Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Darah Babi dan Lama Pembakaran terhadap Karakteristik “Nasi Toke” Khas Riung, NTT Yohanes Lewa; A.A. Made Semariyani; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
GEMA AGRO Vol 24 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.069 KB) | DOI: 10.22225/ga.24.2.1706.99~107

Abstract

"Toke rice" is a typical food of Riung, East Nusa Tenggara. "Toke rice" is usually used to eat together at a traditional larik (caci) party or harvest celebration. "Toke rice" also becomes the main menu at the thanksgiving event at the beginning of every turn of the year. The "toke rice" ceremony is a ritual as an expression of gratitude for the harvest, as well as the life that has been spent for the past year. This ceremony is also an expression of protection and harmony for the life to come. The "toke rice" ceremony is usually performed at the start of farming or farming. This activity is a hereditary obligation, which must be carried out as an expression of gratitude, a gathering of extended family, as well as a blessing on the preservation of the surrounding nature. The purpose of this research is to find out how long it takes to burn the characteristics of "toke rice" and to find out the comparison of pig blood in making toke rice with good characteristics and preferred by consumers. This research uses factorial randomized block design (RBD) with 2 factors: The first factor is the amount of pig blood, which consists of 4 levels and the second factor is the burning time, consisting of 3 levels. Each treatment was repeated 2 times to obtain 24 combination treatments or experimental units. Observations made on "toke rice" products include objective and subjective observations. Objective observations include Moisture, Carbohydrate, Protein, Ash content, Fat content, pH, Subjective Observation covering aroma, taste, color, texture, overall acceptance. The best interaction treatment on objective and subjective observations was obtained from the treatment of adding 20% amount of pig blood and 45 minutes burning time, with characteristic water content of 51.068%, ash content of 1.173%, fat content of 8.591%, protein content of 11.818%, carbohydrate content of 33.217% and the degree of acidity (pH) 3,275, while from observations of color, taste, aroma, texture and overall inclusion received by the panelists with rather favorable assessment scores
Penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) Menu Chiken Butter Untuk Maskapai Penerbangan JQ di PT AF DellaX’Ma Nandari; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; A.A. Made Semariyani; I Putu Candra; I Nyoman Rudianta
GEMA AGRO Vol 24 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.344 KB) | DOI: 10.22225/ga.24.2.1711.134~140

Abstract

Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah salah suatu sistem kontrol dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi. HACCP merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dikembangkan untuk menjamin keamanan pangan dengan pendekatan pencegahan (preventive) yang dianggap dapat memberikan jaminan dalam menghasilkan makanan yang aman bagi konsumen. Perusahaan pangan modern sangat perlu untuk menentukan standart mutu untuk konsumen yang dilayaninya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan HACCP pada produk makanan Maskapai penerbangan JQ dengan identifikasi potensi bahaya dan penerapan Critical Control Point (CCP). Metode yang digunakan dalam penelitian untuk Menu Chicken Butter adalah Pengamatan Critical Control Point (CCP) yang dilakukan di receiving (CCP 1), chiller dan freezer ( Storage ) (CCP 2), cooking (CCP 3), blast chilling (CCP 4), portioning (CCP 5). Perusahan telah membuat perencanaan HACCP sebagai panduan untuk semua proses yang berlangsung didalam perusahaan. Semua disusun berdasarkan prinsip-prinsip HACCP untuk keseluruhan proses
Zalacca Based Food Industry Development in Karang Asem District Bali Province I Gusti Bagus Udayana; Ni Made Defy Janurianti; AA Mayun Wirajaya; Made Yuliartini; Luh Kartini; Ida Bagus Komang Mahardika; A.A. Made Semariyani; I Gede Pasek Mangku; Yohanes Parlindungan Situmeang; I Komang Jiwa Antara; I Gusti Ngurah Agung Pawana; M. Pambudi Nurwantara
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.418 KB) | DOI: 10.22225/seas.4.1.1681.38-45

Abstract

The food industry is one of the industries that is growing very rapidly throughout the world, including in Indonesia. Various types of food and beverages with an attractive appearance continue to be produced to increase the aesthetic value and attractiveness of consumers. Food and beverage production processes include the selection of raw materials, food and beverage processing, food and beverage quality testing, packaging to the food and beverage distribution process. Every process that takes place must be controlled so that the final product produced is safe and suitable for consumption by consumers. Zalacca production in Karangasem Regency is very good to be developed into the useful food industry. The development of the zalacca-based food industry can increase added value for the people and zalacca commodities. The results of the study using the Process Hierarchy Analysis methodology show that Chips, Syrups, and Extracts occupy high yields to be developed.
Program Kemitraan Masyarakat “Olahan Jagung Manis” I Wayan Sudiarta; A.A. Made Semariyani; N.M.A. Suardani, S
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan teknologi pengelolaan hasil pertanian di Kelurahan Sumerta yaitu jagung manis menjadi produk olahan jagung manis seperti susu jagung manis, puding jagung manis, dodol jagung manis dan mie jagung manis dan juga untuk memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna pengolahan produk jagung manis, proses produksi serta sanitasi dan higiene pengolahan, penyuluhan kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengenai pembuatan empat produk olahan tersebut, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk membuat produk secara mandiri. Ketiga, difasilitasi untuk mendapatkan ijin P- IRT dari produk yang diproduksi dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar sehingga jangkauan pemasaran produk bisa lebih luas dan dijamin keamanannya. Keempat, dilakukan monitoring dan memotivasi kelompok dan anggota kelompok yang baru mulai merintis usaha pengolahan pangan yang berbasis jagung manis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya; 2) pelatihan untuk pembuatan produk berupa susu jagung manis, pudding jagung manis, dodol dan mie jagung manis dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu membuat produk tersebut dengan baik. Kesimpulannya, kegiatan dalam pengelolaan jagung manis ini berhasil dilakukan.