Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

CORRELATION TRIGLISERIDA LEVEL AND MONOCYTE IN CORONARY HEART DISEASE AT ULIN GENERAL HOSPITAL BANJARMASIN Gusti Adistya Naila Juwita; Miftahul Arifin; Ida Yuliana
Berkala Kedokteran Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.788 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i2.4069

Abstract

Abstract: Coronary heart disease (CHD) is an unbalance condition between oxygen supply and demand in heart muscle which caused by coronary artery obstruction known as atherosclerosis. Both triglyceride and monocyte have important role in the process of atherosclerosis plaque forming which cause CHD. This research aimed to analyse correlation between triglyceride level and monocyte count in patients with coronary heart disease at Ulin General Hospital Banjarmasin on August 2014-August 2015. This research is an analytical observational research with cross-sectional approach. Total sample for this research are 94 CHD patients selected by inclusion criteria. The result discovered the average rate for triglyceride level is 114 mg/dL and for monocyte count is 0,62 thousand/µL. Based on result of data analysis with Pearson correlation test demonstrates the value of r=0,347 and p=0,01. It can be concluded that there is weak, significant and positive correlation between triglyceride level and monocyte count in CHD patients Keywords: triglyceride, monocyte, coronary heart disease
Perbedaan Kadar Ureum Serum Pasien yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 kurang dari 5 Tahun dan lebih dari sama dengan 5 Tahun: Studi Kasus di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Lucky Bintang Kharismawati; Miftahul Arifin; Meitria Syahadatina Noor
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.957

Abstract

ABSTRACT: Diabetes mellitus (DM) is uncontaminated diseases which has chronic progressive characteristic. Type 2 diabetes patients with a long duration can lead to microvascular complication, one of which is diabetic nephropathy. Serum urea levels are significant parameters for kidney function tests. Kidney damage caused by type 2 DM can lead to elevated levels of serum urea. This study aimed to determine differences between serum urea levels of patients who suffered type 2 DM for < 5 years and ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin period June-August 2013. The research used observational analytic with cross sectional approach. Method of sampling used by purposive sampling. A total of 72 subjects based on inclusion and exclusion criteria, consisting of 33 people who suffered type 2 DM < 5 years and 39 people who suffered type 2 DM ≥ 5 tahun. Research showed that  the mean serum urea levels who suffered type 2 DM was 44,67 mg/dL and the mean serum urea levels who suffered type 2 DM was 58,05 mg/dL.  Data were analyzed by unpaired T-test with 95 % confidence level showed that there was difference serum urea levels of patients who suffered type 2 DM for < 5 years and ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin period June-August 2013. Key words: serum urea, diabetes mellitus type 2 ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang bersifat kronik progresif. Pasien DM tipe 2 dengan durasi yang lama dapat menyebabkan terjadinya kompilkasi mikrovaskular, salah satunya adalah nefropati diabetik. Kadar ureum serum adalah parameter yang signifikan untuk tes fungsi ginjal. Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh DM tipe 2 dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar ureum serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar ureum serum pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Sebanyak 72 subjek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang terdiri dari pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun sebanyak 33 orang dan pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun sebanyak 39 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar ureum serum pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun sebesar 44,67 mg/dL dan rerata kadar ureum serum pada pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun sebesar 58,05 mg/dL. Hasil analisis data menggunakan uji T tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar ureum serum pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013. Kata-kata kunci: ureum serum, diabetes melitus tipe 2
Korelasi antara Kadar Kolesterol Total dengan Jumlah Monosit pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Fransiska Anggriani Salim; Miftahul Arifin; Asnawati Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.243 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.361

Abstract

Abstract: Coronary heart disease (CHD) is one of three leading causes of death in the world. CHD is a disease resulting from narrowing or blockage of the arteries that supply blood to the heart muscle. Total cholesterol and monocytes play an important role in the process of atherosclerosis that causes CHD. This study aimed to analyze the correlation between total cholesterol levels and monocytes count in patients with CHD in  RSUD Ulin Banjarmasin in August 2014 to May 2015. This study use observational analytic study with cross-sectional approach. 92 samples selected according to the inclusion criteria. The results showed the average of total cholesterol levels and monocytes count are 198.41 mg/dL and 0.58 thousand/uL. The analysis with Pearson correlation test and give a result r=0.033 and p=0.758. The conclusion is there is a very weak, not significant and positive correlation between total cholesterol levels and monocytes count in patients with CHD. Keywords: total cholesterol, monocytes, coronary heart disease Abstrak: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan satu dari tiga penyebab utama kematian di dunia. PJK adalah penyakit yang timbul akibat penyempitan atau penyumbatan arteri yang memasok aliran darah ke otot jantung. Kolesterol total dan monosit berperan penting dalam proses aterosklerosis yang menyebabkan PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kadar kolesterol total dengan jumlah monosit pada pasien penyakit jantung koroner di RSUD Ulin Banjarmasin periode Agustus 2014-Mei 2015. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. 92 sampel dipilih sesuai  kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kolesterol total dan jumlah monosit sebesar 198,41 mg/dL dan 0,58 ribu/uL. Kemudian dilakukan análisis dengan uji korelasi Pearson dan didapatkan nilai r=0,033 dan p=0,758. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang sangat lemah, tidak signifikan dan searah antara kadar kolesterol total dengan jumlah monosit pada pasien PJK. Kata-kata kunci: kolesterol total, monosit, penyakit jantung koroner
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN MAHASISWI KEDOKTERAN UNLAM YANG MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN SENAM AEROBIK Ekky Adrianto C.G.; Miftahul Arifin; Husnul Khatimah
Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.689 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.175

Abstract

Aerobics is believed becoming a good sport choice especially for women to be spared from lower hemoglobin level risk. This study aims to determine the difference of hemoglobin level between medical female students of Lambung Mangkurat University who did and didn’t do aerobics. This study took 33 female students as subjects who divided to 17 people in control group and 16 people in exercise group. Exercise group did aerobics twice a week for a month. Blood sample were taken twice, before and after a month of study. The result of this study showed descriptively a little decreased average of hemoglobin level in exercise group, from 12,38±0,83 g/dL to 12,37±0,71 g/dL, but statisticly showed insignificant decreased. However, descriptively average of hemoglobin level after did aerobics in exercise group showed a little higher than control group, those are 12,37±0,71 g/dL in exercise group and 12,23±0,86 g/dL in control group, although statisticly showed insignificant difference (p>0,05). In conclusion, there was insignificant difference of hemoglobin level between medical female students who did and didn’t do aerobics for a month. Keywords: hemoglobin level, aerobics, female students
PERBEDAAN KADAR LDL MAHASISWI KEDOKTERAN UNLAM YANG MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN SENAM AEROBIK Dina Aulia Fakhrina; Miftahul Arifin; Husnul Khatimah
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.281 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.139

Abstract

Low-density lipoprotein (LDL) is a lipoprotein that transports cholesterol from the liver to body tissues. Aerobic gymnastic can lower LDL cholesterol is believed to reduce the risk of cardiovascular disease. This study aim was to know difference between LDL levels of Lambung Mangkurat University medical women students who did and did not do aerobic gymnastic. Method of researchused randomized pretest-posttest control design. These samples included 17 people in training group and 16 in control group. Taking blood samples was performed twice, before and after the study. Training group didgymnastic twice a week, 60 minutes for four weeks. The result of mean in LDL levels in control group was95.38 mg/dL and training group after study was 92.71 mg/dL. Mann-Whitney test between the two groups resulted in 0.787 of the significant value. The conclusion is there is no significant difference between LDL levels in the women college students who did and did not do aerobic gymnastic. Keywords: LDL levels, aerobic gymnastic, women college student
PENGARUH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PROBLEM SOLVING SKILL SISWA KELAS VIII DI MTS MIFTAHUL ULUM LABANASEMTAHUN PELAJARAN 2019/2020 Arifah Ainil Izza Rosyadi; Miftahul Arifin; Kartini Ayu Trisnawati
SOSIOEDUKASI Vol 8 No 1 (2019): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai masalah yang timbul disetiap remaja maupun siswa disekolah, menjadikan salah satu alasan dari suatu kemampuan maupun soft skill sangat dibutuhkan untuk dimiliki setiap inidividu ataupun siswa. Hal tersebut dikarenakan bahwa setiap siswa tidak lepas dari suatu proses pembelajaran, baik itu dilingkungan sekolah maupun dilingkungan yang lebih luas. Adapun dalam menyelesaikan masalah, seorang siswa diharuskan memiliki soft skill yang dapat membantunya untuk menghadapi segala apapun yang akan terjadi diedepan. Sebagaimana kemampuan tersebut yakni Keterampilan berpikir kritis dan problem solving skill. Karena dalam memiliki keterampilan berpikiri kritis akan membuat siswa menjadi lebih mudah untuk berpikir maju dan membantunya dalam menyelesaikan masalah secara lebih mandiri. Pada penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melihat pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap problem solving skill siswa kelas VIII tahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu kuantitafi deksripsi, karena tujuannya untuk menggambarkan dan menjelaskan tentang pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap problem solving skill. Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah: menentukan lokasi penelitian, menentukan metode penelitian, menentukan jenis dan sumber data, dan menganalisis data. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS For Windows 22.00. Adapun hasil penelitian setelah dilakukan perhitungan dengan SPSS For Windows 22.00 yaitu terdapat pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap prbloem solving skill. hal tersebut sesuai dengan hasil signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif yang berbunyi “Terdapat pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap prbloem solving skill siswa kelas VIII tahun pelajaran 2019/2020”. Begitupun faktor yang mendeterminasi pengaruh keterampilan berpikir krtitis terhadap problem solving skill yakni dipengaruhi oleh faktor kecemasan dengan jumlah presentase tertinggi yakni 1,269%.
ANALISA KOMPETENSI GURU BK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING X DI SMK DARUL ANWAR SINGOJURUH TAHUN AJARAN 2019/2020 U’un Dwi Lestari; Miftahul Arifin
SOSIOEDUKASI Vol 8 No 2 (2019): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v8i2.1113

Abstract

Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional maka dirumuskan tujuan kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan untuk menjadi sumber daya alam yang berkualitas. Sumber daya alam yang berkualitas adalah sumber daya manusia, maka diperlukan peningkatansumber daya manusia Indonesiasebagai kekayaan negara yang kekal dan sebagai investasi untuk mencapai kemajuan bangsa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas Xyaitu 60 siswa di SMK Darul Anwar Singojuruh serta mencakup wilayah yang cukup luas, dan informasi yang dikumpulkan berasal langsung dari responden. Oleh karena itu jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survei dengan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Survai digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yangbesar. Informasi yang diperoleh dari penelitian survei dapat dikumpulkan dari seluruh populasi dan dapat pula hanya sebagian dari populasi. Pendekatan deskriptif kuantitatif merupakan metode penelitian untuk meneliti dan mendeskripsikan hasil data penelitian yang berupa angka-angka dan telah dianalisis sebelumnya menggunakan statistik. Dalam penelitian ini yaitu survei tentang Analisa Kompetensi Guru BK dan Kualitas Pelayanan Bimbingan dan Konseling Kelas X di SMK Darul Anwar Singojuruh Tahun Ajaran 2019/2020.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Guru BK Terhadap Kualitas Pelayanan Bimbingan dan Konseling kelas X di SMK Darul Anwar Singojuruh Tahun Ajaran 2019/2020. Hal ini dapat ditunjukan dari hasil nilai t hitung (61,689) > t table (2,600), nilai signifikasi sebesar (0,00) < 0,05.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN SISWA SMP AL AQSO CLURING KELAS VII TERHADAP PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Arif Ardinata; Miftahul Arifin; Siti Napisah
SOSIOEDUKASI Vol 9 No 1 (2020): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi memang sudah diberlakukan beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai dampak dari pandemi Covid-19 menyebabkan proses pembelajaran sedikit terhambat karena secara teknis dan sistem banyak sekolah yang belum siap.sejauh ini pembelajaran online hanya sebatas daring, sebagai juknis, belum sebagai cara pembelajaran, sebagai paradigma pembelajaran. Metodologi mengandung makna yang menyangkut prosedur dan cara melakukan pengujian data yang diperlukan untuk memecahkan atau menjawab masalah penelitian.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang dimana peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian untuk kemudian digambarkan sebagaimana adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum puas dengan keberadaan BK, yakni sebesar 70%. Sedangkan hasil dari masing-masing dimensi; (1) pelayanan bimbingan dan konseling sebesar 30%, (2) terhadap fasilitas sarana pendukung BK sebesar 10%, serta (3) terhadap kapasitas dan kemampuan guru BK sebesar 30%. Hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, siswa SMKN 1 Badegan merasa puas dengan keberadaan BK di sekolahnya, karena prosentase jawaban yang menunjukkan tingkat kepuasan lebih besar dari pada yang tidak puas.
TINGKAT SELF COMPASSION MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI PADA MASA SOCIAL DISTANCING PANDEMI COVID-19 Dhimas Ary Panca Prastya; Miftahul Arifin; Kartini ayu Trisnawati
SOSIOEDUKASI Vol 9 No 1 (2020): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 dikatakan sebagai sebuah pandemi karena sudah menyebar luas secara global ke berbagai negara. Untuk itu salah satu cara mencegah penyebaran penyakit ini dengan cara social distancing. Pada saat social distancing mengakibatkan seseorang merasa dilema karena saat tubuh merasa tidak sehat seperti batuk, bersin ataupun flu jadi merasa takut kalau sudah tertular COVID-19, takut keluar rumah untuk membeli sesuatu atau melakukan kegiatan diluar rumah, ketika ada orang yang flu, batuk, dan bersin langsung takut apabila terkena COVID-19. Karenanya self compassion pada masa pandemi ini sangatlah penting. penelitian ini adalah data kuantitatif yang dinyatakan dalam angka dan dianalisis dengan teknik statistik. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa BK FKIP UNIBA yang masih aktif sedangkan objek dari penelitian ini adalah tingkat self compassion mahasiswa program studi bimbingan konseling pada saat social distancing masa pandemi COVID-19. Populasi wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang tetapi juga obyek dan benda-benda alam lainnya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa BK FKIP UNIBA yang masih aktif berjumlah 105 orang.
Perbedaan Kejadian Anemia pada Pasien yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Kurang Dari 5 Tahun dan Lebih Dari Sama Dengan 5 Tahun Naisya Balela; Miftahul Arifin; Meitria Syahadatina Noor
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.931

Abstract

ABSTRACT: Diabetes mellitus (DM) is a group of symptoms that occur in a person caused by an increase in blood glucose levels due to a progressive decrease in insulin secretion and  motivated by insulin resistance. Prolonged hyperglycemia causes microvascular complications such as neuropathy and kidney disorder associated with the occurrence of anemia in type 2 diabetes mellitus patients. The aim of this research was to determine differences of anemia incidence in patient who suffering type 2 diabetes mellitus <5 years and ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. The research used descriptive analytic methode with cross sectional approach. All 78 samples were selected by purposive sampling methode who fulfilled inclusion criteria, included patients with type 2 diabetes mellitus, have a laboratory results of haemoglobin level, and willing to be the subject of research. Research showed that 57% patients suffering from type 2 diabetes mellitus <5 years have anemia, whereas 86% patients suffering from type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years have anemia. Data were analyzed by chi-square statistic test with 95% confidence level showed that there was a significant difference between the incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus < 5 years and ≥ 5 years (p = 0,004, RP = 1,51). It can be concluded that there was an increased risk incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. Keywords: type II diabetes mellitus, sickness periode, anemia incidence ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dan dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Hiperglikemia yang berlangsung lama menyebabkan terjadinya komplikasi mikrovaskular yaitu neuropati dan gangguan pada ginjal yang berkaitan dengan terjadinya anemia pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 78 sampel dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi, yaitu pasien DM tipe 2, mempunyai hasil laboratorium berupa kadar hemoglobin, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 57%, sedangkan pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 86%. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun (p = 0,004, RP = 1,51). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan risiko kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Kata-kata kunci: diabetes melitus tipe 2, lama menderita, kejadian anemia