuka dan masih tercampur merupakan contoh dari pengelolaan sampah yang masih sederhana. Berdasarkan hasil analisis tabel silang, dapat diketahui bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, maka pengelolaan sampahnya semakin baik, sedangkan semakin rendah tingkat kepedulian komunitas sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, maka pengelolaan sampahnya juga buruk. This research aimed to examine (1) the level of concern school community in terms of keeping clean at the school, (2) the level of concern school community in terms of the waste management, (3) the relate to between a level of concern the school community in terms of maintain healthy environment school with waste management at the school. The method used poll, observation, and documentation. The level concern of school community can be known by attitude of the school community to cleaning a school environment. The attitude of school community who has not fully participate to kept of cleaning school environment and especially the student don’t understand about organic and inorganic waste and dispose of waste according to the place and kind of waste was associated with a level concern. The waste management was burned organic and inorganic in a open area and still mixed of waste, which of simple waste management. Based on the result analysis of the cross table, can be known that the high level of concern that more of school community was kept to a cleaning of school environment, then the waste management are getting better. Meanwhile, the low level of concern school community was kept to a cleaning of school environment, then the waste management are bad.
PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANGAN IKLIM (SLI) DALAM MEMBERIKAN PEMAHAMAN MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA PETANI DI KELURAHAN BANYURIP AGENG KECAMATAN PEKALONGAN SELATAN Azizah, Nur
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program SLI, mengkaji pemahaman mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mengetahui kemampuan petani dalam melaksanakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terhadap dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan melibatkan 25 orang petani peserta SLI. Teknik pengumpulan data wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase dan tabulasi silang (cross tab). Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pelaksanaan SLI maka pemahaman petani akan mitigasi dan adaptasi perubahan iklimnya sangat baik. Analisis deskriptif persentase menunjukan bahwa pemahaman petani mencapai 86% dengan kategori sangat baik. Tabulasi Silang dan menunjukan bahwa keduanya memperoleh kategori baik dan sangat baik. Dengan rincian kriteria 6 peserta SLI yang termasuk dalam kategori sangat baik, 1 peserta masuk dalam kategori baik pada variabel2 dengan persentase 12.5% dan peserta SLI yang lainnya yaitu 5 peserta termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase 24%. Jadi dapat disimpulkan bahwa persentase pemahaman dari tiap variabel sudah baik. Sehingga diharapkan petani dapat mengaplikasikan pengetahuan SLI melalui rencana tindak lanjut agar mampu mengatasi dampak perubahan iklim. This research aims to know SLI program preparations, to investigate the SLI implementation for farmers in order to give mitigation comprehension and climate change adaptation, to know farmers ability to implement mitigation and adaptation about occured impacts. This research is population research in the manner of involving 25 farmers as SLI participants. The techniques of data collection are interview, questionnaires and documentation. Data analysis that used are descriptive percentage and cross tab. The result of this research show by means of SLI implementation so farmers comprehension about mitigation and climate change adaptation is well. Descriptive percentage analysis show farmers comprehension achieve 86% by excellent category. Cross tab show both of that are acquire well and excellent category. With details of criteria 6 SLI participants are belonging to excellent category, 1 participant is belonging to well category at variable with percentage 12,5% and 5 participants are belonging to well category with 24%. So, can be included that comprehension percentage from each variable is already well. In such a way that farmers are expected can applying SLI comprehension by means of follow-up plans so that can eclipsing climate change impacts.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 JEKULO KUDUS Saputro, Rudy
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi program adiwiyata, perilaku warga sekolah dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah dan pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup di SMA Negeri 1 Jekulo. Hasil penelitian ini adalah implementasi program adiwiyata dari 4 program yang diterapkan telah dilaksanakan sesuai dengan standar sekolah Adiwiyata menurut kriteria Kementrian Lingkungan Hidup. Namun terdapat hambatan-hambatan mengenai alokasi dana/anggaran yang belum sepenuhnya terealisasikan dan keterbatasan sumber daya manusia. Sebesar 54,62% perilaku warga sekolah dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah memiliki kriteria baik dan pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup sangat tinggi yaitu 99,07%. Diharapkan program Adiwiyata perlu diterapkan di sekolah-sekolah untuk membentuk pengetahuan dan perilaku peduli terhadap lingkungan bagi warga sekolah. The purpose of this research for valuation about the implementation of Adiwiyata program, the behaviour of people in the school in many activities of school environment management and the knowledge of students about living environment in SMA N 1 Jekulo. The result of this research is the implementation of Adiwiyata program from 4 programs that have been applied based on Asiwiyata school standard of the Living Environment Goverment. However, there are some constraints for the allocation of funds/budgets that have not been fully realized and the united of human resources. The behaviour people in the school that include good criteria in school environment management activities reach 54,62% and the knowledge of students about living environment that have high achivement reach 99,07%. Adiwiyata program is expected to be applied in the schools to build the knowledge and the our behaviour that care about the environment for school comunity.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PROGRAM GREEN SCHOOL DI SMP NEGERI 1 KUDUS Hafidhoh, Nur
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pelaksanaan program Green School, hambatan-hambatan yang terjadi, serta strategi dalam mensukseskan programGreen School di SMP Negeri 1 Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kelingkungan. Subyek penelitiannya adalah sebagian  warga sekolah berupa civitas akademika. Tehnik pengumpulan data penelitian yang telah digunakan adalah tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan program Green School di SMP Negeri 1 Kudus sudah berjalan cukup baik, dengan menggunakan empat indikator yang sama dengan aspek Adiwiyata yaitu kebijakan, kurikulum, partisipasi aktif warga sekolah, serta sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program. Akan tetapi, berdasarkan hasil wawancara dan observasi, menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan program belum sepenuhnya maksimal, karena beberapa hambatan; (1) kurangnya media tanam yang cocok digunakan, (2) sebagian siswa bersikap inkonsisten dalam melestarikan lingkungan, (3) sumber daya manusia di bidang lingkungan terbatas. Strategi yang diterapkan ialah: (1) pihak sekolah meningkatkan kembali kinerja guru dan pembina program, (2) meningkatkan kerjasama dengan instansi lingkungan hidup, (3) mensosialisasikan peraturan tentang pelestarian lingkungan pada warga sekolah. This Research aims to determine the application of the implementation Green School program, know the obstacles happened, and make strategies  to  go green  Junior High School  1 Kudus.This Research utilize a qualitative descriptive approach to the analysis environmental. Subjects of this research are civitas academic person. Data collection techniques  of this research use the observation techniques, interview and documentation. Based on the research result that the implementation of the Green School has been going well, using four indicator the same with of the aspects Adiwiyata which is curriculum, active participation of this school, and  infrastructure support this implementation of programs. Based on interviews and observations, suggest that the implementation of the program has not  maximized , because there are  some obstacles;(1) the reduce of a suitable planting medium used, (2) majority of students are inconsistent to preserve  environment, (3)human resources in the field of the environment is limited. The strategy adopted are: (1) party schooled to increase performance back learn and program supervisors,(2)increase collaborations with environment institution, (3)re- socialize about regulations related to environmental protection to citizens of this school.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS IPS SMP KELAS VII SEMESTER II BERBASIS KURIKULUM 2013 Kusumaningjati, Sinta
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan buku teks IPS SMP kelas VII semester II merupakan pengembangan buku teks yang berbasis kurikulum 2013. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan melalui metode R and. Metode pengumpulan data untuk penelitian yaitu:dokumentasi buku teks berbasis kurikulum 2013 dan angket validator dan responden. Variabel penelitian ini adalah tingkat kelayakan buku teks.Pengembangan buku teks berbasis kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific dan berisi materi IPS terpadu.Materi IPS terpadu pada substansi kurikulum 2013 merupakan integrasi dari empat konsep IPS. Konsep IPS tersebut antara lain: konsep geografi, konsep sejarah, konsep ekonomi dan konsep sosiologi. Pada uji kelayakan tahap 1 tim ahli, buku teks dinyatakan layak untuk digunkan sebagai pembelajaran kurikulum 2013. Pada uji kelayakan tahap 2 tim ahli, buku teks dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai pembelajaran kurikulum 2013. Respon siswa menyatakan buku teks sangat layak sebagai bahan ajar kurikulum 2013.Hal tersebut berarti pengembangan buku teks telah layak digunakan sebagai model buku teks pada pembelajaran kurikulum 2013.Buku teks berbasis kurikulum 2013 merupakan bahan ajar yang memuat bahasan materi yang dapat meningkatkan rasa keimanan, meningkatkan kretivitas, menambah ilmu pengetahuan dan menambah wawasan siswa. Development of Social Science textbooks second semester junior class VII is the development of curriculum-based textbooks 2013 feasibility study aims to determine the level of product produced by the method of R and. Methods of data collection for the study, namely: documentation textbook-based curriculum in 2013 and the validator and the questionnaire respondents. The variables of this study is the feasibility of a textbook. Development of curriculum-based textbooks in 2013 using a scientific approach and integrated contain material IPS. The material on the substance of the curriculum integrated IPS 2013 is an integration of four IPS concept. IPS concepts include: the concept of geography, the history of the concept, the concept of economic and sociological concepts. At the feasibility stage 1 team of experts, textbooks declared eligible to be used as a learning curriculum 2013. feasibility stage 2 team of experts, textbooks otherwise very feasible to be used as a learning curriculum Response 2013 students expressed very decent textbook as curriculum resources 2013.Hal means textbook development has been used as a model worthy of textbooks on learning curriculum curriculum-based text book 2013 2013 a discussion of teaching materials that contain material that can increase the sense of faith, increase kretivitas, increase knowledge and broaden students.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN MEDIA KARTU (FLASHCARD) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS X SOSIAL SMA N 1 KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013/2014 Ifadah, Nurul
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran Geografi dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw dengan media Flashcard. Jenis penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Design dengan subjek penelitian diambil menggunakan teknik Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Sosial SMA Negeri 1 Kedungwuni yang terdiri dari 4 kelas. Teknik pengumpulan data untuk penelitian yaitu teknik observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran jigsaw dengan media flashcard lebih baik dibanding dengan metode ceramah yaitu rata-rata hasil post test pada kelas eksperimen 77,44 dengan standart deviasi 5,98 dan rata-rata hasil post test pada kelas kontrol 71,84 dengan standart deviasi 11,97 Tanggapan siswa setelah pembelajaran Geografi menggunakan metode pembelajaran jigsaw dengan media flashcard berada pada kategori sangat baik dengan dengan rata-rata persentase sebesar 82,00 %. Berdasarkan penilaian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan pertama rata-rata persentase sebesar 74,00% pada pertemuan kedua sebesar 79,00 % dan pada pertemuan ketiga sebesar 82,00% yang berarti siswa sangat aktif sela This research aims to see how implementation of learning geography by appling jigsaw learning method with flashcard media. This is type of true experimental design with the subject of study taken by  using random sampling technique. Population in this research is all students of social 1st grade class in SMA N 1 Kedungwuni that consist of 4 class. The technique of collecting data that used in this research are techniques of observation, documentation, tests, and question form. The results of research show learning outcomes using method jigsaw with the flashcard media better than the conventional method, i.e. the average results of post test on experimental class 77,44 with standard deviation 5.98 and average results post test on the control class 71,84 with standard deviation 11,97. The responses of students after learning geography using jigsaw learning methods with the flashcard media on the category very well with the average percentage of 82,00%. Based on the result  of student learning activities has increased during the first meeting, in the first meeting the percentage of average 74,00 % in second meeting of 79,00 % and in third meeting of 82,00 % that means students are very active during learning geography.ma pembelajaran Geografi.  
EFEKTIVITAS FORUM MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) GEOGRAFI TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG Faizal, Muhammad
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tingkat efektivitasMGMP Geografi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru mata pelajaran Geografi SMA Negeri Kota Semarang dan kendala-kendala yang menghambat MGMP Geografi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru mata pelajaran Geografi SMA Negeri di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif.Hasil penelitian kompetensi profesional guru Geografi SMA Negeri Kota Semarang yang tergabung dalam MGMP Geografi SMA Kota Semarang yakni rata-rata persentase sebesar 79,46 % dan rata-rata skor sebesar 3 dengan hasil kriteria profesional.Kendala-kendala yang menghambat MGMP Geografi SMA Kota Semarang dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Geografi SMA Negeri di Kota Semarang, yakni : kurangnya motivasi guru untuk meningkatkan kompetensi profesional, masalah waktu dan kesibukan rutinitas mengajar, keterbatasan media pembelajaran, dan perubahan kurikulum pendidikan. The purpose of this researchareto find out the effectiveness ofMGMPGeography in increasing professional competence of Geography teachers inState Senior High School of Semarang and the difficulties that prevent MGMPGeography in increasing professional competence of Geography teachers in State Senior High School of Semarang. The method that used in this research is a quantitative approach with a descriptive analysis. The results of this study of professional competence of Geography teachers in State Senior High School of Semarang who are member ofMGMP Geography of State Senior High School of Semarangare the average percentage is 79,46% and the average score is 3 with the result is professional criteria. The difficulties that prevent MGMP Geography in increasing professional competence of Geography teachers in State Senior High School of Semarangarethe lack of motivation of the Geography teachers to increase their professional competence, the matter of time and busy with teaching, the lack of teaching media, and the changing of curriculum.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KALI BERSIH DI BANTARAN KALIREYENG KELURAHAN KEBONDALEM KECAMATAN KOTA KENDAL TAHUN 2014 Widyasti, Ragil
Edu Geography Vol 3 No 6 (2015)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan masyarakat, mengetahui partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih di Kalireyeng. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis korelasi. Hasil penelitian : (1) Tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Kebondalem tergolong sedang yaitu 61,67% (2) Partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih tergolong tinggi atau sebesar 80,1%. (3) Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus korelasi product moment, diperoleh hasil r hitung sebesar 0,608 sedangkan pada r tabel dengan N = 60 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,254. Karena nilai r hitung > r tabel (0,608 > 0,244) maka Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah “ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan prokasih”. This study are determine to the level of public education, knowing PROKASIH community participation in activities and to determine the relationship between level of education and community participation activities in Kalireyeng PROKASIH. Data collection methods are used the method of observation, questionnaires and documentation. Analysis using descriptive analysis and correlation analysis percentage. Results of the study : ( 1 ) The level of public education Kebondalem village is 61.67 % classified as moderate ( 2 ) Public participation in PROKASIH activity is high or by 80.1 % ( 3 ) Based on calculations by formula product moment correlation, r the results obtained count of 0.608, while the r table with N = 60 at the 5% significance level of 0.254. Because the value of count r > r table ( 0.608 > 0.244 ), the Ha accepted. Conclusions from this research is " no significant relationship between level of education and community participation in activities PROKASIH "  

Page 1 of 1 | Total Record : 10