Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Peran Dokter Umum Dan Bidan Dalam Meningkatkan Kualitas Reproduksi Perempuan Nurmadilla, Nesyana; Hamsah, M.; Andi Mappaware, Nasrudin; Syahril, Erlin; Nurrahmah Akib, Marlyanti; Fahmi Utami, Dian
Window of Community Dedication Journal Vol.02 No.01 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.vi.352

Abstract

The quality of early life for future generations is largely determined by the quality of mother’s reproduction. Reproductive health is an indicator of the quality of women’s reproduction. The condition of reproductive health in Indonesia is currently not as axpected compared to other ASEAN countries. The purpose of this activity was to improve the quality of women’s reproduction by enhancing the role of general practitioners and midwives in providing education and conducting reproductive examinations. The activity was in the form of seminar with participants from future general practitioners and midwives. After participating in this activity, the majority of participants were able to understand about women’s reproductive health comprehensively and were able to choose the right attitude when facing conditions related to women’s reproductive health.
Soil-Transmitted Helminthiasis, Nutritional Status, and Hemoglobin Levels of School-Age Children in Makassar Fattah, Nurfachanti; Nurmadilla, Nesyana; Irmayanti, Irmayanti; Safitri, Asrini
Green Medical Journal Vol 3 No 2 August (2021): Green Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/gmj.v3i2.83

Abstract

Introduction: Soil-transmitted helminthiasis (STH) is common in areas with poor sanitation. In Indonesia, the prevalence of the disease is still high ranging from 16–72%, despite the elimination efforts that have been done. This study aimed to determine the prevalence of STH, nutritional status, and hemoglobin levels of elementary school-age children in of slum area in Makassar. Methods: This was an observational study with a cross-sectional approach. Subjects were 33 elementary school-age children in one of the slum areas in Makassar, South Sulawesi, Indonesia. Stool samples were collected and examined using the Kato-Katz method. Hemoglobin levels were examined with the Azidemet hemoglobin method using capillary blood samples. Assessment of nutritional status was carried out anthropometrically using weight for height, height for age, and body mass index (BMI) for age as indicators. Results: The prevalence of STH in this study was 27%, all of them had low nutritional status. As many as 15% and 45% of subjects were severely wasted and wasted, respectively, based on the weight for height indication, 61% were wasted based on the BMI for age indicator, and 12% were stunted based on the height for age indicator. Ten percent of the subjects had low hemoglobin levels, none of them had STH. Conclusion: The STH prevalence of school-age children in one of the slum areas in Makassar is still high. Subjects with STH also experienced low nutritional status.
Hubungan Asupan Protein Ibu Hamil Trimester III Dengan BB Lahir Bayi RSIA Kota Makassar Amrang, Marwa; Nurmadilla, Nesyana; Pramono, Sigit Dwi; Ananda, Fadli; Rasfayanah, Rasfayanah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 2 (Desember, 2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.46 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i2.48

Abstract

Masalah gizi menjadi penyebab kematian ibu dan anak secara tidak langsung yang sebenarnya masih dapat dicegah. Rendahnya asupan gizi dan status gizi ibu hamil selama kehamilan dapat mengakibatkan berbagai dampak tidak baik bagi ibu dan bayi. Asupan protein yang kurang selama kehamilan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan yang mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara asupan protein pada ibu hamil trimester III dengan berat badan lahir bayi di RSIA Sitti Khadijah I dan RSIA Masyita. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 24 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur berat badan, alat ukur tinggi badan, pita LiLA, semi quantitative food frequency questionnaire (SF FFQ, dan timbangan bayi. Hasil penelitian pada 24 sampel ibu hamil didapatkan bahwa asupan protein kurang 14 sampel (58,3%), asupan protein cukup 8 sampel (33,3%) dan asupan protein berlebih 2 sampel (8,3%). Untuk LiLA didapatkan 2 sampel KEK (8,3%) dan 22 tidak KEK (91,7%) dan untuk berat badan lahir bayi didapatkan BBLR 1 sampel (4,2%), berat normal 22 sampel (41,7%) dan berat berlebih 1 sampel (4,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan berat badan lahir bayi dengan nilai p=0,342 tetapi ada kecenderungan protein memiliki peranan terhadap berat badan lahir bayi.
Analisis IMT Terhadap Alopesia Androgenik Fakultas Kedokteran, RS Ibnu Sina Dan Menara UMI Makassar diana, Nur akhsan; Nurelly, Nurelly; Sodiqah, Yani; Nurmadilla, Nesyana; Surdam, Zulfiyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (Juni, 2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.91 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.58

Abstract

Alopesia androgenik adalah penipisan rambut akibat adanya rangsangan hormon androgen terhadap folikel rambut yang memiliki predisposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis Indeks Masa Tubuh (IMT) terhadap penderita alopesia androgenetik, mengetahui prevalensi alopesia androgenik dengan rerata Indeks Massa Tubuh di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia,RS Ibnu Sina dan Menara Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSIbnu Sina dan Menara Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian ditemukan adanya hubungan antara Indeks Massa Tubuh terhadap penderita alopesia androgenik. Prevalensi alopesia androgenik terbanyak yaitu dengan Indeks Massa Tubuh normal 34,8%.
Peranan Multivitamin Pada Pasien Geriatri Dengan Pneumonia Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (Juni, 2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.095 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.59

Abstract

Pneumonia dapat menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada geriatri. Proses penuaan sistem organ (di antaranya system respirasi, sistem imun, sistem pencernaan) dan faktor komorbid banyak berperan pada peningkatan frekuensi dan keparahan pneumonia pasien geriatri. Karakteristik dominan pneumonia pada pasien geriatric adalah presentasi klinisnya yang khas, yaitu jatuh dan bingung, sedangkan gejala klasik pneumonia sering tidak didapatkan Pneumonia adalah inflamasi jaringan paru yang paling sering disebabkan oleh infeksi dan didefinisikan sebagai adanya infiltrate paru pada foto thoraks. Penyakit pneumonia sering kali diderita sebagian besar kelompok usia lanjut dan kelompok populasi dengan penyakit kronik, sebagai akibat dari kerusakan sistem imunitas tubuh. Bayi dan anak-anak juga rentan terhadap pneumonia karena respon imunitas mereka yang masih belum berkembang dengan baik Gizi merupakan elemen kesehatan penting bagi populasi lanjut usia (lansia) dan mempengaruhi proses menua. Prevalensi malnutrisi meningkat pada populasi ini. Pneumonia merupakan salah satu penyakit kronik pada lansia yang berhubungan dengan malnutrisi. Hubungan antara malnutrisi dan penyakit paru sudah lama diketahui. Malnutrisi mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, dan fungsi paru, kekuatan dan ketahanan otot pernafasan, mekanisme pertahanan imunitas paru, dan pengaturan nafas. Sebaliknya, penyakit paru akan meningkatkan kebutuhan energi dan dapat mempengaruhi asupan diet menjadi menurun. Intervensi gizi pada pasien pneumonia ditujukan untuk mengendalikan anoreksia, memperbaiki fungsi paru, dan mengendalikan penurunan berat badan. Kebutuhan akan zat gizi diperhitungkan sesuai dengan hasil asesmen gizi