Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Pengendalian Gulma Berdaun Sempit Dengan Menggunakan Herbisida Gus-Bensol (Garam, Urea, Sabun Colek, Bensin, Solar) Manurung, Saroha; Juanda, Aulia; Wandani, Suci
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.832 KB) | DOI: 10.30743/best.v2i1.1789

Abstract

Herbisida Gus-Bensol merupakan pemberian nama dari suatu pencampuran lima bahan kimia yaitu garam, urea, sabun colek, bensin dan solar. Berdasarkan hasil uji awal yang dilakukan, herbisida Gus-Bensol memiliki potensi untuk dijadikan sebagai herbisida alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida Gus-Bensol terhadap pengendalian gulma berdaun sempit dan tingkat kematian gulma di perkebunan kelapa sawit.Penelitian ini dilakukan pada areal praktek perkebunan kelapa sawit Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) kampus Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5% . Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan dalam herbisida Gus-Bensol dapat membunuh gulma berdaun sempit. tingkat keracunan gulma paling tinggi terdapat pada 7 Hari Setelah Aplikasi (HSA) pada perlakuan G1P3 : Imperata cylindrica + 75 ml / liter Gus-Bensol yaitu 70,88 % pada hari ke 7, G2P3 Setaria palmifolia + 75 ml / liter Gus-Bensol yaitu 70,65 % pada hari ke 7dan yang terkecil pada G1P0 Imperata cylindrica dan G2P0 Setariolia palmfolia yaitu 0,71 % (kontrol). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi herbisida Gus-Bensol mempengaruhi besarnya tingkat kematian gulma berdaun sempit di perkebunan kelapa sawit. Daya racun yang ditimbulkan oleh herbisida Gus-Bensol bersifat kontak karena terlihat dari bercak-bercak dan terbakarnya bagian gulma yang terkena herbisida Gus-Bensol.
Effektivitas Kombinasi Cendawan Beauveria bassiana Dan Nomuraea rileyi Terhadap Tingkat Mortalitas Hama Ulat Api Jenis Setothosea asigna Manurung, Saroha; Arfianti Saragih, Dina; Sirait, Andan Kurniawan
Agrium Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2856

Abstract

Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Main Nursery Manurung, Saroha; DJS, Aulia Juanda; Marpaung, Rudyanto
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.2850

Abstract

Minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) sebagai sumber minyak nabati penting selain kelapa, kacang-kacangan, jagung, dll. Salah satu teknik teknis budidaya yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan benih dengan pemberian pupuk makro dan pemberian pupuk kandang sebagai pengganti pupuk konvensional. Pemberian pupuk konvensional pada kelapa sawit merupakan tanaman yang sulit dan berbahaya untuk rusak atau mati jika penerapannya tidak hati-hati. Tindakan pendistribusian pupuk kandang yang masih tersedia dalam jumlah banyak diharapkan dapat mengatasi perusahaan kelapa sawit, serta meminimalisir pengeluaran pupuk dan mengurangi penggunaan pupuk konvensional. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pengaruh pemberian dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di lapangan percobaan Kampus STIPAP Medan Sumatera Utara. Waktu penelitian dimulai dari bulan April sampai dengan Juli 2018. Penelitian ini menggunakan RBP program non faktorial (Program Acak Kelompok) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan dengan hasil berjumlah 30 biji. Sistem perlakuannya adalah K0: kontrol (pupuk NPK 16:16:16), K1: pupuk kandang (dosis 0,6 kg / polibag), K2: pupuk kandang (dosis 1,5 kg / polibag), K3: pupuk kandang (dosis 2 , 4 kg / polibag), K4: pupuk kandang (dosis 3,3 kg / polibag). Hasil penelitian pengaruh pemberian dosis pupuk kandang dengan pengendalian pupuk NPK berpengaruh terhadap parameter tinggi dan tidak signifikan untuk parameter daun, batang, bobot basah dan bobot kering tanaman. Perlakuan K1 (0,6 kg / polibag) sebagai dosis pupuk kandang yang paling berperan dalam semua parameter pengamatan
Evaluasi Perkembangan Vegetatif Pada Tanaman Kelapa Sawit Dengan Dua Pola Tanam Djaingsastro, Aulia Juanda; Manurung, Saroha; Simbolon, Ayanda Oloan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i1.3942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil produktivitas tanaman pada setiap pola tanam dan mendapatkan perbedaan perkembangan dan pertumbuhan vegetatif tanaman pada beberapa jarak tanam. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit PT. Bakrie Sumatra Plantations tbk. Kisaran. Desa Unit Serbangan Estate, Divisi 2 waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni– Agustus 2020. Dengan mengidentifikasi : Jumlah anak daun Lebar anak daun Data produktivitas tanaman/ha/tahun kemudian mencatatnya. Dilakukan sesuai denganumur tanaman dan jarak tanam yang akan di amati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada perbandingan pola jarak tanam rapat dengan Sph 200 pokok/Ha dengan Jarak tanam yang renggang dengan Sph 169 pokok /Ha di simpulkan bahwa Pertumbuhan  tanaman dengan Sph 200 pokok/Ha tidak terlalu signifikan berbeda dengan tanaman Sph 169 pokok/Ha dan tidak mempengaruhi perkembangan vegetatif tanaman kelapa sawit. Dan untuk Perbandingan hasil Produksi tanaman kelapa sawit Sph 169 pokok/Ha dengan Sph 200 pokok/Ha, di simpulkan bahwa untuk tanaman dengan populasi yang lebih banyak sehingga akan menghasilkan produksi yang lebih dari jarak tanam yang lebih renggang dengan vartietas yang sama yaitu CR supreme
Pengaruh Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Sapi Pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Utama Manurung, Saroha; Djaingsastro, Aulia Juanda; Nababan, Angelus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i1.3943

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang penting. Masalah yang sering dihadapi oleh petani kelapa sawit mandiri adalah ketersediaan benih berkualitas rendah yang terbukti memiliki daya tumbuh yang rendah. Hal ini disebabkan salah satunya, terutama dalam hal ketersediaan nutrisi. Pupuk organik merupakan alternatif penggunaan mikroorganisme tertentu dalam jumlah banyak untuk menyediakan unsur hara dan membantu pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah pupuk kandang. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan perlakuan dosis kotoran sapi untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pupuk organik merupakan alternatif penggunaan mikroorganisme tertentu dalam jumlah banyak untuk menyediakan unsur hara dan membantu pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah pupuk kandang. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan perlakuan dosis kotoran sapi untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di wilayah penelitian universitas STIPAP Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilakukan di wilayah penelitian kampus STIPAP Medan Medan Sumatera Utara. Waktu penelitian dimulai dari bulan April sampai Juli 2018. Penelitian menggunakan RAK Non Faktorial (Desain Leluhur Kelompok), dengan 4 perlakuan, dan 6 ulangan sehingga jumlah bibit sebanyak 24 bibit. Dengan susunan taraf perlakuan yaitu : S0 : Kontrol (Pupuk NPK 16:16:16), S1 : Pupuk Kandang Sapi (Dosis 600gr/polybag), S2 : Pupuk Kandang Sapi (Dosis 1,5kg/polybag), S3 : Sapi Pupuk Kandang (Dosis 2,4kg/polybag). Hasil perlakuan dosis kotoran sapi dengan kontrol pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pada perlakuan S2 (1,5 kg/polybag) dosis terbaik kotoran sapi ditunjukkan dengan pengaruh tertinggi terhadap tinggi benih yaitu 52,38 cm, dan pengaruh tertinggi pada jumlah daun 12,17 helai, dan batang 11,85 cm. berat basah 111,48 gram dan berat kering 30,05 gram