Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ORTOGRAFI ALIF ZIYADAH DALAM RASM MUSHAF MADINAH PADA SURAH AL-BAQARAH Hula, Ibnu Rawandhy N.
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 6 (2020): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab VI
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini berrtujuan mengungkap tentang keberadaan aksara alif yang berfungsi sebagai al-Ziyadah (tambahan), dalam rasm Mushaf Madinah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang datanya disajikan secara deskriptif. Berdasarkan objeknya, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (lybrary research), data dikumpul dari surah al-Baqarah, dengan mengutip, menyadur kemudian mengulas dan menyimpulkannya. Hasil penelitian ini adalah :  Ortografi alif al-Ziyadah dalam rasm Mushaf Madinah pada surah al-Baqarah sebanyak 354 kata, dan yang mengandung keunikan penulisan sebanyak 8 kata : (1) Ortografi alif  ziyadah sesudah waw jama’  (ﱚ) (ﲶ) (2) Ortografi alif  ziyadah sesudah waw mufrad  (يَعۡفُوَا) (تَتۡلُواْ) (ﱃ) dan (3) Ortografi alif  ziyadah tidak terletak sesudah waw mufrad dan jama’ (ﲞ) (ﲡ) (ﱱ). Alasan adanya problematika alif ziyadah pada rasm Mushaf Madinah disebabkan oleh beberapa aspek: 1) Aspek teknisnya, berkaitan dengan kaidah pola rasm usmani yang berbeda dengan pola rasm qiyasi, 2) Aspek qira’at, karena Mushaf Madinah yang ditulis mengikuti riwayah  Hafs ‘an Imam ‘Asim akan berbeda dengan Mushaf yang mengikuti riwayah dari imam qira’at lainnya, 3)  Aspek masadir, ada dua rujukan yang mendominasi rasm ‘usmani, yakni versi al-Dani dengan karyanya al-Muqni’ dan versi Abu Dawud dengan karyanya al-tanzi>l, 4) Aspek tarikhiyah, aspek ini dibutuhkan untuk melihat bagaimana tulisan awalnya (الكتبة الأولى) yang ada pada mushaf kuno dalam bentuk manuskrip, 5) Aspek qawaid lugawiyah, karena rasm al-Mushaf  tidak boleh menyimpang dari kaidah bahasa, 6) Aspek dilaliyah, karena bertambahnya sebuah komponen huruf dalam kata akan menghasilkan makna yang berbeda-beda, (زيادة المبنى تدل على زياد المعنى).  Kata Kunci: ortografi, alif ziyadah, rasm, mushaf Madinah, al-Baqarah AbstractThis research seeks to explore the existence of alif as al-Ziyadah (additional) on rasm Madinah Mushaf in surah al-Baqarah. The issue is analyzed from the aspect of its diversity and variety of script. This research is qualitative in which the data is presented descriptively, and based on its object, this research is a library research. The data were collected from surah al-Baqarah by quoting, adapting, reviewing, and concluding it. The result of research reveals that: the orthography of alif al-Ziyadah on rasm Madinah Mushaf in surah al-Baqarah consists of 354 words, and those of with script problem are 8 words: (1) alif ziyadah orthography after waw jama’  (ﱚ) (ﲶ) (2) alif ziyadah orthography after waw mufrad  (يَعۡفُوَا) (تَتۡلُواْ) (ﱃ)  and (3) alif ziyadah orthography not existed after waw mufrad and jama’ (ﲞ) (ﲡ) (ﱱ). The reason for the existence of alif ziyadah problematics on rasm Madinah Mushaf is due to several aspects: 1) technical aspect, it is related to the rule of pattern of rasm uthmani which is different from rasm qiyasi, 2) Qira’at aspect, the Madinah Mushaf that was written based on riwayah of Hafs ‘an Imam ‘Asim will be different from the mushaf that is written based on other riwayah, 3) Masadir aspect, there are two major references of rasm uthmani, they are al-Dani version in al-Muqni’ and Abu Dawud version in al-Tanzil, 3)Tarikhiyah aspect, this aspect is needed to see the original script (الكتبة الأولى)  in ancient hand-written mushaf, 4) Qawaid Lugawiyah aspect, it is because the rasm al-Mushaf must not  digress from the grammatical rule, 5) Dilaliyah aspect,which means additional of a letter component in a word will produce different meaning, (زيادة المبنى تدل على زياد المعنى).   Keywords: orthography, alif ziyadah, rasm, Madinah mushaf, al-Baqarah
Aiman al-Utūm wa Asy‛āruhu al-Jamālīyyah al-Badī‛iyyah (Dirāsah al-Muhassināt al-Lafzdīyyah fī al-Jinās wa al-Saja’ Septiyani Y Pombaile; Ibnu Rawandhy Hula; Sriwahyuningsih Saleh
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 10, No 1: JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.10.1.130-152.2021

Abstract

الأهداف من إجراءات هذا البحث هي: (1) أن تعرف الباحثة أو القارئ أبيات شعر التي تتضمن فيها السجع في شعر أيمن العتوم. (2) أن يعرف الباحثة أو القارئ أبيات شعر التي تتضمن فيها الجناس في شعر أيمن العتوم  . منهج البحث الذي يستخدم الباحثة هو بحثاً نوعياً وصفياً، و الأسلوب المستخدمة في جمع المواد هي الطريقة المكتبية، و أما مصادر المواد المبحوثة المستخدمة في هذا البحث نوعان من المصادر و هما مصدر المواد الأولية و مصدر المواد الثانوية. من نتائج البحث، هي أن أنواع الجناس في ثلاثة موضوعات من أشعار أيمن العتوم 49 جناس و تكون 28 الجناس التام و غير التام 21. و أما السجع  المطرف 9، و السجع الموازي 6، و الترصيع 1.
KAIDAH INTRINSIK PROSA IMAJINATIF ARAB DALAM RANAH KRITIK SASTRA Ibnu Rawandhy Hula
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.689 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.5.1.117-130.2016

Abstract

Al-Adab al-‘Arabi>  merupakan kesusastraan terkaya, karena merupakan kesusastraan yang tercipta sejak masa kanak-kanak manusia sampai runtuhnya kebudayaan Arab, Salah satu ranah Sastra Arab yang banyak dibahas dalam kesusasteraan Arab adalah natsar/ prosa Arab. Al-Natsr  al-‘Arabi>  ini dipandang sebagai cabang Ilmu Sastra yang lebih duluan muncul ketimbang syair, yang mempunyai ciri dan khas tersendiri dari aspek timbangannya (Awza>n Syi’r) maupun Qa>fiyahnya. Oleh karena itu keberadaan prosa Arab dipandang sebagai manifesto sastrawi yang memiliki kaidah dalam mengkritis hasil-hasil karya sastra, yang salah satunya dapat dilihat dari kaidah intrinsiknya, yakni: kaidah al-Syakhshiya>t (Tokoh), kaidah al-Habakah (Plot/Alur), kaidah al-Uslu>b (gaya bahasa), kaidah al-Bi>ah, (Setting/Latar) dan kaidah al-Fikrah wa al-Maudhu>’ (Fikiran/tema).
AL-QAWAID AL-SITTAH DALAM RASM AL-MUSHAF (Six Rules of Rasm and the Uniqueness in Qur'an) Ibnu Rawandhy N. Hula; Amrah Kasim
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 10, No 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.10.2.385-418.2021

Abstract

This study examines the six rules and their uniqueness in the writing of the Qur'an, which consists of the following rules: 1) al-Hazf, 2) al-Ziyadah, 3) al-Ibdal, 4) al-Hamazat, 5) al-Wasl and al-Fasl, dan 6) Fihi Qira’atani wa Kutiba ‘ala Ihdahuma. The method used is library research, through descriptive analysis techniques, by identifying, classifying, tabulating, analyzing, and describing. The results showed that 1) al-Qawaid al-Sittah has six basic principles in the science of writing and copying letters, words, and their diacritical marks in manuscripts. These six rules have various passages in some of their orthography; namely: a) alif, ya, waw, lam, nun, on al-hazf, b) alif, ya and waw on al-ziyadah, c) alif derive from ya, alif derive from waw and alif whose origin is unknown on rules al-ibdal, d) according to the rule of al-wasl and fasl, each of them has 17 agreed on words, they are disputed and even excluded, e) in the hamazat rule, the location of a letter affects the form of writing, such as hamzah at the beginning, in the middle, at the end of the word f) Rasm is also influenced by qira'at and can choose one of them in writing it. 2) The differences in writing are dominated by reasons, references, and writing patterns which generally refer to the madhzab with their respective references, namely: 1) Al-Dani with the book al-muqni and 2) Abu Dawud with the book al-tabyin, or madhzab other than the two. 3) In the aspect of exception (mustasnayat) and its uniqueness, it can be seen in the aspect of al-Iqtisar, whose writing patterns are diverse and cannot be equated.
QAWAID AL-TAUJIH DALAM PENENTUAN DASAR-DASAR GRAMATIKA SINSTAKSIS ARAB (Kajian atas Konsep Istidlaliyah Nahwiyah) Ibnu Rawandhy Hula
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.031 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.5.2.330-350.2016

Abstract

Ushu>l al-Nahwu atau pondasi tata bahasa Arab, bisa dikatakan semacam meta-grammar dalam disiplin ilmu bahasa Arab. Kedudukan ushul al-Nahw terhadap nahwu sama kedudukannya dengan ushul  al-fiqh terhadap fiqh. Yang pertama meletakan landasan bagi yang kedua. Kedudukan keduanya bisa dianggap lebih tinggi dari pada nahw atau fiqh, tetapi ushu>l al-Nahwu tetap bersifat partikular karena berkaitan dengan bidang yang spesifik yaitu, tata bahasa Arab (Qawa>id  ).Qawa>id  pada dasarnya lahir atas sejumlah alasan-alasan kebahasaan. Dalam ilmu sintaksis Arab, Qawa>id tidak lepas dari pergumulan ide dan konsep para ulama Basrah dan Kufah yang sampai saat ini mewarnai sejumlah aturan kebahasaan. Tentu hal tersebut telah melalui sejumlah cara pencarian dalil (Istidla>l) yang dengannya makna-makna kebahasaan dapat terklasifikasikan. Oleh karena itu upaya istidla>l dilakukan baik dengan cara sima’, Ijma’ qiya>s, atau Naql sehingga tidak ada kesalahan dan kerancuan dalam penentuan kaidah-kaidah kebahasaan.
DIAKRITIK AL-QUR’AN MENURUT PREFERENSI ABU DAWUD Ibnu Rawandhy Hula; Berti Arsyad
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 9, No 2: SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.9.2.264-284.2020

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang diakritik al-Quran/al-d}abt, yang menitik beratkan pada aspek tanda baca, baik syakal/harakat maupun titik/nuqt menurut preferensi Abu>> Da>wu>d Sulaima>n bin Najja>h}.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, karena data diperoleh, dianalisis dari sumber primer yang merupakan karya beliau dengan judul us}u>l al-d}abt wa kaifiyatuhu ‘ala jihhah al-ikhtis}a>r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, preferensi Abu> Dawud dilandasi oleh beberapa hal: 1) Tanda diakritik harus dilihat dari aspek s}ifa>t al-h}uru>f  seperti (ط - ت) pada kata (بسطت), huruf (ط) tanpa dibubuhi sukun karena sifatnya it}ba>q, 2)   b)  Tanda diakritik ma>d pada kata (الشُّفَعٰؤُاْ- أَتُحٰجُّوْنِي - فَأْوُاْ - تَأْوِيْلَهُ ) beliau cenderung memilih pendapat menghilangkan huruf alif, wa>w  maupun ya>‘ pada mad, c) Pada tanda diakritik hamzah seperti (أَءَنْذَرْتَهُمْ -ءَأُنْزِلَ - أَءِذَامِتْنَا), beliau membenarkan kedua bentuk penulisan hamzah, sesuai dengan madzhab qira>’at al-kisa>’i dan al-Farra>‘,  d) Tanda diakritik pada kata yang memiliki dua huruf ya>‘ (النَّبِيِّيْنَ - اَلأُمِّيِّيْنَ - رَبٰنِيِّيْنَ) Abu Dawud berbeda dengan pendapat gurunya al-Dani, dan memilih membuang ya>‘ jama‘ketimbang ya>’ as}li> yang menjadi akar kata, e) Meletakkan tanda diakritik berbentuk lingkaran (الدائرة) sebagai simbol ziya>dah ya>’, yang tidak dibaca (نبإي-أَفإِين),  sedangkan pada kata (بأييد) yang memiliki dua ya>‘, Abu> Dawud meletakkan tanda sukun pada ya>’ pertama, sebagai pembeda antara ya>‘ as}li> dan ya>‘ za>idah. Adapun untuk ya>‘ kedua pada surah al-Qalam (بأييكم) beliau memberi tanda diakritik tasydi>d yang harus dibaca idgam karena bertemunya dua huruf yang sama. 
GENEALOGI ORTOGRAFI ARAB (Sebuah tinjauan Historis: Asal-usul, Rumpun Bahasa dan Rekaman Inskripsi) Ibnu Rawandhy Hula
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 9, No 1: JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1655.774 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.9.1.16-46.2020

Abstract

Penelusuran turunan bahasa Arab dari hulu sampai hilir sangat berkaitan dengan historisasi bangsa-bangsa yang pernah eksis di masa lampau, sehingga melahirkan penciri aksara dan karakteristik huruf dan model tulisannya. Penelitian ini berupaya mengungkap secara historis ortografi Arab dilihat dari aspek teori asal-usulnya, rumpun bahasanya dan bukti rekaman inskripsi yang telah ditemukan oleh para sejarawan dan arkeologi. Ortografi Arab dari hulunya berasal dari ortografi mesir kuno dalam bentuk Hieroglif, berbentuk ukiran, yang sebelumnya masih berbentuk Pictography  (tulisan paku) dari bangsa Babilonia dan Sumeria (3000 SM) yang merupakan umat Nabi Nuh a.s. Dari nabi Nuh inilah maka para ahlipun memberikan pendapat bahwa rumpun bahasa Arab berasal bangsa Semit, yang dinisbatkan kepada anaknya (Sam bin Nuh). Ortografi Arab kemudian berkembang melahirkan ortografi Feniqi, selanjutnya terpecah dan melahirkan dua jenis ortografi: Arami dan Musnad, yang pada akhirnya menghasilkan jenis ortografi Nabti bercorak Kufi. Ortografi Nabti yang berpusat kota Petra-Yordania, kemudian berpindah dan menyebar lagi sampai hilir tanah Hijaz melalui Daumah al-Jandal. Bukti-bukti keberadaan ortografi Arab tersebut dapat diketahui dari temuan Inskripsi yang diyakini bahwa antara ortografi Nabti kufi memiliki beberapa kesamaan dengan ortografi Arab, dilihat dari penciri tanda vokal dan konsonannya. Inskripsi tersebut adalah 1) Inskripsi Ummu Jima>l (250 SM) 2) Inskripsi Nammarah/Imru al-Qais (300-328 M), 3) Inskripsi Zabad (512 M) 4) Inskripsi Harran/Hurron (568 M) 5) Inskripsi Umm Jimal II (600 M).
إشتقاق الألفاظ و إعجاز معانيها في القرآن الكريم Hasim Halim; Rahmat Ramadhan Bahua; Ibnu Rawandhy Hula
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 8, No 2: SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.138 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.8.2.171-186.2019

Abstract

هذا البحث يتكلم عن "إشتقاق الألفاظ القرآنية و إعجاز معانيها "دراسة تحليلية الدلالية". وهذا البحث يحتوي على مشكلتان، هما : كيف مفهوم إشتقاق الألفاظ في السورة الفاتحة ، ما إعجاز معاني الألفاظ الإشتقاقية في سورة الفاتحة. منهج البحث الذي يستخدم الباحث في هذا البحث هو بحثا نوعيا وصفيا، والأسلوب المستخدم في جمع المواد هي الطريقة المكتبية، و أما مصادر المواد المبحوثة المستخدمة نوعان هما مصدر المواد الأولية و مصدر المواد الثانوية. نتائج البحث، في هذا البحث التي حصلت عليه الباحث من خلال إجراءاته، مما يالي : الأول؛ حقائق الإشتقاق, أهمية الإشتقاق,أقسام الإشتقاق,شروط الإشتقاق, رأي العلماء عن الإشتقاق, فوائد الإشتقاق، صور إشتقاق الألفاظ في سورة الفاتحة حقائق الإعجاز, شروط الإعجاز, و أقسامها, و الإعجاز في سورة الفاتحة.
وجوه كلمة الفتنة و أنواع معنيها في القران الكريم Siska Umar; Ibnu Rawandhy Hula
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.158 KB) | DOI: 10.31314/ajamiy.5.2.210-235.2016

Abstract

تجريد البحثهذه البحث يتكلم عن " وجوه كلمة الفتنة وأنواع معانيها و معانيها  في القرآن الكريم ". وهذا البحث يحتوي على ثلاث المشكلات  : 1كيف حقائق الفتنة، 2 كيف الفتنة في القرآن الكريم،  3كيف وجوه كلمة الفتنة في القرآن الكريم .منهج البحث الذي يستخدم الكاتب في هذا البحث هو بحثاً نوعياً وصفياً، و الأسلوب جمع المواد استخدم الكاتب الطريقة المكتبية، و أما مصادر المواد المبحوثة المستخدمة في هذا البحث نوعان من المصادر و هما مصدر المواد الأولية و مصدر المواد الثانوية. الأهداف من إجراءات هذا البحث هي : (1) لمعرفة حقائق الفتنة (2) لمعرفة الفتنة في القرآن الكريم (3) لمعرفة وجوه كلمة الفتنة في القرآن الكريم .
Tradisi Beati di Kabupaten Gorontalo Utara : (Studi Etnografi terhadap Prosesi dan Makna Verbal Tuja'i ) Ibnu Rawandhy N. Hula; Ana Mariana
Al-Ulum Vol. 20 No. 2 (2020): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1831.306 KB) | DOI: 10.30603/au.v20i2.1743

Abstract

This paper focuses on the stages of implementing the beati tradition in North Gorontalo District communities and explains the content of the verbal meaning of tuja'i. The research method used is descriptive-analytic research with an ethnographic study approach. This paper aims to analyze the cultural elements in the tradition of the procession, manner and behavior, and verbal language. This study found that the poetic verbal meaning of tuja'i contains directions, praise, advice, and advice, leading a girl to become a complete Muslim by a) pledging to carry out religious orders on al-arkan al-tsalatsah, as well as customary rules based on sharia b) obeying parents, making them happy and maintaining the right name of the family, c) maintaining the purity of oneself both physically and mentally which is marked by noble morals d) Avoiding lousy temperament.