Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasa Aman Sebagai Prediktor Kepercayaan Masyarakat dengan Hadirnya Polisi Febrieta, Ditta; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.47 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.2

Abstract

The spread of information or people’s direct experience with police will affect police image, either negative or positive. Unpleasant police behavior can cause distrust among people who are perceiving that police should act with good governance characteristics, with their main responsibility to protect and serve community. The feeling of distrust will make people feel insecured or even feared with the presence of police. This study aims to investigate the role of the sense of feeling secured to the public trust towards police presence. One hundred and fifty six participants were recruited from civil society. Scales to measure trust and the sense of feeling secured were employed to collect data from participants. This study was using quantitative approach with regression analysis technique. The results showed positive correlation between both variables, with the sense of feeling secured contributed 71 percent to the variable of public trust to police.Beredarnya informasi ataupun pengalaman yang langsung dialami masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap citra kepolisian, baik berupa citra negatif maupun positif. Tindakan polisi yang kurang baik akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap keberadaan polisi yang semestinya memliki karakteristik good governance, dengan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Perasaan tidak percaya tersebut akan membuat masyarakat menjadi merasa tidak aman bahkan merasa takut jika ada polisi di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rasa aman dalam memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sipil berjumlah 156 orang. Skala Kepercayaan dan Skala Rasa Aman digunakan untuk mengumpulkan data. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua variabel, dengan rasa aman memberikan sumbangan efektif sebesar 71 persen terhadap kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi.
Menjadi Orang Tua Hebat di Era Digital 4.0 : Memberi Penyuluhan Kepada Ibu-ibu di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak W. Pertiwi, Yuarini; Febrieta, Ditta; D. Pohan, Hema; Fadhilah, Nurul; M. Nuswantyas, Landia; F. Putra, Trias
Jurnal Abdimas UBJ (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.613 KB) | DOI: 10.31599/jabdimas.v3i2.179

Abstract

Parents have the biggest role in recognizing and knowing the children's growth and development. The relationship that exists between parents and children is determined by how parents taking care of their children. Parenting is a way for parents to raise children by fulfilling the needs of children, give protection, educate their children, and also influence children's behavior in daily life. The role of parents determines children’s behavior, especially in nurturing and educating children in this digital era which requires an extra effort compared to decades ago. The digital era is certainly closely related to the internet and smartphones. Parents act as determinants of children's behavior through appropriate parenting patterns and by making changes in children's behavior to more positive. One of the things that can be done by modifying the behavior. Behavior modification is an attempt to apply the principles of the learning process as well as the psychological principles of the results of other experiments on human behavior. In this community service activity, the method used was not only by providing counseling and discussion material but also by giving a pre-test and post-test. The pre-test results show that 75% of participants do not know the types of parenting and do not know the types of parenting that have been applied or would be applied to their children. Regarding the internet, the results of the post-test show that all participants know the types of parenting that existed based on the exposure given. In addition, 80% of participants have also been able to determine what types of parenting would be applied, most of them determine authoritative parenting. While 20% of participants are still limited to knowing the type of parenting and have not been able to determine the type of parenting that would be applied to children. Keywords: parenting, behavior modification, good internet Abstrak Orang tua memiliki peran terbesar dalam mengenali dan mengetahui tumbuh kembang anak. Hubungan yang terjalin antara orang tua dan anak ditentukan oleh bagaimana cara orang tua mengasuh anak mereka. Pola asuh adalah cara orang tua membesarkan anak dengan memenuhi kebutuhan anak, memberi perlindungan, mendidik anak, serta mempengaruhi tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari. Peranan orang tua menentukan perilaku anak, terlebih mengasuh dan mendidik anak di era digital ini butuh usaha ekstra dibanding puluhan tahun yang lalu. Era digital ini tentunya berkaitan erat dengan internet dan Smartphone. Orang tua berperan sebagai agen penentu perilaku anak melalui pola pengasuhan yang tepat dan dengan melakukan perubahan perilaku anak agar lebih positif. Salah satu hal yang dapat dilakukan dengan memodifikasi perilaku. Modifikasi perilaku adalah usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologis hasil eksperimen lain pada perilaku manusia. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini metode yang digunakan selain dengan memberikan materi penyuluhan dan diskusi, juga dengan memberikan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Hasil pre-test menunjukkan sebanyak 75% peserta belum mengetahui jenis-jenis pola asuh dan belum mengetahui jenis pola asuh yang selama ini sudah diterapkan maupun yang akan diterapkan kepada anak mereka. Berkaitan dengan internet, dari hasil post-test menunjukkan bahwa seluruh peserta mengetahui jenis-jenis pola asuh yang ada berdasarkan paparan yang diberikan. Selain itu, 80% peserta juga sudah dapat menentukan pola asuh apa yang akan di terapkan, kebanyakan mereka menentukan pola asuh otoritatif. Sedangkan 20% peserta masih sebatas mengetahui jenis pola asuh dan belum dapat menentukan jenis pola asuh yang akan diterapkan untuk anak-anak. Kata kunci: pola asuh, modifikasi perilaku, internet sehat