Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tipe Kesalahan Berbahasa Dalam Skripsi Mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari; Haryati, Ni Made
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 5 (2017): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.618 KB) | DOI: 10.31091/sw.v5i0.185

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencatat dan mengklasifikasikan kesalahan berbahasa dalam skripsi mahasiswa ISI Denpasar berdasarkan tipe kesalahan berbahasa. Kemudian, data tersebut dianalisis untuk diketahui penyebab-penyebabnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh melalui metode simple random sample dengan teknik pengambilan data yaitu dokumentasi dan teknik catat. Hasil penelitian ini mencakup dua hal.  Pertama, kesalahan berbahasa yang ada dalam skripsi mahasiswa ISI Denpasar dikelompokkan menjadi empat tipe yaitu 1) kesalahan ejaan, 2) kesalahan morfologi, 3) kesalahan sintaksis, dan 4) kesalahan paragraf. Kedua, penyebab kesalaahan berbahasa dari masing-masing tipe (ejaan, morfologi, kalimat, dan paragraf) tersebut adalah ketidakcermatan, interfensi, dan ketidakpahaman pemakai bahasa mengenai kaidah berbahasa.The purpose of this research is to record and classify the mistake of language in student's thesis ISI Denpasar based on error type of language. Then, the data is analyzed for known causes. This research is a qualitative descriptive research. Source of data obtained through simple random sample method with data retrieval technique that is documentation and technique note. The results of this study include two things. First, the existing language errors in the ISI Denpasar student's thesis are grouped into four types: 1) spelling mistakes, 2) morphological errors, 3) syntactic errors, and 4) paragraph errors. Second, the causes of language abnormalities of each type (spelling, morphology, sentences, and paragraphs) are the language's inadequacy, interference, and misunderstanding of the language rules.
Tari Kreasi Genitri: Sebuah Tarian Bernuansa Pendidikan Gunadi Putra, I Gede; Haryati, Ni Made
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 7 No 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.21 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.677

Abstract

Tari kreasi Genitri merupakan sebuah tari kreasi baru yang mempresentasikan makna filosofi dari genitri (salah satu atribut yang dibawa oleh Dewi Saraswati), sebagai lambang konsentrasi, fokus dan juga sifat ilmu pengetahuan yang tetap berkesinambungan (tidak terputus) serta dinamis (berkembang). Tema dari tarian ini adalah kependidikan. Tarian ini disajikan dengan diiringi instrumen gamelan Gong Kebyar dan dibawakan oleh 5 orang penari wanita sebagai representasi dari panca indera manusia yang harus dikendalikan agar dapat mencapai fokus itu sendiri. Keberadaan tarian ini masih tergolong baru dan diciptakan melalui proses eksplorasi, improvisasi hingga pembentukan baru dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan bertujuan untuk mengetahui elemen estetis dan makna tari kreasi Genitri
Tari Rejang Renteng Sebagai Motivasi Belajar Tari Wali Bagi Wanita Di Kota Denpasar Haryati, Ni Made
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 7 No 2 (2019): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.466 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i2.726

Abstract

Tari Rejang Renteng ini merupakan salah satu tari Rejang yang berhasil direkontruksi kembali oleh salah seorang penata tari yang bernama Ida Ayu Made Diastini. Tari Rejang Renteng merupakan tarian Rejang yang berasal dari daerah Nusa Penida dan dilestarikan kembali oleh Dinas Kebudayaaan Provinsi Bali pada tahun 1999. Tari Rejang Renteng dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana tarian ini ditarikan oleh para wanita sebagai wujud rasa bakti dan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saat ini tarian ini telah berkembang baik di daerah perkotaan hingga pedesaan, salah satu daerah yang melestarikan serta mengembangkan tarian Rejang Renteng yaitu Kota Denpasar. Berdasarkan uraian di atas, mengenai beberapa fenomena yang terjadi dewasa ini dari dampak yang diperoleh dari hasil pelestarian dan sosialisasi tari Rejang Renteng, menarik minat penulis untuk meneliti lebih mendalam mengenai tari rejang Renteng sebagai motivasi belajar tari wali bagi wanita di Kota Denpasar. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian secara mendalam mengenai Tari Rejang Renteng Sebagai Motivasi Belajar Tari Wali Bagi Wanita Di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi ke masing-masing kecamatan di Kota Denpasar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bentuk untuk mengetahui bentuk tari Rejang Renteng dan teori kebutuhan untuk mengetahui faktor yang memotivasi wanita di Kota Denpasar untuk mempelajari tari Rejang Renteng. Dari penelitian ini diperoleh hasil mengenai bentuk serta struktur tari Rejang Renteng serta mengenai faktor yang memotivasi yaitu untuk kebutuhan untuk ngayah dan melestarikan tari Rejang Renteng.
Tipe Kesalahan Berbahasa Dalam Skripsi Mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar A.A. Trisna Ardanari Adipurwa; Ni Made Haryati
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 (2017): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.618 KB) | DOI: 10.31091/sw.v5i0.185

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencatat dan mengklasifikasikan kesalahan berbahasa dalam skripsi mahasiswa ISI Denpasar berdasarkan tipe kesalahan berbahasa. Kemudian, data tersebut dianalisis untuk diketahui penyebab-penyebabnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh melalui metode simple random sample dengan teknik pengambilan data yaitu dokumentasi dan teknik catat. Hasil penelitian ini mencakup dua hal.  Pertama, kesalahan berbahasa yang ada dalam skripsi mahasiswa ISI Denpasar dikelompokkan menjadi empat tipe yaitu 1) kesalahan ejaan, 2) kesalahan morfologi, 3) kesalahan sintaksis, dan 4) kesalahan paragraf. Kedua, penyebab kesalaahan berbahasa dari masing-masing tipe (ejaan, morfologi, kalimat, dan paragraf) tersebut adalah ketidakcermatan, interfensi, dan ketidakpahaman pemakai bahasa mengenai kaidah berbahasa.The purpose of this research is to record and classify the mistake of language in student's thesis ISI Denpasar based on error type of language. Then, the data is analyzed for known causes. This research is a qualitative descriptive research. Source of data obtained through simple random sample method with data retrieval technique that is documentation and technique note. The results of this study include two things. First, the existing language errors in the ISI Denpasar student's thesis are grouped into four types: 1) spelling mistakes, 2) morphological errors, 3) syntactic errors, and 4) paragraph errors. Second, the causes of language abnormalities of each type (spelling, morphology, sentences, and paragraphs) are the language's inadequacy, interference, and misunderstanding of the language rules.
Tari Kreasi Genitri: Sebuah Tarian Bernuansa Pendidikan I Gede Gunadi Putra; Ni Made Haryati
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.21 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.677

Abstract

Tari kreasi Genitri merupakan sebuah tari kreasi baru yang mempresentasikan makna filosofi dari genitri (salah satu atribut yang dibawa oleh Dewi Saraswati), sebagai lambang konsentrasi, fokus dan juga sifat ilmu pengetahuan yang tetap berkesinambungan (tidak terputus) serta dinamis (berkembang). Tema dari tarian ini adalah kependidikan. Tarian ini disajikan dengan diiringi instrumen gamelan Gong Kebyar dan dibawakan oleh 5 orang penari wanita sebagai representasi dari panca indera manusia yang harus dikendalikan agar dapat mencapai fokus itu sendiri. Keberadaan tarian ini masih tergolong baru dan diciptakan melalui proses eksplorasi, improvisasi hingga pembentukan baru dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan bertujuan untuk mengetahui elemen estetis dan makna tari kreasi Genitri
Tari Rejang Renteng Sebagai Motivasi Belajar Tari Wali Bagi Wanita Di Kota Denpasar Ni Made Haryati
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2019): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.466 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i2.726

Abstract

Tari Rejang Renteng ini merupakan salah satu tari Rejang yang berhasil direkontruksi kembali oleh salah seorang penata tari yang bernama Ida Ayu Made Diastini. Tari Rejang Renteng merupakan tarian Rejang yang berasal dari daerah Nusa Penida dan dilestarikan kembali oleh Dinas Kebudayaaan Provinsi Bali pada tahun 1999. Tari Rejang Renteng dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana tarian ini ditarikan oleh para wanita sebagai wujud rasa bakti dan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saat ini tarian ini telah berkembang baik di daerah perkotaan hingga pedesaan, salah satu daerah yang melestarikan serta mengembangkan tarian Rejang Renteng yaitu Kota Denpasar. Berdasarkan uraian di atas, mengenai beberapa fenomena yang terjadi dewasa ini dari dampak yang diperoleh dari hasil pelestarian dan sosialisasi tari Rejang Renteng, menarik minat penulis untuk meneliti lebih mendalam mengenai tari rejang Renteng sebagai motivasi belajar tari wali bagi wanita di Kota Denpasar. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian secara mendalam mengenai Tari Rejang Renteng Sebagai Motivasi Belajar Tari Wali Bagi Wanita Di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi ke masing-masing kecamatan di Kota Denpasar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bentuk untuk mengetahui bentuk tari Rejang Renteng dan teori kebutuhan untuk mengetahui faktor yang memotivasi wanita di Kota Denpasar untuk mempelajari tari Rejang Renteng. Dari penelitian ini diperoleh hasil mengenai bentuk serta struktur tari Rejang Renteng serta mengenai faktor yang memotivasi yaitu untuk kebutuhan untuk ngayah dan melestarikan tari Rejang Renteng.
Pembelajaran Mesatua Bali I Lutung Dadi Pecalang Di Desa Pejeng Kawan Pada Masa COVID-19 Ni Made Haryati; Gusti Ayu Ary Purnami
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2020): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1624.195 KB) | DOI: 10.31091/sw.v8i2.1189

Abstract

Mesatua Bali perlu ditanamkan pada anak dini sejak awal mengingat nilai moral yang terkandung dalam satua Bali sangat baik dalam pembentukan karakter anak serta dapat menanamkan rasa penghargaan anak terhadap budaya dan kebiasaan setempat mengingat keberadaan satua Bali agar tidak punah. Mesatua yang artinya medongeng atau bercerita, hingga saat ini mesatua telah diupayakan masuk dalam materi lomba, seperti Pesta Kesenian Bali, Bulan Bahasa Bali, lomba tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten, oleh karena itu mesatua penting ditanamkan sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya sastra Bali. salah satu cerita atau satua yang digunakan yaitu I Lutung Dadi Pecalang yang menceritakan tokoh lutung atau kera yang berperan sebagai pecalang atau disebut juga sebagai satpam. Penerapan pembelajaran ini dilakukan di Desa Pejeng Kawan pada pelaksanaan KKN ISI Denpasar pada masa COVID-19.
Penggalian Seni Tradisi Tari Telek di Banjar Kangin Desa Adat Panjer Denpasar Selatan Ni Made Liza Anggara Dewi; Ni Made Haryati
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2021): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.522 KB) | DOI: 10.31091/sw.v9i2.1739

Abstract

Tari Telek di Banjar Kangin Desa Adat Panjer memiliki kekhasan dari segi sejarah awal mula terciptanya tari Telek tersebut, bentuk, dan fungsinya memiliki kekhasan tersendiri. Perlu untuk dilakukan penelitian secara mendalam dengan tujuan penggalian seni tradisi langka yang ada di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosio Historis dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui sumber langsung berupa wawancara terstruktur, dan secara tidak langsung melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun hasil yang didapatkan yaitu tari Telek yang merupakan bagian dari pementasan sesolahan Sesuhunan atau manifestasi Tuhan Yang Maha Esa tersebut masih dilestarikan hingga sekarang. Tari Telek yang ada di Banjar Kangin Desa Adat Panjer merupakan bagian dari pertunjukan Tari Barong, Rangda, Rarung, dan Topeng Sidakarya yang berfungsi sebagai sarana pengungkapan kepercayaan atau keyakinan dari masyarakat penyangganya yaitu khususnya masyarakat Banjar Kangin terhadap keberadaan manifestasi Tuhan yang berstana sebagai Sesuhunan berupa Barong, Rangda, Rarung, dan Topeng Sidakarya yang menjaga dan melindungi masyarakat Desa Adat Panjer Denpasar Selatan.
PEMBINAAN SENI TARI, TABUH, DAN MUSIK DI DESA BUWIT, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN Ni Made Dian Widiastuti; Ni Wayan Iriani; A.A. Trisna Ardanari Adipurwa; Ni Made Haryati; I Gede Gunadi Putra; Ni Putu Sandra Devindriati Kusuma; Ni Putu Hartini
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.82 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk mengajak generasi muda melestarikan seni tradisi di kalangan generasi muda, sekaligus sebagai terapi dalam menghindari pengaruh gawai digital yang menghambat kemampuan berkomunikasi generasi dini. Kegiatan dilakukan dalam jangka waktu enam minggu, dengan pertemuan tatap muka langsung. Teknik pengajaran dilakukan dengan pemberian contoh gerak dari pengajar yang kemudian ditirukan oleh peserta. Hasilnya generasi muda di Desa Buwit, menguasai tari Pendet, tari Rejang Dewa, tari Wirayuda, dan gamelan pengiring tari Pendet. Kemudian untuk anak-anak usia dini, telah berani untuk berkomunikasi dan mengungkapkan emosinya melalui kegiatan musik dan bernyanyi bersama. Kegiatan ini memberi semangat positif bagi masyarakat di Desa Buwit. Bagi orang tua, mereka sangat senang anak-anak mereka dapat melakukan kegiatan positif dan jauh dari gawai. Lalu yang terpenting adalah seni tradisi Bali dapat terus berlanjut.
PEMBELAJARAN TARI REJANG DEDARI DAN BUDAYA LITERASI DI BANJAR KAJENG, DESA PEMOGAN, DENPASAR SELATAN I Gede Gunadi Putra; Ni Made Haryati; Ni Made Liza Anggara Dewi; A. A. Trisna Ardanari Adipurwa
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi keinginan mitra yaitu Banjar Kajeng dalam pendidikan tari bagi anak-anak untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan upacara. Selain itu, program ini bertujuan sebagai pendidikan seni dan budaya yang menguatkan karakter budaya lokal dan khasanah budaya nasional. Kemudian ada pula kegiatan pengenalan budaya literasi untuk mengantisipasi kecanduan gawai digital bagi anak-anak di Banjar Kajeng. Melalui kegiatan pengenalan budaya literasi ini, anak-anak diajak menikmati membaca buku dan menulis, sehingga kemampuan kognitifnya makin berkembang. Metode yang digunakan yaitu tatap muka dengan empat tahapan yaitu persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilah hasil. Seluruh kegiatan dilaksanakan dalam empat minggu, dengan pelaksanaan dua program sekaligus yang terbagi menjadi dua sesi. Hasilnya para peserta didik mengetahui dan mampu menirukan gerak tari rejang dedari, hingga pada tahap evaluasi akhirnya mampu secara kompak menarikan rangkaian gerak tari rejang dewa yang senada dengan musik pengiringnya. Dampak dari kegiatan pengabdian ini yaitu keberlanjutan dalam pewarisan pengetahuan lokal dan pengembangan kemampuan kognitif bagi generasi muda.