Sukrawati, Ni Made
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSISTENSI DAN PERANAN PANDITA BALI AGA DALAM PENDIDIKAN KEAGAMAAN UMAT HINDU DI KOTA DENPASAR Sukrawati, Ni Made
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 19 No 1 (2019): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.918 KB) | DOI: 10.32795/ds.v10i1.338

Abstract

Keberadaan Pandita Bali Aga dengan sebutan “Dusun” di Kota Denpasar adalah fenomena yang menarik karena hanya ada empat pasang dari banyak keturunan Sulinggih Bali dari Majapahit. Sulinggih ini melaksanakan kewajiban membayar sebanyak sulinggih-sulinggih lainnya, meskipun sistem patron-klien (Siwa-sisya) masih berlaku. Pandita Bali Aga juga membangun keberadaan dan perannya dalam pendidikan agama umat Hindu di Kota Denpasar. Keberadaan mereka dalam pendidikan agama dibangun melalui fungsinya sebagai satyawadi, aapta, patirthan, dan penadahan upadesa. Perannya dalam pendidikan agama juga termasuk mendorong kesejahteraan jasmani dan rohani, menyelesaikan upacara yajna, melaksanakan yajna berdasarkan literatur, membimbing pinandita, mengikuti paruman sulinggih, dan memberikan bimbingan agama. Arti keberadaan dan peran Pandita Bali Aga dalam pendidikan agama Hindu adalah Sang Patirtaning Jagat, loka pala sraya, dan Sang Adi Guru Loka. Keberadaan dan peran Pandita Bali Aga dalam pendidikan agama Hindu memadukan pengetahuan, keteladanan, dan layanan keagamaan yang sejalan dengan teori fungsionalisme struktural dan pendidikan konstruktivis sehingga keberadaannya harus disamakan dengan sulinggih-sulinggih lainnya.
NILAI KARAKTER DAN TUJUAN PENDIDIKAN HINDU Sukrawati, Ni Made
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 20 No 1 (2020): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.919 KB) | DOI: 10.32795/ds.v20i1.641

Abstract

Artikel ini bermaksud membahas nilai-nilai karakter dan hubungannya dengan tujuan pendidikan agama Hindu. Selama ini pendidikan di jalur formal selalu dituntut untuk bisa mentranformasi nilai pendidikan karakter terhadap para siswa. Mengingat selama ini banyak prilaku amoral baik itu kekejaman, pencurian, pemerkosaan, perkelahian antarpelajar, dan kekerasan lain. Kenyataan ini merupakan sebuah bentuk disparitas antara teori dan praktek dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ini menunjukkan masih ada persoalan etis dan karakter dalam dunia pendidikan kita. Tulisan ini membahas tentang nilai karakter dalam Hindu dan tujuan pendidikan Hindu.
MENDIDIK KESADARAN INDIVIDU BERDASARKAN WARIGA BELOG Sukrawati, Ni Made; Kristini Putri, Ni Kadek Ayu
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 21 No 2 (2021): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v21i2.2134

Abstract

Wariga belog sebagai sebuah hasil karya sastra dari Ida Pedanda Nyoman Temuku memberikan suatu pandangan tentang mendidik kesadaran individu terkait dengan bagaimana masing-masing individu membangun relasi yang harmonis dengan alam. Hal ini sebagai wujud sublimasi dari keterkaitan antara manusia dengan alam yang selalu memiliki hubungan kausalitas. Oleh karena itu, prinsip penataan perilaku individu selalu ditekankan pada penerapan dan pengalaman masing-masing individu sebagai bentuk kesadaran individu akan kehidupannya selalu tidak terlepas dari konsekuensi yang diberikan oleh alam. Secara sederhana, wariga belog didasarkan pada perhitungan-perhitungan urip atau neptu baik dari individu sendiri maupun dengan urip atau neptu dari alam, yang dipandang penting adalah bagaimana urip atau neptu alam turut memiliki kesinambungan dengan urip atau neptu individu sehingga dapat dipastikan bahwa, dalam suatu hari tertentu individu tersebut memiliki hak atau tidak memiliki hak dalam membuat langkah yang ditentukan serta mendapatkan hak dari alam. Dengan ini manusia membangun relasi dengan alam dalam hal memanajemen kesadaran dan juga perilakunya dalam kehidupan.