Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FORMULASI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus ) SEBAGAI SEDIAAN PEMERAH PIPI (BLUSH ON) sari, herviani
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v3i2.649

Abstract

Dragon fruit contain high antosianin, sources of antosianin can be optained from pink colored fruit and vegetables to red. The natural properties of antosianin can be used as natural dyes in cosmetic preparation were chosen because it is a cosmetic that is quite popular and most comfortable to use. The purpose of this research is to find out whether dragon fruit can be blush on, not irritated and to find out the best formulations. The methode of this research was done by making dragon fruit extract by maceration for 24 hours using etanol. The extract formulation used is 15%, 25%, and 40%. Ingridienst for making blush on include kaolin, parrafin liquid, zink oxyd, and talcum. Evaluation of blus on preparations include homogenty, pH, dispersion, irritation, polish and hedonic. The results of research 3 blush on formulation, the preparation met the homogenity test with no vissible coarse grains and particlesevently mixed. The pH of the preparation producted is still in the normal pH range of spearat evenly and easily attached to the skin, with each application three time polishing. Based on the favorite test after processing statistical data, formulation the most preferred panelish is blush on formulation 3.
Efektivitas Pasta Gigi Pemutih Ekstrak daun alang-alang (Imperata Cylindrica L. Beauv) Sari, Herviani; Sembiring, Bunga Mari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4559

Abstract

Pasta gigi merupakan salah satu bahan yang sudah lama digunakan untuk membersihkan gigi. Selain itu pasta gigi juga dapat menghilangkan atau mengurangi bau mulut, memoles permukaan gigi, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara kesehatan gigi. Pasta gigi yang mengandung bahan yang aman dan nyaman serta memiliki efek samping yang sedikit biasanya disebut pasta gigi herbal. Pembuatan pasta gigi dapat diinovasikan dengan penambahan bahan alami yang bermanfaat, aman dan efektif untuk menjaga kesehatan gigi. Bahan alami lain yang dapat ditambahkan pada pasta gigi yaitu tanaman obat. Salah satunya daun alangalang (Imperata cylindrica L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Aktivitas Pasta Gigi Pemutih Ekstrak daun alang-alang (Imperata Cylindrica L. Beauv) Secara Invitro dan efektivitasnya. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris dan Observasional untuk menganalisis efektivitas. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi pada 10 orang responden. Formula sediaan pasta gigi arang aktif yang dibuat merupakan formula pasta gigi yang telah dimodifikasi berdasarkan formula dari Harmely et aldengan memanfaatkan alang-alang yang dikeringkan lalu dijadikan arang aktif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 25 tahun dan 25-40 tahun. Berjenis kelamin laki-laki dan menyikat gigi 2 kali sehari. Terjadi perunbahan kadar plak gigi setelah dilakukannya intervensi, sebelum intervensi terdapat 3 orang (30%) responden dengan kategori plak baik dan meningkat menjadi 6 orang (60%) responden setelah intervensi, sebelum intervensi sebanyak 4 orang (40%) responden memiliki kategori plak buruk menurun menjadi 1 orang (10%) dengan kategori plak buruk setelah intervensi
Formulasi Obat Kumur Ekstrak Daun Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Fahdi, Firdaus; Syahdabri, Hazlin; Sari, Herviani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i1.4970

Abstract

Kebersihan mulut dan kesehatan gigi sangat penting dalam kehidupan seseorang dalam kesehariannya, terdapat berbagai macam bakteri yang tidak menguntungkan pada rongga mulut, diantaranya adalah bakteri penyebab sariawan yaitu Streptococcus mutans. Komponen utama daun sereh terdiri dari alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penggunaan sereh sebagai obat kumur merupakan alternatif pengganti sediaan obat kumur yang umumnya mengandung antiseptik berupa alkohol yang dapat memicu terjadinya kanker mulut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi daun sereh sebagai obat kumur dan mengetahui perbedaan efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15% dan tanpa ekstrak daun sereh. Uji aktivitas antibakteri menggunakan media agar. Obat kumur ekstrak sereh memiliki pH di luar kisaran pertumbuhan optimum bakteri yaitu 6. Viskositas obat kumur adalah 1,00-4,60 Cp. Aktivitas antibakteri Streptococcus mutans pada kontrol tidak menghasilkan zona hambat, pada konsentrasi 5% sebesar 9,06 mm, konsentrasi 10%  sebesar 10,95 mm dan konsentrasi 15% sebesar 16,65 mm sedangkan pada kontrol positif sebesar 25,09 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah obat kumur ekstrak sereh konsentrasi 5%, 10% dan 15% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans
Efektivitas Pemberian Teh Kulit Nenas Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Sembiring, Bunga Mari; Sari, Herviani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4555

Abstract

Angka kejadian hipertensi mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit membahayakan yang ada di dunia. Penanganan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi. Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi referensi untuk pemanfaatan limbah rumah tangga yaitu kulit nenas, yang ternyata dapat dijadikan alternatif terapi non farmakologis untuk penderita Hipertensi.Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah studi Observasional dengan desain crossectional terhadap 90 Lansia dengan riwayat Hipertensi yang bertujuan untuk menganalisis Evektivitas pemberian teh kulit nenas terhadap tekanan darah Lansia penderita Hipertensi. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.Negatif ranks menunjukkan nilai sampel sebelum lebih tinggi dari nilai sesudah. Hasil pada Negatif ranks pada uji Wilcoxon Diastole bernilai 90, artinya ada 90 orang lansia yang mengalami penurunan tekanan darah Diastole setelah intervensi yaitu pemberian teh kulit nenas. Positive ranks menunjukkan nilai sampel sesudah lebih tinggi dari nilai sebelum. Hasil pada nilai positif ranks pada tekanan darah Diastole yaitu 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada responden yang mengalami kenaikan tekanan darah Diastole setelah diberi intervensi. Ties artinya sampel dengan nilai kelompok kedua (setelah pemberian teh nenas) sama dengan nilai kelompok pertama (sebelum pemberian teh nenas). Pada nilai ties pada tekanan darah Diastole bernilai 0, artinya semua lansia mengalami perubahan tekanan darah Diastole setelah pemberian teh kulit nenas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai sig. Tekanan darah Diastole yaitu 0,00 0,05, sehingga dapat diasumsikan bahwa ada pengaruh pemberian teh kulit nenas terhadap tekanan darah diastole Lansia penderita Hipertensi