Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesantunan Tuturan Direktif Bahasa Jepang Menurut Persepsi Mahasiswa Sastra Jepang Ubinus Semester Empat: Tinjauan Pragmatik Astami, Timur Sri; Hendrawan, Wawan
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan
Publisher : STIKS Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.73 KB) | DOI: 10.36914/jak.v3i2.179

Abstract

Penggunaan tuturan direktif dalam lingkungan kampus merupakan hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan tuturan direktif menurut persespsi mahasiswa Ubinus semester empat berdasarkan skala kesantunan. Metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif, metode kuantitatif dipergunakan untuk memperjelas analisis data secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Teknik analisis data berupa statistik deskriptif dengan fase pengumpulan data, pengolahan, analisis dan penyajian data. Berdasarkan hasil analisis urutan kesantunan tuturan direktif dari santun ke tidak santun menurut persepsi mahasiswa adalah 1) pernyataan berpagar, 2) permohonan eksplisit, 3) isyarat kuat, 4) modus imperatif, 5) pernyataan keinginan implisit, 6) tuturan ajakan, 7) pernyatan keinginan eksplisit, dan 8) modus imperatif langsung.
EFFECT OF SEA CUCUMBER OIL AND HONEY IN POST RADIOTHERAPY NASOPHARYNGEAL CARCINOMA PATIENTS Hendrawan, Wawan; Soeseno, Bogi; Basriyadi S, Tonny; Afriani Dewi, Yussy; Burhanuddin, Ade
INTERNATIONAL JOURNAL OF NASOPHARYNGEAL CARCINOMA Vol. 2 No. 02 (2020): International Journal of Nasopharyngeal Carcinoma
Publisher : TALENTA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijnpc.v2i02.3899

Abstract

Abstract Introduction: Nasopharyngeal carcinoma is one of the most commonly found cases of head and neck malignancy. The most common side effects of radiotherapy is skin damaged. Until now, there is no standard therapy that has been given to post radiotherapy patient in Hasan Sadikin Hospital. Sea cucumber and honey can accelerate the healing process of the wound caused by radiotherapy. Objective: This study was conducted to compare the effects of the use topical sea cucumber oil and honey in patient with nasopharyngeal carcinoma post radiotherapy. Method: The study was conducted at Radiotherapy Clinic in Hasan Sadikin Hospital from may until September 2015 with patients who experienced skin damaged level two or more based on the criteria of Radiation Therapy Oncology Group (RTOG). This was an experimental study. Subjects were selected consecutively between the two groups: sea cucumber oil group and honey group. The draft analysis was done using Randomized Controlled Trial (RCT). Result: 30 patients were divided equally into two groups, sea cucumber group and honey group. Most of the nasopharyngeal carcinoma patients were >45 years old, the ratio man to woman was 2-3:1, with the BMI was <18.5. All subjects in this study experienced recovery rate up to level 1 (p=1.0), after one week of treatment. In the 2nd week after treatment all patients in the sea cucumber group achieved recovery up to level 0, and in the honey group as much as 2 patients only experienced the recovery rate to level 0, while the remaining 13 subjects remained at level 1 (p=0.0001). It was found that the wound healing process occurs better in sea cucumber oil group than the honey group (p=0.0001). Conclusion: Sea cucumber oil accelerates the healing process of the skin tissue damaged in patients with nasopharyngeal carcinoma after radiotherapy, faster than with honey.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG KELOMPOK TANI BANGKIT BERSAMA DI DESA AMBARA Djafar, Mutiara Febrianti Y.; Astika, Lini; Hendrawan, Wawan; Hasan, Fitran; Yunus, Fadel Moh.
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 5, NO 2, 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo yang merupakan salah satu desa yang bergerak dibidang pertanian,tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dihadapi oleh petani jagung yang ada di desa tersebut. Jenis penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan data primer dan sekunder.pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara langsung terhadap petani jagung yang ada di desa ambara. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanian (X1) t-hitung 11.097 dengan koefisien regresi 1.171, tenaga kerja (X2) t-hitung 3.019 dengan koefisien regresi 0.16, benih (X3) t-hitung 4.214 dengan koefisien regresi 0.118, pupuk (X4) t-hitung 3.651 dengan koefisien regresi 0.24 dan pestisida (X5) t-hitung 13.267 dengan koefisien regresi 1.527 sangat berpengaruh terhadap proses produksi jagung.